
“soal ini seharus untuk anak kuliah, tapi
sepertiya dia ingin semua muridnya gagal, apa maksudnya ini sebenarnya!” pikir reiin setelah melihat soal-seoal
yang sangat sulit untuk di kerjakan bagi anak SMP
Guru yang berdebat
dengan reiin merasa sangat senang seklai saat reiin yang terlihat tidak mengerti
soal-soalnya
“hahaha... kamu pikir bisa melawan orang dewasa
anak kecil” pikir guru
itu dengan senyum sombong kepada reiin
Tapi reiin yang
mengetahui itu tidak merasa sangat terganggu melainkan merasa sangat bersemangat
sekali
“ini akan jadi hiburan yang sangat menarik sekali” pikir reiin yang sudah
tidak merasa bosan sejak keluar dari ruangan itu
“kalau gitu saya akan bagikan semua kertas ini kepada mereka setelah mereka
menanda tangani surat perjanjian ini” kata reiin sambil menaruh semua soal di
atas meja guru
Setelah menaruh reiin
langsung memberikan kertas tanda tangan itu kepada muridnya yang paling kanan
dan tanap ada perintah mereka langsung mngambil kertas itu dan bergiliran tanda
tangan. Setelah semuanya tanda tangan yang terkahir memberikan pada reiin
“sepertinya ada yang tidak masuk” kata reiin saat melihat nama lisa yang
tidak tanda tangan”
“bagaiamana pa guru, apa kita lanjut tanpa kurang satu tanda tangan?” tanya
reiin yang terus melihat ketas tanda tangan itu
“kalau cuma satu tidak masalah” jawab dengan senyum sombang dan merendahkan
reiin
Setelah itu reiin
membagikan kertas soal-soal itu dengan satu persatu dengan bekeklilnig. Setelah
semua mendapat kertas, mereka langsung mengerjakan tanpa di perintah
“pak guru sebaiknya duduk saja” kata sambil mempersilahkan guru itu dengan
sopan
Guru itu tidak merespon
dan langsung duduk. Reiin berdiri di depan melihat murid yang sedang mengerjkan
dengan sangat serius sekali. Waktu terus berjalan reiin tetap mengawasi semua
siswa-siswinya yang lagi mengerjakan tugas yang di berikan
“sebentar lagi waktunya jam keluar” pikir reiin yang senyum kepada semua
muridnya yang melihat dan meliriknya
“tinggal 10 menit lagi” kata guru itu dengan sombongnya dari kursi sambil
memainkan hpnya
Semua murid itu tetap
saja mengerjakan meskipun sudah di beritahu waktu tempuhnya, tidak ada yang
berbicara maupun saling mencontek satu sama lain
“hm, dasar anak kecil, dia pikir mereka bisa
menjawab semua soal itu dengan jawaban yang benar” pikir guru itu dengan sombongnya dan meremehkan
reiin yang tetap saja berdiri sejak dia masuk kelas itu
“lelahnya, aku ingin sekali duduk” pikir reiin yang sudah merasa sangat
lelah berdiri selama satu jam lebih
Reiin yang measa sangat kelelahan melirik sana–sini menacari tempat yang
cocok untuk duduk
“duduk di sana sajalah” pikir reiin yang melihat kursi kosong milik
lisa
Reiin berjalan ke
belakang kemudian duduk di kursi yang kosong itu. Pak guru yang yang di depan
tidak peduli dengan apa yang di lakukan reiin dan hanya memperhatikan diri
sendiri
“tinggal 3 menit lagi” kata guru itu saat reiin yang sudah duduk di kursi
Reiin yang mendengar
itu melirik guru itu yang tidak memperhatikan, setelah itu reiin tiduran di
kursi itu sambil duduk. Setelah reiin tiduran semua siswa dan siswi tidak ada
lagi yang mengerjaka tugasnya
“apa yang terjadi” guru yang didepan bingung melihat semua murid
yang tidak lagi mengerjkan tugasnya
“waktunya habis, sekarang berikan kertas tugas kalian masing masing” kata
guru itu dengan sangat sombong sekali
