
“sebaiknya aku tidur” guman reiin yang mulai merasa matanya berat
-
“kak bangun kak” andi membangunkan kakanya yang tertidur lelap sekali
“apa?” guman reiin dalam posisi tidurnya
“kenapa kakak tidak bangun juga” kata andi yang sudah bangun
“kak bangun!” kata andi sambil mengoyang-goyangkan tubuh kakaknya
“apa yang harus aku lalukakn” pikir andi yang terus meneus menatatpi
kakaknya yang tidur
-
“sepertinya sudah pagi” guman lisa yang merasa tidurnya sangat nyenyak
sekali
“sebaiknya aku segera mandi” pikir lisa yang baru bangun dari tempat
tidurnya
Lisa yang sudah banun
langsung pergi ke kamar mandi di lantai bawah
“untung hari ini anak itu tidak gangu” pikir lisa yang sudah di luar kamrnya
sambil mengingat reiin yang selalu membuatnya merasa sangat berbeda
“tapi sebenarnya dia cukup cakap juga dalam berbagai hal, tidak ada ruginya
juga” pikir lisa yang sedang mengingat kejadian di sekolahnya
“seandainya dia lebih tua dariku” pikir lisa yang berharap
“apa sih yang aku pikirkan” kata lisa yang sedang turu menuruni tangga dalam
suasana hati yang sangat ceria dari biasanya
-
“kak bangun ini sudah pai lo” kata andi membangunkan kakaknya lagi
“apa sih” kata reiin yang mangigau
Reiin yang merasa terus
di panggil akhirnya bangun dengan sedirinya
“pagi kak” sapa andi yag terlihat sangat ceria sekli
“pagi, gimana tidurmu semalam?’ tanya reiin sambil meregangkan tubuhnya
“lumayan kak, tapi masih ada yang aku kahwatirkan” kata andi yang mulai
memasang wajah lesu dan sedih
“apa yang kamu pikirkan?” tanya reiin yang melihat adiknya sedih
“apa kakak akan benaran pergi inggu depan?” tanya andi yang terus kepikiran
“ya, tentu saja, kakak akan pergi minggu depan. Memang kamu tidak mau
kakak pergi?” tanya reiin pada adiknya yang menundukkna kepalanya sambil
menatapnya bingung
“ya” jawab singkat andi dengan merasa sangat keberatan
“meski kamu keberatan, kakak akan tetap pegi karena itu keinginan kakak”
kata reiin sambil mengelus kepala reiin yang menudnuk dan terdiam
“andi sebaiknya kamu tidak
menghalangi kakakmu ini untuk mengejar mimpinya” kata reiin sambil tetap
mengelus kpalanya dan tersenyum
“buka begitu, tapi kenapa kakak pergi sekarang seharusnya kakak bisa saat
besar nanti” andi berusaha keras menghalangi kakaknya
“dengar ya, kakak tidak ingin pergi saat dewasa. terutama kamu, Kamu selalu
selalu bergantung pada kakak selama ini, jadi kamu tidak boleh menjadi adik
yang selalu bergantung pada kakaknya” kata reiin sambil berdiri dan kemudian
keluar meninggalkan andi di kamar yang sedang merenungkan diri
Reiin yang sudah di luar
melirik adiknya yang sedang merenungkan diri
“apa aku terlalu berlebihan” pikir reiin saat melirik andi yang
sedang duduk menatap jendela
“tapi biarlah, ini juga untuk kebaikannya” guman reiin yang turun menuruni
tangga
Reiin yang menuruni
tangga mendengar suara ribut dari lantai bawah
“apa yang mereka ributkan” kata reiin yang mendengar keributan
“kenapa mama tidak percaya?” suara lisa dari ruang tamu
“bagaimana mama bisa percaya......” suara mama reiin yang meragukan
“apa yang kalian ributkan?” tanya reiin yang menghamiri ruang tamu
"lisa!" reiin sedikit terkejut melihat lisa
“lisa kamu kenapa menjadi kecil?” tanya reiin yang tidak pensaran dan juga
terpana saat melihat lisa yang semakin tambah cantik
“eh, apa dia benran lisa” tanya mama reiin sambil menggoyang-goyangkan
tubuh reiin
“ya, berhenti ma aku mau muntah?" kata reiin yang mama juga belum berhenti
menggoyang-goyangkan tubuh reiin
