Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

“sebaiknya aku tidur” guman reiin yang mulai merasa matanya berat


-


“kak bangun kak” andi membangunkan kakanya yang tertidur lelap sekali


“apa?” guman reiin dalam posisi tidurnya


“kenapa kakak tidak bangun juga” kata andi yang sudah bangun


“kak bangun!” kata andi sambil mengoyang-goyangkan tubuh kakaknya


“apa yang harus aku lalukakn” pikir andi yang terus meneus menatatpi


kakaknya yang tidur


-


“sepertinya sudah pagi” guman lisa yang merasa tidurnya sangat nyenyak


sekali


“sebaiknya aku segera mandi” pikir lisa yang baru bangun dari tempat


tidurnya


                Lisa yang sudah banun


langsung pergi ke kamar mandi di lantai bawah


“untung hari ini anak itu tidak gangu” pikir lisa yang sudah di luar kamrnya


sambil mengingat reiin yang selalu membuatnya merasa sangat berbeda


“tapi sebenarnya dia cukup cakap juga dalam berbagai hal, tidak ada ruginya


juga” pikir lisa yang sedang mengingat kejadian di sekolahnya


“seandainya dia lebih tua dariku” pikir lisa yang berharap


“apa sih yang aku pikirkan” kata lisa yang sedang turu menuruni tangga dalam


suasana hati yang sangat ceria dari biasanya


-


“kak bangun ini sudah pai lo” kata andi membangunkan kakaknya lagi


“apa sih” kata reiin yang mangigau


                Reiin yang merasa terus


di panggil akhirnya bangun dengan sedirinya


“pagi kak” sapa andi yag terlihat sangat ceria sekli


“pagi, gimana tidurmu semalam?’ tanya reiin sambil meregangkan tubuhnya


“lumayan kak, tapi masih ada yang aku kahwatirkan” kata andi yang mulai


memasang wajah lesu dan sedih


“apa yang kamu pikirkan?” tanya reiin yang melihat adiknya sedih


“apa kakak akan benaran pergi inggu depan?” tanya andi yang terus kepikiran


“ya, tentu saja, kakak akan pergi minggu depan. Memang kamu tidak mau


kakak pergi?” tanya reiin pada adiknya yang menundukkna kepalanya sambil


menatapnya bingung


“ya” jawab singkat andi dengan merasa sangat keberatan


“meski kamu keberatan, kakak akan tetap pegi karena itu keinginan kakak”


kata reiin sambil mengelus kepala reiin yang menudnuk dan terdiam


“andi sebaiknya kamu  tidak


menghalangi kakakmu ini untuk mengejar mimpinya” kata reiin sambil tetap


mengelus kpalanya dan tersenyum


“buka begitu, tapi kenapa kakak pergi sekarang seharusnya kakak bisa saat


besar nanti” andi berusaha keras menghalangi kakaknya


“dengar ya, kakak tidak ingin pergi saat dewasa. terutama kamu, Kamu selalu


selalu bergantung pada kakak selama ini, jadi kamu tidak boleh menjadi adik


yang selalu bergantung pada kakaknya” kata reiin sambil berdiri dan kemudian


keluar meninggalkan andi di kamar yang sedang merenungkan diri


                Reiin yang sudah di luar


melirik adiknya yang sedang merenungkan diri


“apa aku terlalu berlebihan” pikir reiin saat melirik andi yang


sedang duduk menatap jendela


“tapi biarlah, ini juga untuk kebaikannya” guman reiin yang turun menuruni


tangga


                Reiin yang menuruni


tangga mendengar suara ribut dari lantai bawah


“apa yang mereka ributkan” kata reiin yang mendengar keributan


“kenapa mama tidak percaya?” suara lisa dari ruang tamu


“bagaimana mama bisa percaya......” suara mama reiin yang  meragukan


“apa yang kalian ributkan?” tanya reiin yang menghamiri ruang tamu


"lisa!" reiin sedikit terkejut melihat lisa


“lisa kamu kenapa menjadi kecil?” tanya reiin yang tidak pensaran dan juga


terpana saat melihat lisa yang semakin tambah cantik


“eh, apa dia benran lisa” tanya mama reiin sambil menggoyang-goyangkan


tubuh reiin


“ya, berhenti ma aku mau muntah?" kata reiin yang mama juga belum berhenti


menggoyang-goyangkan tubuh reiin


“tapi bagaimana dia menjadi kecil?’ tanya papa reiin yang pensaran

__ADS_1


“apa mungkin karena aku cium pas dia tidur tadi malam!” kata rein dengan


jujur sambil mengingat


“eh, apa maksudnya reiin?” tanya mama reiin yang suara semakin terdengar


sangat marah


“tadi malam itu kak lisa, tiba-tiba tarik aku ke tempat tidur, dan dia


minta di cium” jawab reiin dengan wajah polosnya


“apa yang kamu katakan, aku tidak pernah menemuimu tadi malam di kamar”


