Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

“’a-a-a-a tes, tes, tes, sepertinya berfungsi, darimana mulainya ya, ooo


mualai dari sini saja, halo reihan ini papa, jika kamu sudah menemukan pesawat


ini pasti kamu mau menjelajah semesta ini, ayah buatkan pesawat ini untuk kamu, sebenarnya ayah bukan


dari planet ini, ayah sebenarnya  berasa


dari planet lain, dulu ayah punya keinginan sangat besar sekali yaitu


menjelajah dunia. Ayah tentunya pergi bekeliling dunia, tapi papa belum merasa


sangat puas, papa ingin sekali menjelajah kedunia lain. Karena saking inginnya


pergi, jadi ayah buat satu buah pesawat luar angkasa untuk satu orang. Dan ayah


membuat pesawat itu, butuh waktu yang sangat lama sekli membuat pesawat luar


angkasa itu, ngomong-ngomong saat itu umur ayah masih 16 tahun saat membuat


pesawat luar angksa. Ayah butuh waktu 3 tahun untuk membuat pesawat itu tanpa


ada yang mengetahui, ayah di dunia itu adalah orang kaya uang tidak ada


habis-habisnya, makanya papa berkeliling mencari bahan di seluruh dunia. Waktu


pertama kali ayah coba pesawat itu langsung bisa  melayang, ayah sembunyi-sembunyi membuatnya.


Waktu ayah mau berangkat ke luar angkasa ayah membeli perlengkapan pertempuran


buat melinduingi diri ayah dan juga menambahkan beberapa alat misil buatan


sendiri di pesawat luar angkasa ayah. Setelah ayah selesai membuatnya ayah pamit


sama keluarga ayah. Tapi saat pamit semua keluarga ayah menolak untuk


berpergian, ayah saat itu merasa sangat putus asa sekali, tapi di saat ayah


putus asa, adik ayah memberi semangat untuk ayah, stelah ayah mersa baikan ayah


minta izin sekli  lagi, tapi tetap juga


tida di izinkan, tapi waktu itu adik ayah bela ayah dan karna adik ayah membela


ayah waktu itu, dia di usir dari rumah, ayah memtuskan juga ikut adi ayah waktu


itu, sebagai kakak waktu itu hanya bisa membebani adik pikir ayah sih waktu itu,


tapi waktu ayah ikut pergi ikuti adik timbullah masalah, kami tidak di izinkan


pulang lagi atau meminta uang dan semua fasilitas yang kami dapat di tarik


semua, setelah itu kami hanya berpakain seragan yang kami pakai terakhir.


Setelah kami kehilangan semua fasilitas dan dikeluarkan  dari keluarga adikku malah sangat senang


sekali, waktu itu ayah sangat bingung sekali dengan adik ayah yang sangat


senang sekali dan papa tanya dia malah bilang gini ‘aku senang karena aku


bisa menentukan hidupku sendiri sekrang, tapi kayaknya kita tidak akan bisa


hidup tenang seperti yang kita inginkan kecuali kita jadi no. Satu di dunia


ini’. Waktu itu ayah kira adik ayah berbohong bahkan ayah sampai


mentertawakan adik ayah, tapi tatapan adik ayah waktu berubah drastis sekali


berbeda sekali saat di rumah yang penuh dengan kemewahan. Jadi ayah juga


putuskan untuk melanjutkan keinginan ayah. Setelah itu ayah pergi meninggalkan


adik ayah dan tidak pernah bertemu dengannya lagi. Itu saja yang ayah simpan


untuk rekaman ini untuk anak ayah yang ayah sayangi” kata rekaman ayah reihan


“ayah kenapa ayah tidak cerita saja caranya” kata reiin setelah mendengar


rekaman ayahnya sambil menahan tangisnya


 “ehm, ayah lupa kasi tau, tujuan


tujuan pesawat ini ayah baut lagi karena ayah ingin pulang melihat adik ayah,


tapi  ayah sudah memutuskan untuk


memberikan ini pada anak ayah, jika sauatu hari nanti ada sesuatu kejadian yang


tidak kamu duga, maka ini akan jadi penyelamat buat kamu suatu saat nanti,


untuk menu panduannya cara mengendalikan pesawat ini ada pada tumpukan rekaman


di balik tirai” kata rekaman ayahnya yang belum berakhir


“ayah jadi selama ini ayah memperhatikan aku”pikir reihan yang sedihnya mulai sedikit


