
“’a-a-a-a tes, tes, tes, sepertinya berfungsi, darimana mulainya ya, ooo
mualai dari sini saja, halo reihan ini papa, jika kamu sudah menemukan pesawat
ini pasti kamu mau menjelajah semesta ini, ayah buatkan pesawat ini untuk kamu, sebenarnya ayah bukan
dari planet ini, ayah sebenarnya berasa
dari planet lain, dulu ayah punya keinginan sangat besar sekali yaitu
menjelajah dunia. Ayah tentunya pergi bekeliling dunia, tapi papa belum merasa
sangat puas, papa ingin sekali menjelajah kedunia lain. Karena saking inginnya
pergi, jadi ayah buat satu buah pesawat luar angkasa untuk satu orang. Dan ayah
membuat pesawat itu, butuh waktu yang sangat lama sekli membuat pesawat luar
angkasa itu, ngomong-ngomong saat itu umur ayah masih 16 tahun saat membuat
pesawat luar angksa. Ayah butuh waktu 3 tahun untuk membuat pesawat itu tanpa
ada yang mengetahui, ayah di dunia itu adalah orang kaya uang tidak ada
habis-habisnya, makanya papa berkeliling mencari bahan di seluruh dunia. Waktu
pertama kali ayah coba pesawat itu langsung bisa melayang, ayah sembunyi-sembunyi membuatnya.
Waktu ayah mau berangkat ke luar angkasa ayah membeli perlengkapan pertempuran
buat melinduingi diri ayah dan juga menambahkan beberapa alat misil buatan
sendiri di pesawat luar angkasa ayah. Setelah ayah selesai membuatnya ayah pamit
sama keluarga ayah. Tapi saat pamit semua keluarga ayah menolak untuk
berpergian, ayah saat itu merasa sangat putus asa sekali, tapi di saat ayah
putus asa, adik ayah memberi semangat untuk ayah, stelah ayah mersa baikan ayah
minta izin sekli lagi, tapi tetap juga
tida di izinkan, tapi waktu itu adik ayah bela ayah dan karna adik ayah membela
ayah waktu itu, dia di usir dari rumah, ayah memtuskan juga ikut adi ayah waktu
itu, sebagai kakak waktu itu hanya bisa membebani adik pikir ayah sih waktu itu,
tapi waktu ayah ikut pergi ikuti adik timbullah masalah, kami tidak di izinkan
pulang lagi atau meminta uang dan semua fasilitas yang kami dapat di tarik
semua, setelah itu kami hanya berpakain seragan yang kami pakai terakhir.
Setelah kami kehilangan semua fasilitas dan dikeluarkan dari keluarga adikku malah sangat senang
sekali, waktu itu ayah sangat bingung sekali dengan adik ayah yang sangat
senang sekali dan papa tanya dia malah bilang gini ‘aku senang karena aku
bisa menentukan hidupku sendiri sekrang, tapi kayaknya kita tidak akan bisa
hidup tenang seperti yang kita inginkan kecuali kita jadi no. Satu di dunia
ini’. Waktu itu ayah kira adik ayah berbohong bahkan ayah sampai
mentertawakan adik ayah, tapi tatapan adik ayah waktu berubah drastis sekali
berbeda sekali saat di rumah yang penuh dengan kemewahan. Jadi ayah juga
putuskan untuk melanjutkan keinginan ayah. Setelah itu ayah pergi meninggalkan
adik ayah dan tidak pernah bertemu dengannya lagi. Itu saja yang ayah simpan
untuk rekaman ini untuk anak ayah yang ayah sayangi” kata rekaman ayah reihan
“ayah kenapa ayah tidak cerita saja caranya” kata reiin setelah mendengar
rekaman ayahnya sambil menahan tangisnya
“ehm, ayah lupa kasi tau, tujuan
tujuan pesawat ini ayah baut lagi karena ayah ingin pulang melihat adik ayah,
tapi ayah sudah memutuskan untuk
memberikan ini pada anak ayah, jika sauatu hari nanti ada sesuatu kejadian yang
tidak kamu duga, maka ini akan jadi penyelamat buat kamu suatu saat nanti,
untuk menu panduannya cara mengendalikan pesawat ini ada pada tumpukan rekaman
di balik tirai” kata rekaman ayahnya yang belum berakhir
“ayah jadi selama ini ayah memperhatikan aku”pikir reihan yang sedihnya mulai sedikit
mereda
Reihan yang masih
memegang rekaman ayahnya masih merasa sangt sedih sekali, karena mendengar
suara ayahnya dari rekaman. Dalam pesawat itu reihan terus berusaha bertahan
selama yang dia bisa dan entah sampai kapan dia akan di dalam lubang itu.
