
Reiin yang menatap adiknya yang terlihat sudah tau
mau merespon itu
“apa aku mengatakan sesuatu yag membuatnya merasa tidak senang!” pikir
reiin yang merasa speerti di abaikan oleh adiknya
“andi, apa kakak melaukan sesuatu yang salah?” tanya reiin yang dilihat
adiknya dengan tatapan tidak percaya
“tidak ada apa-apa” jawab andi yang bangun kemudian meninggalkan kakaknya
di kamarnya dengan wajah tidak senang sekali
“ada apa dengannya, apa aku yang harus kulakukan,
tidak mungkin aku mengajaknya ke tempat yang berbahaya, tinggal 3 hari lagi mungkin
sebaiknya aku pura-pura mati” pikir reiin yag masih duduk sambil melihat keluar jendela kamar
Reiin yang terus
kepikiran tetap di kamar andi selama beberapa menit, kemudian dia keluar dari
kamar andi dan langsung turun kelantai
bawah
“sebaiknya aku biarkan saja dia begini, akalu
tidak dia akan terus memnerus jadi seperti ini selamanya” pikir reiin yang mengingat adiknya dari
dulu selalu mengikutinya dari belakang sambil senyum sendiri di tangga saat turun
Saat reiin sedang
turun, tidak terdengar orang dari lantai bawah yang biasanya selalu berisik
“kenapa hari ini sepi sekali” pikir reiin yang tidak mendengar
seseorang dari bawah
Reiin yang tidak tau
apa yang sedang terjadi tetap turun ke lantai bawah dan melihatnya, saat reiin
sudah berada di lantai bawah yang dia lihat semua orang sedang sibuk dengan
kehidupan mereka sendiri
“ini apa maksudnya, kenapa semua orang sibuk dengan dunia sendiri,
apalagi mama dan papa” pikir reiin yang melihat sekeliling tidak ada yang
berbicara dan hanya ada keheningan saja
“diama lisa ya!” guman reiin yang melihat sana si i tapi tidak melihat lisa
“sebaiknya aku ke kamar mandi saja” pikir reiin sambil berjalan ke kemar
mandi
“tapi apa gara-gara aku semua jadi
begini, kalau begitu aku juga yang akan perbaiki” guman reiin yang merasa
bersalah karena mengira dirinya yang membuat semuanya menjadi begitu sepi
“lisa kamu disini?” tanya reiin yang langsung membuka kamar mandi
tanpa mengetuk
Tapi lisa tidak ada di
dalam kamar mandi
“kemana lisa?” pikir reiin yang merasa sedikit khawatir
Setelah itu reiin
balik dari kamar mandi menuju meja makan tempat papanya
“pa, lisa di mana?” tanya reiin yang sedikit khawatir
“dia pergi belanja di toko katanya” jawab papa reiing singkat sambil
melihat reiin yang terlihat panik
“kalau gitu aku cari dia pa!” ucap reiin yang langsung bergegas mencari lisa
Andi melirik
kakaknya dari ruang tamu yang khawatir
tapi tidak peduli
“apa yang terjadi denganku sebenarnya” pikir andi yang tidak tau kata
hatinya yang sebenarnya
-
Reiin berlari mencari
lisa ke toko terdekat, reiin terus berlari mencari lisa
“itu toko terdekat sini” pikir reiin yanhg sudah dekat dengan toko yang
mungkin tempat lisa belanja
“permisi!” ucap reiin yang tidak melihat pembelinya
Reiin yang menyapa
tidak mendenagr apapun melihat ke dalam dengan hati-hati, saat reiin melihat ke
dalam toko,ternyata penjaga telah pingsang
“apa yang barusan terjadi disni!” pikir reiin yang tidak menegrti dengan
apa yang terjadi sambil busaha membangunkan pejaga itu dengan berbagai cara
“pak anda sudah sadar!” ucap reiin yang melihat pejaga toko itu masih
mengusap matanya dan merasa sedikit sakit di punggungnya
__ADS_1
“ini dimana?” tanya bapak itu tiba-tiba
Reiin tidak merespon
melainkan mengambil kan penjaga toko itu air botol yang ada di tokonya
