Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

“kepala sekolah.... ahhhhhhh.....” misa tiba-tiba teriak kencang sekali


membuat keributan di kelasnya


“semuanya dengar, hari ini kita tidak akan di ajar  oleh kepala sekolah lagi” kata misa sambil


berteriak


“benarkah” jawab semua murid bersamaan dengan senang


“ya” jawan misa dengan wajah serius dan senang


“jadi siapa yang akan menggantikan kepala sekolah?” tanya seorang siswa


“katanya nanti dia akan masuk kesini” kata misa dengan senang


“ada orang di luar sepertinya itu gurunya” kata seorang siswa


                Setelah siswa itu


berkata begitu semua siswa langsung susuk di tempat masing-masing


“sepertinya aku tidak di anggap di kelas ini” pikir reiin yang dari tadi di


kelas tapi di abaikan leh semua murid


                Semua mrid melihat


keluar jendela melihat siapa yang akan masuk kelasnya. Saat seseorng lewat di


pintu yang di lihat reiin adalah papanya yang sedang menuju ruangan kepala


sekolah


“kenapa dia tidakmasuk kelas ini?” tanya seorang siswa


                Setelah itu kelas itu


mulai ribut sekali. Dan hanya memperdulikan diri mereka sendiri


“aneh sekali, siapa ya gurunya” pikir misa dari kursinya


“eh, mungkinkah!” misa tiba-tiba berdiri melihat ke depan melihat reiin


yang sedang duduk di kursi dengan nyaman


“guru pelajaran kita hari ini adalah b. Inggris” kata misa tiba-tiba


setelah melihat reiin yang duduk sambil memperhatikan setiap murid


                Setelah misa berkata


begitu, semua murid langsung menatap dia


“kalau begitu pelajaran kalian sama dengan kelas seblah?" tanya reiin dengan


sikap tenang sekali


“ya” jawab misa dengan sedikit takut


“kalau begitu sama seperti kelas sebalah, aku akan menyerahkan metode


belajarnya kepada kalian” kata reiin lagi dengan singkat


“baik, kami akan segera diskusikan, eh bukan, kami akan segera bicarakan”


kata misa yang ucapannya sedkit salah


                Setelah itu misa


lansung maju ke depan kelas


“baik semunya dengarkan, kita harus menentukan metode belajar kita sendiri


yang menurut kita baik” kata lisa sambil memberi kode pada teman-temannya


                Setelah misa memberi


kode semua murid langsung terdiam tanpa bersuara sedikitpun. Suasana di kelas


2-3 menjadi sangat sepi


seperti tidak ada kehidupan


“apa yang terjadi kenapa mereka dia., apa


jangan-jangan ada sesuatu yang membuat mereka merasa bersalah” pikir reiin  yang melihat saja  sambil melihat mereka yang terdiam dan tidak aa suara sedikitpun


“kenapa kalin semua diam” tanya reiin dengan sikap tenang


“kami sedang memikirkan cara belajar kami” kata misa yang ada di depan


dengan senyum paksaan kepada reiin


“ehhh, tapi bukannya kalian sedang takut sama aku kan!”


