Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

-


“arya kita sudahi dulu pembahasan ini, ada hal yang ingin aku tanyakan” kata


kepala sekolah yang masih bicara sama papanya reiin


“apa yang kamu ingin bicarakan?” tanya papa reiin yang tetaapa makan


“apa dia benar anakmu” tanya kepala sekolah dengan jujur


“UHUUKKK.... apa maksudmu?” tanya balik papa reiin yang sedikit bingung dan


juga terkejut


“ya, apa reiin benar anakmu, dia sangat jenius, dia bisa menjawab semua


soal yang aku berikan, meskipun sebenarnya itu bukan soal yang dia harus pakai


buat jadi guru disini” kata kepala sekola dengan suara geramnya dan juga


penasaran


“ya, tentu sajalah” kata papa reiin dengan sedikit tidak suka dengan


pertanyaan kepala sekolah


“maaf jika aku bertanya begitu” kata kepala sekolah denga serius


“ya, aku tidak permasalahkan, tapi tiba-tiba bertanya seperti itu bikin


orang kesal saja” kata papa reiin sambil mengmbil buah untuk di makan yang semakin


cepat


“maaf aku penasaran saja karena dia lebih cerdas dari pada kamu” kata kepala


sekolah dengan suara yang agak lembut


“ehh!!” kata papa reiin setelah kepala sekolah berkata begitu


“apa yang kamu lihat?” tanya kepala sekolah lagi dengan suara geram


“ya, aku tidak percaya kalau kamu bisa ngeluarin suara bagus kayak gitu” kata


papa reiin yang mulai reda kesalnya


“jadi apa yang kamu mau katakan?” kata kepala sekolah dengan tatapan tajam


sekli


“meski kamu menatapku begitu aku tidak akan takut” kata papa reiin sambil


membalas tatapan kepala sekolah


“apa yang kalian lakukan?” tanya rein yang tiba-tiba bertanya


“m!” kepala sekolah dan papa reiin langsung melihat ke arah yang bertanya


“tidak ada apa-apa” kata papa reiin dengan buah masih di tangannya


“ya, sudah, tapi tadi apa yang kalian bahas?” tanya reiin yang hanya asal


omong saja sambil masuk dan duduk di area tamu


“kami membahas kamu” kata papa reiin yaang bicara santai


“oh, gitu, aku harap papa tidak membicarakan aku yang jelek-jelek kan” kata


reiin sambil mengambil buah sambil tersenyum kecil


“apa?, mana mungkin papa menjelekkan anak papa sendiri” kata papa reiin


sambil tersenyum


“sebaiknya begitu” kata reiin dengan pura-pura kesal


“hehh, apa yang terjadi dengan anak ini!, kenapa


sekarang ekpresinya beda lagi” pikir papa reiin yang melihat ekpresi anaknya yang berbeda lagi


“papa lihat apa?” tanya reiin yang papa terus melihatnya


“papa penasaran saja, kenapa ekpresimu selalu berubah-ubah” kata papa reiin


dengan jujur


“aku juga tidak tau, sepertinya jika aku kelelahan akan memunculakan


ekpresi yang berbeda-beda tergantung situasinya” kata reiin sambil  kata reiin sambil memakan buah yang dia ambil


“kenpa kamu bisa sejujur ini?” guman papa reiin sambil menatap reiin


“apa aku tidak boleh jujur” kata reiin lagi sambil melirik papanya


“kamu mendengar apa yang aku katakan!?” tanya papa reiin dengan yang tetap


bersikap tenang


“ya, sangat jelas sekli, akhir-akhir ini pendengaranku jadi semakin


menjadi-jadi” kata reiin dengan santai sambil tetap makan


“apa kamu pernah kepikiran untuk pakai earphone” tanya papa reiin sambil


mengambil buah


“belum, aku akn coba buat nanti” kata reiin  yang mengambil buah lagi


“kalian emang ayah dan anak” kata kepala sekolah yang dari tadi diam saja memperhatikan


