
“sebaiknya bangun, ini sudah sore” kata mama andi dengan nada marah
“hah, sore!” pikir andi yang baru bangun dengan sedikit
bingung
“jadi apa yang terjadi selama seharian ini” pikir andi yang tetap tenang saat bangun
“sepertinya aku sudah melewatkan bagian penting lagi!” kata andi sambil
meliaht kluar jendela
“kami pulang!!!” terdengar suara dari lantai bawah
“siapa yang pulang jam segini” pikir andi yang belum konsen sama sekali
“sebaiknya aku keluar melihatnya saja” kata andi sambil bangun dari tempat
tidurnya kemudian berjalan keluar
-
“kalian sudah pulang” kata mama reiin yang melihat reiin, lisa, dan
suaminya
“tan-mama” kata lisa yang tingkahnya masih belum berubah
“ya” kata mama andi yang melihat lisa berbeda sekali
“kak lisa, kamu kenapa?” tanya andi yang baru turun dari tangga
Lisa tidak merespon,
melainkn langsung lari secepat yang dia bisa menuju kamarnya
“apa yang terjadi hari ini, kenapa lisa berbeda
sekali hari ini”pikir
reiin yang melihat lisa sangat berbeda sekali
“reiin apa yang kamu lakukan pada lisa?” tanya papa reiin yang terlihat
pensaran
“aku tidak melakukan apa-apa, tapi stetlah selesai makan di kantin
sekolah“aku tidak melakukan apa-apa, tapi stetlah selesai makan di kantin
sekolah tiba-tiba tingkahnya berubah” kata reiin sambil mengingat kejadian di
kanti sekolah lisa
Setelah reiin merespon
papanya, tidak ada lagi pembicaraan mereka langsung masuk ket tempat
masing-masing
“kak, apa yang terjadi hari ini?” tanya andi yang penaran dengan dirinya
sendiri
“apa maksdudnya?” tanya lgi reiin yang belum paham maksud andi
“eh, apa kakak tidak paham?” tanya andi lagi yang tidak mengerti juga
dengan sikap kakaknya
“mm” jawab reiin sambil menganguk sedikit dengan sikap bingung juga
“apa kamu kakakku yang biasanya?” tanya reiin lagi yang semakin bningung
“mungkin tidak, tapi, ya” respon reiin dengan bingung juga
“hehehe..... apa yang telah terjadi lagi hari ini!!!!”pikir andi yang bingung sambil menatap
reiin kakakknya
“ayo kita masuk, jangan beberiri di pintu” kata andi mengajak reiin dengan
sikap normal
“ya” jawab reiin singkat
“apa kamu baru bangun?” tanya reiin yang melihat andi terus-terusan menguap
“ya” jawab andi juga yang belum terlalu konsen
“sebaiknya kamu jangan oaksakan diri juga” kata reiin pada andi
“apa maksud kakak?” tanya andi yang bingung
“apa, nanti kakak kasi tau” kata reiin sambil berjalan menaiki tangga
Setelah pembicaraan
itu, andi tidak lagi bertanya
“mmm, apa yang terjadi hari ini, mengapa rasanya
sangat lelah sekali”pikir reiin yang merasa sangat lelah sambil menaiki tangga
“TAP” terdengar suara ari dekar tangga
“lisa”pikir reiin yang melihat lisa di dekat tangga yang sedang berhenti sambil
menatapnya dengan wajah yang merah sekali
Setelah lisa melihat
reiin, lisa langsung turun tanpa memperdulikan reiin yang di dekatnya
“sebaiknya aku tidur saja” kata reiin yang merasa sangt lelah
“apa yang terjadi hari ini sangat melelahkan sekali, sebaiknya besok aku
tidak mengajar terlalu lama” guman reiin yang masih di tangga sambil menaikinya
“selain itu, aku uga masih penasaran sama rancangan itu” guman reiin yang
mengingat kompter pamannya
Setelah reiin membuka
pintu kamarnya, tanpa dia langsung menuju tempt tidu tanpa melpaskan
seragamnya. Karena lelah reiin langsung tertidur
---
“ehh, ini dimana?” kata reiin yang tidak meliht apa-apa
“HATI-HATI........” kata seseorang pada reiin
“hati-hati”pikir rein yang langsung melihat ke depan
