
Ø
Papa
reiin yang masih fokus meneytir sambil memperhatikan reiin tidak bisa berbuat
apa-apa dan hanya bisa melihat saja
“kenapa hari ini papa sedikit terlmbat” guman andi
yang ada di meja makan sedang duduk makan buah
“ma, apa terjadi sesuatu pada papa” teriak andi
dari meja makan
“PRANGG” suara benda jatuh dari dapur
“apa yang terjadi belakang!” pikir andi yang
mendengar suara jatuh di dapur sambil berjalan kesana
“BRAKKK” andi kena tabrak oleh mamanya yang
tiba-tiba muncul di belokan
“ma, apa yang terjadi?” tanya andi yang masih
dalam posisi jatuhnya sambil memegang pantatnya yang sedikit sakit
“”apa yang terjadi sama papa?” tanya mama reiin
pada andi dengan nada suara khawatir sambil memegang bahu andi
“ehh, apa yang terjadi!, kenapa mama khawatir
sekli” pikr reiin yang melihat mamanya sangat dekat dengan andi dan ekpresi yang sedih
“tenang saja ma, papa baik-baik saja” ucap andi
dengan nada bicara sedikit bingung dengan mamanya
“ta-tapi kamu bilang terjadi sesutau pada papa
tadi?” tanya mama andi lagi karena cemas sambil tetap memegang pundak andi dengan
semakin kuat
“mama salah dengar tadi, papa tidak kenapa kenapa, tapi
mama salah dengar saja” ucap reiin yang beusaha membuat mamanya tenang
“jadi apa maksudnya tadi?” tanya mama andi yang
mulai sedikit melonggarkan pegangannya pada andi dengan wajah yang masih
bersedih
“aku cuma tanya saja, kenapa papa ini
terlambat pulang hari ini” ucap andi yang mengulang lagi pertanyaannya
“kami pulang” terdengar suara dari pintu
Mama
reiin yang mendengar suara itu langsung berlari menuju pintu depan meninggalan andi
yang tepa duduk di tempatnya
“kenapa mam begitu khawatir sekali” pikir andi yang baru pertaman kali
melihat mamanya begitu
Mama
andi yang berlari menuju pintu depan langsung memeluk ari suaminya. Reiin
melihat itu tidak peduli dan tetap masuk meninggalkan mama dan papanya di depan
“ada apa
dengan nya kali ini!” pikir papa rein yang bingung karena di peluk tiba-tiba
“kakak kenapa hari ini?, kenapa kakak terlihat
sangat bingung begitu” pikir andi yang melihat kakaknya lansgung naik ke kamarnya
Reiin
terus naik ke kamarnya dan terus kepikiran sama mimpi yang di alaminya itu.
Reiin yang sudah di depan kamar tidur langsung membuka pintu kamarnya
“apa yang kamu lakukan” teriak lisa yang sedang
mengganti pakaiannya sambil melempar salah satu baju yang dia mau pakai
Tapi
reiin mengabaikannya dan langsung menuju tempat tidurnya dan langsung berbaring
tanpa peduli lisa yang melempari pakaiannya
“apa yang terjadi hari ini, kenapa aku
menjadi semakin lemas saja!!” pkir reiin yang sudah berbaring di tempat tidurnya dan merasa
sangat kelelahan sekali
“lisa bisa bantu aku sedikit?” tanya reiin dengan
suaranya yang terdengar kecil
“apa yang terjadi?” tanya lisa yang terdengar
kahawatir sekali sambil menutupi tubuhnya dengam pakaiannya yang terlalu besar
“pakai pakainku saja dan bisa bantu aku sedikt
saja” minta reiin dengan suara yang semakin lemas saja
Lisa
tidak merespon apa yang di katakan reiin dan lansgung mengambil pakain reiin
yang berada di lemari reiin
“kenapa aku menuruti perkataannya” pikir lisa yang merasa sangat khawatir sama
reiin sambil mengganti pakainnya di dekat lemari tanpa peduli reiin yang berada
tadi kasur sedang berbaring tidak karuan
“tapi perasaan apa yang muncul di hatiku” pikir lagi lisa yang melihat reiin
__ADS_1
berbaring seperti tidak berdaya
Setelah
itu lisa mengahampiri reiin yang sedang bebaring dan duduk di sampingnya, lisa
yang duduk di samping menyentuh kening reiin yang mengira kalau reiin sedang
