
Setelah itu reiin
menghubungkan earpphone yang dia dapat dari kardus ke komputer
“halo ari adikku, jika kamu sudah mendengar ini mungkin aku tidak akan
kembali lagi setelah berpetualang, tapi aku meninggalkan sebuah rancangan ini
untukmu, gunakanlah untuk dirimu sendiri, dan gunakan dengan bijak, mungkin
hanya ini yang akan ku sampaikan, selamat membuat adikku” suara rekaman yang di
putar reiin
“cuma itu saja” kata reiin setelah mendengar rekaman itu
“ahhh, aku kira ada hal yang penting” pikir reiin yan melepas penghubung
earphone
“sebaiknya aku taruh kembali” guman reiin sambil berjalan ke kardus lama
Reiin menaruh kembali earphone
itu di kardus, setelah itu kembali lagi
“eh apa ini” kata reiin yang melihat komputer itu membuka lebih banyak lagi
rancangan
Reiin yang semakin
penasaran melihat semua rancangan itu, mulai dari racangan persejataan bahkan
sampai bahan-bahan yang di perlukan
“semua ini untuk apa, sepertinya ini sangat
menarik” pikir reiin yang
tersenyum saat melihat cetak biru itu
Setelah itu reiin
memperlajari cetak biru itu dengan santai dan dalam waktu yang lama. Reiin
selesai mengerti cetak biru cuma satu, saat sudah menunjujkan jam makan siang
“sepertinya aku terlalu lama di dalam sini, sebakinya kau keluar mencari
makan” guman reiin yang tetap membiarkan komputer itu hidup kemudian
meninggalkan ruangan itu
“m, kenapa mereka ini melihatku” pikir reiin yang dilihat oleh siswi
sekolah itu yang mengenakan pakain seragam olahraga
Reiin melihat tanda
pintu yang ada di dipintu tempat dia keluar
“apa yang kalian lihat?” tanya reiin yang sduah mengetahui kalau dia di
samping ruang ganti perempuan
Semua siswi yang
melihat reiin tidak ada yang merespon
“sebaiknya aku segera pergi saja” pikir reiin yang di lihat seperti anak
mesum
Reiin pergi menjauh
dari ruang ganti itu, tapi saat dia mau pergi
“kamu” panggil seseorang yang reiin tidak lupa suaranya
Reiin yang merasa di
panggil langsung berbalik melihat siapa yang memanggilnya
“kak ariana ada apa?” tanya reiin dengan nada bicara biasa
Ariana tidak merespon
dah hanya melihat reiin dengan sangat penasaran
“apa yang ada di pikiran anak ini” pikir reiin yang melihat ariana
melihatnya dengan sangat teliti
“maaf kak, kalu tidak ada urusan aku mau pergi dulu” kata reiin sambil
mejauh dari ruang ganti
Reiin tidak di panggil
oleh ariana, melainkan melihatnya pergi menjauh saja
“apa yang ada dalam pikiran anak itu, kenapa dia
melihat seperti itu” pikir
reiin yang berjalan menuju kantin sekolah
reiin bejaln sambil
meperhtikan seklilingnya, saat dia melihat kela 2-2 dia melihat sebentar
“kenapa dengan guru itu”pikir reiin yang melilhat teman papanya yang
sedang terlihat mara-marah
Reiin yang meelihat
itu mengintip dari depan pintu masuk kelas
“kenapa kalian semua tidak bisa
mengerjakan soal ini, padahah soal ini sangat mudah sekali” guru itu marah sekali
__ADS_1
dengan nada bicara yang seharusnya tidak di ucapkan oleh seorang guru
“jika kalian tidak ada yang bagus-bagus begini bagaimana kalian bisa lulus
hah” kata guru itu dengan suara yang sangat lantang sekali
“sebaiknya aku menghentikannya” pikir reiin yang sudah tidak tahan melihat
anak-anak itu di marahi
“pak guru, apa begini cara mengajar bapak?” tanya reiin yang tiba-tiba
bertanya dari depan pintu
