Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)

Symbol Of The Sun'S Moon Star (Interstellar Adventurer Kotraktor)
LAMBANG BINTANG


__ADS_3

                Setelah itu reiin


menghubungkan earpphone yang dia dapat dari kardus ke komputer


“halo ari adikku, jika kamu sudah mendengar ini mungkin aku tidak akan


kembali lagi setelah berpetualang, tapi aku meninggalkan sebuah rancangan ini


untukmu, gunakanlah untuk dirimu sendiri, dan gunakan dengan bijak, mungkin


hanya ini yang akan ku sampaikan, selamat membuat adikku” suara rekaman yang di


putar reiin


“cuma itu saja” kata reiin setelah mendengar rekaman itu


“ahhh, aku kira ada hal yang penting” pikir reiin yan melepas penghubung


earphone


“sebaiknya aku taruh kembali” guman reiin sambil berjalan ke kardus lama


                Reiin menaruh kembali earphone


itu di kardus, setelah itu kembali lagi


“eh apa ini” kata reiin yang melihat komputer itu membuka lebih banyak lagi


rancangan


                Reiin yang semakin


penasaran melihat semua rancangan itu, mulai dari racangan persejataan bahkan


sampai bahan-bahan yang di perlukan


“semua ini untuk apa, sepertinya ini sangat


menarik” pikir reiin yang


tersenyum saat melihat cetak biru itu


                Setelah itu reiin


memperlajari cetak biru itu dengan santai dan dalam waktu yang lama. Reiin


selesai mengerti cetak biru cuma satu, saat sudah menunjujkan jam makan siang


“sepertinya aku terlalu lama di dalam sini, sebakinya kau keluar mencari


makan” guman reiin yang tetap membiarkan komputer itu hidup kemudian


meninggalkan ruangan itu


“m, kenapa mereka ini melihatku” pikir reiin yang dilihat oleh siswi


sekolah itu yang mengenakan pakain seragam olahraga


                Reiin melihat tanda


pintu yang ada di dipintu tempat dia keluar


“apa yang kalian lihat?” tanya reiin yang sduah mengetahui kalau dia di


samping ruang ganti perempuan


                Semua siswi yang


melihat reiin tidak ada yang merespon


“sebaiknya aku segera pergi saja” pikir reiin yang di lihat seperti anak


mesum


                Reiin pergi menjauh


dari ruang ganti itu, tapi saat dia mau pergi


“kamu” panggil seseorang yang reiin tidak lupa suaranya


                Reiin yang merasa di


panggil langsung berbalik melihat siapa yang memanggilnya


“kak ariana ada apa?” tanya reiin dengan nada bicara biasa


 


 


                Ariana tidak merespon


dah hanya melihat reiin dengan sangat penasaran


“apa yang ada di pikiran anak ini” pikir reiin yang melihat ariana


melihatnya dengan sangat teliti


“maaf kak, kalu tidak ada urusan aku mau pergi dulu” kata reiin sambil


mejauh dari ruang ganti


                Reiin tidak di panggil


oleh ariana, melainkan melihatnya pergi menjauh saja


“apa yang ada dalam pikiran anak itu, kenapa dia


melihat seperti itu” pikir


reiin yang berjalan menuju kantin sekolah


                reiin bejaln sambil


meperhtikan seklilingnya, saat dia melihat kela 2-2 dia melihat sebentar


“kenapa dengan guru itu”pikir reiin yang melilhat teman papanya yang


sedang terlihat mara-marah


                Reiin yang meelihat


itu mengintip dari depan pintu masuk kelas


“kenapa kalian  semua tidak bisa


mengerjakan soal ini, padahah soal ini sangat mudah sekali” guru itu marah sekali

