Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
Chapter 1


__ADS_3

-Alam Semesta-


Luang angkasa di sebuah Planet yang sudah hancur dan banyak sekali kerusakan dan monster dimana-mana. “Wah… Baru sampai, malah sambutannya sangat hangat sekali ya? Bagaiamana menurut kalian Umar, Zein!” Tanya seorang remaja pada dua temannya yang memakai seragam berbeda.


“Azmi, kamu kan bisa pakai sihir penghancur, kenapa tidak langsung pakai saja. Lagian Planet ini juga tinggal setengah saja dan nggak ada yang selamat.” Suruh Umar dengan santainya tanpa mempertimbangkan situasi yang sedang terjadi.


“Oi oi, jangan gitu dah. Coba lihat nih, masih banyak yang kelewat manusia sini.” Zein menampilkan hologram Planet yang tinggal setengah dan juga ada tanda kehidupan yang tinggal 20 orang saja.


“Lah! Sepertinya yang selamat. Aku akan pergi ke sini ambil bagianku!” Umar dengan cepat menunjuk hologram yang ada 10 titik di satu tempat yang paling jauh. Umar yang hendak lari di pegang punggunya sama Azmi.


“Biar aku saja yang paling jauh.” Sambil mulai mengaktifkan sihirnya. ‘WUSH!’ Tanpa banyak bicara Zein meninggalkan kedua temannya bertelportsi jauh.


“Sudahlah, kamu ikut aku pergi menyelamatkan yang lain dengan ini.” Zein menekan tombol yang ada di lengannya. Setelah di tekan, sebuah ruangan portal terbuka di depan mereka, lalu keluar sebuah kapal angkasa

__ADS_1


yang besar. “Kita harus lari ke yang terdekat terlebih dahulu.” Sambil menunjukkan lokasi 5 titik di hologram.” Bicara Zein dengan serius sambil meneluarkan sesuatu dari portal kecil. “Aku sudah siap!” Saat sudah mengambil sebuah jam tangan yang tampak biasa saja.


“Jam tangan 7 elemen. Bagaimana kamu buat ini?” Tanya Umar yang terlihat ingin memakainya.


“…” Zein tidak bisa berkata apa-apa pada tingkah Umar yang menatap jam tangan elemn itu. “Ini tiak cocok untukmu, ini ku buat untuk diriku sendiri yang lemah tubuh dan malas olehraga.” Zein dengan santainya mulai memakai jam tersbeut. “Dah lah.” Zein menggunkan elemen halilintar meninggalkan Umar berdiri sendiri dengan lari yang sangat cepat.


“Woi… Tunggu…!” Umar mengejar dengan mengalirkan aura ke seluruh tubuhnya yang membuatnya jadi manusia yang super kuat. Mereka berdua mengahbisi monster yang menghalangi mereka untuk menyelamatkan para penduduk Planet yang masih tinggal 20 orang saja dengan sekuat tenaga mereka bertiga.


Di sisi lain, Azmi yang jauh dari mereka bertiga sedang melawan monster yang tidak terhitung jumlahnya dan tidak tahu berapa banyak yang mengahalanginya. “Seharusnya mereka berada di sini. Tapi di mana mereka bersembunyi.” Setelah menghabisi Monster di sana denga sangat cepat dan juga tidak menekuarkan banyak tenaga, Azmi mulai mencari 10 orang yang ada di sana dengan sihir pencariannya. “Tidak di sini.” Azmi tidak menemukan sama sekali tanda kehidupan. “Sepertinya bukan itu yang jadi masalahnya.” Azmi mulai lagi menggunakan seluruh dihirnya mencari dengan sangat akurat dan menaikkan level pencariannya. Azmi yang sangat focus dapat menemukan mereka yang bersembunya id bawah tanah, tepat di kakinya. Azmi mencari jalan yang mengarah ke sana dengan sangat cepat dan akurat.


tidak bertarung, meski manusia ini lemah. Tapi ini lebih baik dari pada bosan.” Suara itu semakin terdengar jelas dan tiba-tiba muncul di depan Perisai Azmi yang sudah di buatnya dengan kokoh.


