Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

“sepertinya itu bukan mimpi, tapi mungkin diriku


yang lain” pikir reiin


yang merasa sangat lelah sekali


“ahhh, sepertinya masa depanku akan banyak sekali perubahan” kata reiin


tiba-tiba setelah mengalami mimpi


“mungkin aku memanfaatkan waktuku sebelum berubah” pikir reiin sambil senyum


keluar jendela yang terlihat mau gelap


“kenapa kamu belum turun juga” tiba-tiba lisa bicara dari depan pintu


“aku sedikit kelelahan, tadi aku tidur sebentar” kata reiin sambil tersenyum


kearah lisa


“se-sebaiknya kamu sgera turun kita akan segera makan malam” kata lisa


sambil meninggalkan reiin yang masih duduk di tempat tidurnya


“ya” jawa reiin sambil melihat keluar jendela ke arah langit


“mungkin yang bisa jadi petunjuk cuma mereka  saja” kata reiin sambil mengingat kedua


temannya di dalam mimpi di luar angkasa itu


“sebaiknya aku turun dan mandi” pikir reiin yang beranjak berdiri


“sebaiknya aku pisahkan jadwalku besok,


setidaknya selama seminggu ini, sekalian aku melihat rancangan itu” pikir reiin sambil mengambil handuk dan


melepas semua pakaiannya


-


                Di ruang tamu lisa


yang sedang menonton tv sendiri tanpa di temani siapapun


“apa yang terjadi denganku hari ini, kenapa aku


merasa aneh sekali di dekatnya” pikir lisa yang tidak konsen saat menonton tv


“apa yang harus aku lakuakan, lagian kenapa aku


tiba-tiba bisa begini?” pikir lisa yang semakin bingung dengan dirinya sendiri


“mmmm... apa yang harus aku lakukan pada anak ini” pikir lisa sambil


mengcak-acak rambutnya


“papa apa kita biarkan saja dia begitu?” tanya andi yang mendengar


suara-suara dari ruang tamu


“biarkan saja,  nanti selesai juga”


kapa papa andi sambil membaca buku


“ya sudah, jika papa bilang begitu” kata andi singkat sambil mengambil buah


yang ada di atas meja makan


“ahhhh.....”teriak lisa yang ada di ruang tanu


“apa benar pa kita biarkan saja?” tanya lagi andi yang sedikat khawatir


papa andi tidak merespon dan masih tetap fokus membaca


“apa yang terjadi dengan lisa?” tanya mama andi yang sedang menaruh nasi di


atas meja


“entahlah!” jawab andi singkat


                Setelah andi respon mamanya,


mmanya langsung kembali ke dapur


“apa yang kamu lakukan?” tanya reiin tiba-tiba pada lisa yang sedang nonton


“ahhh...” teriak lagi lisa tiba-tiba mendengar suara reiin


“mmmhhh” guman reiin saat lisa berteriak


“a-apa yang kamu pakai?” tanya lisa sambil membalikkan badannya untuk


mengalihkan pandangannya dari reiin


“apa, aku pakai handuk apa lagi yang aku pakai” jawab reiin dengan senyum


kearah lisa


lisa tidak merespon reiin dan tetap dalam posisinya


“sebaiknya kamu ke meja makan, sepertinya makanan sudah siap” kata reiin


sambil meninggal lisa pergi ke kamar mandi


“apa yang ada dalam  pikiran anak


itu sekarang” pikir lisa sambil melihat reiin yang pergi menjauh ke kamar


mandi


“menyenangkan juga hidup seperti ini” kata reiin yang melangkah masuk kamar


mandi


“tapi kehidupan seperti ini untukku akan segera berakhir, tapi itu juga


mungkin akan semakin menyenangkan, sebaiknya persiapan itu lebih baik dari pada


bicara sendiri” pikir reiin sambil membuka keran air


“ahh.... anak itu kenapa bisa bikin aku terus


kepikiran begini”pikir


lisa yang masih berada di ruang tamu sambil menonton


“hmm,... seperti bukan dia  yang sikapnya aneh tapi aku sendiri yang


membuat diriku tambah aneh” pikir lisa yang sudah mulai sadar akan tingkahnya yang berbeda

