
“aku akan bertanya sekali lagi, apa kamu yakin dengan semu keputusanmu?”
tanya kepal ekolah pada guru itu degan suara yang sangat marah
“apa yang dilakukan anak ini” pikir guru itu yang sangat ketakutan
“y-ya, tentu saja saya serius dengan semua itu” jawab guru itu dengan takut
sama kepala sekolah
“kalau begetu sekrang kamu sekarang sudah resmi di keluarkan dari sini” kata
kepalas sekolah dengan tegas
“baik, terima terima kasih telah meme...... ahhhhhh apa maksud kepala
sekolah” teriak guru itu yang sangat terkejut karena di pecat
“apa?, bukannya kamu sudah sepekat dengan semua perjanjian ini” kata kpala
sekolah yang berhenti mengerjakan tugasnya
“tapi mengapa saya di pecat?” tanya dengan sangat kesal sekali
Reiin diam saja, pergi
ke kursi tamu dan memperhatikan keributan yang sedang terjadi sambil makan buah
“itu karena kamu tidak jujur dalam menaruh nilai” jawab kepapa sekolah sambil memgambil lagi tugas semua murid itu
dam memeriksa semua lagi
“kepala sekolah, saya itu guru tetap disini, dan saya juga menaruh nilai
dengan benar, mana mungkin saya membuat nilai bohong” jawab guru itu dengan
sangat tegas sekali sambil menatap kepala sekolah dam menghentak kan tangannya di
meja kepala sekolah
“reiin kamu sekarang bisa keluar” kata kepala sekolah menyuruh reiin keluar
dari kantornya dengan suara geram
Reiin tanpa bertanya
balik langsung meinggalkan ruang kepals sekolah sambil mengambil beberapa buah
“oh nanti kamu mengajr semua kelas lagi” kata kepala sekolah pada reiin
yang sudah berdiri dan hendak berjalan
“ya, nanti biar saya saja, kalau gitu saya permisi kepala sekolah” kata
reiin dengan sopan sambil mejauh meninggalkan ruangan kelala sekolah
Reiin yang keluar dari
ruangan kepala sekolah langsung pergi menuju kantin sekolah karena sudah lapar
sekali
“sepertinya hari ini aka sangat ramai di kantin” pikir reiin yang sedang melihat sana sini di lorong
“mending aku keliling saja, nanti saja makan
siangnya” pikir reiin
yang melihat tangga k lantai atas
Reiin yang tidak jadi
ke kantin, naik le lantai atas umtuk jalan-jalan. Reiin yang sudah di lantai
atas naik lagi ke lantai selanjutnya sampai di atap sekolah
“cukup tiggi juga sekolah ini” guman reiin yang sudah di pintu atap
Reiin yang sudah
sampai di lantai atas langsung membuka pintu di depannya tanpa ragu, tapi reiin
tidak membukanya karena di kunci, karena reiin tidak bisa membuka reiin niatnya
akan turun, tapi karena melihat ada yang salah sama pintunya reiin membuka lagi
pintu itu dengan cara yang berbeda, dan hasinya pintunya berhasil di buka
“sepi sekali disini” pikir reiin yang sudah bisa memembuka pintu itu dan
melihat di atap sekolah
Reiin kemudian masuk
dan melihat pemandangan sekolah dari atas dan melihat ke bawah
“pemandangan yang cukup bagus sekali” kata reiin yang berdiri di tepi atap sekolah yang lumayan tinggi
Reiin melihat dari atap
sekolah lumayan lama sekali
“sebaiknya aku turun sekrang” pikir reiin yang sudah merasa bosan di atap
sekolah
Reiin kemudian balik,
tapi saat hendak mau turun, reiin mendengar tangisan seseorang dari dekatnya
“siapa yang nangis jam segini” guman reiin melihat ke sebuah tempat penyimpanan air yang terlihat ada gadis yang
sedang menangis
“kak apa yang sedan kamu lakukan?’ tanya reiin yang bertanya dari bawah
