
“sepertinya itu bukan mimpi, tapi mungkin diriku
yang lain” pikir reiin
yang merasa sangat lelah sekali
“ahhh, sepertinya masa depanku akan banyak sekali perubahan” kata reiin
tiba-tiba setelah mengalami mimpi
“mungkin aku memanfaatkan waktuku sebelum berubah” pikir reiin sambil senyum
keluar jendela yang terlihat mau gelap
“kenapa kamu belum turun juga” tiba-tiba lisa bicara dari depan pintu
“aku sedikit kelelahan, tadi aku tidur sebentar” kata reiin sambil tersenyum
kearah lisa
“se-sebaiknya kamu sgera turun kita akan segera makan malam” kata lisa
sambil meninggalkan reiin yang masih duduk di tempat tidurnya
“ya” jawa reiin sambil melihat keluar jendela ke arah langit
“mungkin yang bisa jadi petunjuk cuma mereka saja” kata reiin sambil mengingat kedua
temannya di dalam mimpi di luar angkasa itu
“sebaiknya aku turun dan mandi” pikir reiin yang beranjak berdiri
“sebaiknya aku pisahkan jadwalku besok,
setidaknya selama seminggu ini, sekalian aku melihat rancangan itu” pikir reiin sambil mengambil handuk dan
melepas semua pakaiannya
-
Di ruang tamu lisa
yang sedang menonton tv sendiri tanpa di temani siapapun
“apa yang terjadi denganku hari ini, kenapa aku
merasa aneh sekali di dekatnya” pikir lisa yang tidak konsen saat menonton tv
“apa yang harus aku lakuakan, lagian kenapa aku
tiba-tiba bisa begini?” pikir lisa yang semakin bingung dengan dirinya sendiri
“mmmm... apa yang harus aku lakukan pada anak ini” pikir lisa sambil
mengcak-acak rambutnya
“papa apa kita biarkan saja dia begitu?” tanya andi yang mendengar
suara-suara dari ruang tamu
“biarkan saja, nanti selesai juga”
kapa papa andi sambil membaca buku
“ya sudah, jika papa bilang begitu” kata andi singkat sambil mengambil buah
yang ada di atas meja makan
“ahhhh.....”teriak lisa yang ada di ruang tanu
“apa benar pa kita biarkan saja?” tanya lagi andi yang sedikat khawatir
papa andi tidak merespon dan masih tetap fokus membaca
“apa yang terjadi dengan lisa?” tanya mama andi yang sedang menaruh nasi di
atas meja
“entahlah!” jawab andi singkat
Setelah andi respon mamanya,
mmanya langsung kembali ke dapur
“apa yang kamu lakukan?” tanya reiin tiba-tiba pada lisa yang sedang nonton
“ahhh...” teriak lagi lisa tiba-tiba mendengar suara reiin
“mmmhhh” guman reiin saat lisa berteriak
“a-apa yang kamu pakai?” tanya lisa sambil membalikkan badannya untuk
mengalihkan pandangannya dari reiin
“apa, aku pakai handuk apa lagi yang aku pakai” jawab reiin dengan senyum
kearah lisa
lisa tidak merespon reiin dan tetap dalam posisinya
“sebaiknya kamu ke meja makan, sepertinya makanan sudah siap” kata reiin
sambil meninggal lisa pergi ke kamar mandi
“apa yang ada dalam pikiran anak
itu sekarang” pikir lisa sambil melihat reiin yang pergi menjauh ke kamar
mandi
“menyenangkan juga hidup seperti ini” kata reiin yang melangkah masuk kamar
mandi
“tapi kehidupan seperti ini untukku akan segera berakhir, tapi itu juga
mungkin akan semakin menyenangkan, sebaiknya persiapan itu lebih baik dari pada
bicara sendiri” pikir reiin sambil membuka keran air
“ahh.... anak itu kenapa bisa bikin aku terus
kepikiran begini”pikir
lisa yang masih berada di ruang tamu sambil menonton
“hmm,... seperti bukan dia yang sikapnya aneh tapi aku sendiri yang
membuat diriku tambah aneh” pikir lisa yang sudah mulai sadar akan tingkahnya yang berbeda
__ADS_1
“tapi kenapa bisa begini, apalagi tadi siang” lisa yang mengingat kejadian di kantin
“aku sampai mengatakan hal itu, sungguh sangat
malu sekali, tapi yang lebih aneh lagi aku tidak merasa keberatan, ahhhhhh......