__ADS_1
“bapak akan langsung nilai disini dan memberikannya kembali” kata guru itu
dengan suara yang sudah merasa menang
Reiin yang mendengar
suara itu langsung bangun dan memperhatikan saja dari kursinya dengan senyum
kearah guru itu
“mau sampai kapan kamu dapat tersenyum anak kecil,
aku tidak akan takut meski kamu cuma bocah jenius” pikir guru itu dengan sombong sambil menatap
reiin dengan senyum kemenangan
“dasar orang tua” pikir reiin yang melihat guru tersenyum ke arahnya
Semua murid telah
mengumpulkan semuatugas mereka, namun saat hendak mulai memberikan jawaban
“tunggu dulu pak guru, saya masih penasaran sama
perjanjiannya, kenapa pak guru tidak tanda tangan!” tanya reiin yang pura-pura
tidak tau
“hm, ngapain saya tunggu kamu saya sudah tanda
tangan terlbih dahahulu” kata guru itu sambil mengembil kertas dari kantungnya
dengan tersenyum kemenangan yang sangat sombog sekali
“kalau begitu, apa boleh saya yang pegang semua
kertas perjajiannya dan semua lembar kertas jawaban yang telah di kasi siswa dan
siswi?” tanya reiin dai kursinya sambil menatap guru itu dengan tatapan dingin
“boleh saja” kata guru itu singkat sambil menaruh
di kertas perjanjian lainnya
Setelah
itu reiin berdiri dan maju mengambil semua kertas perjajian itu dan kembali lagi
ke tempatnya tanpa membaca kertas itu. Setelah reiin kembali ke temapt duduknya,
guru itu langsung mengoreksi di tempatnya sambil senyum-senyum sendiri saat
melihat jawaban semua murid. Sekitar 10 menit sudah guru itu mengoeksi di dalam
kelas
“kenapa guru ini sangat lama sekali” pikir reiin yang sudah kelaparan
“kamu bagikan ini” kata guru itu sambil menujuk
seorang siswi yang paling depan untuk membagikan kertas hasil mereka
Siswi itu mengambil dengan santai sekali dan tidak
ada rasa takut-takutnya saat mengambil kertas hasil tugas mereka itu. Siswi itu
membagikan mereka satu persatu dan mereka memeriksa hasil mereka
itu, yang kalian jawab saja asal-asalan” pikir guru iu yang telah melihat dan meberikan
jawabn yang benar
Semua
memeriksa dengan teliti dan kemudian menagmbil bolpoin mereka untuk menubah
jawaban mereka
“game star” pikir reiin sambil tersenyum yang melihat semua
muridnya memeriksa lembar jawaban mereka
“pak guru, bagaimana kalau kita antarkan ini ke
ruangan kepala sekolah bersama dengan jawaban yang telah di koreksi bapak?”
tanya reiin dengan senyum liciknya
“ya, tapi buat apa kita ke sanan?” tanya guru itu
dengan wajah yang mereasa sudah menang
“tentu saja untuk menuntut tentunya, masalah ini dan
itu” kata reiin sambil menaruh kertas perjanjian dan menunjuk lembar tugas
semua siswa siswi
“kenapa kita harus kesana kan jawabannya sudah
sangat jelas sekali!” balas guru itu dengan wajah yang penuh dengan rasa pecaya
diri sekali
“kita tidak bisa membuktikannya tanpa adanya
persetujuan dari kepala sekolah, dan juga pak guru saya tidak bisa menjamin
bahwa saya akan meninggalkan sekolah ini, bagaimana?, apa pak guru mau
menghadap ke kepala sekolah untuk meneriam persetujuan darinya” tanya reiin
dengan nada sombon dan menjengkelkan
“anak ini” pikir guru itu merasa sangat kesal sekali dengan
ucapan reiin
“baik saya setuju” jawab guru itu dengan nada yang
sangat kesal sekali
“kalian bisa kumpulkan dan berikan kepada saya
sekarang” kata reiin meminta pada semua muridnya untuk mengumpulkan kertas tugas
mereka
Setelah
__ADS_1
reiin meminta mereka untuk mengumpukan tugas mereka, salah satu siswa memberi
