
“kepala sekolah.... ahhhhhhh.....” misa tiba-tiba teriak kencang sekali
membuat keributan di kelasnya
“semuanya dengar, hari ini kita tidak akan di ajar oleh kepala sekolah lagi” kata misa sambil
berteriak
“benarkah” jawab semua murid bersamaan dengan senang
“ya” jawan misa dengan wajah serius dan senang
“jadi siapa yang akan menggantikan kepala sekolah?” tanya seorang siswa
“katanya nanti dia akan masuk kesini” kata misa dengan senang
“ada orang di luar sepertinya itu gurunya” kata seorang siswa
Setelah siswa itu
berkata begitu semua siswa langsung susuk di tempat masing-masing
“sepertinya aku tidak di anggap di kelas ini” pikir reiin yang dari tadi di
kelas tapi di abaikan leh semua murid
Semua mrid melihat
keluar jendela melihat siapa yang akan masuk kelasnya. Saat seseorng lewat di
pintu yang di lihat reiin adalah papanya yang sedang menuju ruangan kepala
sekolah
“kenapa dia tidakmasuk kelas ini?” tanya seorang siswa
Setelah itu kelas itu
mulai ribut sekali. Dan hanya memperdulikan diri mereka sendiri
“aneh sekali, siapa ya gurunya” pikir misa dari kursinya
“eh, mungkinkah!” misa tiba-tiba berdiri melihat ke depan melihat reiin
yang sedang duduk di kursi dengan nyaman
“guru pelajaran kita hari ini adalah b. Inggris” kata misa tiba-tiba
setelah melihat reiin yang duduk sambil memperhatikan setiap murid
Setelah misa berkata
begitu, semua murid langsung menatap dia
“kalau begitu pelajaran kalian sama dengan kelas seblah?" tanya reiin dengan
sikap tenang sekali
“ya” jawab misa dengan sedikit takut
“kalau begitu sama seperti kelas sebalah, aku akan menyerahkan metode
belajarnya kepada kalian” kata reiin lagi dengan singkat
“baik, kami akan segera diskusikan, eh bukan, kami akan segera bicarakan”
kata misa yang ucapannya sedkit salah
Setelah itu misa
lansung maju ke depan kelas
“baik semunya dengarkan, kita harus menentukan metode belajar kita sendiri
yang menurut kita baik” kata lisa sambil memberi kode pada teman-temannya
Setelah misa memberi
kode semua murid langsung terdiam tanpa bersuara sedikitpun. Suasana di kelas
2-3 menjadi sangat sepi
seperti tidak ada kehidupan
“apa yang terjadi kenapa mereka dia., apa
jangan-jangan ada sesuatu yang membuat mereka merasa bersalah” pikir reiin yang melihat saja sambil melihat mereka yang terdiam dan tidak aa suara sedikitpun
“kenapa kalin semua diam” tanya reiin dengan sikap tenang
“kami sedang memikirkan cara belajar kami” kata misa yang ada di depan
dengan senyum paksaan kepada reiin
“ehhh, tapi bukannya kalian sedang takut sama aku kan!”
