
“tadi kamu di panggil mama lo” bisik reiin lagi pada lisa setelah mamanya
pergi ke dapur
“apa yang kamu lakukkan reiin?” tanya papa reiin yang melihat reiin
membisik lisa
“tidak ada, cuma penasaran sama kak lisa yang diam saja dari tadi” kata
reiin dengan santai meski ketahuan
“tapi kenapa kamu membisiknya?” tanya papa reiin melihantnya di waktu yang
tidak tepat
“karena mama menanyakannya tadi, tapi kak lisa diam saja tidak merespon
mama, makanya aku bisik mungkin saja akan sadar” jawab reiin sengan santai dan
tenang
“apa yang kalian ributkan?” tanya andi yang terlihat baru bangun
“apa kamu tertidur?” tanya reiin yang melihat wajah kusut andi
“eh, sepertinya ya” respon andi sambil meregangkan badannya
“kak lisa kenapa” tanya andi yang melihat lisa dian saja duduk di kursinya
“tidak tau” respon reiin singkat sambil melihat makanan di atas meja yang
hampir siap
“ini yang terakhir” kata mama reiin yang menaruh makanan terakhirnya
“tunggu mama” kata mama reiin sambil melangkan ke dapur untuk manaruh
celemeknya
Setelah mama mereka
berkata begitu reiin dan andi menaruh piring di depan mereka dan papanya.
Setelah itu mama mereka datang dan dudk di sebelah andi
“kak lisa, ayo kita makan” kata reiin yang didekatnya sambil menaruhkannya
piring
Lisa tidak merespondan
tetap saja masih bengong
“apa lisa baik-baik saja?” tanya mama reiin yang memeprhatikan lisa
Tidak ada yang
merespon melainkan mereka menatap lisa yang masih dala posisinya. Sedangkan
reiin mengambil nasi duluan saat yang lain sedang menatap lisa, tapi tiba-tiba
“janga lakukan itu” teriak lisa
sambil memukul kepala reiin yang di
dekatnya
Semua yang di meja
makan terkejut dengan lisa yang tiba-tiba sadarkan diri. Setelah lisa sadar,
lisa melihat sekeliling yang sedang memperhatikannya
“apa yang kamu lakukan?” tanya reiin yang nasinya jatuh di atas meja makan
sambil metatap lisa
Lisa tidak merespon
melainkan hanya diam saja dan merasa malu
“lisa, kamu baik-baik saja kan?” tanya mama reiin yang terlihat sedikit
khawatir
“lisa, apa kamu tidak baik?” tanya andi juga yang melihatnya dengan sedikit
bingung
Semua menatap lisa
yang tidak merespon sama sekali
“sudah sudah, jangan kalian pada ribut, papa sudah lapar, apa kalian tidak
lapar?” tanya papa reiin yang sudah selesai memperhatikan lisa
“cepat sedikit reiin” kata papa reiin yang melihat reiin masih memegang
sendok nasinya di tangannya
Reiin tidak merespon
melainkan mengambil lagi nasi. Setelah itu tidak ada lagi yang bicara
“ini kak lisa” kata reiin sambil menaruhkannya nasi setelah semua orang
mengambil bagian
Lisa tidak merespon
sama sekali dan hanya memeprhatikan saja apa yang di lakukan reiin
“kak lisa sebaiknya makan dulu, nanti akan ada sesutau setelah makan” kata
reiin sedikit membisik lisa supaya tidak di dengar oleh yang lain sambil
tersenyum di akhirnya
“apa maksdunya itu” pikir lisa yang masih belum sama sekali fokus dan
juga sadar sama seakli dengn keadaannya
Lisa yang masih merasa
malu dan tidak mengerti, hanya mengikuti apa yang di katakan reiin.