kata reiin sambil melihat misa dengan tatapan biasa


“maaf” kata misa langsung saat reiin melihatnya tatapan reiin seperti siap


melekukan sesuatu


“eh, apa yang kamu lakukan” tanya reiin yang bingung dengan tingkah misa


                Semua siswa dan siswi


tidak ada yang merespon, melainkan takut sekali


“apa yang terjadi selma beberapa jam ini” pikir reiin yang tidak


mengetahui sesuatu


“baik-baik, dengar semuanya” kata reiin sambil bernajak berdiri


“aku tidak tau apa yang kalian pikirkan tentangku, tapi sebaiknya kalian


tidak bicara yang buruk tentangku di belakang ya” kata reiin dengan santai


                Semua siswa dan murid


langsung gemetar dan takut, dan lisa yang berdiri di depan pling takut sekali

__ADS_1


“apa aku mengatakan sesuatu yang salah, apa yang


harus aku lakukan?”pikir


reiin yang melihat semua muridnya menundukkan kepala karena takut


“ehem, jadi kenapa kalian takut?” tanya reiin tanpa memperpanjang masalah


yang ada


                Semua siswa tidak ada


yang menjawab dan hanya diam saja


“sepetinya telah terjadi sesuatu” pikir reiin sambil mencari solusi


“aku akan menunjuk salah satu dari kalian untuk bicara semua tentang yang


terjadi sekrang juga” kata reiin sambil kembali duduk di kursinya setelah


berdiri sesaat


“kamu ceritakan sekrang juga” kata reiin sambil menunjuk misa yang sedang


berdiri di dekatnya


                Misa yang di tunjuk


tersenyum dengan sangat terpaksa sekali


“berhenti senyum seperti itu” kata reiin pada misa dengan tatapan kosong


                Misa langsung diam


tanpa ada ekpresi setelah reiin berkata begitu


“apa ada yang salah, sebaiknya aku mulai saja”pikir reiin sambil mengambil sesuatu dari


tasnya


“baik, nanti saja kita lajutkan sekrang kita mulai saja belajrnya ,dan kak


misa bisa duduk” kata reiin dengan naba bicara layaknya guru


“baik” jawab dengan suara kecil


                Reiin mulai mengajar


merka dengan santai, tapi semua murinya tidak ada satupun yang bebicara seperti


di kelas lain


­-


“permisi” kata papa reiin di ruang kepala sekolah


“mm, kamu ari” kata kepala sekolah yang melihat papa reiin masuk ke kantornya


“kamu masih saja dingin” kata papa reiin sambil melangkah ke meja tau di


ruang kepl sekolah


“jadi ada apa hari ini” tanya kepala sekolah dngan tetap mengrjakan


“tidak ada apa-apa, aku anya menaruh barang seperti biasa di ruangan itu”


kata papa reiin sambil mengambil buah di meja


“jadi gimana anak itu?” tanya papa reiin dengan serius


“aku tidak tau”jawab kepla sekolah yang masih sibuk denga urusannya


“seperti biasa kamu selalu saja tidak memperhatian orang” kata papa reiin


sambil tersenyum


“bagaimana istrimu menyukaimu” kata papa reiin sambil mengambil buah di atas meja


“itu bukan urusanmu, sebaiknya kamu pergi jika tidak ada urusan”kata kepala


sekolah yang terus bekerja


“menurutmu, aku kesini bukan karena ada urusan!” kata papa reiin yang


maulai serius


                Kepala sekolah yang


yang tadi serius mulai melepaskan pekrjaannya


“jadi apa sekrang?” tanya kepala sekolah sambil berjlan menuju meja tamu


“sepertinya organisasi itu sudah mulai bergerak, apa yang akan kamu


lakukan?” tanya papa reiin sambil makan buah


“aku tidak tau, tapi bukannya sudah di urus sama dia” katab kepala sekolah


sambil mengmabil buah


“ya, tapi sepertinya ini akan jadi seikit berbeda, sebaiknya apa yang akan


kamu lakukan” tanyalagi papa reiin dengan sikap tenang


“kalau itu, aku akan bertindak tergantung situasai yang akan terjadi, tapi


jika melibatkan keluargaku, aku harus turun tagan sendiri” kata kepala sekolah


“ya, memang seperti itu, kemungkinana besar keluaga kita juga akan terkena


dampaknya” kata papa reiin dengan serius


“sepertinya anakku juga tau pekerjannku” kata papa reiin dengan tenang


“kenapa dia bisa tau?” tanya kepla sekolah dengan sikap tenang


“aku tidak tau bagaimana dia tau, tapi tenang saja dia anak yang tau cara


mengurus masalah yang ada, makanya aku menyruh kamu menerimanya disini” kata


papa reiin dengan santai sambil mengambil lagi buah yang  dia atas meja

__ADS_1


“sepertinya kamu memikirkan hal lain sebelum memasukkannya kesini?” tanya


kepala sekolah sambil menatap papa reiin denga tatapan tajamnya


“ya, begitulah” kata papa reiin dengan singkat


“apa tidak tau apa yang kamu pikirkan, sebaiknya itu berdampak baik saja”