sakit
“siapa?” pikir reiin yang matanya melihat kabur saat merasakan ada yang menyentuh keningnya
Reiin
yang melihat lisa buram langsung menarik lisa kemudian berbaring di pangkuannya
“nyamannya” guman reiin daam keadaan tidur di pangkuan lisa
*“ehhh, apa yang dilakukannya” *pikir lisa yang melihat reiin dekat
sekali karena reiin tidur di pangkuannya
“tapi kenapa aku tidak berteriak sepeti
*sebelumnya!!” *pikir lisa
yang terus menatap reiin dengan rasa peduli
Lisa
yang merasa begitu langsung mengelus-elus kepalanya
kemudian membaringkan reiin di tempat tidur
‘”mm” suara reiin yang merasa nyaman
Lisa
yang meliaht itu tersenyum kecil dan senang sekali
“aku tidak tau apa yang terjadi hari ini, tapi aku
merasa sanagt senang sekali” pikir lisa yang terus menatap reiin dengan wajah
senyumnya sambil tetap mengelus-elus kepala reiin dan ikut berbaring sanbil menatap reiin yang tertidur
Karena
mereka berdua terlalu lama berbaring di kasur tanpa di sadari lisa ikut tertidur
“ada dengan semua orang hari ini, kenapa hari ini
sangat berbeda sekali dengan hari-hari sebelumnya” pikir andi yan berada di ruang tamu sambil
menonton tv dengan ekpresi yang sangat kesepian
“sebaiknya aku segera menemukan sesuatu yang
berharga” pikir andi yang
menonton sambil makan buah yang dia bawa dari meja makan
*“sebaiknya aku naik saja dan melihat kakak”*pikir andi dan langsung berjalan menuju
lantai atas dengan santai
“apa yang terjadi hari ini dengan kakak” guman andi yang berada di tangga
dan terus berjalan
di depan pintu kamar reiin langsung memuka pintunya tanpa mengtuk terlebih
dahulu. Andi yang tidak mengetuk pintu melihat kakaknya sedang tidur bersama
dengan lisa, andi yang sangat terkejut sekali, apa lagi andi melihatnya sambil berpelukan.
Andi yang melihat itu langsung keluar dan tidak tau harus apa dan terus berdiri
di depan pintuk kakaknya sambil bersandar dan merasa sangat bingung sekali
dengan yang terjadi
“apa yan tejadi denganku hari ini, kenapa saat aku
melihat kakak tadi menjadi seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi denganku” pikir andi yang perasaanya masih dia belum
mengerti sama sekli
“sebaiknya masuk kamar saja” guman andi yang langsung menuju kamarnya
sendiri
Karena kamar mereka
sangat berdekatan andi tidak perlu beralan terlalu jauh. Andi yang sudah berada
di depan pintu kamarnya langsung membuka pintunnya kemudian langsung masuk dam
merebahkan dirinya di kasur
“aku yang belum ngerti dengan perasaan ini pasti ada hbungannya sama
perkataan kakak yang menyuruhku untuk tidak terlalu bergantung padanya” pikir
andi yang melihat lampu tidurnya
Karena andi tidak
mengerti dengan apa yang terjadi dengan dirinya sendiri, dia terus saja
merenungkan diri. Karena terlalu lama berbaring tanpa sadar andi tertidur
“mm, hari ini rasanya sangat lelah sekali” pikir reiin yang belum membuka matanya
sambil mengingat kejadian yang terjadi
“apa ini!” guman andi yang merasa meremas sesuatu saat masih mentutup
matanya
Reiin yan belum
membuka matanya terus saja meraba apa yang dia pegang
“rasa seeprti celan d***m” pikir reiin tidak tau tangannya masuk ke selangkang celana lisa yang sedang tidur
“eh, lisa” pikir reiin yang membuka matanya melihat lisa
sedang tidur pulas
*“kenapa dia bisa di temapt tidur?” *pikir reiin yang belum bisa melepas
tanganya dari s*******n lisa yang terus masih terjepit
“dia bangun” pikir reiin yang melihat lisa meregangkan tubuhnya
__ADS_1
“HOAMM.....” lisa yang masih mengantuk meregangkan badannya kemudian duduk