kata reiin sambil melihat misa dengan tatapan biasa
“maaf” kata misa langsung saat reiin melihatnya tatapan reiin seperti siap
melekukan sesuatu
“eh, apa yang kamu lakukan” tanya reiin yang bingung dengan tingkah misa
Semua siswa dan siswi
tidak ada yang merespon, melainkan takut sekali
“apa yang terjadi selma beberapa jam ini” pikir reiin yang tidak
mengetahui sesuatu
“baik-baik, dengar semuanya” kata reiin sambil bernajak berdiri
“aku tidak tau apa yang kalian pikirkan tentangku, tapi sebaiknya kalian
tidak bicara yang buruk tentangku di belakang ya” kata reiin dengan santai
Semua siswa dan murid
langsung gemetar dan takut, dan lisa yang berdiri di depan pling takut sekali
__ADS_1
“apa aku mengatakan sesuatu yang salah, apa yang
harus aku lakukan?”pikir
reiin yang melihat semua muridnya menundukkan kepala karena takut
“ehem, jadi kenapa kalian takut?” tanya reiin tanpa memperpanjang masalah
yang ada
Semua siswa tidak ada
yang menjawab dan hanya diam saja
“sepetinya telah terjadi sesuatu” pikir reiin sambil mencari solusi
“aku akan menunjuk salah satu dari kalian untuk bicara semua tentang yang
terjadi sekrang juga” kata reiin sambil kembali duduk di kursinya setelah
berdiri sesaat
“kamu ceritakan sekrang juga” kata reiin sambil menunjuk misa yang sedang
berdiri di dekatnya
Misa yang di tunjuk
tersenyum dengan sangat terpaksa sekali
“berhenti senyum seperti itu” kata reiin pada misa dengan tatapan kosong
Misa langsung diam
tanpa ada ekpresi setelah reiin berkata begitu
“apa ada yang salah, sebaiknya aku mulai saja”pikir reiin sambil mengambil sesuatu dari
tasnya
“baik, nanti saja kita lajutkan sekrang kita mulai saja belajrnya ,dan kak
misa bisa duduk” kata reiin dengan naba bicara layaknya guru
“baik” jawab dengan suara kecil
Reiin mulai mengajar
merka dengan santai, tapi semua murinya tidak ada satupun yang bebicara seperti
di kelas lain
-
“permisi” kata papa reiin di ruang kepala sekolah
“mm, kamu ari” kata kepala sekolah yang melihat papa reiin masuk ke kantornya
“kamu masih saja dingin” kata papa reiin sambil melangkah ke meja tau di
ruang kepl sekolah
“jadi ada apa hari ini” tanya kepala sekolah dngan tetap mengrjakan
“tidak ada apa-apa, aku anya menaruh barang seperti biasa di ruangan itu”
kata papa reiin sambil mengambil buah di meja
“jadi gimana anak itu?” tanya papa reiin dengan serius
“aku tidak tau”jawab kepla sekolah yang masih sibuk denga urusannya
“seperti biasa kamu selalu saja tidak memperhatian orang” kata papa reiin
sambil tersenyum
“bagaimana istrimu menyukaimu” kata papa reiin sambil mengambil buah di atas meja
“itu bukan urusanmu, sebaiknya kamu pergi jika tidak ada urusan”kata kepala
sekolah yang terus bekerja
“menurutmu, aku kesini bukan karena ada urusan!” kata papa reiin yang
maulai serius
Kepala sekolah yang
yang tadi serius mulai melepaskan pekrjaannya
“jadi apa sekrang?” tanya kepala sekolah sambil berjlan menuju meja tamu
“sepertinya organisasi itu sudah mulai bergerak, apa yang akan kamu
lakukan?” tanya papa reiin sambil makan buah
“aku tidak tau, tapi bukannya sudah di urus sama dia” katab kepala sekolah
sambil mengmabil buah
“ya, tapi sepertinya ini akan jadi seikit berbeda, sebaiknya apa yang akan
kamu lakukan” tanyalagi papa reiin dengan sikap tenang
“kalau itu, aku akan bertindak tergantung situasai yang akan terjadi, tapi
jika melibatkan keluargaku, aku harus turun tagan sendiri” kata kepala sekolah
“ya, memang seperti itu, kemungkinana besar keluaga kita juga akan terkena
dampaknya” kata papa reiin dengan serius
“sepertinya anakku juga tau pekerjannku” kata papa reiin dengan tenang
“kenapa dia bisa tau?” tanya kepla sekolah dengan sikap tenang
“aku tidak tau bagaimana dia tau, tapi tenang saja dia anak yang tau cara