sambil melihatnya
Gadis itu melihat
reiin yang sedang melihatnya
“cantiknya.....eh”pikir reiin saat melihatnya dan tidak sengaja melihat celana dalam yang dia pakai
__ADS_1
karena di tiup angin
Reiin tidak sengaja
melihat celana dalam gadis itu lansgung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Gadis yang menyadari langsung lompat menuju depan reiin
“kamu melihatnya?” tanya gadis itu yang penasaran
Reiin berusaha
mengalihkan pandangannya dari gadis itu dengan tidak melihatnya
“kamu melihatnya kan?” tanya lagi gadis itu sambil mengoyang-goyang kan
tubuh reiin
“maaf aku tidak sengaja” reiin memina maaf pada gadis itu dengan menutup
matanya karena gadis itu masih mengoyang kan tubuhnya
“HUAAAAAA.....” gadis itu mengais semakin kencang saja sambil duduk munutup
mukanya yang sedang menangis
*“e*h, apa yang terjadi bukanya marah kenapa malah
menangis” pikir reiin
yang melihat gadis itu menangis semakin kencang dengan wajah sangat bingung
sekali
“anu kak, apa yang terjadi?” tanya reiin dengan suaa lembut
Gadis itu tidak
merespon melaikan langsung memeluk reiin degan kencang sekali
“ehhhh, apa yang terjadi sebenarnya?”pikir reiin sedikit tegang karena di peluk
tiba-tiba
Rein yang sudah di
peluk malah mengusap kepala gadis itu, saat reiin mengusap gadis itu tangan
kanannya yang ada tanda bintang langsung bercahaya dan seketika menghilang
juga, di saat yang bersammaan membuat gadis itu langsung diam
“eh, apa yang terjadi bausan itu” pikir reiin yang sangat bingung sambil
melihat tangannya yang mengeluarkan cahaya
“kak, bisa kakak berhenti memelukku?” tanay reiin yang belum menadari gadis
yang tertidur
“kak!” panggil lagi reiin
Karena gadis itu tida
merespon reiin memgang bahu gadis itu dan melepas pelukan gadis itu
sekali dan terlihat sangat cantik sekali
Setelah itu reiin
memindahkan gadis itu ke tempat yang teduh
“mm, kenapa gadis ini sangat ringan sekali, padahal aku masih kecil” pikir
reiin yang merasa membawa gadis itu terasa sangat ringan
“apa sebaiknya aku tinggal” guman reiin yang sudah menaruh gadis itu di
tempat yang teduh di dekat pintu atap dan menyandarkannya di tembok
Reiin yang sedikit
bingung tidak tau harus apa malah melihat kelangit melihat awan yang di terpa
angin, saat reiin sedang melihat awan itu gadis malah memgangnya dan menariknya dan membuat
reiin duduk
“gadis ini sangat kuat sekali” kata reiin yang memengang pantanya karena
sakit
Gadi itu langsung
tiduran di paha reiin setalah reiin duduk
“apa yang di pikir kan gadis ini” pikir reiin yang tidak tau harus apa
Reiin yang tidak tau
mau melakukan apa, melihat langit lagi. Karena reiin yang melihat langit terlalu
lama dan merasa matanya agak berat tanpa di sadari dia tertidur di atap sekolah
---
“diamana ini?” pikir reiin yang melihat lapangan hijau sangat
luas sekali dengan bunga-bunga yang bertebaran sangat luas sekali
“kakak apa yang kamu lihat?” tanya seseorag yang berada di sampingnya
Reiin melihat gadis
itu, tapi reiin tidak merespon dan terus memperhatikan sekitar
“eh, pa yang terjadi” pikir reiin yang merasa dirinya agak berbeda
“tangan siapa ini” pikr reiin yang melihat tanganya begitu besar
Reiin merasa agak
berbeda langsung bangun meraba badannya
__ADS_1
“apa yang terjadi” teriak reiin tiba-tiba karena menjadi dewasa
Karena reiin berteriak
