Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

“aku akan bertanya sekali lagi, apa kamu yakin dengan semu keputusanmu?”


tanya kepal ekolah pada guru itu degan suara yang sangat marah


“apa yang dilakukan anak ini” pikir guru itu yang sangat ketakutan


“y-ya, tentu saja saya serius dengan semua itu” jawab guru itu dengan takut


sama kepala sekolah


“kalau begetu sekrang kamu sekarang sudah resmi di keluarkan dari sini” kata


kepalas sekolah dengan tegas


“baik, terima terima kasih telah meme...... ahhhhhh apa maksud kepala


sekolah” teriak guru itu yang sangat terkejut karena di pecat


“apa?, bukannya kamu sudah sepekat dengan semua perjanjian ini” kata kpala


sekolah yang berhenti mengerjakan tugasnya


“tapi mengapa saya di pecat?” tanya dengan sangat kesal sekali


                Reiin diam saja, pergi


ke kursi tamu dan memperhatikan keributan yang sedang terjadi sambil makan buah


“itu karena kamu tidak jujur dalam menaruh  nilai” jawab kepapa sekolah sambil memgambil lagi tugas semua murid itu


dam memeriksa semua lagi


“kepala sekolah, saya itu guru tetap disini, dan saya juga menaruh nilai


dengan benar, mana mungkin saya membuat nilai bohong” jawab guru itu dengan


sangat tegas sekali sambil menatap kepala sekolah dam menghentak kan tangannya di


meja kepala sekolah


“reiin kamu sekarang bisa keluar” kata kepala sekolah menyuruh reiin keluar


dari kantornya dengan suara geram


                Reiin tanpa bertanya


balik langsung meinggalkan ruang kepals sekolah sambil mengambil beberapa buah


“oh nanti kamu mengajr semua kelas lagi” kata kepala sekolah pada reiin


yang sudah berdiri dan hendak berjalan


“ya, nanti biar saya saja, kalau gitu saya permisi kepala sekolah” kata


reiin dengan sopan sambil mejauh meninggalkan ruangan kelala sekolah


                Reiin yang keluar dari


ruangan kepala sekolah langsung pergi menuju kantin sekolah karena sudah lapar


sekali


“sepertinya hari ini aka sangat ramai di kantin” pikir reiin yang  sedang melihat sana sini di lorong


“mending aku keliling saja, nanti saja makan


siangnya” pikir reiin


yang melihat tangga k lantai atas


                Reiin yang tidak jadi


ke kantin, naik le lantai atas umtuk jalan-jalan. Reiin yang sudah di lantai


atas naik lagi ke lantai selanjutnya sampai di atap sekolah


“cukup tiggi juga sekolah ini” guman reiin yang sudah di pintu atap


                Reiin yang sudah


sampai di lantai atas langsung membuka pintu di depannya tanpa ragu, tapi reiin


tidak membukanya karena di kunci, karena reiin tidak bisa membuka reiin niatnya


akan turun, tapi karena melihat ada yang salah sama pintunya reiin membuka lagi


pintu itu dengan cara yang berbeda, dan hasinya pintunya berhasil di buka


“sepi sekali disini” pikir reiin yang sudah bisa memembuka pintu itu dan


melihat di atap sekolah


                Reiin kemudian masuk


dan melihat pemandangan sekolah dari atas dan melihat ke bawah


“pemandangan yang cukup bagus sekali” kata reiin yang berdiri di tepi  atap sekolah yang lumayan tinggi


                Reiin melihat dari atap


sekolah lumayan lama sekali


“sebaiknya aku turun sekrang” pikir reiin yang sudah merasa bosan di atap


sekolah


                Reiin kemudian balik,


tapi saat hendak mau turun, reiin mendengar tangisan seseorang dari dekatnya


“siapa yang nangis jam segini” guman reiin  melihat ke sebuah tempat penyimpanan air yang terlihat ada gadis yang


sedang menangis


“kak apa yang sedan kamu lakukan?’ tanya reiin yang bertanya dari bawah


sambil melihatnya


                Gadis itu melihat


reiin yang sedang melihatnya


“cantiknya.....eh”pikir reiin  saat melihatnya dan tidak sengaja melihat celana dalam yang dia pakai