__ADS_1


“tapi kenapa bisa begini, apalagi tadi siang” lisa yang mengingat kejadian di kantin


“aku sampai mengatakan hal itu, sungguh sangat


malu sekali, tapi yang lebih aneh lagi aku tidak merasa keberatan, ahhhhhh......


sebaiknya aku berhenti memikirkannya” pikir lisa yang berbaring di kursi ruang tamu sambil memeluk bantal


“ada apa dengan lisa hari ini?” pikir mama reiin dari dalam dapur


“lisa bisa bantu mama” teriak mama reiin dari dapur


“ya ma” jawab lisa tanpa pikir panjang


“aduh, kenapa aku bilang ya sih” guman lisa yang sedikit kesal pada diriya


sendiri


                setelah lisa di


panggil, lisa pergi ke dapur


“ada apa ma?” tanya lisa yang sudah sampai


“apa terjadi sesuatu disekolah hari ini?” tanya mama reiin yang penasaran


sambil melihat lisa yang masih berdiri memperhatikan


“ada apa ini?” pikir lisa yang sedikit bingung


“apa yang terjadi di sekolah?, sepertinya tidak ada hal yang penting


terjadi” kata lisa sambil mengingat keseharian di sekolah


“tapi, saat kamu pulang tadi, kamu seperti menagalami sesuatu yang menarik,


seperti cinta?” kata mama reiin sambil menyiapkan makanan yang sudah siap


“mana mungkin” kata lisa sambil berusaha menembunyikan kejadian sebenarnya


“tapi, mereka semua tidak sadar jadi kamu tidak perlu khawatir jika kamu


jatuh cinta dengan seseorang” kata mama reiin dengan senyum sambil melangkah


meninggalkan lisa


“apa maksudnya, kalau reiin dan yang lainnya tidak


peka!!”pikir lisa yang


sedikit mengerti maksud dari mama reiin


“jadi selama ini tidak ada yang perlu aku khawatirkan” pikir lisa yang


sedikit membaik


                Setelah itu lisa


kembali lagi keruang tamu, tanpa sepengatahuan mama reiin


“ma, apa yang mama bicarakan sma lisa?” tanya andi yang tetap di meja makan


“tidak ada apa-apa, spertinya lisa sedang jatuh cinta saja” kata mama andi


dengan senyum senang di wajahnya


sendiri sambil mengingat semua tingkah lisa


“jadi dia jatuh cinta sama siapa?” tanya papa andi yang ari tadi hanya baca


buku


“tentu saja degan reiin, siapa lagi” kata mama lisa singkat


“bagaimana mama bisa tau” tanya andi yang penasaran


“bagaimana?, sebaiknya kamu tanyakan saja sendiri” kata mama andi sambil


kembali ke dapur


                Setelah mama andi


berjata begitu, andi langsung pergi ke ruang tamu


“mm, sepertinya dia terlihat sangat senang sekali” pikir andi yang sedang


melihat lisa sedang senyum-senyum sendiri di ruang tamu sambil menonton


“kak lisa, sudah waktunya makan” kata andi yang sedang berbohong


“ya, tunggu sebentar” respon lisa dengan wajah yang senang sekali


                Setelah lisa berkata


begitu andi langsung kembali ke meja makam.  Lisa yang masih senang mengetahui kalau


