Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

“soal ini seharus untuk anak kuliah, tapi


sepertiya dia ingin semua muridnya gagal, apa maksudnya ini sebenarnya!” pikir reiin setelah melihat soal-seoal


yang sangat sulit untuk di kerjakan bagi anak SMP


                Guru yang berdebat


dengan reiin merasa sangat senang seklai saat reiin yang terlihat tidak mengerti


soal-soalnya


“hahaha... kamu pikir bisa melawan orang dewasa


anak kecil” pikir guru


itu dengan senyum sombong kepada reiin


                Tapi reiin yang


mengetahui itu tidak merasa sangat terganggu melainkan merasa sangat bersemangat


sekali


“ini akan jadi hiburan yang sangat menarik sekali” pikir reiin yang sudah


tidak merasa bosan sejak keluar dari ruangan itu


“kalau gitu saya akan bagikan semua kertas ini kepada mereka setelah mereka


menanda tangani surat perjanjian ini” kata reiin sambil menaruh semua soal di


atas meja guru


                Setelah menaruh reiin


langsung memberikan kertas tanda tangan itu kepada muridnya yang paling kanan


dan tanap ada perintah mereka langsung mngambil kertas itu dan bergiliran tanda


tangan. Setelah semuanya tanda tangan yang terkahir memberikan pada reiin


“sepertinya ada yang tidak masuk” kata reiin saat melihat nama lisa yang


tidak tanda tangan”


“bagaiamana pa guru, apa kita lanjut tanpa kurang satu tanda tangan?” tanya


reiin yang terus melihat ketas tanda tangan itu


“kalau cuma satu tidak masalah” jawab dengan senyum sombang dan merendahkan


reiin


                Setelah itu reiin


membagikan kertas soal-soal itu dengan satu persatu dengan bekeklilnig. Setelah


semua mendapat kertas, mereka langsung mengerjakan tanpa di perintah


“pak guru sebaiknya duduk saja” kata sambil mempersilahkan guru itu dengan


sopan


                Guru itu tidak merespon


dan langsung duduk. Reiin berdiri di depan melihat murid yang sedang mengerjkan


dengan sangat serius sekali. Waktu terus berjalan reiin tetap mengawasi semua


siswa-siswinya yang lagi mengerjakan tugas yang di berikan


“sebentar lagi waktunya jam keluar” pikir reiin yang senyum kepada semua


muridnya yang melihat dan meliriknya


“tinggal 10 menit lagi” kata guru itu dengan sombongnya dari kursi sambil


memainkan hpnya


                Semua murid itu tetap


saja mengerjakan meskipun sudah di beritahu waktu tempuhnya, tidak ada yang


berbicara maupun saling mencontek satu sama lain


“hm, dasar anak kecil, dia pikir mereka bisa


menjawab semua soal itu dengan jawaban yang benar” pikir guru itu dengan sombongnya dan meremehkan


reiin yang tetap saja berdiri sejak dia masuk kelas itu


“lelahnya, aku ingin sekali duduk” pikir reiin yang sudah merasa sangat


lelah berdiri selama satu jam lebih


Reiin yang measa sangat kelelahan melirik sana–sini menacari tempat yang


cocok untuk duduk


“duduk di sana sajalah” pikir reiin yang melihat kursi kosong milik


lisa


                Reiin berjalan ke


belakang kemudian duduk di kursi yang kosong itu. Pak guru yang yang di depan


tidak peduli dengan apa yang di lakukan reiin dan hanya memperhatikan diri


sendiri


“tinggal 3 menit lagi” kata guru itu saat reiin yang sudah duduk di kursi


                Reiin yang mendengar


itu melirik guru itu yang tidak memperhatikan, setelah itu reiin tiduran di


kursi itu sambil duduk. Setelah reiin tiduran semua siswa dan siswi tidak ada


lagi yang mengerjaka tugasnya


“apa yang terjadi” guru yang didepan bingung melihat semua murid


yang tidak lagi mengerjkan tugasnya


“waktunya habis, sekarang berikan kertas tugas kalian masing masing” kata


guru itu dengan sangat sombong sekali

__ADS_1


“bapak akan langsung nilai disini dan memberikannya kembali” kata guru itu


dengan suara yang sudah merasa menang


                Reiin yang mendengar


suara itu langsung bangun dan memperhatikan saja dari kursinya dengan senyum


kearah guru itu


“mau sampai kapan kamu dapat tersenyum anak kecil,


aku tidak akan takut meski kamu cuma bocah jenius” pikir guru itu dengan sombong sambil menatap


