Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

Ø


        Papa


reiin yang masih fokus meneytir sambil memperhatikan reiin tidak bisa berbuat


apa-apa dan hanya bisa melihat saja


“kenapa hari ini papa sedikit terlmbat” guman andi


yang ada di meja makan sedang duduk makan buah


“ma, apa terjadi sesuatu pada papa” teriak andi


dari meja makan


“PRANGG” suara benda jatuh dari dapur


“apa yang terjadi belakang!” pikir andi yang


mendengar suara jatuh di dapur sambil berjalan kesana


“BRAKKK” andi kena tabrak oleh mamanya yang


tiba-tiba muncul di belokan


“ma, apa yang terjadi?” tanya andi yang masih


dalam posisi jatuhnya sambil memegang pantatnya yang sedikit sakit


“”apa yang terjadi sama papa?” tanya mama reiin


pada andi dengan nada suara khawatir sambil memegang bahu andi


“ehh, apa yang terjadi!, kenapa mama khawatir


sekli” pikr reiin yang melihat mamanya sangat dekat dengan andi dan ekpresi yang sedih


“tenang saja ma, papa baik-baik saja” ucap andi


dengan nada bicara sedikit bingung dengan mamanya


“ta-tapi kamu bilang terjadi sesutau pada papa


tadi?” tanya mama andi lagi karena cemas sambil tetap memegang pundak andi dengan


semakin kuat


“mama salah dengar tadi, papa tidak kenapa kenapa, tapi


mama salah dengar saja” ucap reiin yang beusaha  membuat mamanya tenang


“jadi apa maksudnya tadi?” tanya mama andi yang


mulai sedikit melonggarkan pegangannya pada andi dengan wajah yang masih


bersedih


“aku cuma tanya saja, kenapa papa ini


terlambat pulang hari ini” ucap andi yang mengulang lagi pertanyaannya


“kami pulang” terdengar suara dari pintu


        Mama


reiin yang mendengar suara itu langsung berlari menuju pintu depan meninggalan andi


yang tepa duduk di tempatnya


“kenapa mam begitu khawatir sekali” pikir andi yang baru pertaman kali


melihat  mamanya begitu


        Mama


andi yang berlari menuju pintu depan langsung memeluk ari suaminya. Reiin


melihat itu tidak peduli dan tetap masuk meninggalkan mama dan papanya di depan


“ada  apa


dengan nya kali ini!” pikir papa rein yang bingung karena di peluk tiba-tiba


“kakak kenapa hari ini?, kenapa kakak terlihat


sangat bingung begitu” pikir andi yang melihat kakaknya lansgung naik ke kamarnya


        Reiin


terus naik ke kamarnya dan terus kepikiran sama mimpi yang di alaminya itu.


Reiin yang sudah di depan kamar tidur langsung membuka pintu kamarnya


“apa yang kamu lakukan” teriak lisa yang sedang


mengganti pakaiannya sambil melempar salah satu baju yang dia mau pakai


        Tapi


reiin mengabaikannya dan langsung menuju tempat tidurnya dan langsung berbaring


tanpa peduli lisa yang melempari pakaiannya


“apa yang terjadi hari ini, kenapa aku


menjadi semakin lemas saja!!” pkir reiin yang sudah berbaring di tempat tidurnya dan merasa


sangat kelelahan sekali


“lisa bisa bantu aku sedikit?” tanya reiin dengan


suaranya yang terdengar kecil


“apa yang terjadi?” tanya lisa yang terdengar


kahawatir sekali sambil menutupi tubuhnya dengam pakaiannya yang terlalu besar


“pakai pakainku saja dan bisa bantu aku sedikt


saja” minta reiin dengan suara yang semakin lemas saja


        Lisa


tidak merespon apa yang di katakan reiin dan lansgung mengambil pakain reiin


yang berada di lemari reiin


“kenapa aku menuruti perkataannya” pikir lisa yang merasa sangat khawatir sama


reiin sambil mengganti pakainnya di dekat lemari tanpa peduli reiin yang berada


tadi kasur sedang berbaring tidak karuan


“tapi perasaan apa yang muncul di hatiku” pikir lagi lisa yang melihat reiin

__ADS_1


berbaring seperti tidak berdaya


        Setelah


itu lisa mengahampiri reiin yang sedang bebaring dan duduk di sampingnya, lisa


yang duduk di samping menyentuh kening reiin yang mengira kalau reiin sedang


sakit


“siapa?” pikir reiin yang matanya melihat kabur saat merasakan ada yang menyentuh keningnya