mengurus masalah yang ada, makanya aku menyruh kamu menerimanya disini” kata
papa reiin dengan santai sambil mengambil lagi buah yang dia atas meja
__ADS_1
“sepertinya kamu memikirkan hal lain sebelum memasukkannya kesini?” tanya
kepala sekolah sambil menatap papa reiin denga tatapan tajamnya
“ya, begitulah” kata papa reiin dengan singkat
“apa tidak tau apa yang kamu pikirkan, sebaiknya itu berdampak baik saja”
kata kepala sekolh sambil makan buah yang dia pegang
“ya, tentu saja itu akan berdampak baik” kata papa reiin dengan tenang
Setelah itu kepala
sekolah dan papa reiin melanjutkan bicaranya sampai selesai
-
“baik semuanya, sekrang pelajarn saya akhiri, jadi kak misa bisa menjelaskn
apa yang terjadi” tanya reiin setelah mengajar semua muridnya
“jika kalia tidak ada yang mau bicara, jangan harap kalian semua bisa lulus
dalam setiap ujian kalian, aku akan menggagalkan kalian meski nilai yang
kalian dapat sangat bagus” kata reiin dengan mengancam semua murinya
“kamu, bisa jelskan sedikit dengan kondisi tadi?” tanya reiin sambil
menujuk seorang siswi yang ddudk di depannya
“ja-j-jad-j.......” siswi itu dengan sedikit takut pada reiin
“aih, bisa lebih besar suaranya” kata reiin dengan suara biasa
“jadi begini, katanya ada seorang guru baru yang sangat kejam sekali, yang
menyiksa muridnya degan tugas” kata siswi itu dengan wajah yang berkeringat
karena takut
“jadi siapa gru itu” tanya reiin tanpa memperpanjang kondisi merka sambil
memandang dengan siswa-siswinya yang berkeringat sekali
“katanay dia berbadan seperti anak kecil, tapi dia sangat jahat pada
muridnya......” tidak lanjut bicara lagi seteah berkata begitu
“makasudmu aku" kata reiin dengan
santai sambil menyebut dirinya
Semua murid langsung
diam, tidak ada yang berani berbicara sedikitpun
“sepertinya aku benar” kata reiin sambil beranjak berdiri
“memang benar kalau aku kejam, tapi aku kejam karena kalian kejam pada
guru, jika kalian mendengar gosip seperti itu, tapi kebenarannya tidak terbukti
sebaiknya jangan percaya” kata reiin
sambil beridi menjelaskan
“tapi kami tida pernah bebuat seperti itu kepada guru!” kata misa yang
muali bicara keras
“ya, terus kenapa kalian takut padaku?” tanya reiin lagi
“itu karena......” kata misa yang tidak melanjutkan kata-katanya
“apa jangan-jangn karena kabar angin yang tiak benar” kata reiin dengan
berusaha membuat semua siswa-siswinya tidak takut
“sepertinya kalian terlalu mudah percaya, pantas saja sekolah ini banyak
sekali muridnya” kata reiindengan senyuman yang membuat semua muridnya bingung
“apa maksdnya g-guru” tanya seorang murid yang berkaca mata yang masih agak bingung dan takut
“bagaimana ya” kata reiin sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal
“maaf aku ngk bisa jelasin” kata reiin dengan senyum polos
“anu, guru saya mau tanya?” kata sorang siswi deng sedikit gugup
“ya, tanya saja” kata reiin sambil duduk kmbali di kursinya
“jadi siapa guru yang kejam dan kecil itu” tanya lagi karena masih penasaran
dengan guru itu
“aku tidak tau, aku baru mengaja hari ini, bagaimana aku tau” kata reiin
sanatai sambil memikirkanya
“jadi bukan gur..... jadi kami memanggil kamu guru dengan sebitan apa?” tanya karena bingung mau panggil apa kepda reiin
“kalian bisa panggil aku adik saja, aku juga masih sekolah, guru hanya kerja sampingan saja” kata reiin dengan
sopan dan tersenyum membuat mereka tidak
takut lagi
“jadi kalau begitu kami panggil adik saja” kata seorang siswa
“baik, aku mau tanya lagi?” teriak seseorang yang sedang bersemangat
“adik kelas berapa?” tanya siswa itu
“aku juga, aku juga ,aku , aku aku.......” semua siswa jdinya bertanya
“sepertinya tidak terlalu sulit bagiku untuk
menanganinya”pikir reiin
__ADS_1
yang melihat semua muridnya ceria dan penuh semangat
Bersambung>>>>>