“minum ini dulu pak” ucap reiin pada bapak itu yang masih merintih sakit
sambil duduk bersandar di tembok tokonya
Bapak itu minum apa
yan di beri reiin
“pak apa yang sebanarnya terjadi?” tanya reiin yang penasaran sekali
“tadi ada penculik anak” jawab penjaga toko itu
“penculik di jam segini, tapi disini memang sepi
sekli dngan pembeli” pikir reiin yang melihat sekitar
“tadi ada gadis kecil sedang belanja disini dan dia diculik” ucap penjaga
toko itu yang masih terengah engah dan menahan sakit i punggungnya
“gadis, apa jangan-jangan lisa” pikiir reiin langsung mengingat lisa yang keluar
belanja
“apa gadis itu berpakain seperti anak cowok seumuran saya?” tanya reiin yang semakin pensaran
“ya” jawab singkat penjaga toko itu
Reiin yang sudah
mengetahiu itu langsung merasa sangat panik sekali, tapi reiin tetap beusaha tenaag
dan terus memikirkan lisa yang pasti sangat takut sekali
“nak apa kamu kenal dengan gadis itu?” tanya penjaga toko itu yang melihat
reiin tiba-tiba terdiam
“tidak, hanya mengingat untung bukan diriku yang di culik” ucap reiin pada penjaga toko itu dengan tersenyum
dengan lembut
“pak, apa bapak meliaht plat kendaraan yang di pakai penculiknya?” tanya
reiin dengan ramah sambil melihat bapak itu yang masih menahan sakitnya
“kalau tidak salah plat mobil yang di pakai DS xxx AS” jawab singkat
penjaga toko itu yang msaih dudk dan merasa baikan
“kalau ada itu pasti bisa terkejar, tapi mugkin saja yang di pakainya plat
palsu” pikir reiin sambil memegang dagunya
“apa bapak memesang alat perekam di toko ini tidak?” tanta reiin yang mulai
semangat dan khawatir
“ada di di sana” jawab pernaja toko itu sambil menunjuk sebuah tiang
Reiin yang sudah di
beri petunjuk langsung keluar melihat alat perekam yang di maksd penjaga toko
itu
“sepertinya perekamnya masih menyala” pikir reiin yang melihat perekam itu
“sepertiny
penculik ini tidak mengetahui kalau disini tidak ada perekam, mungkin mereka
sudah melihat sekitar, dan menacari tau sekeling tapi mereka tidak menyadari
kalau di tiang listrik ada perekam, mungkin mereka terburu-buru dan bodoh juga,
atau mereka cuma bawahan yang hanya menculik saja, jika semua perkiraan ku ini
benar, sepertinya penculik ini bukan penculik biasa, polisi tidak akan pernah
menemukan mereka, tapi mungkin sebuah organisasi!!” pikir reiin panjang reiin karena sudah mendapat
sedikit petunjuk untuk mencari lisa dan juga sedkit sang sekali
“nak apa yang kamu pikirkan lagi?” tanya penjga toko itu yang keluar meliht
reiin karen tidak masuk lagi
“maaf pak, saya bukan anak-anak umur saya sudah 25 tahun” jawab reiin
sambil menggaruk kepalanya dengan senyum bodoh yang messkipun itu cuma bohogan
“ehhh.....” penjaga toko itu sedikit terkejut sekali dengan perkataan reiin
“apa bapak tidak percaya, ini saya perlihatkan KTP saya” ucap reiin sambil
menbuka sakunya
“maaf pak, sepertinya dompet saya ketinggal di rumah” ucap reiin lagi
dengan senyum bodoh
“saya percaya, soalnya juga tidak mungkin anak kecil secerdas ini” ucap
penjaga toko itu sambil tersenyum dan melihat reiin
“sepertinya kita harus elaporkan ini kepolisi” ucap penjaga toko itu sambil
melihat perekam di tidang listrik
“saya setuju” ucap reiin singkat sambil menatap penjaga toko itu dengan
senyum
“tidak akan saya biarkan kamu melaporkannya” isi hati reiin yang sebenarnya dengan
tatapa tajam kerarah penjaga toko itu
“eh... kenapa rasanya seperti di ancam” pikir penjaga toko itu yang