-
ALAM
SEMESTA/PLANET BUMI
“pa,disni” teriak reiin yang melihat papanya di gerbang sekolah
Papa reiin berjalan
mendekati reiin yang sedang menujun kearahnya
__ADS_1
“jadi, bagaimana rasanya jadi guru?” tanya papa reiin yang berjalan di
dektanya menuju mobil
“bagaimana ya, sepertinya reiin belum biisa menjelaskannya” respon reiin dengan singkat
“mana lisa?” tanya papa rein sambil memaiknkan ponselnya
“sepertinya masih ada kelas dia pa” jawab reiin dengan sopan
“terus kenapa papa datang kesini?” tanya reiin dengan bicara biasa
“papa ada urusan sam kepala sekolah” jawab papa reii yangs edang membalas
semua pesan masuk
“tapi kenapa minta reiin keluar?” tanya eiin yan keluar tanpa membawa
brang-barangnya
“tidak ada apa-apa, hanya menyruh kamu temani papa saja” jawab papa reiin
sebiasa mungkin
“oh begitu, kalau gitu ayo kembali ke ruangan kepapa sekolah, aku juga
masih meninggalkan makananku di kanti” kata reiin yang masih mengingat
makanannya
“jadi tadi kamu masih makan?” tanya papa reiin yang membuka pintu bobil
“ya” jawa singkat reiin sambil mengambil tas
“bantu papa bawa tas papa ke kantor kepala sekolah” minta tolong papa reiin
sambil menyerahkan tasnya pada reiin
Reiin tanpa merespon
langsung mengambil tas milik ayahnya yang di ulurkan padanya. Setelah itu papa
reiin membuka belakng mobilnya dan mengambil kardus yang cukup besar
“apa itu?” tanya reiin sambil melihat ayah sedang menutup pintu belang
mobilnya
“ini nanti kamu juga tau” kata papa reiin sambil mengngkat kardus itu
“ayo cepat, papa mau pergi setelah ini” kata papa reiin sambil mengangkat
kardus dengan sangat mudah
“ya, papa duluan” kata reiin yang menyuruh papa jadi depan
Tanpa papa reiin
merespon, mereka langsung jalan ke ruangan kepala sekolah. Papa reiin di
perhatikan oleh semua murid di sekolah itu karena terlalu mencolok membawa
kardus
“tidak ada apa-apa, papa hanya cuma iseng saja” kata papa reiin dengan sigkat
“iseng?” reiin bingung dengan ucapan papanya yang menjawan dengan santai
“pa, kita mau kemana?, bukannya itu jalan menuju ke dalam sekolh?” tanya reiin
yang semaki bingung
“ya, kita lewat sana” kata papa reiin denga singkat
“apa yang dipikirkan papa” pikir reiin yang semaikn bingung
Reiin yang bingung
hanya bisa mengikuti papanya dari belakang, reiin menjadi pusat perjatian murid
karena mengikuti ayahnya dari belakang
“apa yang ada dalam pikiran semua orang” pikir reiin yang melirik tatapan
orang kepadanya
“bisa bantu papa buka pintu itu?” tanya papa reiin yang datang di dekat
kamar ganti siswi
“pintu apa itu?” tanya reii sebelum membuka pintunya
“nanti kamu juga tau, sekrang bisa bantu buka pintunya!” respon lagi papa
reiin
Reiin tanpa merespon
langsung membuka pintu itu
“wahhhh apa ini?” kata reiin yang melihat banyak sekali sampah dan benda
berharga lainnya
“kenpa sampah ini banyak sekali?” tanya reiin yang sedikit pensaran
“ini bukan sampah” kata papa reiin sambil meletakkan kardus itu
“ini papa kumpulkan untuk membuat sesuatu, semua barang yang tidak terpakai