sebaiknya aku berhenti memikirkannya” pikir lisa yang berbaring di kursi ruang tamu sambil memeluk bantal
“ada apa dengan lisa hari ini?” pikir mama reiin dari dalam dapur
“lisa bisa bantu mama” teriak mama reiin dari dapur
“ya ma” jawab lisa tanpa pikir panjang
“aduh, kenapa aku bilang ya sih” guman lisa yang sedikit kesal pada diriya
sendiri
setelah lisa di
panggil, lisa pergi ke dapur
“ada apa ma?” tanya lisa yang sudah sampai
“apa terjadi sesuatu disekolah hari ini?” tanya mama reiin yang penasaran
sambil melihat lisa yang masih berdiri memperhatikan
“ada apa ini?” pikir lisa yang sedikit bingung
“apa yang terjadi di sekolah?, sepertinya tidak ada hal yang penting
terjadi” kata lisa sambil mengingat keseharian di sekolah
“tapi, saat kamu pulang tadi, kamu seperti menagalami sesuatu yang menarik,
seperti cinta?” kata mama reiin sambil menyiapkan makanan yang sudah siap
“mana mungkin” kata lisa sambil berusaha menembunyikan kejadian sebenarnya
“tapi, mereka semua tidak sadar jadi kamu tidak perlu khawatir jika kamu
jatuh cinta dengan seseorang” kata mama reiin dengan senyum sambil melangkah
meninggalkan lisa
“apa maksudnya, kalau reiin dan yang lainnya tidak
peka!!”pikir lisa yang
sedikit mengerti maksud dari mama reiin
“jadi selama ini tidak ada yang perlu aku khawatirkan” pikir lisa yang
sedikit membaik
Setelah itu lisa
kembali lagi keruang tamu, tanpa sepengatahuan mama reiin
“ma, apa yang mama bicarakan sma lisa?” tanya andi yang tetap di meja makan
“tidak ada apa-apa, spertinya lisa sedang jatuh cinta saja” kata mama andi
dengan senyum senang di wajahnya
sendiri sambil mengingat semua tingkah lisa
“jadi dia jatuh cinta sama siapa?” tanya papa andi yang ari tadi hanya baca
buku
“tentu saja degan reiin, siapa lagi” kata mama lisa singkat
“bagaimana mama bisa tau” tanya andi yang penasaran
“bagaimana?, sebaiknya kamu tanyakan saja sendiri” kata mama andi sambil
kembali ke dapur
Setelah mama andi
berjata begitu, andi langsung pergi ke ruang tamu
“mm, sepertinya dia terlihat sangat senang sekali” pikir andi yang sedang
melihat lisa sedang senyum-senyum sendiri di ruang tamu sambil menonton
“kak lisa, sudah waktunya makan” kata andi yang sedang berbohong
“ya, tunggu sebentar” respon lisa dengan wajah yang senang sekali
Setelah lisa berkata
begitu andi langsung kembali ke meja makam. Lisa yang masih senang mengetahui kalau
dirinya belum di ketahui sedang jatuh cinta merasa sangat gembira dan senang
sekali, setelah merasa baikan lisa pergi ke meja makan
“lisa!!” kata papa andi yang melihatnya sambil membaca buku
“ya pa, ada apa?’ tanya lisa yang sedang senang sambil melangkah ke kursi
“apa kamu sedang jatuh cinta?” tanya papa andi sambil baca buku
Lisa yang sudah duduk
di kursi, hanya bisa diam dan tekejut dengan pertanyaan papa andi
“hehehe, a-apa maksud papa?” tanya balik lisa yang sedang berusaha menutupi
kebohongannya
“maksud papa, apa kamu sedang jatuh cinta sama kakakku?” kata andi yang
terus makan buah
Lisa yang di meja mkan
diam membatu dan tidak menjawab andi
“apa yang kalian sedang bahas?” tanya reiin yang baru keluar dari kamar
mandi
“kami sedang berbicara masalah cintanya kak lisa” jawa andi dengan santai