“sebaiknya bapak berhenti jadi guru saja” kata reiin dengan suara yang
sangat tidak sopan sekali
Semua murid yamg ada
di kelas melihat ke depan memperhatikan keributan yang terjadi
“apa maumu, dan juga kamu jangan mengganggu jam pelajaran” kata teman papa
reiin yang kasar sekali pada reiin
“maap guru, aku tidak tau di mana letak kesalah mereka, tapi sebaiknya pak
guru mengurangi cara bicara bapak yang sanga buruk itu” kata reiin dengan sangat
tidak sopan sekali
“jangan menasihati ku, kamu masih ana-anak sebaiknya kamu pergi saja dari
sini” kata teman papa reiin sambil tersenyum meremehkan kepada reiin
“guru ini sifatnya jelek sekli, tapi mumpung
begini sekalian saja” pikir reiin sambil tesenyum membalas senyuman teman papa reiin
“baik, pak guru biar saya saja yang mengajar mereka” kata reiin yang mau
mengambil alih mengajar
“hah, kamu mau ambih alil hahahahahah.........” tertawa teman papa reiin
dengan sangat keras sekali
Dia tertawa cuku lama
sekali
“apa pak guru bisa berhenti tertawa, soalnya pak guru itu bikin semua takut
murid lo” kata reii yang bersandar di depan pintu
“itu lah seharusnya guru, guru itu harus di turuti apa yang dia mau” kata
teman papa reiin dengan wajah yang sangat sombong sekali
“kenapa papa da kepala sekolah masih bisa bertahan
dengan orang semacam ini” pikir reiin yang tidak mengerti apa baiknya dari teman papanya yang sangat
meremehkan semua orang
dengan sikap dingin kepada teman papa reiin
“hm, boleh saja, tapi jika nereka tidak bisa menjawa semua soal yang aku
berikan kepada meraka, sebaiknya kamu jangan pernah lagi menununjukkan wajahmu
disini lagi” kata teman papa nya dengan sangat kejam sekali pada reiin
“aku mengerti sekarang, kenap semua orang disini jadi tidak ada yang
mereka mengerti sama sekali dan juga tidak ada yang mau menjadi pengganti guru
sementara” pikir reiin yang seudah mengetahui maksud dari teman papa reiin
“boeh saja, tapi jika mereka bisa menjawab semua petanyaan yang pak guru
berikan, bisakah bapak guru tidak mengajar lagi di seluruh sekolah yang ada di
dunia ini dan juga kita buat perjanjian tertulis,bagaimana?” tanya reiin dengan
wajah yang tetap dingin terhadap teman papa reiin
Semua murid terkejut
sekali saat reiin berkata begitu dan merasa sangat senag sekali saat reiin
menantang teman papa reiin
“hahahahahahaha................” pak guru itu tertawa keras sekali mengira
reiin sedang melakukan lelucon
Pak guru tertawa lama
sekali dan membuat para murid khawatir
“baiklah, hahaha” jawab singkat pak guru itu yang masih saja tertawa
“kalau gitu pak guru bisa buat perjanjianya sekarang giaman disini dan
soalnya juga dan tambahkan mereka sebagai bukti juga” kata reiin dengan wajah
dingin kepada pak guru itu dan tersenyum kepada semua muridnya yang ada di
dalam kelas
“baiklah” kata guru itu dengan wajah yang merasa sangat sombong sekai pada reiin
Setelah itu pak guru
itu langsung membuka tasnya dan mengambil laptopnya kemudian menulis
“tapi apa ini tidak berlebihan, tapi sepertinya
mereka berharap dia pergi” pikir reiin yang melihat semua muridnya khawatir dan juga senang
“sudah selsai” kata pak guru itu dengan wajah sombong
“cepat sekali” pikir reiin, dan melihat pak guru itu yang menatapnya dengan
tatapan senang dan merasa sudah menang
