Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

“tadi kamu di panggil mama lo” bisik reiin lagi pada lisa setelah mamanya


pergi ke dapur


“apa yang kamu lakukkan reiin?” tanya papa reiin yang melihat reiin


membisik lisa


“tidak ada, cuma penasaran sama kak lisa yang diam saja dari tadi” kata


reiin dengan santai meski ketahuan


“tapi kenapa kamu membisiknya?” tanya papa reiin melihantnya di waktu yang


tidak tepat


“karena mama menanyakannya tadi, tapi kak lisa diam saja tidak merespon


mama, makanya aku bisik mungkin saja akan sadar” jawab reiin sengan santai dan


tenang


“apa yang kalian ributkan?” tanya andi yang terlihat baru bangun


“apa kamu tertidur?” tanya reiin yang melihat wajah kusut andi


“eh, sepertinya ya” respon andi sambil meregangkan badannya


“kak lisa kenapa” tanya andi yang melihat lisa dian saja duduk di kursinya


“tidak tau” respon reiin singkat sambil melihat makanan di atas meja yang


hampir siap


“ini yang terakhir” kata mama reiin yang menaruh makanan terakhirnya


“tunggu mama” kata mama reiin sambil melangkan ke dapur untuk manaruh


celemeknya


                Setelah mama mereka


berkata begitu reiin dan andi menaruh piring di depan mereka dan papanya.


Setelah itu mama mereka datang dan dudk di sebelah andi


“kak lisa, ayo kita makan” kata reiin yang didekatnya sambil menaruhkannya


piring


                Lisa tidak merespondan


tetap saja masih bengong


“apa lisa baik-baik saja?” tanya mama reiin yang memeprhatikan lisa


                Tidak ada yang


merespon melainkan mereka menatap lisa yang masih dala posisinya. Sedangkan


reiin mengambil nasi duluan saat yang lain sedang menatap lisa, tapi tiba-tiba


“janga  lakukan itu” teriak lisa


sambil memukul kepala reiin yang  di


dekatnya


                Semua yang di meja


makan terkejut dengan lisa yang tiba-tiba sadarkan diri. Setelah lisa sadar,


lisa melihat sekeliling yang sedang memperhatikannya


“apa yang kamu lakukan?” tanya reiin yang nasinya jatuh di atas meja makan


sambil metatap lisa


                Lisa tidak merespon


melainkan hanya diam saja dan merasa malu


“lisa, kamu baik-baik saja kan?” tanya mama reiin yang terlihat sedikit


khawatir


“lisa, apa kamu tidak baik?” tanya andi juga yang melihatnya dengan sedikit


bingung


                Semua menatap lisa


yang tidak merespon sama sekali


“sudah sudah, jangan kalian pada ribut, papa sudah lapar, apa kalian tidak


lapar?” tanya papa reiin yang sudah selesai memperhatikan lisa


“cepat sedikit reiin” kata papa reiin yang melihat reiin masih memegang


sendok nasinya di tangannya


                Reiin tidak merespon


melainkan mengambil lagi nasi. Setelah itu tidak ada lagi yang bicara


“ini kak lisa” kata reiin sambil menaruhkannya nasi setelah semua orang


mengambil bagian


                Lisa tidak merespon


sama sekali dan hanya memeprhatikan saja apa yang di lakukan reiin


“kak lisa sebaiknya makan dulu, nanti akan ada sesutau setelah makan” kata


reiin sedikit membisik lisa supaya tidak di dengar oleh yang lain sambil


tersenyum di akhirnya


“apa maksdunya itu” pikir lisa yang masih belum sama sekali fokus dan


juga sadar sama seakli dengn keadaannya


                Lisa yang masih merasa


malu dan tidak mengerti, hanya mengikuti apa yang di katakan reiin.