__ADS_1


dengan nada bicara yang seharusnya tidak di ucapkan oleh seorang guru


“jika kalian tidak ada yang bagus-bagus begini bagaimana kalian bisa lulus


hah” kata guru itu dengan suara yang sangat lantang sekali


“sebaiknya aku menghentikannya” pikir reiin yang sudah tidak tahan melihat


anak-anak itu di marahi


“pak guru, apa begini cara mengajar bapak?” tanya reiin yang tiba-tiba


bertanya dari depan pintu


“sebaiknya bapak berhenti jadi guru saja” kata reiin dengan suara yang


sangat tidak sopan sekali


                Semua murid yamg ada


di kelas melihat ke depan memperhatikan keributan yang terjadi


“apa maumu, dan juga kamu jangan mengganggu jam pelajaran” kata teman papa


reiin yang kasar sekali pada reiin


“maap guru, aku tidak tau di mana letak kesalah mereka, tapi sebaiknya pak


guru mengurangi cara bicara bapak yang sanga buruk itu” kata reiin dengan sangat


tidak sopan sekali


“jangan menasihati ku, kamu masih ana-anak sebaiknya kamu pergi saja dari


sini” kata teman papa reiin sambil tersenyum meremehkan kepada reiin


“guru ini sifatnya jelek sekli, tapi mumpung


begini sekalian saja” pikir reiin sambil tesenyum membalas senyuman teman papa reiin


“baik, pak guru biar saya saja yang mengajar mereka” kata reiin yang mau


mengambil alih mengajar


“hah, kamu mau ambih alil hahahahahah.........” tertawa teman papa reiin


dengan sangat keras sekali


                Dia tertawa cuku lama


sekali


“apa pak guru bisa berhenti tertawa, soalnya pak guru itu bikin semua takut


murid lo” kata reii yang bersandar di depan pintu


“itu lah seharusnya guru, guru itu harus di turuti apa yang dia mau” kata


teman papa reiin dengan wajah yang sangat sombong sekali


“kenapa papa da kepala sekolah masih bisa bertahan


dengan orang semacam ini” pikir reiin yang tidak mengerti apa baiknya dari teman papanya yang sangat


meremehkan semua orang


dengan sikap dingin kepada teman papa reiin


“hm, boleh saja, tapi jika nereka tidak bisa menjawa semua soal yang aku


berikan kepada meraka, sebaiknya kamu jangan pernah lagi menununjukkan wajahmu


disini lagi” kata teman papa nya dengan sangat kejam sekali pada reiin


“aku mengerti sekarang, kenap semua orang disini jadi tidak ada yang


mereka mengerti sama sekali dan juga tidak ada yang mau menjadi pengganti guru


sementara” pikir reiin yang seudah mengetahui maksud dari teman papa reiin


“boeh saja, tapi jika mereka bisa menjawab semua petanyaan yang pak guru


berikan, bisakah bapak guru tidak mengajar lagi di seluruh sekolah yang ada di


dunia ini dan juga kita buat perjanjian tertulis,bagaimana?” tanya reiin dengan


wajah yang tetap dingin terhadap teman papa reiin


                Semua murid terkejut


sekali saat reiin berkata begitu dan merasa sangat senag sekali saat reiin


menantang teman papa reiin


“hahahahahahaha................” pak guru itu tertawa keras sekali mengira


reiin sedang melakukan lelucon


                Pak guru tertawa lama


sekali dan membuat para murid khawatir


“baiklah, hahaha” jawab singkat pak guru itu yang masih saja tertawa


“kalau gitu pak guru bisa buat perjanjianya sekarang giaman disini dan


soalnya juga dan tambahkan mereka sebagai bukti juga” kata reiin dengan wajah


dingin kepada pak guru itu dan tersenyum kepada semua muridnya yang ada di


dalam kelas


“baiklah” kata guru itu dengan wajah yang merasa sangat sombong sekai pada reiin


                Setelah itu pak guru


itu langsung membuka tasnya dan mengambil laptopnya kemudian menulis


“tapi apa ini tidak berlebihan, tapi sepertinya


mereka berharap dia pergi” pikir reiin yang melihat semua muridnya khawatir dan juga senang