sedkit merinding saat melihat reiin dengan senyumnya
__ADS_1
“pak, apa komputer untuk melihat rekaman itu?’ tanya reiin lagi yang masih
khawatir dengan lisa
“ada dalam toko di bagian pengawas dan untungnya kamera perekamnya selalu
aktif” jawab singkat penjaga toko itu sambil menunjuk ruangan di dekat dia
pingsan
“kalau begitu mari kita lihat rekamanya, mungkin saja ini bisa jadi
bukti buat mencari orang yang di culik itu” ucap reiin dengan tenang sambil
mengajak bapak itu dan memegang dagunya
Penjaga toko itu tidak
merespon sama sekali dan langsung masuk sambil memegang punggungnya, dan reiin
mengikuti bapak itu dari belakang. Setelah mereka sampai di depan pintu tempat
kamera pengansa itu, penjga toko itu mengambil kunci yang di kalungkannya
sambil melihat reiin dengan tajam sekali
“kenapa penjaga toko ini melihat dengan tajam, apa
dia kira aku mau mencuri disni” pikir rein yang saat di lihat penjaga toko itu
Setelah membuka
pintunya reiin dan penjaganya langsung masuk kemudian duduk di depan komputer
dan kemudian membuka bagian rekaman
“disni semua barangnya banyak sekli” pikir rein yang melihat sekelili penuh
dengan gajet yang sangat bagus-bagus
“ini semua bapak yang punya?” tanya
reiin pada oenjaga toko itu yang penasaran dengan semua gajet yang bisa berguna
“bukan, itu semua pemilik toko ini yang punya” jawab singkat sambil membuka
remakan itu
“ini dia” ucap penjaga toko itu saat menukan rekama itu
“pak, cepat buka” kata reiin yang sudah tidak sabar melihat rekaman itu
tanpa membuat penjaga toko itu curiga
--
Rekaman itu
memperlihatkan lisa yang sedang berdiri di toko itu kemudian datang sebuah
mobil sport yang bagus sekali kemudian berhenti, dua orang pakai kaca mata dan
pakai papakian kantoran keluar dari mobil itu dan berbelanja di toko itu dan
beridiri di antara lisa, setelah itu salah satu penajaga masuk ke dalam dan
tidak terlihat lagi, tiba-tiba lisa terkejut dan berteriak namuam tidak di
dengar oleh siapapun dan salah satu orang yang di sampaing isa itu lansgung
memukul lisa dan membuatnya pingsan, kemudian membawa lisa ke dalam mobil dan
pergi menajauh.
--
“plat mobil asli berubah” pikir reiin yang meliaht sesaat rekaman itu
menunjukkan plat mbil itu tiba-tiba berubah
“plat yang sebenarnya MD XXX AD” pikir reiin yang melihat sebelum plat
mobilnya berubah
“pak lihat sini” ucap reiin pada penjaga toko itu yang masih melihat
mengulang kejadian itu
“ada apa?” tanya penjaga toko itu sambil melihat ke arah reiin yang sedang
tersenyum dan mengerak-gerakan jarinya
“apa yang kamu lakukan?’ tanya penjaga itu yang selalu memperhatikan
gerakan tangan reiin dan mersa matanya berat
Reiin tidak merespon
penjaga toko itu dan terus memaikan jarinya, sampai akhirnya pejaga toko itu
tertidur denagn posisi duduk
“hipnotis berhasil” ucap reiin panjaga toko itu yang tertidur
“sekarang dengarkan apa yang aku printahkan” ucap reiin pada penjaga toko
itu yang sedang terkena hipnotis
“ya” jawab singkat pernjaga toko itu singkat sambil tidur dan tetap diam di
posisinya
“pertama cepat kembali ke tempat kamu pingsan dan di sana kamu berbaring
dengan posisi saat kamu pingsan” reiin memberi perihtah pada penjaga toko itu
yang sedang terkena hipnotis
“ya” jawab singkat dan lasngung berjalan ke tempat dia pingsang dengan
pelan pelan
“berikutnya, toko apa sebenarnya ini!!” pikir reiin yang penasaran
dengan toko itu
Bersambung>>>>>
__ADS_1