        Reiin


yang melihat lisa buram langsung menarik lisa kemudian berbaring di pangkuannya


“nyamannya” guman reiin daam keadaan tidur di pangkuan lisa


*“ehhh, apa yang dilakukannya” *pikir lisa yang melihat reiin dekat


sekali karena reiin tidur di pangkuannya


“tapi kenapa aku tidak berteriak sepeti


*sebelumnya!!” *pikir lisa


yang terus menatap reiin dengan rasa peduli


        Lisa


yang merasa begitu langsung mengelus-elus kepalanya


kemudian membaringkan reiin di tempat tidur


‘”mm” suara reiin yang merasa nyaman


        Lisa


yang meliaht itu tersenyum kecil dan senang sekali


“aku tidak tau apa yang terjadi hari ini, tapi aku


merasa sanagt senang sekali” pikir lisa yang terus menatap reiin dengan wajah


senyumnya sambil tetap mengelus-elus kepala reiin dan ikut berbaring sanbil menatap reiin yang tertidur


        Karena


mereka berdua terlalu lama berbaring di kasur tanpa di sadari lisa ikut tertidur


“ada dengan semua orang hari ini, kenapa hari ini


sangat berbeda sekali dengan hari-hari sebelumnya” pikir andi yan berada di ruang tamu sambil


menonton tv dengan ekpresi yang sangat kesepian


“sebaiknya aku segera menemukan sesuatu yang


berharga” pikir andi yang


menonton sambil makan buah yang dia bawa dari meja makan


*“sebaiknya aku naik saja dan melihat kakak”*pikir andi dan langsung berjalan menuju


lantai atas dengan santai


“apa yang terjadi hari ini dengan kakak” guman andi yang berada di tangga


dan terus berjalan


di depan pintu kamar reiin langsung memuka pintunya tanpa mengtuk terlebih


dahulu. Andi yang tidak mengetuk pintu melihat kakaknya sedang tidur bersama


dengan lisa, andi yang sangat terkejut sekali, apa lagi andi melihatnya sambil berpelukan.


Andi yang melihat itu langsung keluar dan tidak tau harus apa dan terus berdiri


di depan pintuk kakaknya sambil bersandar dan merasa sangat bingung sekali


dengan yang terjadi


“apa yan tejadi denganku hari ini, kenapa saat aku


melihat kakak tadi menjadi seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi denganku” pikir andi yang perasaanya masih dia belum


mengerti sama sekli


“sebaiknya masuk kamar saja” guman andi yang langsung menuju kamarnya


sendiri


                Karena kamar mereka


sangat berdekatan andi tidak perlu beralan terlalu jauh. Andi yang sudah berada


di depan pintu kamarnya langsung membuka pintunnya kemudian langsung masuk dam


merebahkan dirinya di kasur


“aku yang belum ngerti dengan perasaan ini pasti ada hbungannya sama


perkataan kakak yang menyuruhku untuk tidak terlalu bergantung padanya” pikir


andi yang melihat lampu tidurnya


                Karena andi tidak


mengerti dengan apa yang terjadi dengan dirinya sendiri, dia terus saja


merenungkan diri. Karena terlalu lama berbaring tanpa sadar andi tertidur


“mm, hari ini rasanya sangat lelah sekali” pikir reiin yang belum membuka matanya


sambil mengingat kejadian yang terjadi


“apa ini!” guman andi yang merasa meremas sesuatu saat masih mentutup


matanya


                Reiin yan belum


membuka matanya terus saja meraba apa yang dia pegang


“rasa seeprti celan d***m” pikir reiin tidak tau tangannya masuk ke selangkang celana lisa yang sedang tidur


“eh, lisa” pikir reiin yang membuka matanya melihat lisa


sedang tidur pulas


*“kenapa dia bisa di temapt tidur?” *pikir reiin yang belum bisa melepas


tanganya dari s*******n lisa yang terus masih terjepit


“dia bangun” pikir reiin yang melihat lisa meregangkan tubuhnya

__ADS_1


“HOAMM.....” lisa yang masih mengantuk meregangkan badannya kemudian duduk


*“ini di mana!” *pikir lisa yang belum melihat jelas dan belum


mengingat semua kejadian itu


“kalau tidak salah tadi.....” guman lisa yang mulai mengingat semua kejadian yang


telah terjadi


“eh!” lisa lanbgsung melihat reiin yang masih tiduran


“apa yang ada di s*******nku ini!”pikir lisa yang belum melihatnya sambil merasa ada sesuatu yang masuk


