Suamiku Seorang Pangeran

Suamiku Seorang Pangeran
Bab 31 Orang Asing


__ADS_3

Sekretaris Halim kembali melapor pada Pangeran Dimas bahwa Nona Elina sudah berada di Ruang VIP menunggunya. Dimas yang mendengarnya langsung berdiri dan pergi ke ruang VIP itu. Sebelum masuk kedalam dia merapikan pakaiannya terlebih dahulu.


Sedangkan Sabrina yang ada didalam tidak sadar jika Pangeran Dimas sudah berada didalam karena saat


itu dia tengah melamun memikirkan Pangeran Milan dan Putri Meisya apalagi ruangan itu sangat luas.


Dimas yang sudah masuk dan melihat Sabrina langsung memeluknya dari belakang untuk melepas rindunya


pada istrinya itu. Sontak saja Sabrina terperanjak kaget dan secara refleks, dia menengok dan menampar Pangeran Dimas. Saat tahu bahwa yang ditamparnya itu adalah Pangeran Dimas membuatnya semakin kaget sampai menutup mulutnya dengan tangannya karena kaget melihat pria yang ada didepan, dengan terburu – buru dia minta maaf pada Dimas yang sejak tadi memegang pipinya.


“Mohon maaf yang mulia....saya tidak sengaja menampar anda, saya pikir siapa yang memeluk saya dari belakang” kata Sabrina menunduk dan memberi hormat.


Dimas langsung memegang pundak Sabrina dan kembali memeluknya......


“Akhirnya aku bisa melihatmu kembali El.....” melepaskan pelukannya lalu memgang pundak sabrina dan menatap wajah sabrina yang kebingungan. “apa kau tahu, kalau aku mencarimu selama ini” Kata Dimas yang sangat senang. Sedangkan Sabrina terlihat kebingungan seperti orang bodoh yang tidak tahu apa – apa.


“Maaf yang mulia....anda mungkin salah orang, saya bukan orang yang anda maksud” jawab sabrina melepaskan kedua tangan Dimas dipundaknya.


“Elina.....aku Mas Dimasmu, suamimu” kata Dimas yang terlihat bersemangat” kata Dimas.


Sabrina tambah bingung mendengar perkataan Pangeran Dimas.


“Apa orang ini habis minum ya sampai bicara omong kosong seperti ini, kapan aku punya suami”dalam hati Sabrina.


“Elina.... kau kembali denganku ya, aku sudah membuatkanmu kastil seperti istana pasir yang pernah dulu kubuatkan untukmu” kata Dimas yang memegang tangan sabrina.


“Yang mulia....anda sudah salah paham....saya bukan Elina tapi Sabrina Hadinata....anda pasti sudah minum banyak tadi” jelas Sabrina melepaskan tangan Dimas darinya.


Dia lalu terburu – buru meninggalkan Dimas. Saat Sabrina ingin membuka pintu tiba – tiba Dimas menariknya lagi dan memeluk sabrina, sabrina dengan kuat melepaskan pelukan dimas dan langsung menampar dimas yang kedua kalinya.

__ADS_1


“Anda pikir....saya tidak berani menampar anda, hanya karena Anda seorang Pangeran lalu Anda bisa melecehkan saya begitu saja...saya sudah bersabar dari tadi tapi anda terus melecehkan saya, jadi jangan salahkan saya kalau saya tidak sopan pada anda” kata Sabrina yang sangat marah pada Dimas.


Dimas saat itu hanya terdiam melihat


amarah Sabrina. Itu sudah kedua kalinya, dia melihat istrinya sangat marah.


Sabrina lalu membuka pintu ruang VIP itu lalu berhenti dan mengatakan sesuatu pada Dimas. Dia lalu berbalik kearah Dimas sambil memegang gagang pintu.


“Saya tegaskan sekali lagi, bahwa saya bukan Elina yang anda maksud...saya adalah Sabrina Hadinata...” kata Sabrina tegas.