“ehhh, jadi siapa cintanya kak lisa?” tanya reiin yang hanya berdiri
__ADS_1
memperhatikan
“entahlah, dia belum kasi tau” jawab andi sambil menatap reiin dengan
serius
“hmm, tapi kenapa dia jadi terlihat marti begitu?” tanya reiin yang sedang
melihat lisa yang membatu
“sudah-sudah, nanti saja lanjutkan pembahasan kalian, sebaiknya kamu ganti
pakainmu dulu” kata mama mereka yang sedang menaruh makanan dan menyuruh reiin
mengganti pakainnya
“ya-ya” jawab reiin sambil berjalan ke kamarnya
Suasana di meja makan
kembali sepi tanpa ada suara
“mm, sepi bangt hari ini” pikir andi sambil menatap lampu di atsnya
“ada apa andi?, apa ada sesuatu di atas?” tanya papa andi yang sedang
membaca buku
“tidak juga, hanya saja hari ini aku merasa agak merasa gimana ya....” kata
andi yang masih menatap lampunya sambil memikirkan sesuatu
“kalau kamu tidak cerita gimana papa bisa bantu” kata papa andi yang tetap sambil
membaca buku
Andi tidak berbicara
lagi setelah itu. Lisa yang masih saja membatu akhirnya sadar. Lisa melihat
sekelilingnya yang merasa kejadian itu seperti tidak ada
“tadi kamu kenapa lisa?” tanya papa andi sambil membaca buku
“tadi!!, kapan?” tanya lisa yang sepertinya tidak ingat kejadiannya
“sudahlah pa, jangan tanya lagi lisa” kata andi dengan santai sambil
menaruh wajahnya di atas meja makan
Papa andi melirik andi
yang berkata begitu dan tidak lagi bertanya setelah melihat andi
“apa yang akan aku lakukan di masa depan ya?” pikir andi yang masih dalam posisi tetap
wajah di atas meja
“apa yang kamu pikirkan?” tanya reiin yang sudah ganti pakaiannya
“tidak ada” jawab singkat andi
“tapi sepertinya kamu telihat kurang baik” kata reiin saat melihat andi yang
tiduran di atas meja makan
Andi tidak merespon
reiin dan hanya tetap dalam posisinya. Setelah itu reiin duduk di dekat kursi
lisa
“kak, lisa” panggil reiin pada lisa yang sedang diam memperhatikn andi
sambil tersenyum menatap lisa
“eh!, apa” respon lisa yang sedikit tekejut
Reiin tidak merespon
lisa melaikan menatapnya terus menerus. Karena lisa yang di tatap merasa malu,
dia langsung memalingkan wajahnya kearah lain
“kak lisa” panggil reiin lagi pada lisa yang sedang memlaingkan wajahnya
sambil tesenyum
“apa” respon lisa yang melirik reiin
“kak lisa” panggil reiin lagi
“apa” teriak lisa sambil melihat ke arah reiin
Karena lisa tiba-tiba
berbalik melihat reiin, tanpa di sengaja wajah mereka menjadi dekat sekali dan
setelah itu reiin sedikit mencium lisa yang sedikit bengong. Papa reiin yang
sedang fokus baca buku tidak memperhatikan apa yang
dilakukan reiing
“kak lisa berani juga” bisik reiin di telinga lisa yang sedang malu
setelah mencium lisa
Lisa tidak merepon
melainkan malu sekali setelah di cium reiin dan hanya wajah merah sekali
“apa yang kalian lakukan?” tanya mama reiin yang baru datang dari dapur
“tidak ada apa-apa” jawa reiin yang kembli duduk di kursinya
“kamu kenpaa lisa?” tanya maa reiin yang melihat lisa sedang bengong
Lisa tidak merespon
dan hanya diam saja karena masih malu akibat ciuman reiin
“lisa” panggiil mama reiin
Karena lisa tidak
merespon, mama reiin balik lagi ke dapur
Bersambung>>>>>
__ADS_1