__ADS_1


karena di tiup angin


                Reiin tidak sengaja


melihat celana dalam gadis itu lansgung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Gadis yang menyadari langsung lompat menuju depan reiin


“kamu melihatnya?” tanya gadis itu yang penasaran


                Reiin berusaha


mengalihkan pandangannya dari gadis itu dengan tidak melihatnya


“kamu melihatnya kan?” tanya lagi gadis itu sambil mengoyang-goyang kan


tubuh reiin


“maaf aku tidak sengaja” reiin memina maaf pada gadis itu dengan menutup


matanya karena gadis itu masih mengoyang kan tubuhnya


“HUAAAAAA.....” gadis itu mengais semakin kencang saja sambil duduk munutup


mukanya yang sedang menangis


*“e*h, apa yang terjadi bukanya marah kenapa malah


menangis” pikir reiin


yang melihat gadis itu menangis semakin kencang dengan wajah sangat bingung


sekali


“anu kak, apa yang terjadi?” tanya reiin dengan suaa lembut


                Gadis itu tidak


merespon melaikan langsung memeluk reiin degan kencang sekali


“ehhhh, apa yang terjadi sebenarnya?”pikir reiin sedikit tegang karena di peluk


tiba-tiba


                Rein yang sudah di


peluk malah mengusap kepala gadis itu, saat reiin mengusap gadis itu tangan


kanannya yang ada tanda bintang langsung bercahaya dan seketika menghilang


juga, di saat yang bersammaan membuat gadis itu langsung diam


“eh, apa yang terjadi bausan itu” pikir reiin yang sangat bingung sambil


melihat tangannya yang mengeluarkan cahaya


“kak, bisa kakak berhenti memelukku?” tanay reiin yang belum menadari gadis


yang tertidur


“kak!” panggil lagi reiin


                Karena gadis itu tida


merespon reiin memgang bahu gadis itu dan melepas pelukan gadis itu


sekali dan terlihat sangat cantik sekali


                Setelah itu reiin


memindahkan gadis itu ke tempat yang teduh


“mm, kenapa gadis ini sangat ringan sekali, padahal aku masih kecil” pikir


reiin yang merasa membawa gadis itu terasa sangat ringan


“apa sebaiknya aku tinggal” guman reiin yang sudah menaruh gadis itu di


tempat yang teduh di dekat pintu atap dan menyandarkannya di tembok


                Reiin yang sedikit


bingung tidak tau harus apa malah melihat kelangit melihat awan yang di terpa


angin, saat reiin sedang melihat awan itu gadis malah memgangnya dan menariknya dan membuat