mereda


                Reihan yang masih


memegang rekaman ayahnya masih merasa sangt sedih sekali, karena mendengar


suara ayahnya dari rekaman. Dalam pesawat itu reihan terus berusaha bertahan


selama yang dia bisa dan entah sampai kapan dia akan di dalam lubang itu.


-


ALAM


SEMESTA/PLANET BUMI


“pa,disni” teriak reiin yang melihat papanya di gerbang sekolah


                Papa reiin berjalan


mendekati reiin yang sedang menujun kearahnya

__ADS_1


“jadi, bagaimana rasanya jadi guru?” tanya papa reiin yang berjalan di


dektanya menuju mobil


“bagaimana ya, sepertinya reiin belum biisa menjelaskannya” respon  reiin dengan singkat


“mana lisa?” tanya papa rein sambil memaiknkan ponselnya


“sepertinya masih ada kelas dia pa” jawab reiin dengan sopan


“terus kenapa papa datang kesini?” tanya reiin dengan bicara biasa


“papa ada urusan sam kepala sekolah” jawab papa reii yangs edang membalas


semua pesan masuk


“tapi kenapa minta reiin keluar?” tanya eiin yan keluar tanpa membawa


brang-barangnya


“tidak ada apa-apa, hanya menyruh kamu temani papa saja” jawab papa reiin


sebiasa mungkin


“oh begitu, kalau gitu ayo kembali ke ruangan kepapa sekolah, aku juga


masih meninggalkan makananku di kanti” kata reiin yang masih mengingat


makanannya


“jadi tadi kamu masih makan?” tanya papa reiin yang membuka pintu bobil


“ya” jawa singkat reiin sambil mengambil tas


“bantu papa bawa tas papa ke kantor kepala sekolah” minta tolong papa reiin


sambil menyerahkan tasnya pada reiin


                Reiin tanpa merespon


langsung mengambil tas milik ayahnya yang di ulurkan padanya. Setelah itu papa


reiin membuka belakng mobilnya dan mengambil kardus yang cukup besar


“apa itu?” tanya reiin sambil melihat ayah sedang menutup pintu belang


mobilnya


“ini nanti kamu juga tau” kata papa reiin sambil mengngkat kardus itu


“ayo cepat, papa mau pergi setelah ini” kata papa reiin sambil mengangkat


kardus dengan sangat mudah


“ya, papa duluan” kata reiin yang menyuruh papa jadi depan


                Tanpa papa reiin


merespon, mereka langsung jalan ke ruangan kepala sekolah. Papa reiin di


perhatikan oleh semua murid di sekolah itu karena terlalu mencolok membawa


kardus


“tidak ada apa-apa, papa hanya cuma iseng saja” kata papa reiin dengan sigkat


“iseng?” reiin bingung dengan ucapan papanya yang menjawan dengan santai


“pa, kita mau kemana?, bukannya itu jalan menuju ke dalam sekolh?” tanya reiin


yang semaki bingung


“ya, kita lewat sana” kata papa reiin denga singkat


“apa yang dipikirkan papa” pikir reiin yang semaikn bingung


                Reiin yang bingung


hanya bisa mengikuti papanya dari belakang, reiin menjadi pusat perjatian murid


karena mengikuti ayahnya dari belakang


“apa yang ada dalam pikiran semua orang” pikir reiin yang melirik tatapan


orang kepadanya


“bisa bantu papa buka pintu itu?” tanya papa reiin yang datang di dekat


kamar ganti siswi


“pintu apa itu?” tanya reii sebelum membuka pintunya


“nanti kamu juga tau, sekrang bisa bantu buka pintunya!” respon lagi papa


reiin


                Reiin tanpa merespon


langsung membuka pintu itu


“wahhhh apa ini?” kata reiin yang melihat banyak sekali sampah dan benda


berharga lainnya


“kenpa sampah ini banyak sekali?” tanya reiin yang sedikit pensaran


“ini bukan sampah” kata papa reiin sambil meletakkan kardus itu


“ini papa kumpulkan untuk membuat sesuatu, semua barang yang tidak terpakai


ini kamu bisa gunakan untuk apa saja, papa ingin memperlihat ini untuk kamu”