__ADS_1
“apa itu, terlihat seperti apa yang sedang kearahku!” pikir reiin yang melihat apa yang sangat
besar sedang menuju kearahnya
“eh, eh, kenapa dia menuju kearahku, apa yang terjadi aku tidak bisa
bergerak” pikir reiin yang tidak bisa bergerak
“ahhhhhh” teriak reiin nmau suaranya tidak keluar
Karena takut reiin
menutup matanya
“apa aku sudah mati?” pikir reiin yang tidak merasakan apapun sambil
menutup matanya
Setelah itu reiin
membuka matanya perlahan-lahan
“eh, apa yang terjadi” pikir reiinyang tidak melihat apa itu lagi
“kamu baik-baik saja?” tanya seorang anak yang mendekat ke arah reiin
“ya” reiin merasa seperti menjawab
*“*eh, apa yang barusan itu aku, kenapa aku tidak bisa mngendalikan tubuhku”
pikir reiin yang sedang melihat orrang di depannya
“kamu sudah mengahncurkan satu galaksi lagi” kata anak kecil yang di
depannya
“tidak apa-apakan galaksi itu juga sudah tercemar sama ************” kata
reiin yang tidak bisa mendengar kaliamt terakhir
“reihan, reiin bagaimana?, apa kalian sudah selesai?” tanya seorang anak
lagi yang mendekat
“kami sudah selesai” jawab anak yang di panggil reihan dengan penuh
semangat
“rian, bagaianmu bagaimana?’ tanya reiin
“aku sudah kelar” kata rian
“kakak.......” teriak seseorag dari jauh
“mia, rias!” respon mereka bertiga saat melhat dua gadis sedang terbang ke
arah mereka
“apa kalain sudh selesai?” tanya anak perempuan kepada mereka bertiga
“kami brusan sudah selesai” jawab salah satu anak gadis itu
“kak” panggil salah satu anak
“apa mia” jawab reiin dengan senyuman
“aku mau berkeliling alam semesta ini, apa kau boleh pergi?” tanya mia yang
sangat ingin
“kakak tidak bisa membiarkan kamu pergi sendirian, apa lagi kamu adik kakak,
suara yang merasa bereta melepaskan adiknya
“sebaiknya kamu hidup di bumi dengan kakak saja, lagian kita juga masih SD”
kata reiin demgan sangat berat sekli melepaskan adiknya
“tapi kak...” mia tiba-tiba berhenti bicara
“sudah-sudah sebaiknya kalian jangan bertengkar” kata rian dengan penuh
semangat
“biar aku yang menemani mia, bagaimana?” kata rian yang sedang terlhat
gembira
“hah” respon semua anak-anak itu sedikit terkejut
“apa yang kalian sedang pikirkan tentangku?” tanya lagi rian yang merasa
kesal
“aku tidak mengizinkannya” kata reiin lagi sambil membalikkan badannya dari
teman-temannya
“kakak” guman mia yang terlihat agak kecewa
“kenapa kamu tidak mau membiarkannya pergi?” tanya rian yang semakin kesal
saat melihat reiin membalikkan badannya
“tentu saja kerena.... karena.....” reiin tidak melanjutkan kata-katanya
lagi dan terdiam
“apa kamu bilang?” tanya lagi rian nbingung dengan sikap reiin
“aku mau bilang......” berhenti lagi bicara
“ada denganmu sebenarnya?” kata rian yang langsuing membalikkan badan reiin
dengan paksa
“ahhhhh” teriak rian yang melihat muak reiin sedag merah sekali
“ada denganmu” tanya lagi rian yang sangat bingung sekali
Reiin tidak merespon
rian, dan malah membalikkan badannya lagi. Semua teman-temanya bingung sekli
dengan sikap reiin yang sangat berbeda
“kak, apa kita bisa bicara berdua?" tanya mia yang mendekati kakaknya
Semua teman-temanya
semakin bingung saja
“sebaiknya kita pergi dari sini” kata reihan mengajak rian dan rias
Rias dan rian melihat
reihan yang pergi menjauh. Karena mereka melihat reihan yang menjauh, mereka
__ADS_1
berdua mengikutinya
“kak, kenapa kita menjauh dari mereka berdua?” tanya rias yang bingung
sambil mengikuti kakaknya
“ya, memang ada masalah apa, sampai-sampai kita harus menjauh dari mereka?”