-


                Setelah beberapa menit


makan tanpa ada yang bicara akhirnya selesai


“reiin bantu mama manaruh ini di belakang” minta mama reiin sambil


mengmabil gelas minumnya

__ADS_1


“andi bantu kakak” minta reiin pada adiknya


“ya” jawab singkat andi sambil tersenyum


                Setelah itu reiin


mulai membersihkan meja makan bersama adiknya


“lisa tadi kamu kenapa?’ tanya lagi mama reiin setelah reiin mengambil


beberpa alat makan yang kotor dan habis


“tidak ada apa-apa, lisa merasa agak sdikit bingung” jawab lisa yang tidak


bisa jujur setelah merasa baikan


“tapi tadi kamu seperti msai saja” kata mama reiin yang khawatir sekali


“eh, apa aku sampai terlihat seperti itu kah” pikir lisa yang


sedikit mulai berpikir logis


“pasti mama salah deh, kalau gitu lisa naik dulu” kata lisa sambil pamit


pada mamanya karena tidak mau di tanya lagi


                Papa dan mama reiin


tidak merespon lisa dengan apa yang dia katakan melainkan membiarkannya saja


pergi begitu saja


“pa, apa kita biarka saja?” tanya mama reiin yang sedkit khawatir dengan


lisa


“ya, tidak ada yang perlu di khawatirkan, jika terjadi sesuatu padanya


nanti anak kita bisa menyelesaikannya juga” kata papa reiin sambil mengusap


kepala istrinya


                Setelah papa reiin


berkata begitu, mama reiin sedikit tersenyum dan malu dengan menundukkan


wajahnya yang melihat suaminya terseym padanya denga tulus


-


                Lisa yang masih jalan


menuju kamraya mualia sedikit mengingat kejadian di meja makan


“apa dia benar anak kecil!” pikir lisa yang masih jalan dengan wajah


yang mulai meja saat mengingat kejadian reiin menciumnya


“apa yang harus aku lakukan, mama sebaiknya mama


cepat jemput lisa pulang” pikir lisa yang tidak mau lagi tinggal di rumah reiin


                Setelah lisa berpikir


begitu dia terus saja memikirkan semua kajadian yang di alaminya seharian


­­-


“kak, apa yang terjadi di sekolah?” tanya reiin yang penasaran dengan


kejadian di sekolahnya sambil bolak balik mengambil sisa makanan dan piring yang


“banyak hal yang terjadi, tapi kakak berhasih mengatasi semuanya” jawab


reiin yang mengingat kejadian di kelas tempat dia mengajar


“banyak hal!, seperti apa?” tanya reiin yang mulai penasaran


“seperti apa!, misalnya seperti mengerjai anak yang nakal menyuruhnya menulis cerita


dengan bahasa inggris” jawa reiin dengan santai


“eh, apa maksudnya” tanya andi yang bingung sekali dengan jawaban kakaknya


“maksudnya apa!, kakak suruh semua murid untuk mengerjakan tugas yang kakak


berikan” jawab reiin yang sedikit bingung dengan tingkahnya andi yang bertanya


balik


“jadi maksud jadi maksud kakak apa?” tanya andi yang bingung dengan jawaban


kakaknya


“mm, apa kamu tidak mengerti?” tanya reiin yang tidak mengerti dengan sikap


adiknya


“ya” jawab singkat andi sambil duduk di meja makan setelah selesai menaruh


semua pelatan kotor di dapur


“apa andi tidak mengerti, kenapa?” pikir reiin yang bingung untuk


pertama kalinya karena adiknya yang tidak mnegerti


“jadi begini, tadi kakak pergi ke sekolah lisa untuk jadi guru sementara di


sana selama enam hari, masa’ kamu sudah tidak ingat?” kata reiin sambil menatap


andi yang menatapnya juga


“eh, jadi bukan di sekolah kita!” kata andi yang sedikit terkejut


“ya” jawab singakt reiin yang melhat andi sedikit terkejut


“panats saja” kata andi yang tersenyum


“jangan jangan kamu kira kakak mengajar di sekolah kita?” tanya reiin yang


melihat adiknya tersenyum


“ya” jawab andi sambil mengaruk kepalanya


“apa yang kalian bicarakan?” tanya papa mereka yang duduk dari tadi


memperhatikan mereka


“itu pa, kejadian di sekolah” jawab andi dengan senyum senang


                Setelah itu papa reiin


tidak bertanya lagi


“papa masuk kamar duluan” kata papa mereka sambil berjalan meninggalkan


reiin dan andi yang masih duduk di kursi meja makan dam melihat mama andi pergi kebelakang