“…!” Azmi tetap tenang saat Monster yang mirip manusia tapi bertanduk dan membawa pedang yang mengarah padanya. ‘BOOM!!’ Perisai dan pedang Mosnter itu berbenturan dengan sangat kuat sekali. “Kuat!” Azmi yang tidak menduga itu. ‘!...KRAK!’ Perisai yang di buatnya mulai retak dan berlubang. ‘DUAR…!’ Tidak uruh waktu lama perisai Azmi langsung hancur. “Nampaknya akan sulit kali ini!” Azmi mempersiapkan diri dengan penuh sambil mengalisis monster yang di lawannya itu.

__ADS_1


---


‘DOR, DOR, DOR! WAHH…! BOOM’ Sementara di Umar dan Zein melawan monter yang ters datang tanpa henti tidak mengeluh sama sekali. “Aku buka jalan.” Umar dengan wajah seriusnya tersenyum langusng menerjang ke musuh. Zein yang dari tadi menggunakan elemen es, kini merubah kekuatan jadi elemen tanah.


Zein memukul tanah ke bawah tanah membuat sebuah lorong yang sangat gelap, kemudian membuat dinding di sekitar lorong itu. “Mar, cepat masuk!!” Ajak Zein yang duluan masuk ke lorong yang di buatnya. Tanpa merespon Umar langsung ke lubang yang di buat Zein. Umar lari di dalam lorong tersebut yang mengarah entah ke mana.


Umar mengejar yang sudah jauh di depannya. Zein bisa melihat dengan jelas percikan listrik dari tubuh Zein yang sedang menggunkan halilintanya. Dengan cepat dia berlari ke dekat temannya itu. “Aku haus.” Bicara Umar dengan wajah lesu saat di dekat Zein.


“Tumben kamu banyak diam. Biasanya banyak bicara?” Tanya Zein yang tidak mengerti dengan tingkah temannya itu. Umar diam saja tidak merespon dan hanya melihat ke depan. “Kamu kenapa sih?” Tanya Zein yang tidak mengerti sama sekali. Tapi, Umar diam saja dan tidak memperdulikan temannya itu. Zein yang ngajak bicara dan tidak di respon merasa jengkel. ‘JEEZ!!’


“!... Apa yang kam…” karena kaget Umar reflex melompat saat sebuah halilintar mengarah padanya. ‘RAGHH!!’ Monster yang tiba-tiba muncul dari bawah kaki Umar terkena serangan kejutan dari Zein. Umar yang berdiri tenang di atas lorong masih kaget dengan tindakan Zein yang tiba-tiba. ‘KRAK!’ Tempat lari Zein retak dan itu membuat Umar yang masih di atas dapat melihat dengan  jelas sekali retakan tersebut, langsung menerjang ke Zein yang sedang lari. Zein yang melihat itu mengangkat tangannya dan di sambut oleh Umar dengan sangat baik dan langusng melompat lagi dengan cepat dan mendarat di langit-langit lorong.


“Sepertinya agak susah juga lewat sini.” Bicara Zein dengan jelas sekali. Monster cacing yang sangat besar dan juga memliki mulut yang tidak masuk akal datang memenuhi bawah tanah itu dan bukan hanya itu saja yang datang, monster yang di liar tadi mengejar hingga lorong dan mereka berdua kini di terjebak di lorong yang mereka buat sendiri. Zein mengubah kekuatan elemennya mejadi air dan siap bertarung lagi. Umar dan Zein turun dari langit-langit tempat berdiri Umar tadi.

__ADS_1


Mereka bertiga sudah siap menghadap musuh yang tidak di duga mereka sama sekali. Azmi yang melawan monster yang bisa bicara dan juga terlihat sangat kuat. Sedangkan Umar dan Zein melawan ribuan monster yang sudah mengepung mereka di lorong yang mereka buat sendiri. Tidak ada yang terlihat kahawati dari raut wajah mereka, malaha terlihat biasa saja dan seperti sudah pernah bertarung hidup dan mati lebih dari ini.


__ADS_2