banyak sekali gadis berlarian menju arah reiin yang sedang terlihat sangat
bingung sekali
“kak apa yang terjadi, dari tadi kakak sangat terlihat sangat berbeda
setelah kita semua menikah, eh bukan, setelah kakak tertidur” kata gadis yang
mirip sekali dengan lisa tapi versi remajanya
Reiin tidak merespon
sama sekali, dan hanya melihat semua gadis itu dengan tatapan yang sangat
bingung. Semua gadis yang sangat cantik itu melihat rein dengan rasa kahawtir
sekali
“apa yang terjadi sebenanya?, ini dimana?” pikir reiin yang terus memperhatikan sekiling
sambil melihat gadis yang sekitar 70 gadis yang mengelilinginya
“anu, sebebarnya apa yang terjadi?” tanya reiin dengan wajah yang sangat
bingung sambil mengaruk kepalanya dan senyum paksaan
Semua gadis itu sangat
terkejut sekali saat bertanya begitu
“apa aku mengatak sesutau yang salah?’ pikir reiin yang memperhatikan semua
gadis itu sangat terkejut sekali
“kakak, apa kakak tidak ingat kami semua?” gadis yang mirip sekali dengan
gadis yang di temui di atap sekolah tpi versi remajanya dengan wajah sangat
khawatir sekali
Reiin yang tidak
mengerti sama sekali dengan kejadian itu langsung pingsang di tempatnya ia
berdiri
---
“ahh... um” reiin yang sempat berteriak tapi tiba-tiba berciuman dengan
gadis yang dia temui di atap sekolah sentak terkejut sekali
Gadis yang di cium
reiin langsung berlari meninggalakan reiin setelah berhenti mencium reiin dan
lansung pergi meningalkan reiin di atap sekolah. Reiin yang tidak mengerti
dengan semua itu, melihat gadis itu yang pergi dari atap meninggalkan reiin sendirian
“sebenarnya apa yang barusan itu”pikir reiin yang masih bersandar di
tembok sambil menatap langit
Reiin menatap langit
begitu lama dan tanpa dia sadari ternyata sudah sore. Reiin yang masih bingung
berjalan turun meninggalkan atap dan langsung menuju ruangan tempat dia
meninggal kan semua baranganya. Reiin yang tidak mengerti sama sekali tetap
dalam keadaan bingung dan sampai ruangan itu,dan lalu mengmbil barang yang dia
bawa langsung pergi ke gerbang sekolah setelah mengunci pintu itu. Reiin tetap saja
tidak bicara sedikit pun dan hanya menundukkan keplaanya sampai di gerbang sekolah,
“reiin kenapa kamu lama sekli?” tanya papa reiin yang sudah ada di gerbang
sekolah menunggu reiin
Reiin yang di tanya
tidak merespon sama sekali dan langsung duduk di kursi mobil bagian belakang
“apa yang terjadi dengan anak ini?” pikir papa reiin yng melihat anaknya
tidak mengerti dengan ekprsi yang dia tunjukkan
Papa reiin yang tidak
mengerti hanya masuk mobil dan kemudian menghidupkan mobilanya dan lansgung
jalan. Saat di jalan papa reiin meihat andi dari cerminnya yang melihat reiin
menatap keluar jendela mobil
“ada apa
dengan anak ini, kenapa dai sangat berbeda sekali hari ini, apa terjadi sesuatu
di sekolh, tapi seharusnya dia bisa menyelesaikannya, tapi kali bukan itu
masalnya pasti” pikir
papa reiin yang terus mengemudi sambil mlihat reiin dari cermin yang diam saja
dan memperhatiakn luar jendela saja
Dalam perjala pulang
pap reiin terus memperhatikan rein yang tidak berubah dalam posisinya yang tetap
melihat keluar jendela mobil
“anak ini seperinya telah membuatku sangat kahati
sekali” pikir papa reiin
__ADS_1
yang sedang menyetir sambil menghela napasnya
Bersambung>>>>>