kata kepala sekolh sambil makan buah yang dia pegang


“ya, tentu saja itu akan berdampak baik”  kata papa reiin dengan tenang


                Setelah itu kepala


sekolah dan papa reiin melanjutkan bicaranya sampai selesai


-


“baik semuanya, sekrang pelajarn saya akhiri, jadi kak misa bisa menjelaskn


apa yang terjadi” tanya reiin setelah mengajar semua muridnya


“jika kalia tidak ada yang mau bicara, jangan harap kalian semua bisa lulus


dalam setiap ujian kalian, aku akan menggagalkan kalian meski nilai yang


kalian dapat sangat bagus” kata reiin dengan mengancam semua murinya


“kamu, bisa jelskan sedikit dengan kondisi tadi?” tanya reiin sambil


menujuk seorang siswi yang ddudk di depannya


“ja-j-jad-j.......” siswi itu dengan sedikit takut pada reiin


“aih, bisa lebih besar suaranya” kata reiin dengan suara biasa


“jadi begini, katanya ada seorang guru baru yang sangat kejam sekali, yang


menyiksa muridnya degan tugas” kata siswi itu dengan wajah yang berkeringat


karena takut


“jadi siapa gru itu” tanya reiin tanpa memperpanjang kondisi merka sambil


memandang dengan siswa-siswinya yang berkeringat sekali


“katanay dia berbadan seperti anak kecil, tapi dia sangat jahat pada


muridnya......” tidak lanjut bicara lagi seteah berkata begitu


“makasudmu  aku" kata reiin dengan


santai sambil menyebut dirinya


                Semua murid langsung


diam, tidak ada yang berani berbicara sedikitpun


“sepertinya aku benar” kata reiin sambil beranjak berdiri


“memang benar kalau aku kejam, tapi aku kejam karena kalian kejam pada


guru, jika kalian mendengar gosip seperti itu, tapi kebenarannya tidak terbukti


sebaiknya jangan percaya”  kata reiin


sambil beridi menjelaskan


“tapi kami tida pernah bebuat seperti itu kepada guru!” kata misa yang


muali bicara keras


“ya, terus kenapa kalian takut padaku?” tanya reiin lagi


“itu karena......” kata misa yang tidak melanjutkan kata-katanya


“apa jangan-jangn karena kabar angin yang tiak benar” kata reiin dengan


berusaha membuat semua siswa-siswinya tidak takut


“sepertinya kalian terlalu mudah percaya, pantas saja sekolah ini banyak


sekali muridnya” kata reiindengan senyuman yang membuat semua muridnya bingung


“apa maksdnya g-guru” tanya seorang murid yang berkaca mata  yang masih agak bingung dan takut


“bagaimana ya” kata reiin sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal


“maaf aku ngk bisa jelasin” kata reiin dengan senyum polos


“anu, guru saya mau tanya?” kata sorang siswi deng sedikit gugup


“ya, tanya saja” kata reiin sambil duduk kmbali di kursinya


“jadi siapa guru yang kejam dan kecil itu” tanya lagi karena masih penasaran


dengan guru itu


“aku tidak tau, aku baru mengaja hari ini, bagaimana aku tau” kata reiin


sanatai sambil memikirkanya


“jadi bukan gur..... jadi kami memanggil kamu  guru dengan sebitan apa?” tanya karena bingung mau panggil apa kepda reiin


“kalian bisa panggil aku adik saja, aku  juga masih sekolah, guru hanya kerja sampingan saja” kata reiin dengan


sopan dan tersenyum membuat mereka  tidak


takut lagi


“jadi kalau begitu kami panggil adik saja” kata seorang siswa


“baik, aku mau tanya lagi?” teriak seseorang yang sedang bersemangat


“adik kelas berapa?” tanya siswa itu


“aku juga, aku juga ,aku , aku aku.......” semua siswa jdinya bertanya


“sepertinya tidak terlalu sulit bagiku untuk


menanganinya”pikir reiin

__ADS_1


yang melihat semua muridnya ceria dan penuh semangat


Bersambung>>>>>


__ADS_2