Dia lalu pergi meninggalkan Dimas yang masih berdiri mematung.


***


Sementara dipesta.....acara sudah dimulai, para tamu yang hadir saat itu sedang berdansa dengan pasangan mereka masing – masing. Sabrina datang dan menghampiri Evan yang sedang berdiri sendiri saat itu.


“Kak Evan......bisakah kita pulang sekarang” kata Sabrina.


“Aku baik – baik saja kak, hanya pusing saja” jawab Sabrina.


Tiba – tiba Putri Meisya datang dan menghampiri mereka berdua, dia mengajak Evan berdansa....tentu saja evan tidak bisa menolaknya.


Sabrina pun tidak jadi pulang saat itu karena dia tidak berani pulang jika tidak bersama Evan, karena kalau dia pulang tanpa Evan pasti Evan yang akan kena marah oleh Tuan Surya ayah tirinya.


Dari belakang Pangeran Milan datang dan mengajak Sabrina berdansa.


“Kau mau berdansa denganku” sambil mengulurkan tangannya pada sabrina.


“Tapi aku tidak bisa dansa....dan tidak pernah berdansa sama sekali” jawab Sabrina sambil menaikkan kedua pundaknya.

__ADS_1


“Tenang saja, ada aku.....kau serahkan saja pada temanmu ini” balas Pangeran Milan.


Sabrina pun mengulurkan tangannya dengan ragu – ragu pada Pangeran Milan.


“Kau naikkan kedua kakimu ke atas kakiku, pegang pinggangku dengan tangan kananmu dan pegang tangan kiriku dengan tanganmu yang satu” jelas Pangeran Milan sambil melihat Sabrina


Mereka pun berdansa bersama....semua gadis yang menginginkan Pangeran Dimas berdansa dengannya mulai iri melihat mereka berdua berdansa bersama. Termasuk Sandrina...dia sangat marah melihat Sabrina berdansa dengan Pangeran Milan, selama ini, dia selalu memimpikan untuk bisa berdansa dengan Pangeran Milan.


***


Sementara Dimas yang kembali dari Ruang VIP duduk disofa dan melihat Sabrina dan Milan sedang berdansa


didepannya. Dia sangat cemburu melihat istrinya itu berdansa dengan pria lain apalagi tadi sabrina tidak mengingat tentangnya bahkan menamparnya.


“Sejak kapan mereka dekat?” tanya Dimas sambil mencengkram sofa yang dia duduki.


“Saya baru tahu tadi Yang Mulia, sepertinya mereka sudah kenal lama” jawab Sekretaris Halim.


“Cari latar belakang Sabrina, aku ingin tahu...kenapa dia sampai bersikap seperti itu padaku bahkan menghilang selama dua tahun dan menjadi anak dari Surya Hadinata” perintah Dimas.


“Baik Yang Mulia” jawab Sekretaris Halim.


Pangeran Dimas terus melihat istrinya itu tanpa melepaskan pandangannya dari Sabrina.


“Kali ini aku akan membiarkan kalian berdua tapi tidak ada yang kedua kalinya” gumamnya sambil terus melihat Sabrina yang tersenyum dan tertawa pada Pangeran Milan.


Karena tidak sanggup melihat Sabrina dan Pangeran Milan berdansa sambil tersenyum dan tertawa, dia pun memerintahkan pada Halim untuk menyudahi acara pesta dansa sekarang.


Sekretaris Halim pun memberitahu MC pesta dansa untuk memberitahukan pada para tamu untuk menyudahi pesta dansa dan kembali ke rumah masing – masing.

__ADS_1


Mereka pun bubar satu persatu....Pangeran Dimas pun berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu. Saat keluar, dia sempat berhenti dan menengok kearah Sabrina dari kejauhan, Sabrina yang tanpa sengaja berbalik dan melihat Pangeran Dimas melihatnya, dia buru – buru berbalik tak melihat Dimas. Dimas saat itu hanya memasang wajah dinginnya saat melihat Sabrina.


Bersambung


__ADS_2