reiin dan arya


“mm, apa maksudmu?” tanya bersamaan reiin dan papanya


“hm!!” kata kepala sekolah sambil sedikit senyum saat reiin dan ayah


bertanya secara bersamaan


“tidak ada apa-apa kok” kata kepla sekolah dengan senyum yang terlihat


menikmati

__ADS_1


“ternyata kepala sekolah bisa tersenyum ya” kata reiin saat melihat


kepala  sekolah sambil makan buah yang


masih saja belum habis


“apa maksudmu?” tanya kepala sekolah dengan masih wajah senyum


“tentu saja semua murid disini takut sama kepala sekolah yang besuara geram


dan berpakain seperti mafia” kata reiin dengan sopan sambil makan


“benarkah?” tanya kepala sekolah yang masih belum mengerti


“tentu saja, siapa yang tidak takut sama kepala sekolah yang menakutkan


seperti ini” kata papa reiin sambil makan buah juga


“jadi  aku harus bagaimana” tanya


kepala sekolah degan santai sambil melihat reiin dan papanya makan


“bagaimana ya?, aku tidak tau, tapi papaku tau” kata reiin yang tetap makan


saja


“soal itu, sebaiknya kamu ubah penampilan dan cara bicaramu di depan muridmu


dan kondisikan dengan lingkungan yang kamu tepati” kata papa reiin sambil makan


buahnya


“kondisikan dengan lingkungan apa maksudnya” tanya lagi kepala sekolah yang


masih bingung


 “UHKKK” reiin terkejut dengan


pertanyaan kepala sekolah


“sudah jangan pikirkan terlalu panjang reiin, kepala sekolah lambat mikir


saja” kata papa reiin yang melihat reiin sedikit terkejut


“mm” kata reiin samnbil mengangguk-nganggukan kepalanya beberapa kali


“apa maksudmu tadi?”  tanya kepala


sekolah yang mendengar perkataan papa reiin


“sudah jangan pikirkan yang tadi, maksudnya gini, kamu sesuaikan dengan


sekitarmu” kata papa reiin dengan jelas


“jika kepala sekolah belum mengerti, contohnya jika kepala sekolah jadi


guru kepala sekolah harus bertingkah layaknya guru, jika kepala sekolah berada


di area militer maka harus bertingkah layaknya militer” kata reiin sambil mengambil


buah di atas meja


“ya” jawa bersamaan rein dan papanya


“eh, kenapa habis buahnya?” tanya papa reiin yang mau ambil buah tapi habis


“kalian kan makan dari tadi” kata kepala sekolah


“mmm, benarkah?” tanya papa reiin yang merasa seperti makan sedikit saja


“karena buahnya sudah habis kami akan pulang” kata pap reiin sambil berdiri


“ya” jawab singkat kepala sekolah


“kalau gitu kepala sekolah sampai jumpa besok, oh, dan jangan lupa taruh


buah yang lebih banyak lagi” kata reiin dengan sopan


“ya, hati-hati kalian” kata kepala sekolah sambil kembali duduk di kursinya


                Reein dan papanya


meninggalkan ruangan kepala sekolah bersamaan


“pa, siapa kepala sekolah?,” tanya reiin yang tidak penasaran dan hanya


untuk mengobrol saja


“kepala sekolah teman papa waktu papa pergi dari rumah” jawab papa reiin


dengan jujur


“emang papa anak orang kaya?” tanya reiin lagi sambil berjalan keluar


“ya, tapi papa dan kakak papa memberontak di keluarga, sekrang papa hanya


punya kalian” kata papa reiin sambil mengusap kepala reiin


“oh, gitu” kata papa reiin sambil berjalan ke gerbang sekolah


“jadi kenpa kamu menanyakan kehidupan papa?” tanya papa reiin pada reiin tanya


papa reiin pada reiin sambul mengusap kepala reiin


“tidak ada, cuma pensaran saja sama kehidupan papa” respon reiin yang


pura-pura penasaran


“kamu jangan bohong” kata papa reiin sambil memukul kepala reiin untuk


menegurnya


“kenapa malah di pukul?” tanya lagi reiin


“itu karena kamu bohongi papa” respon papa reiin sambil mengusap kepala reiin yang habis di pukulnya