kata papa reiin dengan senyum senang


“untukku?” kata rein yang masih agak bingung


“ya, kamu mungkin akan membutuhkan suatu hari nanti” kata papa reiin dengan

__ADS_1


santai sambil mengeluarkan barang-barang dari kardus


                Setelah papa reiin


berkata begitu, reiin melihat lagi sekeliling dengan lebih teliti


“pa, komputer siapa ini?” tanya reiin yag melihat  sebuah komputer yang masih menyala


“oh itu, komputer punya kakak papa” jawab papa reiin dengan senyuman


mengingat


“kakak ayah, kenapa papa tidak pernah cerita sebelumnya” tanya reiin yang


penasaran


“kalian tidak pernah tanyakan?” jawab singkat papa reiin yang sedang menarh


barng yng di keluarkannya


“benar  juga” kata reiin sambil


memperhatikan komputer itu


“apa boleh aku memainkan komputer ini?’ tanya reiin pada papanya karena


sangat penasaran dengan komputer itu


“mainkan saja, tapi jangan hilngkan semua isi atau berkasnya” kata papa


reiin yang masih menaruh barang-barang


                Reiin yang sudah di


beri izin tanpa ragu lgi reiin membuka laptop itu.


“pa kenapa cuma ada satu folder?” tanya reiin yang hanya menemukan folder


saja


“papa juga tidak tau, papa tidak pernah membukanya jadi papa tidak tau apa


isi folder itu” jawab papa reiin yang terus menaruh benda


                Reiin yang penasaran


langsung membuka folder itu


“apa ini, ini bukan folder” pikir reiin yang meenemukan sebuah


rancangan sesuatu


“rancangan apa ini?, ini bukan rancangan biasa?” pikir reiin setelah


melihat rancnagn itu dengan setelitnya


“pesan suara!” pikir reiin yang melihat sebuah pesan suara di dlam


rancangan itu


                Tanpa ragu reiin


langsung memutarya


“kenapa tidak ada suaranya” pikir rein yang tidak mendengar suara


dari rekaman itu


“sepertinya papa sangat sibuk, apa yang au harus lakukan” pikir reiin yang


mulai penasaran dengan rekaman suara yang ada di komputer itu


“TIIIING” suara bel masuk kelas terakhir terdengar


“sebaiknya nanti saja aku lanjutkan” pikir reiin yang langsung berdiri


setelah menutup komputer itu


“pa aku masuk dulu, papa kapan akan pergi?” tanya reiin sambil berjlan


menuju pintu


“nanti, papa disini masih banyak urusan, nanti temui papa di ruangan kepala


sekolah, oh sekalian ajak lisa juga” kata papa reiin yang masih sibuk menata di


dalam ruangan itu


“kalau gitu reiin pergi pa” jawab reiin sambil mennggalkan papanya


                Papa reiin tidak


merespon sama sekali, tapi reiin tidak merasa di abaikan


“setelah ini kelas terakhir kah”pikir reiin langsung menuju kelas tempt


dia akan mengajar


“apa yang akan terjadi kali ini” kata reiin sambil berjlan menuju kelas 2-3


-


“ini dia” kata reiin setelah sampai di pintu kelas


                Tanpa ragu lagi reiin


langsung masuk ke kelas. Semua orang memperhatikan reiin yang masuk kelas


mereka


“kenapa kamu masuk sini?” tanya seseorang yang datang kepada reiin


“eh kak misa” kata reiin yang pura-pura polos


“aku datang atas perintah kepala sekolah” kata reiin jawab singkat sambil


mengambil kursi dan di tarik keluar

__ADS_1


Bersambung>>>>>


__ADS_2