“tapi bagaimana dia menjadi kecil?’ tanya papa reiin yang pensaran
__ADS_1
“apa mungkin karena aku cium pas dia tidur tadi malam!” kata rein dengan
jujur sambil mengingat
“eh, apa maksudnya reiin?” tanya mama reiin yang suara semakin terdengar
sangat marah
“tadi malam itu kak lisa, tiba-tiba tarik aku ke tempat tidur, dan dia
minta di cium” jawab reiin dengan wajah polosnya
“apa yang kamu katakan, aku tidak pernah menemuimu tadi malam di kamar”
teriak lisa ke arah reiin dengan wajah yang merah
“ada kok, tadi malam itu pas kamu sudah tertidur kamu panggil aku dan
menangis terus pas aku masuk ke kamar, tiba-tiba kamu panggil aku dan kamu
minta di cium, makanya kau cium ” jawab tanpa merasa bersalah sambil menatap
lisa dengan senyum iseng
“apaaaa, mana mungkin aku melakukan itu” teriak lisa dengan sangat kencag
sekali membuat semua orang menutup telinganya
“ada apa kak lisa?, kenapa teriak kencang sekali?” tanya andi yang terlihat
lebih ceria
Tidak ada yang
merespon melinkan mereka mentap lisa yang terlihat seperti anak kecil lagi
“bukan kak lisa lagi andi, tapi kakak ipar” kata reiin sambil menginggalkan
lisa yang masih menahan malu dan marahnya pada reiin
“aku mau mandi dulu” kata reiin sambil meninggalkan semua orang
Tidak ada yang
merespon reiin dan masih saja mereka memperhatikan lisa
“ada apa dengan kakak” pikir andi yang melihat kakaknya pergi kamar
mandi
-
ALAM
SEMESTA/LUAR ANGKASA
“sudah berapa lama aku di dalam lubang” guman reihan yang terus menatap
luar yang sangat gelap sekali
“persedian di pesawat ini juga tinggal sedikit” pikir reihan yang melihat tas ayahnya
yang berisi makanan yang reihan tidak kenal
“apa yang harus aku lakukan sekarang ini, berapa lama lagi aku akan di dalam
kegelapan ini” kata reihan yag terus menatap luar
“pendektesian adanya ke jangkalan dalam pesawat mohon untuk di periksa pada
bermasalahhnya pesawat
Reihan yang mendengar
peringat itu langsung melihat ke ke tempat itu
“di bagian ini pasti” pikir reihan yang membuka sebuah tas
“apa ini” kata reihan yang tetap tenang saat melihat boom waktu yang sudah
menghitung mundur
Reihan yang berusaha
menghilangkan sifat senangnya berubah menjadi sangat dingin sekali dan tetap
tenang sekali. Setelah dia menemukan boom itu tanpa ragu dia langsung mematikan
boom itu dengan membuka semua bagian mengatur ulang bagian boom itu agar tidak
meledak dengan ledakan besar
“jika tidak ada kebutuhan ini, mungkin aku tidak
bertahan selama ini” pikir
reihan yang sduah selesai mengatur boom itu dan menaruh kembli di tempat yang sama
“ayah aku akan membalaskan dendam untuk diriku sendiri” kata reihan yang
sifatnya beubah derastis sekali
Setelah itu reihan kembli
ke tempat kontrol dan di tidurn dikursi yang bisa di atur semaunya menjadi
tempat tidur
-
ALAM
SEMESTA/PLANET BUMI
“hati-hati pa” kata reiin sambil melambaikan tangan pada papanya yang
menurunkanya di sekolah
“hari ini sepertinya tidak akan terjadi sesuatu
yang menarik” pikir reiin
sambil masuk ke sekolah tempat dia mengajar
“semoga saja hari ini ada acara sekolah” guman reiin sambil melihat
sekeliling yang belum berubah
“aku sebaiknya kasi mereka tugas saja, aku mau
melihat rancangan itu lebih jau lagi” pikir reiin yang sangat ingn sekali masuk
keruangan itu
“terkahir saat melihatnya, itu bukan pesawat untuk dunia ini, sebaiknya
__ADS_1
aku segera selesaikn saja jadi gurunya biar cepat aku melihatya” pikir reiin
sambil mengepalkan tangannya yang semakin bersemangat saja untuk melihat dan