*“ini di mana!” *pikir lisa yang belum melihat jelas dan belum
mengingat semua kejadian itu
“kalau tidak salah tadi.....” guman lisa yang mulai mengingat semua kejadian yang
telah terjadi
“eh!” lisa lanbgsung melihat reiin yang masih tiduran
“apa yang ada di s*******nku ini!”pikir lisa yang belum melihatnya sambil merasa ada sesuatu yang masuk
“a..ummm” lisa yang hampir berteriak menutup mulutnya karena melihat tangan reiin yang masuk ke s*******gnya
Lisa yang hampir
beteriak melihat sekeliling kamarnya sambil melihat reiin ynag sedang tidur
“sebaiknya kau mengeuarkannya dulu” pikir lisa yang menarik tangan reiin
“uhh” lisa sedikit m*******h karena kena sedikit
Reiin yang
menyentuhnya dan mendengar suara lisa, berusaha agar tetap tenang dan tidak membuat gerakan yang mncurigakan
*“hampir saja” *pikir lisa yang menahan malunya karena reiin
Lisa yang manatap reiin
yang mengira masih tidur, merasa sangat malu sekali dengan apa yang tejadi
barusan
“sebaiknya dia tidak perlu tau apa yang terjadi
seumur hidupnya” pikir
lisa yang wajahnya masih merah merona karena menahan malunya
“lebih baik aku segera turun” guman lisa yang langsung turun dari tempat
tidurnya dan langsung membuka pintunya kemudian turun meninggalkan reiin yang
tidur
“lisa kenapa kamu ceroboh sekali” guman reiin yang mengepalkan tangannya karena
menaha malu juga
“sebaiknya tidak perlu di bicarakan, nanti bakal
mejadi semakin buruk saja jika sampai lisa tau kalau aku sebenarnya sudah sadar” pikir reiin masih berbaring sambil melihat ke luar jendela
Setelah itu reiin
bangun dan duduk sebentar sambil meregangkan tubuhnya
*“tapi, kejadian di sekolah itu sebenar apa?” *pikir reiin lagi yang masih mengingat
kejadian di atap sekolah dan membuatnya terus kepikiran
Reiin yang belum
mengerti apa maksud dari mimpi tetap memikirkannya
“kalau begini caranya tidak akan ketemu, sebaiknya nanti saja aku pikirkan
jawabannya” guman reiin yang masih belum menemukan jawaban yang di carinya
Reiin yang tidak
menemukan jawabnnya beranjak berdiri dan melihat keluar jenela seblum dia
keluar kamarnya. Setelah keluar kamar reiin melihar ke kamar andi
“apa andi ada di dalam!” pikir reiin yang melihat pintu kamar andi sedikit
terbuka
Reiin yang melihat
pintu kamar andi sedikit terbuka langsung masuk dan melihat
“ternyata dia tertidur”pikir andi dengan sedkit senyum kecil saat
melihat adiknya tertidur
Reiin menghampiri
adiknya yang sedang tertidur
“sepertinya dia terlalu banyak berpikir” guman reiin yang melihat andi yang
tertidur sangat pulas
“andi bangun, waktunya makan malam” ucap reiin membangunkan adiknya sambil
mengelus kepalanya
Andi yang belum juga bangun, reiin tetap membnagunkannya
“andi bangun, sebentar lagi makan malam” ucap reiin yang membangukan adiknya sambil mengelus kepala adikya
“siapa itu” pikir andi yang masih sangat merasa pusing
sekali
“andi!” andi mendengar suara panggilan dan mualai sedikit sadar
Reiin yang melihat
andi yang mulai gerak dan mengusap
matanya tetap mengelus kepalanya
“kakak!” ucap andi yang melihat kakaknya yang sedang melihatnya
“kenapa kakak ada disini?” tanya andi yang melihat kakanya yang tesenyum
kecil padanya
“kenapa?, ya tentunya untuk membangunkan kamu” jawab reiin dengan ekpresi
bingung dengan pertanyaan andi
‘”apa kaka masih peduli sama andi?” tanya lagi andi yang masih tiduran
“apa maksudnya?, tentu saja kakak akan peduli sama keluarga kakak dan semua
orang ang dekat denganku” jawab reiin dengan ekprsei yang sangat bingung sekali
dengan pertanyaan adiknya
__ADS_1
Bersambung>>>>>