__ADS_1


“ya, selamat malam pa” kata andi saat papa mereka meninggalkan mereka


“kalau gitu kakak juga masuk kamar duluan” kata reiin yang meningalkan andi


di meja makan sendirian


“kak tunggu” panggil reiin yang berdiri dari kursi meja makan


“kenapa kamu berdiri kursi?” tanya reiin yang berbalik melihat adiknya


“apa kaka akan tidur di kamar kakak malam ini?” tanya andi sambil berdiri melihat


kakanya


“mm, nanti kakak pikirkan” jawab reiin sambil meninggakan andi yang masih berdiri


                SeteLah itu andi Tidak


betanya lagi dan duduk kembali dikursinya sambil melihat kakanya yang pergi


menjauh


“hari kakak sangat berbeda sekali, apa kakak tidak lagi peduli denganku”


guman andi yang sedang duduk sendirian di kursi


“apa yang kamu pikirkan?” tanya mama andi yang melihatnya


“mama!, sebenarnya apa yang terjadi sama kakak?” tanya andi dengan wajah


lesu


“sayang kamu kenapa?” tanya mama andi yang melihatnya sedih sambil mendekat


dan duduk di sebelahnya


                andi tidak merespon


sama sekali. Mamanya hanya bisa memeluk andi yang sedang besedih


“sebaiknya kamu masuk kamar sana” kata mama andi sambil mengelus kepala


andi dengan senyum kepada andi


“maksi ma” kata andi sambil tersenyum kepada mamanya


                Setelah itu andi pergi


naik ke kmarnya meninggalkan mamanya


“apa yang akan trjadi” pikir mama reiin yang melihat andi menjauh dan


rasa kahwatir di hati mamanya reiin


-


Andi yang berjalan menjauh meninggalkan mamanya


kembli lagi memikirkan kakaknya


“kakak, aku harap kakak tidak melalukan sesuatu yang berbahaya” pikir andi


yang sudah di depan pintu kamarnya


                Saat andi membuka


kamarnya, dia melihat kakaknya sedang menunggunya di gorden yangs sedag duduk


mentapa langit


“kakak” andi langsung berlari memeluk kakaknya sambi menangis


                Reiin memeluk adiknya


yang sedang menangis


“apa yang kamu khawatirkan?” tanya reiin pada adiknya yang sedang menagis


 


                Andi tidak merespn


melainkan tetap memluk kakaknya dengan sangat erat sekali


“apa yang terajdi di bawah?”pikir reiin yang melihat adiknya menangis


tersedu sedu


                Reiin tidak bertanya


lagi, dia menemai adiknya yang sedang manangis hingga dia tertidur di pelukan


kakaknya


“andi jika kakak nanti pergi apa yang akan kamu


lakukan?”pikir reiin


yang mengendong adiknya menuju tempat tidur


“langit malam ini sangat indah sekali” kata reiin yang melhat lagi dari


jendela


                Setelah itu reiin


keluar kamar andi karena andi yang tertidur pulas sekli, kemudian masuk ke


kamarnya dan kemudiian mengambl kursi di meja belajrnya dan dudk di dekat lisa


yang tempat tidurnya berdekatan dengan jendela


“spertinya dia terlelu behagia hari ini” guma reiin sambil tersenyum puas


saat melihat lisa yang sedang tersenyum saat tidur


                Reiin mengelus kepala lisa


dan tidak menganggapnya lebih tua darinya, malah menganggapnya seperti lebih muda


darinya


“lambang ini, sepertinya aku harus menemukan


teman-teman yang lainnya, supaya aku tau apa maksud lambang ini” pikir reiin sambil melihat simbol bintang


abu-abu tangannya kananya


                Setelah itu reiin


mencium kening lisa dan keluar ddari kamarnya dan kembali ke kamar andi. Reiin


tidur di sebelah andi


“maafkan kakak andi, jika kakak tidak bisa bersamamu lagi, tapi kakak janj


akan berusaha untuk memenuhi janji kakak” pikir reiin sambil mengingat jajni

__ADS_1


kepada adiknya


Bersmabung>>>>>


__ADS_2