reiin semua tugas itu sambil tersenyum dengan sangat puas sekali
“mari kita ke ruang kepa sekolah” ajak reiin kepada
guru itu
Dia
tidak menjawab reiin dan langsung duluan pergi keruangan kepala sekolah. Reiin
melihat sekeliling yang sudah ramai karena jam keluar sudah selesai
“apa yang kamu lihat?” tanya guru itu denga senyum
yang sangat tidak suka pada reiin
“aku lihat sekolah ini yang begitu banyak siswanya
dari pada siswinya” kata reiin dengan wajah yang tersenyum dingin
Setelah
itu guru itu tidak bertanya lagi kepada reiin, karena merasa agak merinding
saat melihat senyum reiin yang dingin. Setelah bebeapa lorong akhinya mereka
sampai di luar kantor kepala sekolah. Guru tanpa mengetuk langsung menerobos masuk ke ruangan kepal sekolah
“ada apa tiba-tiba masuk tanpa permisi?” tanya
kepala sekolah dengan suara geramnya
“hehe kepa sekolah aku mauminta anak ini di
berhentika jadi guru” kata guru itu dengan wajah tanpa merasa bersalah
“apa alasan kamu meminta hal itu?’ tanya kepala
sekolah yang masih dalam posisinya
“alasannya sangat sederhana,, kami bertaruh saja”
jawab guru itu dengan wajah tanpa merasa bersalah
“taruhan apa?” tanya singkat kepala sekolah sambil
mengerjakan tugasnya
“taruhan untuk berhenti mengajar dan tentunya
selamaya tidak bisa mengajar di sekolah manapun” kata guru itu dengan sangat
percaya diri sekali
“oh gitu, kalu gitu apa bukti kalian bertaruh?”
tanya kepala sekolah dengan santai sekali
“itu, ada pada anak itu” kata guru itu sambil
menunjuk reiin yang masih berdiri di luar kantor kepala sekolah
Reiin
yang di tunjuk langsung masuk ke ruangan kepala sekolah
“maaf kepals sekolah mengangu waktu kerja anda”
kata reiin dengan sopan
“tidak apa-apa, jadi, apa benar yang di
katakannya?” tanya kepal sekoah kepada reiin sambil melepas semua pekerjaannya
“ya kepala sekolah, tapi dia berbuat curang, dia
memberikan soal kepada murid SMP dengan soal ujian yang seharusnya untuk
mahasiswa” kata reiin dengan jujur
“apa benar yang di katakannya?” tanya kepala
sekolah kepada guru itu
“ya, tapi dia bilang bebas menentuk seperti apa
soalnya, kalau tidak percaya silahkan saja cek bukti perjanjian yang barusan
saya katakan” kata guru itu dengan sangat percaya diri sekali
Reiin
yang mendengar itu langsung menaruh semua kertas yang dia bawa dan menaruhnya di
meja kepala sekolah dengan hati-hati
“ini kertas yang sudah di sepakati dan juga sudah
ada tanda angannya beserta semua murid juga yang menjadi saksi, dan ini juga soal
yang di tulisnya” kata reiin dengan santai sambil menaruh dengan saling
bersebelahan
Kepala
sekolah langsung mengambil surat perjanjian itu duku dan membaca semua isinya.
Setelah beberapa saat kemudian dia langsung mengambil semua soal itu dan
manaruh kembali sura perjanjian itu, kemdian kepa sekolah membacanya dengan
sangat teliti sekali. Sesekali kepala sekolah sedikit terkejut dengan jawaban
yang dia baca dari tugas murid dari kelas 2-2. Setelah beberapa lama kemudian kepala sekolah berhenti
membaca tugas itu dan manaruh nya kembali ke samping kertas perjanjian itu
“saya sudah membaca semua isi dalam tugas dan
surat yang kamu buat, tapi apa kamu yakin dengan ini?” tanya kepala sekolah
dengan suara geramnya pada guru itu
“apa maksdunya?” tanya balik lagi guru itu dengan
wajah yang sangat ketakutan saat kepa sekolah berbicara begitu
__ADS_1
Bersambung>>>>>