reiin dengan senyum kemenangan


“dasar orang tua” pikir reiin yang melihat guru tersenyum ke arahnya


                Semua murid telah


mengumpulkan semuatugas mereka, namun saat hendak mulai memberikan jawaban


“tunggu dulu pak guru, saya masih penasaran sama


perjanjiannya, kenapa pak guru tidak tanda tangan!” tanya reiin yang pura-pura


tidak tau


“hm, ngapain saya tunggu kamu saya sudah tanda


tangan terlbih dahahulu” kata guru itu sambil mengembil kertas dari kantungnya


dengan tersenyum kemenangan yang sangat sombog sekali


“kalau begitu, apa boleh saya yang pegang semua


kertas perjajiannya dan semua lembar kertas jawaban yang telah di kasi siswa dan


siswi?” tanya reiin dai kursinya sambil menatap guru itu dengan tatapan dingin


“boleh saja” kata guru itu singkat sambil menaruh


di kertas perjanjian lainnya


                Setelah


itu reiin berdiri dan maju mengambil semua kertas perjajian itu dan kembali lagi


ke tempatnya tanpa membaca kertas itu. Setelah reiin kembali ke temapt duduknya,


guru itu langsung mengoreksi di tempatnya sambil senyum-senyum sendiri saat


melihat jawaban semua murid. Sekitar 10 menit sudah guru itu mengoeksi di dalam


kelas


“kenapa guru ini sangat lama sekali” pikir reiin yang sudah kelaparan


“kamu bagikan ini” kata guru itu sambil menujuk


seorang siswi yang paling depan untuk membagikan kertas hasil mereka


                Siswi  itu mengambil dengan santai sekali dan tidak


ada rasa takut-takutnya saat mengambil kertas hasil tugas mereka itu. Siswi itu


membagikan mereka satu persatu dan mereka memeriksa hasil mereka


itu, yang kalian jawab saja asal-asalan” pikir guru iu yang telah melihat dan meberikan


jawabn yang benar


                Semua


memeriksa dengan teliti dan kemudian menagmbil bolpoin mereka untuk menubah


jawaban mereka


“game star” pikir reiin sambil tersenyum yang melihat semua


muridnya memeriksa lembar jawaban mereka


“pak guru, bagaimana kalau kita antarkan ini ke


ruangan kepala sekolah bersama dengan jawaban yang telah di koreksi bapak?”


