Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
Chapter 3


__ADS_3

“Semua ini terasa nyata sekali, bahkan manusianya juga.” Zein melihat ke Teman sekamarnya yang melihat ke arahnya.


“…” Teman sekamaranya merasa aneh dengan tatapan Zein yang menatap dengan begitu aneh. Karena merasa ada yang aneh, dia keluar meninggalkan Zein sendiri di kamar dengan cepat. Zein yang melihat itu tidak mengerti dan malah menganggap itu sebagai hal biasa untuk curiga pada orang aneh.


“Sekarang lebih baik aku cepat bangun dari mimpi ini.” Zein mulai tidri dengan mengaharapkan hal baru di waktu bangunnya. “Jika ini nyata, lebih baik aku tidak tahu saja.” Zein mulai memejamkan matanya. Zein yang mulai tidur merasa berat matanya.


***


Malam hari di kamar Zein yang masih belum bangun sama sekali setelah tidur di waktu siang harinya dan melewatkan banyak kelas. –Master, ini waktunya bangun, sudah malam hari dan harus mulau bekerja.- System membangunkan Zein yang masih tidur dengan jelas. –Master tertiudr pulas, memulai MODE KENDALI- System itu mulai meraski tubuh Zein mengambil alih tubuhnya dan mulai bangun.


“Zein! Kamu sudah bangun?” Tanya teman sekamarnya yang sedang belajar.


-Ya, aku pergi melakukan sesuatu dulu- Jawab System meski di kira Zein. Sytem yang mengambil alih tubuh Zein bersikap dengan normal pada teman sekamar Zein. Teman sekamar Zein lagi-lagi bingung dengan sikap Zein yang berubah lagi yang terdengar lebih alami bicara dan terlihat lebih pintar dari biasanya. tapi, dia tidak tahu harus berkata apa dengan hal tersebut dan membiarkannya berlalu dan lanjut belajar.


-Sudah lama sejak aku makan dan tubuh ini juga lapar- Bicaranya dengan jelas sambil jalan keluar menuju pintu keluar asramanya. System berlari dengan cepat ke pintu keluar dan langsung ke pintu gerbang keluar asrama. Zein bukannya menunggu gerbang terbuka, malah dia melompatinya dengan cepat dan membuat teman-temanya yang ada sana kaget dengan lompatannya yang tinggi itu. tapi, dia tidak memperdulikan itu dan malah menuju tempat makan.


“ZEIN TUNGUUU…!” System yang di panggil berhenti. Rei temannya yang di tinggal di atas gedung menghampirinya. “BANGSAT…!” Rei keihatan sangat marah sekali saat meliah Zein yang menunggunya itu. Saat tiba di depan Zein, Rei menatapnya dengan tajam dan ingin sekali memukul Zein.

__ADS_1


-Apa?- Tanya System yang tidak mengerti dengan tingkah Rei. System yang bertanya malah merasa seperti ada sesuatu yang salah dengan pertanyaannya itu.


“APA KAMU BILANG!” Teriak Rei di depan wajah Zein yang terlihat tidak bersalah sama sekali. “LIHAT INI!” Rei menunjuk ke hidungnya yang di perban. System melihat ke sana dengan tliti dan focus.


-Ya, itu pasti sakit- System dengan santainya bicara seperti itu sambil melihat hidung Rei yang terlihat sakit. Rei yang medengar System bicara seperti itu padanya dan bukan minta maaf, membuatnay semakin kesal sekali -Kenapa kamu terlihat marah?- Tanya System pada Rei yang tidak melepas ekspresi wajahnya yang masih menatap tajam dan marah padanya.


“AHHHHHH…..!!” Rein berteriak marah dan tidak berani memukul temannya itu dengan sekencang-kencangnya. System malah merasa aneh sama Rei yang tiba-tiba berteriak tidak jelas. Semua orang yang di sana melihat dengan sangat heran dengan apa yang sedang terjadi.