“dari mana papa tau kalau aku bohong?” tanya reiin yang sedikit penasaran


“itu mudah, karena kamu anak papa, dan papa juga bisa berbohong seperti itu”


kata papa reiin sambil mengelus kepala reiin

__ADS_1


“jadi papa sering bohong dong?” tanya reiin dengan jelas


“tentu saja, papa sering bohong, kepada orang yang sering bohongi papa”


jawab papa reiin dengan jujur sekali


“jadi selama ini papa bohong sama reiin dong” tanya reiin yang penasaan


sekali


“ya, kadang juga tidak” jawab papa reiin denga jujur


“jadi selama ini aku kena tipu sama papa dong” kata reiin yan merasa agak


kecewa


“ya, begitulah” jawa papa reiin dengan senyum puas


“jika kamu mau bohongi papa, sebaiknya pikir lebih dulu” kata papa reiin


yang sduah dekat dengan gerbang


“ya” jawa reiin singkat


“sekarang giliran papa yang tanya” kata papa reiin sambil membuka pintu


mobil


“tanya apa pa?” respon reiin singkat


“gimana sekolah ini?” tanya papa reiin dengan wajah serius


“bagaimana?, sepertinya menarik” jawab reiin dengan tenang sambil memikirkan


jawaban


“oh hanya itu?” tanya lagi papa reiin


“ya, mungkin” jawan reiin agak ragu-ragu


“kalu gitu yang kedua, bagaimana lisa di sekolah ini?” tanya papa reiin


sambil mentap reiin yang sedang mikir


“bagaimana!, hmm......., seperti anak-anak lainnya pa” jawab reiin dengan


serius


“anak lainnya??, bisa lebih jelas” kata papa reiin yang sedikit bingung


“ya, dia kayak anak seumurannya yang suka bermain, hmmm....., terus tadi


dia agak berbeda dari biasanya” kata reiin saat mengingat kejadian di kantin


“berbeda gimana?” tanya papa reiin yang sedikit


terbawa arus pembicaraan reiin


“kalau itu aku juga tau pa” jawa reiin dengan wajah polos dan jujur


“kalian sedang bahas apa” tanya lisa yang bertanya tiba-tiba


“kami hanya mengobrol biasa” respon reiin yang melihat lisa yang agak


berbeda dari biasanya


“hm...” lisa tidak merespon melainkan tiba-tiba lisa sedikit malu dan muka yang agak


merah saat reiin mersponnya


“apa kamu sakit lisa?” tanya papa reiin yang melihat lisa wajahnya merah


“tidak pam-pa, lebih baik kita cepat pulang saja” kata lisa sambil


tersenyum tapi terlihat memaksa


“ya” kata reiin dan papanya yang bingung dengan tingkah lakunya lisa sambil


melihat lisa naik mobil duluan


                Reiin dan papanya


bingung dengan llisa yang tiba-tiba berbeda sekali


“kenapa lisa hari ini” pikir reiin yang belum mengerti dengan sikap lisa


                Reiin dan papanya naik


setelah lisa naik duluan ke dalam mobil. Dalam perjalanan pulang tidak ada yang


di bicarakan, reiin yang duduk di sebelah papanya malah tidur karena kelelahan


“sepertinya ini akan jadi pengalaman yang bagus untuknya” kata papa reiin


saat melihat reiin yang tertidur di dalam mobil


“dan selain itu, kenapa dengan anak yang satu ini” pikir papa reiin yang melihat lisa dari


cermin yang melihat lisa yang menghadap jendela mobil sambil terlihat


memikirkan sesuatu


“anak-anak ini akan jadi seperti apa nantinya, aku penasaran sekali” pikir


papa reiin sambil tersenyum membayangkan mereka berdua jika menjadi suami-istri


­-


“apa yang terjadi hari ini ya” pikir andi yang baru bangun dari tidurnya


“akhirnya kamu bangun juga” kata seseorang di depan pintunya


“siapa?” tanya andi tiba-tiba sambil mengusap matanya


“siapa kamu, ini mamamu” kata mama andi yang terlihat marah sekali


“eh mama,  apa yang terjadi?” tanya


andi dengan nada bicara biasa


Bersambung>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2