
Keesokan harinya pukul 9:00 pagi....Sabrina bangun setelah menerima telfon dari Alia jika ia dan Reygan sudah berada di Luwis dan sekarang ia tengah berada dibandara menunggu jemputan mobil darinya. Dengan sigap Sabrina membangunkan suaminya dan memberitahu jika Reygan sekarang sudah ada dibandara dan minta dijemput olehnya. Dimas yang mendengar itu langsung berwajah senang. Ia lalu bangun dan siap – siap menuju bandara bersama istrinya untuk menjemput Reygan dan Alia.
Selama 30 menit perjalanan, mereka berdua sampai dibandara didampingi Halim dan pengawalnya. Sabrina sudah melihat Alia dari kejauhan sambil menggendong Reygan. Ia berlari cepat kearah mereka sambil tersenyum senang. Ia langsung menggendong Reygan dalam pelukannya sambil mencium seluruh wajahnya.
“Anakku....anaku.....anakku sayang...ini ibumu” sambil mencium Reygan dan meneteskan air matanya. Ia tak menyangka jika Reygan adalah anaknya.
Alia hanya tersenyum karena Paman Arya sudah menceritakan semua padanya sedangkan Dimas yang sudah berdiri didepannya langsung memeluk anak dan istrinya itu.
Setelah saling berpelukan, mereka kembali lagi ke Kastil.....Halim membawa Alia ke Rumah Belakang untuk tinggal bersama keluarga Hadinata.
Sedangkan Dimas dan Sabrina menuju tempat konfrensi pers yang sudah diatur oleh Halim kemarin....mereka berdua membawa Reygan bersama mereka. Setelah sampai ditempat konfrensi pers, mereka masuk kedalam
yang sudah dipenuhi oleh beberapa wartawan. Dimas dan Sabrina sudah duduk didepan para wartawan untuk mengumumkan tentang keberadaan Sabrina yang merupakan istrinya.
Tanpa berbasa – basi, Dimas langsung memperkenalkan Sabrina pada media jika Sabrina adalah istrinya yang ia nikahi dua tahun lalu bahkan mereka sudah memiliki anak. Sontak saja membuat semua wartawan yang hadir saat itu sangat kaget.
Sedangkan ditempat lain yaitu dibandara Luwis.....Pangeran Milan menyaksikan konfrensi pers yang mereka adakan. Ia tersenyum melihat kakaknya dan Sabrina di Tv. Ia lalu mengirim sebuah pesan singkat pada Sabrina.
Isi Pesan
“Bina...hari ini aku akan kembali ke Inggris bersama ibuku. Selama beberapa hari ini aku tidak menghubungimu karena aku merasa malu atas perbuatan ibuku padamu dua tahun lalu. Aku mewakili ibuku untuk meminta maaf padamu. Aku masih temanmu yang selalu berharap kamu bahagia. Jaga dirimu baik – baik. Milan sahabatmu”
Sabrina yang menerima isi pesan itu sambil tersenyum sekaligus sedih dengan kepergian Milan yang secara tiba – tiba. Ia membalas pesan Milan. Dengan mengatakan jika dirinya sudah memafkan ibunya itu.
***
Setelah konfrensi pers...mereka kembali ke Kastil. Mereka berdua menghabiskan waktunya bermain bersama Reygan dikamarnya.
__ADS_1
Tiba – tiba datang sekretaris kerajaan ingin melaporkan sesuatu pada Pangeran Dimas. Dimas langsung membawa sekretaris kerajaan ke ruang kerjanya. Saat didalam, sekretaris kerajaan langsung mengatakan jika besok ia dan istrinya harus datang ke Istana untuk melakukan pemindahan tahta kerajaan Luwis padanya. Sekretaris kerajaan juga sudah membawa pakaian kerajaan yang akan mereka pakai disaat penobatan.
“Kenapa ayah tiba – tiba ingin menyerahkan kekuasaan penuh padaku?” tanya Dimas bingung.
“Itu karena Anda sudah memenuhi syarat untuk menggantikannya Yang Mulia apalagi beliau bilang sudah tidak sanggup memerintah lagi dan ingin istirahat”
Dimas hanya diam mendengar ucapan sekretaris kerajaan, ia tak bisa membantah keputusan ayahnya apalagi ayahnya itu sakit – sakitan. Ia mengerti dengan keadaan ayahnya.
