
Sabrina sudah berdiri didepan rumah keluarga Hadinata sambil menatap rumah itu. Didepan pintu, dia sudah disambut oleh ibunya. Sabrina langsung memeluk ibunya Saat melihat ibunya sudah berdiri didepan pintu.
"Selamat datang sayang....ini rumah barumu sekarang" kata ibunya sambil merangkul sabrina.
"Wah.....rumahnya bagus sekali bu!! Dimana ayah dan Sandrina?" tanya Sabrina.
"Ayahmu masih dikantor, kalau Sandrina keluar bersama tante Ratna" jawab ibunya.
"Ooooo....."
"Ayo.....ibu kasih lihat kamarmu" kata ibunya.
Sabrina masuk dan melihat kamarnya yang sangat indah, dinding tembok berwarna putih dihiasi horden berwarna pink.
"Wah.....kamarnya indah sekali bu" kata Sabrina.
"Ibu pikir kau tidak suka dengan dekorasinya" balas ibunya.
"Ini indah sekali.....terima kasih bu" kata sabrina sambil duduk dipinggir kasur.
"Sama - sama sayang, asal kau suka" jawab ibunya yang duduk disamping sabrina sambil merangkulnya.
"Oyah......bagaimana keadaan paman Arya dan Alia?" tanya ibunya.
__ADS_1
"Paman masih sibuk mengurus perpindahan Tante Alia, apalagi sekarang Reygan semakin aktif, Tante sangat kewalahan mengurusnya, mungkin sebulan lagi baru mereka kembali ke Luwis" jawab sabrina.
Terdengar suara klakson mobil didepan rumah Hadinata. Sabrina dan ibunya keluar dan turun tangga, mereka melihat kedatangan Surya hadinata ayah tiri Sabrina bersama sandrina saudara tirinya dan nyonya Ratna adik Surya Hadinata.
"Kau sudah datang bina" kata ayah tirinya.
"Ia....ayah" jawab sabrina.
"Jadi ini yang namanya sabrina" kata nyonya ratna dengan wajah tidak suka.
"Halo....tante Ratna" sapa sabrina.
"Huh...." memalingkan wajahnya.
"Hai....sandrina, apa kabar?" sapa sabrina.
Tak lama kemudian nyonya Ratna menyusul Sandrina keatas..
"Tidak usah pedulikan mereka nak" kata ayah tirinya.
"Ia ayah.....tidak masalah" jawab sabrina.
"Masalah sekolahmu, ayah sudah memberitahu Evan, besok pagi dia akan mengantarmu bersama Sandrina" kata ayah tirinya.
__ADS_1
"Terima kasih ayah" jawab sabrina.
"Sama - sama....kalau begitu, ayah naik dulu keatas yah, kau bicara bersama ibumu dulu" kata Ayah tirinya.
"Baik..." jawab Sabrina.
Mereka pun duduk diruang keluarga dan kembali mengobrol.
"Coba ceritakan pada ibu selama kau disana, apa ada yang menarik perhatianmu?" tanya ibunya.
"Eemm.....disana seperti biasa, pagi hari aku pergi ke kampus, setelah dari kampus aku ke ruang seni belajar melukis lalu pulang kerumah jaga Reygan, karena setiap sore tante Alia ada dkliniknya sedangkan paman sibuk mengajar sampai malam, dan malam hari aku harus terapi sikolog sama tante!!haa...sebenarnya aku kasihan bu melihat Reygan yang masih satu tahun lebih, ibu dan ayahnya jarang dirumah, waktu yang dia habiskan kebanyakan bersama pengasuhnya dan aku!! tapi entah kenapa...aku selalu rindu pada reygan setiap kali aku jauh darinya" jelas sabrina.
"Karena dia adalah putramu sayang, ibu menyuruh paman dan alia pura - pura sudah menikah agar supaya kau tidak mengetahui keberadaan Reygan sebagai putramu, apalagi kau tidak pernah mengingat dirimu pernah hamil akibat depresi yang kau alami...maafkan ibu karena sudah melakukan ini padamu tapi ini satu - satunya jalan kau hidup normal kembali " dalam hati ibu wulan.
Dia kembali bertanya pada Sabrina.
"Kau tidak punya teman disana" tanya ibunya.
"Ada sih....namanya Milan jurusan ilmu politik, aku bertemu dia dikelas melukis, lukisannya sangat bagus tapi sayang keluarganya tidak suka dia melukis jadi dia hanya jadikan sebagai hobi saja" jelas sabrina.
"Apa dia pacarmu?" tanya ibunya sambil tersenyum.
"Bukan bu.....dia itu hanya temanku" jawab sabrina.
__ADS_1
Ditengah pembicaraan mereka, datang seorang pelayang memberitahukan bahwa sudah waktunya untuk makan malam, nyonya wulan pun menyuruh pelayan itu untuk memanggil semua orang. Mereka pun makan bersama dan suasana makan malam saat itu tampak biasa saja, tidak ada yang menarik.
Bersambung