__ADS_1
“kalau gitu apa bapak bisa prinkan?” tanya reiin dengan wajah dingin kepada
pak guru itu
“baik” jawab singkat pa guru itu sambil melangkah meninggalkan kelas dan
menatap reiin dengan wajah sobong sekali
Semua murid
memperhatikan pak guru yang pergi menjauh meninggal kan mereka
“baik semuanya, kalian terlalu tegang” kata reiin dasambil melangkah masuk
di depan kelas
Semua muridnya
tidak ada yang merespon melainkan melihat reiin dengan rasa khawatir sekali
“denganrkan baik-baik apa yang aku katakan ya” kata reiin dengan senyum yang
menenagkan mereka
“apa kalian mau guru itu pergi dari sekolah ini?” tanya reiin dengan tetap
tersenyum
Semua murid mengangguk
bersamaan sebagai jawaban
“kalau begitu ikuti intruksi dari ku nanti setelah melihat soal apa yang di
berikannya” kata rein dengan wajah senyum yang semebuat semua di kelasnya menjadi
sedikit senang
Reiin mulai memberikan
arahan pada mereka dengan senyum dan membuat meraka semakin semangat. Sementara
itu
-
“*jangan*salahkan aku kepala sekolah, jika kau berlaku kasar pada anak itu, dia yang datang padaku sendiri”
pikir teman papanya yang sedang berada di kantor yang sedang memprin
Suasana di ruang guru
tidak begitu baik sekali, semua guru yang ada di dalam ruangan itu tidak ada
yang merasa senang sekali saat kehadiran teman papa reiin yang masuk
“ahhhhhh BRRUUUKKK!” seorang guru wanita jatuh tersandung dan menimpa teman
papa reiin yang kepalanya di kenai buku
“apa yang kamu lalukan” tiba-tiba teriak teman papa reiin saat dia terkena
buku yang di bawa oleh wanita itu
“m-maaf saya, saya tidak sengaja” kata guru wanita itu dengan sangat takut
“sudah cepat menyingkir dari hadapanku” kata teman papa reiin yang dalam keadaan senang sekali
“saat kembali” kata teman papa reiin sambil mengambil dan membawa
kertas yang sudah di print itu ke kelas tempat dia mengajar
Karena merasa senang,
dia tidak melihat salah satu kertas yang dia prin jatuh di dekat wanita itu
-
“jika kalian mengikuti intruksi yang sudah aku katakan pasti kalian akan
bisa menjawab soal apa saja yang di berikan oleh guru itu meski tidak semua
jawaban kalian bisa jawab” kata reiin yang telah memberikan intruksi dan
menjelaskannya semampunya dan sesingkatnya
Setelah reiin selesai
menjelaskan guru itu datang membawa kertas yang cukup banyak
“ayo mari tanda tangani kertas ini” kata guru itu yan baru datang dengan
senyum sombongnya
“biar saya lihat dulu" kata reiin meminta kertas itu
Dengan tersenyum guru
itu memberikan reiin buku itu dengan wajh meremehkan sekali. Reiin kemudian
membaca kertas itu
“semuanya perjanjiannya sama seperti yang aku katakan, masih ada bebeapa
lembar lagi sepertinya dia menyembunyikannya” pikir reiin yang melihat ada
kejanggalan dalam kertas perjajian itu
“diama kertas untuk tanda tanganya untuk mereka semua ?” tanya reiin sambil
menunjuk sema murid yang ada di kelas
Tanpa ragu guru itu
langsung memberikan reiin kertas lain
“baik kita sepakat” kata reiin sambil mengambil bolpoin yang ada sakunya
dan menanda tangani perjanjian itu
“mana soalnya pa?” tanya reiin lagi yang meminta soal
“biar saya yang bagikan kepada mereka” kata reiin yang meminta pada guru itu
Tanpa ragu dia
memberikan soal itu dan reiin melihatnya sebelum di berikan kepada muridnya
__ADS_1
Bersambung>>>>>