***
Keesokan harinya Dimas berangkat ke Istana bersama istrinya dengan pakaian raja dan ratu yang sudah melingkar ditubuhnya. Mereka menghabiskan waktu selama satu jam hanya dengan memakai beju kerajaan mereka...tadi malam Dimas sudah memberitahu istrinya itu jika ia akan dinobatkan menjadi Raja Luwis dan tentu saja dirinya akan menjadi ratunya. Sabrina mengiyakan tanpa membantah yang dikatakan suaminya itu karena ia memang harus menuruti semua yang sudah dikatakan suaminya itu.
Tak menunggu lama....mereka sampai diistana karena Istana memang tak terlalu jauh dari kastilnya. Mereka langsung masuk kedalam istana pemerintahan.
Setelah sampai di Istana Pemerintahan....Mereka berdua berlutut didepan Raja Luwis.
“Apakah wanita yang disampingmu ini adalah permaisurimu?” tanya Raja Luwis tegas.
“Ia....Yang Mulia” jawab Dimas. Sabrina langsung menunduk hormat pada Raja Luwis.
“Salam Yang Mulia” sambil menunduk.
“Berdirilah....” dengan tegas.
Mereka berdua berdiri tegak didepan Raja Luwis.....Raja Luwis lalu melihat kearah sekretaris kerajaan yang ada disampingnya. Sekretaris itu lalu membuka sebuah gulungan panjang didepan mereka semua dan membacanya.
“Hari ini Yang Mulia Raja Luwis akan melakukan penobatan pada pangeran Dimas bersama permaisurinya” ucapnya dengan lantang.
__ADS_1
Sontak saja semua orang secara bersamaan berlutut didepan Raja Luwis begitupun dengan Dimas dan Sabrina. Sekretaris Kerajaan melanjutkan ucapannya.
“Hari ini....Yang Mulia Raja Luwis akan menyerahkan tahtanya pada putranya yang sudah memenuhi syarat sebagai Penguasa Kerajaan ini yaitu Pangeran Dimas Prayuda Mahendra. Pangeran Dimas akan menjadi Raja Luwis selanjutnya menggantikan Raja Luwis ayahnya dan istrinya akan menjadi Ratu Luwis” ucapnya lantang. “Silahkan terima Yang Mulia” sambil menyerahkan gulungan yang sudah ia baca kepada Pangeran Dimas. Pangeran Dimas mengulurkan tangannya sambil menunduk untuk mengambil surat gulungannya itu. Ia lalu
berdiri tegak bersama Sabrina, Raja Luwis turun dan memasangkan mahkota dikepala Dimas dan Sabrina. Dimas lalu menghadap kedepan para menteri bersama Sabrina.
Para menteri yang masih bersujud memberikan selamat kepada mereka berdua...
“Selamat Yang Mulia Raja......selamat Yang Mulia Ratu” sahut bersamaan seluruh para menteri.
Dimas hanya tersenyum.....ia lalu menengok kearah istrinya yang sudah menatapnya dengan senyuman lebar diwajah cantiknya itu. Dimas lalu mencium kening istrinya dengan penuh cinta.
***
Setelah satu tahun Sabrina menjadi Ratu Luwis....kehidupannya sangat berubah drastis. Ia tak bisa sembarangan kemana – mana tanpa adanya pengawal yang mengikutinya apalagi ia sekarang tengah hamil tiga bulan ditambah kegiatan sosial yang selalu ia hadirkan.
Tapi ia tidak lagi bersekolah di kampus Prayuda karena ia merasa risih jika setiap murid harus hormat padanya apalagi ia sudah menjadi Ratu Luwis, tidak pantas baginya jika terus berada dikampus. Mau tidak mau ia harus berhenti dan harus fokus mendampingi suaminya di Istana. Tapi semenjak ia hamil muda ia mengurangi kegiatan sosialnya dan menyerahkan sebagian tugasnya pada Putri Meisya yang merupakan adik kembar Pangeran Milan. Ia juga tengah berpacaran dengan Evan sepupu Sabrina.....baru dua bulan mereka jadian.
Sementara Sandrina sekarang tidak ada di Luwis...ia mengejar cintanya ke Inggris yaitu Pangeran Milan.
Semua orang memiliki jalannya masing – masing tidak ada yang bisa memprediksinya. Seperti Sabrina yang lupa dengan masa lalunya sampai ia bertemu kembali dengan suaminya setelah berpisah selama dua tahun dan sampai sekarang ia masih belum mengingat kenangan masa lalunya itu.
Dimas hanya menambah kenangan baru untuknya apalagi Sabrina sudah jatuh cinta lagi pada suaminya itu. Jika ia tak bisa mengingat masa lalunya itu maka mau diapa itu sudah takdir Allah swt.
End
__ADS_1