tanya reiin dengan senyum liciknya


“ya, tapi buat apa kita ke sanan?” tanya guru itu


dengan wajah yang mereasa sudah menang


“tentu saja untuk menuntut tentunya, masalah ini dan


itu” kata reiin sambil menaruh kertas perjanjian dan menunjuk lembar tugas


semua siswa siswi


“kenapa kita harus kesana kan jawabannya sudah


sangat jelas sekali!” balas guru itu dengan wajah yang penuh dengan rasa pecaya


diri sekali


“kita tidak bisa membuktikannya tanpa adanya


persetujuan dari kepala sekolah, dan juga pak guru saya tidak bisa menjamin


bahwa saya akan meninggalkan sekolah ini, bagaimana?, apa pak guru mau


menghadap ke kepala sekolah untuk meneriam persetujuan darinya” tanya reiin


dengan nada sombon dan menjengkelkan


“anak ini” pikir guru itu merasa sangat kesal sekali dengan


ucapan reiin


“baik saya setuju” jawab guru itu dengan nada yang


sangat kesal sekali


“kalian bisa kumpulkan dan berikan kepada saya


sekarang” kata reiin meminta pada semua muridnya untuk mengumpulkan kertas tugas


mereka


                Setelah

__ADS_1


reiin meminta mereka untuk mengumpukan tugas mereka, salah satu siswa memberi


reiin semua tugas itu sambil tersenyum dengan sangat puas sekali


“mari kita ke ruang kepa sekolah” ajak reiin kepada


guru itu


                Dia


tidak menjawab reiin dan langsung duluan pergi keruangan kepala sekolah. Reiin


melihat sekeliling yang sudah ramai karena jam keluar sudah selesai


“apa yang kamu lihat?” tanya guru itu denga senyum


yang sangat tidak suka pada reiin


“aku lihat sekolah ini yang begitu banyak siswanya


dari pada siswinya” kata reiin dengan wajah yang tersenyum dingin


                Setelah


itu guru itu tidak bertanya lagi kepada reiin, karena merasa agak merinding


saat melihat senyum reiin yang dingin. Setelah bebeapa lorong akhinya mereka


sampai di luar kantor kepala sekolah. Guru tanpa mengetuk langsung  menerobos masuk ke ruangan kepal sekolah


“ada apa tiba-tiba masuk tanpa permisi?” tanya


kepala sekolah dengan suara geramnya


“hehe kepa sekolah aku mauminta anak ini di


berhentika jadi guru” kata guru itu dengan wajah tanpa merasa bersalah


“apa alasan kamu meminta hal itu?’ tanya kepala


sekolah yang masih dalam posisinya


“alasannya sangat sederhana,, kami bertaruh saja”


jawab guru itu dengan wajah tanpa merasa bersalah


“taruhan apa?” tanya singkat kepala sekolah sambil


mengerjakan tugasnya


“taruhan untuk berhenti mengajar dan tentunya


selamaya tidak bisa mengajar di sekolah manapun” kata guru itu dengan sangat


percaya diri sekali


“oh gitu, kalu gitu apa bukti kalian bertaruh?”


tanya kepala sekolah dengan santai sekali


“itu, ada pada anak itu” kata guru itu sambil


menunjuk reiin yang masih berdiri di luar kantor kepala sekolah


                Reiin


yang di tunjuk langsung masuk ke ruangan kepala sekolah


“maaf kepals sekolah mengangu waktu kerja anda”


kata reiin dengan sopan


“tidak apa-apa, jadi, apa benar yang di


katakannya?” tanya kepal sekoah kepada reiin sambil melepas semua pekerjaannya


“ya kepala sekolah, tapi dia berbuat curang, dia


memberikan soal kepada murid SMP dengan soal ujian yang seharusnya untuk


mahasiswa” kata reiin dengan jujur


“apa benar yang di katakannya?” tanya kepala


sekolah kepada guru itu


“ya, tapi dia bilang bebas menentuk seperti apa


soalnya, kalau tidak percaya silahkan saja cek bukti perjanjian yang barusan


saya katakan” kata guru itu dengan sangat percaya diri sekali


                Reiin


yang mendengar itu langsung menaruh semua kertas yang dia bawa dan menaruhnya di


meja kepala sekolah dengan hati-hati


“ini kertas yang sudah di sepakati dan juga sudah


ada tanda angannya beserta semua murid juga yang menjadi saksi, dan ini juga soal


yang di tulisnya” kata reiin dengan santai sambil menaruh dengan saling


bersebelahan


                Kepala


sekolah langsung mengambil surat perjanjian itu duku dan membaca semua isinya.


Setelah beberapa saat kemudian dia langsung mengambil semua soal itu dan


manaruh kembali sura perjanjian itu, kemdian kepa sekolah membacanya dengan


sangat teliti sekali. Sesekali kepala sekolah sedikit terkejut dengan jawaban


yang dia baca dari tugas murid dari kelas 2-2. Setelah  beberapa lama kemudian kepala sekolah berhenti


membaca tugas itu dan manaruh nya kembali ke samping kertas perjanjian itu


“saya sudah membaca semua isi dalam tugas dan


surat yang kamu buat, tapi apa kamu yakin dengan ini?” tanya kepala sekolah


dengan suara geramnya pada guru itu


“apa maksdunya?” tanya balik lagi guru itu dengan


wajah yang sangat ketakutan saat kepa sekolah berbicara begitu

__ADS_1


Bersambung>>>>>


__ADS_2