teriak lisa ke arah reiin dengan wajah yang merah


“ada kok, tadi malam itu pas kamu sudah tertidur kamu panggil aku dan


menangis terus pas aku masuk ke kamar, tiba-tiba kamu panggil aku dan kamu


minta di cium, makanya kau cium ” jawab tanpa merasa bersalah sambil menatap


lisa dengan senyum iseng


“apaaaa, mana mungkin aku melakukan itu” teriak lisa dengan sangat kencag


sekali membuat semua orang menutup telinganya


“ada apa kak lisa?, kenapa teriak kencang sekali?” tanya andi yang terlihat


lebih ceria


                Tidak ada yang


merespon melinkan mereka mentap lisa yang terlihat seperti anak kecil lagi


“bukan kak lisa lagi andi, tapi kakak ipar” kata reiin sambil menginggalkan


lisa yang masih menahan malu dan marahnya pada reiin


“aku mau mandi dulu” kata reiin sambil meninggalkan semua orang


                Tidak ada yang


merespon reiin dan masih saja mereka memperhatikan lisa


“ada apa dengan kakak” pikir andi yang melihat kakaknya pergi kamar


mandi


-


ALAM


SEMESTA/LUAR ANGKASA


“sudah berapa lama aku di dalam lubang” guman reihan yang terus menatap


luar yang sangat gelap sekali


“persedian di pesawat ini juga tinggal sedikit” pikir reihan yang melihat tas ayahnya


yang berisi makanan yang reihan tidak kenal


“apa yang harus aku lakukan sekarang ini, berapa lama lagi aku akan di dalam


kegelapan ini” kata reihan yag terus menatap luar


“pendektesian adanya ke jangkalan dalam pesawat mohon untuk di periksa pada


bermasalahhnya pesawat


                Reihan yang mendengar


peringat itu langsung melihat ke ke tempat itu


“di bagian ini pasti” pikir reihan yang membuka sebuah tas


“apa ini” kata reihan yang tetap tenang saat melihat boom waktu yang sudah


menghitung mundur


                Reihan yang berusaha


menghilangkan sifat senangnya berubah menjadi sangat dingin sekali dan tetap


tenang sekali. Setelah dia menemukan boom itu tanpa ragu dia langsung mematikan


boom itu dengan membuka semua bagian mengatur ulang bagian boom itu agar tidak


meledak dengan ledakan besar


“jika tidak ada kebutuhan ini, mungkin aku tidak


bertahan selama ini” pikir


reihan yang sduah selesai mengatur boom itu  dan menaruh kembli di tempat yang sama