reiin duduk


“gadis ini sangat kuat sekali” kata reiin yang memengang pantanya karena


sakit


                Gadi itu langsung


tiduran di paha reiin setalah reiin duduk


“apa yang di pikir kan gadis ini” pikir reiin yang tidak tau harus apa


                Reiin yang tidak tau


mau melakukan apa, melihat langit lagi. Karena reiin yang melihat langit terlalu


lama dan merasa matanya agak berat tanpa di sadari dia tertidur di atap sekolah


---


“diamana ini?” pikir reiin yang melihat lapangan hijau sangat


luas sekali dengan bunga-bunga yang bertebaran sangat luas sekali


“kakak apa yang kamu lihat?” tanya seseorag yang berada di sampingnya


                Reiin melihat gadis


itu, tapi reiin tidak merespon dan terus memperhatikan sekitar


“eh, pa yang terjadi” pikir reiin yang merasa dirinya agak berbeda


“tangan siapa ini” pikr reiin yang melihat tanganya begitu besar


                Reiin merasa agak


berbeda langsung bangun meraba badannya

__ADS_1


“apa yang terjadi” teriak reiin tiba-tiba karena  menjadi dewasa


                Karena reiin berteriak


banyak sekali gadis berlarian menju arah reiin yang sedang terlihat sangat


bingung sekali


“kak apa yang terjadi, dari tadi kakak sangat terlihat sangat berbeda


setelah kita semua menikah, eh bukan, setelah kakak tertidur” kata gadis yang


mirip sekali dengan lisa tapi versi remajanya


                Reiin tidak merespon


sama sekali, dan hanya melihat semua gadis itu dengan tatapan yang sangat


bingung. Semua gadis yang sangat cantik itu melihat rein dengan rasa kahawtir


sekali


“apa yang terjadi sebenanya?, ini  dimana?” pikir reiin yang terus memperhatikan sekiling


sambil melihat gadis yang sekitar 70 gadis yang mengelilinginya


“anu, sebebarnya apa yang terjadi?” tanya reiin dengan wajah yang sangat


bingung sambil mengaruk kepalanya dan senyum paksaan


                Semua gadis itu sangat


terkejut sekali saat bertanya begitu


“apa aku mengatak sesutau yang salah?’ pikir reiin yang memperhatikan semua


gadis itu sangat terkejut sekali


“kakak, apa kakak tidak ingat kami semua?” gadis yang mirip sekali dengan


gadis yang di temui di atap sekolah tpi versi remajanya dengan wajah sangat


khawatir sekali


                Reiin yang tidak


mengerti sama sekali dengan kejadian itu langsung pingsang di tempatnya ia


berdiri


---


“ahh... um” reiin yang sempat berteriak tapi tiba-tiba berciuman dengan


gadis yang dia temui di atap sekolah sentak terkejut sekali


                Gadis yang di cium


reiin langsung berlari meninggalakan reiin setelah berhenti mencium reiin dan


lansung pergi meningalkan reiin di atap sekolah. Reiin yang tidak mengerti


dengan semua itu, melihat gadis itu yang  pergi dari atap meninggalkan reiin sendirian


“sebenarnya apa yang barusan itu”pikir reiin yang masih bersandar di


tembok sambil menatap langit


                Reiin menatap langit


begitu lama dan tanpa dia sadari ternyata sudah sore. Reiin yang masih bingung


berjalan turun meninggalkan atap dan langsung menuju ruangan tempat dia


meninggal kan semua baranganya. Reiin yang tidak mengerti sama sekali tetap


dalam keadaan bingung dan sampai ruangan itu,dan lalu mengmbil barang yang dia


bawa langsung pergi ke gerbang sekolah setelah mengunci pintu itu. Reiin tetap saja


tidak bicara sedikit pun dan hanya menundukkan keplaanya sampai di gerbang sekolah,


“reiin kenapa kamu lama sekli?” tanya papa reiin yang sudah ada di gerbang


sekolah menunggu reiin


                Reiin yang di tanya


tidak merespon sama sekali dan langsung duduk di kursi mobil bagian belakang


“apa yang terjadi dengan anak ini?” pikir papa reiin yng melihat anaknya


tidak mengerti dengan ekprsi yang dia tunjukkan


                Papa reiin yang tidak


mengerti hanya masuk mobil dan kemudian menghidupkan mobilanya dan lansgung


jalan. Saat di jalan papa reiin meihat andi dari cerminnya yang melihat reiin


menatap keluar jendela mobil


“ada  apa


dengan anak ini, kenapa dai sangat berbeda sekali hari ini, apa terjadi sesuatu


di sekolh, tapi seharusnya dia bisa menyelesaikannya, tapi kali bukan itu


masalnya pasti” pikir


papa reiin yang terus mengemudi sambil mlihat reiin dari cermin yang diam saja


dan memperhatiakn luar jendela saja


                Dalam perjala pulang


pap reiin terus memperhatikan rein yang tidak berubah dalam posisinya yang tetap


melihat keluar jendela mobil


“anak ini seperinya telah membuatku sangat kahati


sekali” pikir papa reiin

__ADS_1


yang sedang menyetir sambil menghela napasnya


Bersambung>>>>>


__ADS_2