tanya ikut juga rian
“itu bukan urusan kita” jawab reihan dengan senyum senang
“hah, apa maksudmu” tanya rian yng tidak mengerti
“aku akan kasi tau, sebenarnya reiin suka sama mia” kata reihan dengan
santai
“ehhh..... sejak kapan dia menyukai adiknya” tanya rias yang terlihat
mukanya merah sedikit
“aku baru menyadarinya, aku juga sama” kata reihan dengan senyum kearah
adiknya
“jadi maksudmu apa?” tanya rian yang masih belum paham
“sepertinya kamu belum paham, sebaiknya jika kamu jatuh cinta dengan mia
saat dala perjalanan, apa yang akan terjadi?” tanya balik reihan pada rian
sambil berhenti setelah cukup jauh dari reiin
“aku belum pernah jatuh cinta, jadi aku belum tau” jawa rian dengn masih bingung
“lagi pula kita masih kecil” kata rian menambhakan lagi
“sebaiknya kamu jangan pernah jatuh hati pada adikku dan mia, karena jika
tidak mungkin hubungan persahabatan kita ini akan hancur” kata reihan dengan wajah
serius sambil menatap rian
“kenapa gadis bisa bikin persahabatna kita hancur?” tanya rian yang semain
bingung
“contoh paling mudah, seperti mobil mainan yang kita punya, pasti kita
sangat menyayanginya saat baru pertama kita beli, tapi lama kelamanaan kita
bosan akan memainkannya” kata reha mejelaskan
“terus selanjutnya?” tanya rian yang sudah mengerti
“setelah kita bosan memainkannya, kamu pasti merasa ingin berhent
memainkannya dan juga tidak rela memberikannya pada orang lain, jadi apa kamu
ingat saat kamu tidak kasi aku pinjam itu” tanya balik reihan sambil membuat
rian ingat kejadian di rumahnya
“maksudmu saat aku tidak kasi kamu pinjam mainan mobolku waktu itu” kata
rian yang sudah ingat
“ya, apa yang kamu rasakan saat itu?” tanya reihan lagi
“bagaimana ya, kalau tidak slah rasanya seperti tidak ingin berpisah, aku
ingin selalu merawatnya dan juga menjaga meski sudah tidak memainkannya lagi”
kata rian dengan santai sambil mengingat
“seperti itulah yang di rasakan reiin sekarang” kata reihan dengan serius
“tapi bedanya itu, reiin mecintai adiknya, andaikan jika kamu mengambil
k********annnya\, mungkin aku tidak bisa membelamu jika kamu di bunuh olehnya”
kata reihan dengan seius dan wajah terseyum seram
“oh jadi begitu” kata rian yang sudah paham
“sekarang aku sudah paham, tapi begaimana dengan adikmu yang di belakngmu
itu!, ada apa dengannya?” tanya rian yang penasaran dengan tingkah lakunya
rias yang sudah tidak kuat lagi mendengar pepbicaraan reihan
“dia lagi malu, karena pembicraan kita” kata reihan sambil mengelus kepala
adiknya
“apa yang kalian bicarakan?” tanya reiin yang datang menghampiri mereka
“kita membicarakan kalian” kata reihan dengan jujur sambil masih memegang
kepala adiknya
“membicarakan kami!, apa makasud kalian?” tanya mia yang sedang
merah mukanya
“kita kita membicrakan tentang perasaan kalian” respon reihan dengan tenang
sambil memluk adiknya
“jadi kamu juga suka sama adikmu?” tanya reiin dengan senyum kearah reihan
“ya” jawab singkat reihan dengan senyum
“entah kenapa rasanya kesal sekali meliha kalian begitu” kata rian
tiba-tiba setalah mendengar reiin dan reihan
“sebaiknya kamu juga segra menemukan orang yang berharga menurut kamu”
kata reiha dengan seyuman iseng
Mereka semua tertawa
bahagia sampai-sampai melupakan waktu
“DUARRRR......” tiba-tiba serangan kearah mereka
---
“ahhhhhh..........” kata reiin yang berteriak
“ternyata cuma mimpi”pikir reiin yang tiba-tiba bangun
“tapi kenapa rasanya sangt nyata sekali” guman reiin setelah bangun dari
tidurnya
__ADS_1
Bersambung>>>>>