-
Setelah beberapa menit
makan tanpa ada yang bicara akhirnya selesai
“reiin bantu mama manaruh ini di belakang” minta mama reiin sambil
mengmabil gelas minumnya
__ADS_1
“andi bantu kakak” minta reiin pada adiknya
“ya” jawab singkat andi sambil tersenyum
Setelah itu reiin
mulai membersihkan meja makan bersama adiknya
“lisa tadi kamu kenapa?’ tanya lagi mama reiin setelah reiin mengambil
beberpa alat makan yang kotor dan habis
“tidak ada apa-apa, lisa merasa agak sdikit bingung” jawab lisa yang tidak
bisa jujur setelah merasa baikan
“tapi tadi kamu seperti msai saja” kata mama reiin yang khawatir sekali
“eh, apa aku sampai terlihat seperti itu kah” pikir lisa yang
sedikit mulai berpikir logis
“pasti mama salah deh, kalau gitu lisa naik dulu” kata lisa sambil pamit
pada mamanya karena tidak mau di tanya lagi
Papa dan mama reiin
tidak merespon lisa dengan apa yang dia katakan melainkan membiarkannya saja
pergi begitu saja
“pa, apa kita biarka saja?” tanya mama reiin yang sedkit khawatir dengan
lisa
“ya, tidak ada yang perlu di khawatirkan, jika terjadi sesuatu padanya
nanti anak kita bisa menyelesaikannya juga” kata papa reiin sambil mengusap
kepala istrinya
Setelah papa reiin
berkata begitu, mama reiin sedikit tersenyum dan malu dengan menundukkan
wajahnya yang melihat suaminya terseym padanya denga tulus
-
Lisa yang masih jalan
menuju kamraya mualia sedikit mengingat kejadian di meja makan
“apa dia benar anak kecil!” pikir lisa yang masih jalan dengan wajah
yang mulai meja saat mengingat kejadian reiin menciumnya
“apa yang harus aku lakukan, mama sebaiknya mama
cepat jemput lisa pulang” pikir lisa yang tidak mau lagi tinggal di rumah reiin
Setelah lisa berpikir
begitu dia terus saja memikirkan semua kajadian yang di alaminya seharian
-
“kak, apa yang terjadi di sekolah?” tanya reiin yang penasaran dengan
kejadian di sekolahnya sambil bolak balik mengambil sisa makanan dan piring yang
“banyak hal yang terjadi, tapi kakak berhasih mengatasi semuanya” jawab
reiin yang mengingat kejadian di kelas tempat dia mengajar
“banyak hal!, seperti apa?” tanya reiin yang mulai penasaran
“seperti apa!, misalnya seperti mengerjai anak yang nakal menyuruhnya menulis cerita
dengan bahasa inggris” jawa reiin dengan santai
“eh, apa maksudnya” tanya andi yang bingung sekali dengan jawaban kakaknya
“maksudnya apa!, kakak suruh semua murid untuk mengerjakan tugas yang kakak
berikan” jawab reiin yang sedikit bingung dengan tingkahnya andi yang bertanya
balik
“jadi maksud jadi maksud kakak apa?” tanya andi yang bingung dengan jawaban
kakaknya
“mm, apa kamu tidak mengerti?” tanya reiin yang tidak mengerti dengan sikap
adiknya
“ya” jawab singkat andi sambil duduk di meja makan setelah selesai menaruh
semua pelatan kotor di dapur
“apa andi tidak mengerti, kenapa?” pikir reiin yang bingung untuk
pertama kalinya karena adiknya yang tidak mnegerti
“jadi begini, tadi kakak pergi ke sekolah lisa untuk jadi guru sementara di
sana selama enam hari, masa’ kamu sudah tidak ingat?” kata reiin sambil menatap
andi yang menatapnya juga
“eh, jadi bukan di sekolah kita!” kata andi yang sedikit terkejut
“ya” jawab singakt reiin yang melhat andi sedikit terkejut
“panats saja” kata andi yang tersenyum
“jangan jangan kamu kira kakak mengajar di sekolah kita?” tanya reiin yang
melihat adiknya tersenyum
“ya” jawab andi sambil mengaruk kepalanya
“apa yang kalian bicarakan?” tanya papa mereka yang duduk dari tadi
memperhatikan mereka
“itu pa, kejadian di sekolah” jawab andi dengan senyum senang