dirinya belum di ketahui sedang jatuh cinta merasa sangat gembira dan senang


sekali, setelah merasa baikan lisa pergi ke meja makan


“lisa!!” kata papa andi yang melihatnya sambil membaca buku


“ya pa, ada apa?’ tanya lisa yang sedang senang sambil melangkah ke kursi


“apa kamu sedang jatuh cinta?” tanya papa andi sambil baca buku


                Lisa yang sudah duduk


di kursi, hanya bisa diam dan tekejut dengan pertanyaan papa andi


“hehehe, a-apa maksud papa?” tanya balik lisa yang sedang berusaha menutupi


kebohongannya


“maksud papa, apa kamu sedang jatuh cinta sama kakakku?” kata andi yang


terus makan buah


                Lisa yang di meja mkan


diam membatu dan tidak menjawab andi


“apa yang kalian sedang bahas?” tanya reiin yang baru keluar dari kamar


mandi


“kami sedang berbicara masalah cintanya kak lisa” jawa andi dengan santai


“ehhh, jadi siapa cintanya kak lisa?” tanya reiin yang hanya berdiri

__ADS_1


memperhatikan


“entahlah, dia belum kasi tau” jawab andi sambil menatap reiin dengan


serius


“hmm, tapi kenapa dia jadi terlihat marti begitu?” tanya reiin yang sedang


melihat lisa yang membatu


“sudah-sudah, nanti saja lanjutkan pembahasan kalian, sebaiknya kamu ganti


pakainmu dulu” kata mama mereka yang sedang menaruh makanan dan menyuruh reiin


mengganti pakainnya


“ya-ya” jawab reiin sambil berjalan ke kamarnya


                Suasana di meja makan


kembali sepi tanpa ada suara


“mm, sepi bangt hari ini” pikir andi sambil menatap lampu di atsnya


“ada apa andi?, apa ada sesuatu di atas?” tanya papa andi yang sedang


membaca buku


“tidak juga, hanya saja hari ini aku merasa agak merasa gimana ya....” kata


andi yang masih menatap lampunya sambil memikirkan sesuatu


“kalau kamu tidak cerita gimana papa bisa bantu” kata papa andi yang tetap sambil


membaca buku


                Andi tidak berbicara


lagi setelah itu. Lisa yang masih saja membatu akhirnya sadar. Lisa melihat


sekelilingnya yang merasa kejadian itu seperti tidak ada


“tadi kamu kenapa lisa?” tanya papa andi sambil membaca buku


“tadi!!, kapan?” tanya lisa yang sepertinya tidak ingat kejadiannya


“sudahlah pa, jangan tanya lagi lisa” kata andi dengan santai sambil


menaruh wajahnya di atas meja makan


                Papa andi melirik andi


yang berkata begitu dan tidak lagi bertanya setelah melihat andi


“apa yang akan aku lakukan di masa depan ya?” pikir andi yang masih dalam posisi tetap


wajah di atas meja


“apa yang kamu pikirkan?” tanya reiin yang sudah ganti pakaiannya


“tidak ada” jawab singkat  andi


“tapi sepertinya kamu telihat kurang baik” kata reiin saat melihat andi yang


tiduran di atas meja makan


                Andi tidak merespon


reiin dan hanya tetap dalam posisinya. Setelah itu reiin duduk di dekat kursi


lisa


“kak, lisa” panggil reiin pada lisa yang sedang diam memperhatikn andi


sambil tersenyum menatap lisa


“eh!, apa” respon lisa yang sedikit tekejut


                Reiin tidak merespon


lisa melaikan menatapnya terus menerus. Karena lisa yang di tatap merasa malu,


dia langsung memalingkan wajahnya kearah lain


“kak lisa” panggil reiin lagi pada lisa yang sedang memlaingkan wajahnya


sambil tesenyum


“apa” respon lisa yang melirik reiin


“kak lisa” panggil reiin lagi


“apa” teriak lisa sambil melihat ke arah reiin


                Karena lisa tiba-tiba


berbalik melihat reiin, tanpa di sengaja wajah mereka menjadi dekat sekali dan


setelah itu reiin sedikit mencium lisa yang sedikit bengong. Papa reiin yang


sedang fokus baca buku tidak memperhatikan apa yang


dilakukan reiing


“kak lisa berani juga” bisik reiin di telinga lisa yang sedang malu


setelah mencium lisa


                Lisa tidak merepon


melainkan malu sekali setelah di cium reiin dan hanya wajah merah sekali


“apa yang kalian lakukan?” tanya mama reiin yang baru datang dari dapur


“tidak ada apa-apa” jawa reiin yang kembli duduk di kursinya


“kamu kenpaa lisa?” tanya maa reiin yang melihat lisa sedang bengong


                Lisa tidak merespon


dan hanya diam saja karena masih malu akibat ciuman reiin


“lisa” panggiil mama  reiin


                Karena lisa tidak


merespon, mama reiin balik lagi ke dapur


Bersambung>>>>>

__ADS_1


__ADS_2