membuatnya
Reiin yang sedang
bersemngat berjalan menuju ruangan kepala sekolah dengan riang dan senang
sekalian merubah diri layaknya anak kecil. Saat sampai di ruangan kepala
sekolah reiin mendengar seseorang yang sedang protes dari ruangan kepala
sekolah, reiin yang merasa sedang di bicarakan, reiin langsung menerobos masuk
tanpa mengetuk pintu
“selamat pagi kepala sekolah” sapa reiin dengan sopan
“pagi” respon kepala sekolah singkat
“kumohon kepala sekolah jangan biarkan dia jadi guru” kata temen papa reiin
sambil menunjuk reiin yang berdiri di depan pintu
“biar saya saja yang gantikan” katanya lagi berusaha membujuk kepala
sekolah
“apa yang di inginkan orang ini” pikir reiin yang melihat temen papanya
sedang sangat berusaha sekali membujuk kepala sekolah
“maaf sebelumnya, apa yang bapak inginkan?" tanya reiin yang melihat teman
papanya mengeluh
“aku ingin menggantikan mu jadi guru” kata temen papa reiin sambil mentap
reiin dengan tajam
“ya, silahkan saja, hari ini juga aku tidak ada niat mengajar. Bagaimana
kepala sekolah, apa anda mengiziknka saya libur sehari?” tannya reiin setelah
menjawab dengan merasa senang dan tidak keberatan
“tidak ada apa-apa” jawab singkat kepala sekolah
“kalau gitu saya akan keruangan kemarin, apa ada kuncinya kepala sekolah?”
tanya reiin yang mulai bersemangat
“ambil di dekat meja itu” kata kepala sekolah sambil menunjuk meja di pojok
ruangan
“dan kamu cepat gantikan anak itu” perintah kepala sekolah dengan tatapan
tajam pada teman papa reiin
“kalau gitu kepala sekolah saya permisi dulu” kata reiin setelah mengambil
kuncinya
Setelah itu reiin
langsung menuju ruangna itu
“untung kepala sekolah menyetujuinya” pikir reiin yang brjelan ke arah
ruangan itu
Reiin brjalan
keruangan tempat papanya mengajaknya seblumnya dengan santai sambil
memperhatikan semua murid yang sedang berlaian masuk kelas
“seperti biasa sekolah ini selalu sibuk” kata reiin yang stersenyum kecil
sat melihat semua orang sedang sibuk sendiri
Reiin yang berjalan
menuju ruangan itu akhirnya sampai setelah melewati beberapa lorong
“hari ini aku harus tau racangan itu untk apa” pikir reiin sambil membuka pintunya
Setelah membuka pintunya
reiin langsung menuju tempat komputer itu terus membua komputer itu, dan membka
kembali file rancangan itu
“rekaman ini sebaiknya aku putar saja, ini” kata reiin sambil menghubungkan
earphone yang dia bawa
“kenapa tidak ada yang cocok” pikir reiin yang mengulang beberapa kali
memasang earphonenya tapi tidak berfungsi
“apa ada sesuatu di ruangan ini” kata reiin sambil memperhatikan sekitar
Karena reiin yang
melihat dari temoat duduknya tidak menemukan sesuatu dia langsung berdiri kemudian berkeliling
mencari sesuatu ang tinggalakn papanya, tapi sebelum mencarinya reiin menutup
pintu masuknya dulu. Setelah itu baru reiin berkeliling mencari
“apa itu” pikir reiin yang meihat kardus yang sudah sangat
lusuh sekali di pojok ruangan yang tidak tersentuh sama sekali
Reiin yang melihatnya
lansung melihat kardus itu, saat dia buka dia menukan berbagai macam benda yang sangat berbeda
sekali dari benda yang ada di ruangan itu, dan reiin juga menemuka sebuah
earphone yang bentuknya sedikit unik dari yang lain
“apa ini yang biasa di pakai” pikir reiin yang melihat earphone itu yang
sangat berbeda
“selain itu ini semua benda apa, sepertinya haya ada satu cara untuk
mengethuinya” kata reiin sambil kembali ke kursi untuk mndengarkan rekaman itu
Bersambung>>>>>
__ADS_1