-Hm!- System melihat beberapa orang yang terlihat seperti penjaga datang ke arahnya -Sepertinya akan ada masalah- Rei masih berteriak tidak jelas beberapa kali ke langit dan tidak melihat penjaga itu. Zein meninggalkan Rei yang berteriak tidak jelas di dekatnya supaya di kira tidak membuat masalah.


“Peraturan no. 11 Apa?” Tanya Petugas pada Rei yang di hadang oleh empat petugas. Rei yang tidak mengrti masih diam saja. Penajag itu menatapnya semakin tajam karena Rei tidak merespon sama sekali saat di Tanya.


“Pe, peratuaran no. 11 di larang membuat keributan di malam hari!” Jawab Rei dengan sedikit gugup.


“Bawa dia.” Suruh petugas itu dengan tegas.


“Heh! Tunggu.” Rei bingung saat langusng di kurung pakai kandang otomatis. Petugas itu malah menatapnya dengan tajam saat menyuruh mereka menghentikannya itu. Rei tidak berani lagi bicara dan hanya diam saja dengan pasrah.

__ADS_1


-Sepertinya aku melakukann sesuatu yang akan di ributkan besok pagi- System merasa bersalah dengan hal tersebut karena tidak memperingati Rei kalau ada petugas yang datang ke arahnya. -Sudahlah sebaiknya aku ke kantin asrama- Dengan wajah senang System pergi kesana sambil berlari meninggalkan tempat kejdian tadi. -Karena aku baru saja bangun, aku hanya punya data tentang sekolah ini saja, sebaiknya akan ku periksa semua tempat ini dan apa saja yang ada di Dunia ini- System terus berlari dengan senang sambil muali mempersiapkan hal yang di buruhkan. -Tunggu!- System terhenti seperti mengingat sesuatu. -Kenapa aku berlari seperti ini?- System yang lupa akalu bisa telepostasi dengan cepat.


Setelah itu, System melihat sekitarnya dan mencari tempat sepi. Tapi, dia tidak menemukan tempat yang sepi di dekatnya dan hanya meliaht sebuah toilet yang sudah ada di sana. System pergi ke sana dengan berlari.  "Tungggu!” Tapi dia di hentikan oleh seseorang. System pun berbalik melihat siapa yang memanggilnya itu.


-Apa?- Tanya System dengan sopan. Seorang yang mempunyai seragam yang sama dengannya.


“Aku butuh bantuan, ku mohon bantu kami!” Laki-kai itu terihat sangat lelah sekali. System yang melihat itu tahu bahwa siswa ini telah minta pertolongan . Sytem yang melihat itu merasa tidak tega sama sekai dengan yang di lihatnya itu.


-Huh…!- System menghela napasnya -Apa yang bisa ku bantu?” Tanya System dengan sopan. Siswa itu langsung merasa senang dengan pertanyaan System itu.


“Di sana, datangnya jam segini, ini sangat darurat.” Siswa itu menunjuk ke sebuah  Pulau terapung di langit sambil menyerahkan sebuh kartu putih yang tanpak biasa saja.


-Oh… Oke- Jawab System yang bingung -Bagaimana cara ke sana?- Tanya System yang tidak tahu caranya ke sana karena belum ada data sama sekali mengenai dunia yang sekarang.


“Ini!” Dia menyerahkan sebuah kartu lain yang bewarna bronze. “Nanti jika waktunya sudah menunjukkan angka nol, secara otomastis maka akan di teleprtasi ke gerbang masuk dan tinggal memberikan kartu itu saja.” Siswa itu menjelaskan secara singkat dan juag masih telihat kelelahan.


-Oh… Mudah ternyata. Okelah, nanti biar ku bantu- System tersenuum tulus pada siswa itu. Tapi, malah siswa itu merasa lebih senang dari siapapun saat System memenuhi permintaannya. -kalau gitu aku pergi dulu- System pamitan pergi ke meninggalkan siswa yang terlihat bahagia sekali. Siswa itu melambaikan tangan sambil menari-nari ke sana sini meninggalkan tempatnya berdiri.

__ADS_1


__ADS_2