Setelah itu papa reiin
tidak bertanya lagi
“papa masuk kamar duluan” kata papa mereka sambil berjalan meninggalkan
reiin dan andi yang masih duduk di kursi meja makan dam melihat mama andi pergi kebelakang
__ADS_1
“ya, selamat malam pa” kata andi saat papa mereka meninggalkan mereka
“kalau gitu kakak juga masuk kamar duluan” kata reiin yang meningalkan andi
di meja makan sendirian
“kak tunggu” panggil reiin yang berdiri dari kursi meja makan
“kenapa kamu berdiri kursi?” tanya reiin yang berbalik melihat adiknya
“apa kaka akan tidur di kamar kakak malam ini?” tanya andi sambil berdiri melihat
kakanya
“mm, nanti kakak pikirkan” jawab reiin sambil meninggakan andi yang masih berdiri
SeteLah itu andi Tidak
betanya lagi dan duduk kembali dikursinya sambil melihat kakanya yang pergi
menjauh
“hari kakak sangat berbeda sekali, apa kakak tidak lagi peduli denganku”
guman andi yang sedang duduk sendirian di kursi
“apa yang kamu pikirkan?” tanya mama andi yang melihatnya
“mama!, sebenarnya apa yang terjadi sama kakak?” tanya andi dengan wajah
lesu
“sayang kamu kenapa?” tanya mama andi yang melihatnya sedih sambil mendekat
dan duduk di sebelahnya
andi tidak merespon
sama sekali. Mamanya hanya bisa memeluk andi yang sedang besedih
“sebaiknya kamu masuk kamar sana” kata mama andi sambil mengelus kepala
andi dengan senyum kepada andi
“maksi ma” kata andi sambil tersenyum kepada mamanya
Setelah itu andi pergi
naik ke kmarnya meninggalkan mamanya
“apa yang akan trjadi” pikir mama reiin yang melihat andi menjauh dan
rasa kahwatir di hati mamanya reiin
-
Andi yang berjalan menjauh meninggalkan mamanya
kembli lagi memikirkan kakaknya
“kakak, aku harap kakak tidak melalukan sesuatu yang berbahaya” pikir andi
yang sudah di depan pintu kamarnya
Saat andi membuka
kamarnya, dia melihat kakaknya sedang menunggunya di gorden yangs sedag duduk
mentapa langit
“kakak” andi langsung berlari memeluk kakaknya sambi menangis
Reiin memeluk adiknya
yang sedang menangis
“apa yang kamu khawatirkan?” tanya reiin pada adiknya yang sedang menagis
Andi tidak merespn
melainkan tetap memluk kakaknya dengan sangat erat sekali
“apa yang terajdi di bawah?”pikir reiin yang melihat adiknya menangis
tersedu sedu
Reiin tidak bertanya
lagi, dia menemai adiknya yang sedang manangis hingga dia tertidur di pelukan
kakaknya
“andi jika kakak nanti pergi apa yang akan kamu
lakukan?”pikir reiin
yang mengendong adiknya menuju tempat tidur
“langit malam ini sangat indah sekali” kata reiin yang melhat lagi dari
jendela
Setelah itu reiin
keluar kamar andi karena andi yang tertidur pulas sekli, kemudian masuk ke
kamarnya dan kemudiian mengambl kursi di meja belajrnya dan dudk di dekat lisa
yang tempat tidurnya berdekatan dengan jendela
“spertinya dia terlelu behagia hari ini” guma reiin sambil tersenyum puas
saat melihat lisa yang sedang tersenyum saat tidur
Reiin mengelus kepala lisa
dan tidak menganggapnya lebih tua darinya, malah menganggapnya seperti lebih muda
darinya
“lambang ini, sepertinya aku harus menemukan
teman-teman yang lainnya, supaya aku tau apa maksud lambang ini” pikir reiin sambil melihat simbol bintang
abu-abu tangannya kananya
Setelah itu reiin
mencium kening lisa dan keluar ddari kamarnya dan kembali ke kamar andi. Reiin
tidur di sebelah andi
“maafkan kakak andi, jika kakak tidak bisa bersamamu lagi, tapi kakak janj
akan berusaha untuk memenuhi janji kakak” pikir reiin sambil mengingat jajni
__ADS_1
kepada adiknya
Bersmabung>>>>>