“sudah selsai” kata pak guru itu dengan wajah sombong


“cepat sekali” pikir reiin, dan melihat pak guru itu yang menatapnya dengan


tatapan senang dan merasa sudah menang

__ADS_1


“kalau gitu apa bapak bisa prinkan?” tanya reiin dengan wajah dingin kepada


pak guru itu


“baik” jawab singkat pa guru itu sambil melangkah meninggalkan kelas dan


menatap reiin dengan wajah sobong sekali


                Semua murid


memperhatikan pak guru yang pergi menjauh meninggal kan mereka


“baik semuanya, kalian terlalu tegang” kata reiin dasambil melangkah masuk


di depan kelas


                Semua muridnya


tidak ada yang merespon melainkan melihat reiin dengan rasa khawatir sekali


“denganrkan baik-baik apa yang aku katakan ya” kata reiin dengan senyum yang


menenagkan mereka


“apa kalian mau guru itu pergi dari sekolah ini?” tanya reiin dengan tetap


tersenyum


                Semua murid mengangguk


bersamaan sebagai jawaban


“kalau begitu ikuti intruksi dari ku nanti setelah melihat soal apa yang di


berikannya” kata rein dengan wajah senyum yang semebuat semua di kelasnya menjadi


sedikit senang


                Reiin mulai memberikan


arahan pada mereka dengan senyum dan membuat meraka semakin semangat. Sementara


itu


-


“*jangan*salahkan aku kepala sekolah, jika kau berlaku kasar pada  anak itu, dia yang datang padaku sendiri”


pikir teman papanya yang sedang berada di kantor yang sedang memprin


                Suasana di ruang guru


tidak begitu baik sekali, semua guru yang ada di dalam ruangan itu tidak ada


yang merasa senang sekali saat kehadiran teman papa reiin yang masuk


“ahhhhhh BRRUUUKKK!” seorang guru wanita jatuh tersandung dan menimpa teman


papa reiin yang kepalanya di kenai buku


“apa yang kamu lalukan” tiba-tiba teriak teman papa reiin saat dia terkena


buku yang di bawa oleh wanita itu


“m-maaf saya, saya tidak sengaja” kata guru wanita itu dengan sangat takut


“sudah cepat menyingkir dari hadapanku” kata teman papa reiin  yang dalam keadaan senang sekali


“saat kembali” kata teman papa reiin sambil mengambil dan membawa


kertas yang sudah di print itu ke kelas tempat dia mengajar


                Karena merasa senang,


dia tidak melihat salah satu kertas yang dia prin jatuh di dekat wanita itu


-


“jika kalian mengikuti intruksi yang sudah aku katakan pasti kalian akan


 bisa menjawab soal apa saja yang di berikan oleh guru itu meski tidak semua


jawaban kalian bisa jawab” kata reiin yang telah memberikan intruksi dan


menjelaskannya semampunya dan sesingkatnya


                Setelah reiin selesai


menjelaskan guru itu datang membawa kertas yang cukup banyak


“ayo mari tanda tangani kertas ini” kata guru itu yan baru datang dengan


senyum sombongnya


“biar saya lihat dulu" kata reiin meminta  kertas itu


                Dengan tersenyum guru


itu memberikan reiin buku itu dengan wajh meremehkan sekali. Reiin kemudian


membaca kertas itu


“semuanya perjanjiannya sama seperti yang aku katakan, masih ada bebeapa


lembar lagi sepertinya dia menyembunyikannya” pikir reiin yang melihat ada


kejanggalan dalam kertas perjajian itu


“diama kertas untuk tanda tanganya untuk mereka semua ?” tanya reiin sambil


menunjuk sema murid yang ada  di kelas


                Tanpa ragu guru itu


langsung memberikan reiin kertas lain


“baik kita sepakat” kata reiin sambil mengambil bolpoin yang ada sakunya


dan menanda tangani perjanjian itu


“mana soalnya pa?” tanya reiin lagi yang meminta soal


“biar saya yang bagikan kepada mereka” kata reiin  yang meminta pada guru itu


                Tanpa ragu dia


memberikan soal itu dan reiin melihatnya sebelum di berikan kepada muridnya

__ADS_1


Bersambung>>>>>


__ADS_2