“a..ummm” lisa yang hampir berteriak menutup mulutnya karena melihat tangan reiin yang masuk ke s*******gnya


                Lisa yang hampir


beteriak melihat sekeliling kamarnya sambil melihat reiin ynag sedang tidur


“sebaiknya kau mengeuarkannya dulu” pikir lisa yang menarik tangan reiin


“uhh” lisa sedikit m*******h karena kena sedikit


                Reiin yang


menyentuhnya dan mendengar suara lisa,  berusaha agar tetap tenang dan tidak membuat gerakan yang mncurigakan


*“hampir saja” *pikir lisa yang menahan malunya karena reiin


                Lisa yang manatap reiin


yang mengira masih tidur, merasa sangat malu sekali dengan apa yang tejadi


barusan


“sebaiknya dia tidak perlu tau apa yang terjadi


seumur hidupnya” pikir


lisa yang wajahnya masih merah merona karena menahan malunya


“lebih baik aku segera turun” guman lisa yang langsung turun dari tempat


tidurnya dan langsung membuka pintunya kemudian turun meninggalkan reiin yang


tidur


“lisa kenapa kamu ceroboh sekali” guman reiin yang mengepalkan tangannya karena


menaha malu juga


“sebaiknya tidak perlu di bicarakan, nanti bakal


mejadi semakin buruk saja jika sampai lisa tau kalau aku sebenarnya sudah sadar” pikir reiin masih berbaring sambil melihat ke luar jendela


                Setelah itu reiin


bangun dan duduk sebentar sambil meregangkan tubuhnya


*“tapi, kejadian di sekolah itu sebenar apa?” *pikir reiin lagi yang masih mengingat


kejadian di atap sekolah dan membuatnya terus kepikiran


                Reiin yang belum


mengerti apa maksud dari mimpi tetap memikirkannya


“kalau begini caranya tidak akan ketemu, sebaiknya nanti saja aku pikirkan


jawabannya” guman reiin yang masih belum menemukan jawaban yang di carinya


                Reiin yang tidak


menemukan jawabnnya beranjak berdiri dan melihat keluar jenela seblum dia


keluar kamarnya. Setelah keluar kamar reiin melihar ke kamar andi


“apa andi ada di dalam!” pikir reiin yang melihat pintu kamar andi sedikit


terbuka


                Reiin yang melihat


pintu kamar andi sedikit terbuka langsung masuk dan melihat


“ternyata dia tertidur”pikir andi dengan sedkit senyum kecil saat


melihat adiknya tertidur


                Reiin menghampiri


adiknya yang sedang tertidur


“sepertinya dia terlalu banyak berpikir” guman reiin yang melihat andi yang


tertidur sangat pulas


“andi bangun, waktunya makan malam” ucap reiin membangunkan adiknya sambil


mengelus kepalanya


                Andi yang belum juga bangun, reiin tetap membnagunkannya


“andi bangun, sebentar lagi makan malam” ucap reiin yang membangukan adiknya sambil mengelus kepala adikya


“siapa itu” pikir andi yang masih sangat merasa pusing


sekali


“andi!” andi mendengar suara panggilan dan mualai sedikit sadar


                Reiin yang melihat


andi yang mulai gerak dan  mengusap


matanya tetap mengelus kepalanya


“kakak!” ucap andi yang melihat kakaknya yang sedang melihatnya


“kenapa kakak ada disini?” tanya andi yang melihat kakanya yang tesenyum


kecil padanya


“kenapa?, ya tentunya untuk membangunkan kamu” jawab reiin dengan ekpresi


bingung dengan pertanyaan andi


‘”apa kaka masih peduli sama andi?” tanya lagi andi yang masih tiduran


“apa maksudnya?, tentu saja kakak akan peduli sama keluarga kakak dan semua


orang ang dekat denganku” jawab reiin dengan ekprsei yang sangat bingung sekali


dengan pertanyaan adiknya

__ADS_1


Bersambung>>>>>


__ADS_2