ini kamu bisa gunakan untuk apa saja, papa ingin memperlihat ini untuk kamu”
kata papa reiin dengan senyum senang
“untukku?” kata rein yang masih agak bingung
“ya, kamu mungkin akan membutuhkan suatu hari nanti” kata papa reiin dengan
__ADS_1
santai sambil mengeluarkan barang-barang dari kardus
Setelah papa reiin
berkata begitu, reiin melihat lagi sekeliling dengan lebih teliti
“pa, komputer siapa ini?” tanya reiin yag melihat sebuah komputer yang masih menyala
“oh itu, komputer punya kakak papa” jawab papa reiin dengan senyuman
mengingat
“kakak ayah, kenapa papa tidak pernah cerita sebelumnya” tanya reiin yang
penasaran
“kalian tidak pernah tanyakan?” jawab singkat papa reiin yang sedang menarh
barng yng di keluarkannya
“benar juga” kata reiin sambil
memperhatikan komputer itu
“apa boleh aku memainkan komputer ini?’ tanya reiin pada papanya karena
sangat penasaran dengan komputer itu
“mainkan saja, tapi jangan hilngkan semua isi atau berkasnya” kata papa
reiin yang masih menaruh barang-barang
Reiin yang sudah di
beri izin tanpa ragu lgi reiin membuka laptop itu.
“pa kenapa cuma ada satu folder?” tanya reiin yang hanya menemukan folder
saja
“papa juga tidak tau, papa tidak pernah membukanya jadi papa tidak tau apa
isi folder itu” jawab papa reiin yang terus menaruh benda
Reiin yang penasaran
langsung membuka folder itu
“apa ini, ini bukan folder” pikir reiin yang meenemukan sebuah
rancangan sesuatu
“rancangan apa ini?, ini bukan rancangan biasa?” pikir reiin setelah
melihat rancnagn itu dengan setelitnya
“pesan suara!” pikir reiin yang melihat sebuah pesan suara di dlam
rancangan itu
Tanpa ragu reiin
langsung memutarya
“kenapa tidak ada suaranya” pikir rein yang tidak mendengar suara
dari rekaman itu
“sepertinya papa sangat sibuk, apa yang au harus lakukan” pikir reiin yang
mulai penasaran dengan rekaman suara yang ada di komputer itu
“TIIIING” suara bel masuk kelas terakhir terdengar
“sebaiknya nanti saja aku lanjutkan” pikir reiin yang langsung berdiri
setelah menutup komputer itu
“pa aku masuk dulu, papa kapan akan pergi?” tanya reiin sambil berjlan
menuju pintu
“nanti, papa disini masih banyak urusan, nanti temui papa di ruangan kepala
sekolah, oh sekalian ajak lisa juga” kata papa reiin yang masih sibuk menata di
dalam ruangan itu
“kalau gitu reiin pergi pa” jawab reiin sambil mennggalkan papanya
Papa reiin tidak
merespon sama sekali, tapi reiin tidak merasa di abaikan
“setelah ini kelas terakhir kah”pikir reiin langsung menuju kelas tempt
dia akan mengajar
“apa yang akan terjadi kali ini” kata reiin sambil berjlan menuju kelas 2-3
-
“ini dia” kata reiin setelah sampai di pintu kelas
Tanpa ragu lagi reiin
langsung masuk ke kelas. Semua orang memperhatikan reiin yang masuk kelas
mereka
“kenapa kamu masuk sini?” tanya seseorang yang datang kepada reiin
“eh kak misa” kata reiin yang pura-pura polos
“aku datang atas perintah kepala sekolah” kata reiin jawab singkat sambil
mengambil kursi dan di tarik keluar
__ADS_1
Bersambung>>>>>