“ayah aku akan membalaskan dendam untuk diriku sendiri” kata reihan yang


sifatnya beubah derastis sekali


                Setelah itu reihan kembli


ke tempat kontrol dan di tidurn dikursi yang bisa di atur semaunya menjadi


tempat tidur


-


ALAM


SEMESTA/PLANET BUMI


“hati-hati pa” kata reiin sambil melambaikan tangan pada papanya yang


menurunkanya di sekolah


“hari ini sepertinya tidak akan terjadi sesuatu


yang menarik” pikir reiin


sambil masuk ke sekolah tempat dia mengajar


“semoga saja hari ini ada acara sekolah” guman reiin sambil melihat


sekeliling yang belum berubah


“aku sebaiknya kasi mereka tugas saja, aku mau


melihat rancangan itu lebih jau lagi” pikir reiin yang sangat ingn sekali masuk


keruangan itu


“terkahir saat melihatnya, itu bukan pesawat untuk dunia ini, sebaiknya

__ADS_1


aku segera selesaikn saja jadi gurunya biar cepat aku melihatya” pikir reiin


sambil mengepalkan tangannya yang semakin bersemangat saja untuk melihat dan


membuatnya


                Reiin yang sedang


bersemngat berjalan menuju ruangan kepala sekolah dengan riang dan senang


sekalian merubah diri layaknya anak kecil. Saat sampai di ruangan kepala


sekolah reiin mendengar seseorang yang sedang protes dari ruangan kepala


sekolah, reiin yang merasa sedang di bicarakan, reiin langsung menerobos masuk


tanpa mengetuk pintu


“selamat pagi kepala sekolah” sapa reiin dengan sopan


“pagi” respon kepala sekolah singkat


“kumohon kepala sekolah jangan biarkan dia jadi guru” kata temen papa reiin


sambil menunjuk reiin yang berdiri di depan pintu


“biar saya saja yang gantikan” katanya lagi berusaha membujuk kepala


sekolah


“apa yang di inginkan orang ini” pikir reiin yang melihat temen papanya


sedang sangat berusaha sekali membujuk kepala sekolah


“maaf sebelumnya, apa yang bapak inginkan?" tanya reiin yang melihat teman


papanya mengeluh


“aku ingin menggantikan mu jadi guru” kata temen papa reiin sambil mentap


reiin dengan tajam


“ya, silahkan saja, hari ini juga aku tidak ada niat mengajar. Bagaimana


kepala sekolah, apa anda mengiziknka saya libur sehari?” tannya reiin setelah


menjawab dengan merasa senang dan tidak keberatan


“tidak ada apa-apa” jawab singkat kepala sekolah


“kalau gitu saya akan keruangan kemarin, apa ada kuncinya kepala sekolah?”


tanya reiin yang mulai bersemangat


“ambil di dekat meja itu” kata kepala sekolah sambil menunjuk meja di pojok


ruangan


“dan kamu cepat gantikan anak itu” perintah kepala sekolah dengan tatapan


tajam pada teman papa reiin


“kalau gitu kepala sekolah saya permisi dulu” kata reiin setelah mengambil


kuncinya


                Setelah itu reiin


langsung menuju ruangna itu


“untung kepala sekolah menyetujuinya” pikir reiin yang brjelan ke arah


ruangan itu


                Reiin brjalan


keruangan tempat papanya mengajaknya seblumnya dengan santai sambil


memperhatikan semua murid yang sedang berlaian masuk kelas


“seperti biasa sekolah ini selalu sibuk” kata reiin yang stersenyum kecil


sat melihat semua orang sedang sibuk sendiri


                Reiin yang berjalan


menuju ruangan itu akhirnya sampai setelah melewati beberapa lorong


“hari ini aku harus tau racangan itu untk apa” pikir reiin sambil membuka pintunya


                Setelah membuka pintunya


reiin langsung menuju tempat komputer itu terus membua komputer itu, dan membka


kembali file rancangan itu


“rekaman ini sebaiknya aku putar saja, ini” kata reiin sambil menghubungkan


earphone yang dia bawa


“kenapa tidak ada yang cocok” pikir reiin yang mengulang beberapa kali


memasang earphonenya tapi tidak berfungsi


“apa ada sesuatu di ruangan ini” kata reiin sambil memperhatikan sekitar


                Karena reiin yang


melihat dari temoat duduknya tidak menemukan sesuatu  dia langsung berdiri kemudian berkeliling


mencari sesuatu ang tinggalakn papanya, tapi sebelum mencarinya reiin menutup


pintu masuknya dulu. Setelah itu baru reiin berkeliling mencari


“apa itu” pikir reiin yang meihat kardus yang sudah sangat


lusuh sekali di pojok ruangan yang tidak tersentuh sama sekali


                Reiin yang melihatnya


lansung melihat kardus itu, saat dia buka dia menukan  berbagai macam benda yang sangat berbeda


sekali dari benda yang ada di ruangan itu, dan reiin juga menemuka sebuah


earphone yang bentuknya sedikit unik dari yang lain


“apa ini yang biasa di pakai” pikir reiin yang melihat earphone itu yang


sangat berbeda


“selain itu ini semua benda apa, sepertinya haya ada satu cara untuk


mengethuinya” kata reiin sambil kembali ke kursi untuk mndengarkan rekaman itu


Bersambung>>>>>

__ADS_1


__ADS_2