
“Ayah, Ibu, kenapa kalian seperti ini?” Tanya Zein yang pada OrangTua nya yang sepertinya tidak mempercayai anaknya sendiri. Di sisi lain, semua teman-temannya tertawa terang-terangan dengan tidak menduga akan ada hal seperti itu terjadi.
“Kalian berdua tenanglah. Anak kalian itu jenius yang tersembunyi. Andaikan dia tidak mengajukan diri menjelaskan penemuannya ini, aku tidak akan percaya sama sekali juga. Makanya dia akan memimpin para teman-temannya ke sana untuk mencari sekoah itu.” Kepala sekolah menjelaskan dengan singkat. “Ada alasan lain juga kenapa aku memintanya jadi pemimpin teman sekolahnya. Dia sendiri yang tahu jalan teraman ke sekolah itu.” Kepala sekolah menjelaskan singkat.
Semau orang terdiam dan tidak berkata apa pun termasuk OrangTua Zein. “Kami minta maaf sunggug-sungguh!” Zein langsung di tundukkan kepalanya sama OrangTua nya. “Anak kami itu tidak jenius seperti yang anda katakan. Dia hanya seoran bocah yang suka main-main. Ku mohon maafkan dia.” Bicara Ayahnya dengan sangat serius sekali. Semua orang melihat ke mereka bertiga yang seperti itu dan kepala sekolah malah semakin penasaran pada Zein.
Semua orang tidak ada yang tertawa kali ini karena penasaran. “Bagaimana kalian tidak tahu anak kalian jenius, apa yang dia lakukan selama ini?” Tanya Kepala sekolah yang ingin tahu. Kedua OrangTua Zein terus membungkuk dengan Zein yang di paksa juga ikut membungkuk.
“Selama ini anak hanya diam di rumah tanpa melakukan apa pun. Jika dia keluar pun sering bersama teman-temannya dan tidak pernah membantu kami sama sekali.” Ayahnya menjelaskan dengan serius. Semua orang terdiam dan tidak bisa berkata apa pun tentang itu.
“SUDAH CUKUP! AYAH, IBU!” Zein melepaskan diri dari tundukan paksaan dari Ayahnya sendiri. Zein langsung berlari dengan sangat kencang sekali bahkan tidak seperti sebelumnya. Semua orang kaget saat melihat Zein yang lari secapat itu, termasuk OrangTua nya.
“Sepertinya anak kalian itu menyembunyikan rahasianua sangat rapi sekali dari kalian.” Bicara kepala sekolah pada Ayah dan Ibu Zein. “Anakmu itu jenius sekali. Mungkin selama ini dia selalu membuat kalian teralihkan dan tidak melihat sama sekali potensinya. Jika tidak salah lagi, kalian semua pasti tahu kalau ada seorang Misterius beberapa bulan lalu yang membuat sebuah perusahaan di seluruh Dunia gempar dengan banyak sekali cabang restorannya. Anakmu mungkin adalah Orang Misterius itu.” Kepala sekolah mengingatkan semua Orang. Semua orang terdiam dengan sangat ragu sekali dengan pendapat kepala sekolah yang tiba-tiba seperti itu.
__ADS_1
“Aku juga setuju dengan kepala sekolah!” Bicara Rei yang ikut campur. “Minggu lalu kami ke restotan itu makan siang. Semua teman sekolah pun juga tahu karena mereka ikut.” Rei menceritakannya dengan serius. Semua temannnya mengangguk-ngangguk setuju dan juga mulai ingat. “Kalau tidak salah, Zein memenangkan sebuah kupon makan gratis untuk 100 orang dan dia mengajak kami semua. Waktu itu kami tidak curiga sama sekali dan menganggap itu sebuah keberuntungan besar.” Rei mengingatkan lagi dengan serius.
Temannya yang lain mengangguk lagi setuju dengan perkataan Rei. “Tidak mungkin, anak itu malah selalu main-main dengan teman-temannya. Dia bahkan terkadang pulang sampai larut malam.” Ayahnya menjawab dengan sangat tidak percaya sama sekali dengan anaknya.
Semua orang tediam saat melihat reasksi Ayah Zein yang sepenhnya yakin pada dirinya sendiri. Rei yang melihat itu jadi ingin tahu siapa yang di maksud Pamannya. "Apa Paman tahu nama temannya itu?” Tanya Rei pada Ayah Zein.
“Namanya kalau tidak salah Mr. Black, Mr. White, Me. Blue dan Mr. Red kalau tidak salah.” Jawab Ayahnya Zein dengan berusaha mengingat. Rei malah terdiam kaget sekali saat mendengar itu. Selama beberapa saat dia terlihat tidak menduga sama sekali.
“Rei, kamu sudah kenal lama dengan Zein, tapi kenapa malah mengira Zein orang seperti itu.” Timbal Ayah Zein dengan sangat tidak percaya sama sekali. Rei yang mendengar itu jadi terdiam memikirkan sesuatu untuk membuktikan kebenaran yang di miliki oleh temannya itu.
“Hm! Jika aku tidak punya bukti mana mungkin aku percaya saama sekali dengan semua ini. Coba paman ingat-ingat kalau tidak salah itu pada tahun kemarin saat pulang dari akademi, dia memesan sesuatu bukan!” Rein mengingatkan. Ayah dan Ibu Zeing mengangguk ingat. Setelah itu, Zein menekan gelang di tangannya lalu muncul layarnya.
Rei mengetik beberapa kali dan sebuah Blog dengan tingkat kepopoleran sangat tinggi langsung ketemu. “Bukannya ini sama dengan yang di pesan Zein waktu itu. Tidak, ini yang di pesan sama Zein itu.” Memperlihat sebuah bola yang kasti yang sama persis di blog itu yang semuanya terdapat komentar positif.
__ADS_1
“Memang mirip. Tapi bukannya itu lampu biasa ya!” Timbal Ayah Zein dengan santai dan melihat Blog yang di tampilkan oleh Rei.
“Paman, lihat Rincian ini!” Rein memperjelas lagi {Sebuah alat yang bisa berubah bentuk menjadi apa saja sesuatu dengan imajinai pengguna. Perawatan tidak perlu di berikan. Batrai yang terisi menggunakan cahaya matahari. 1 bola saja bisa membuat satu rumah memiliki ketahanan tinggi selama 100 tahun. Fungsi utama dari Bola ini adalah senjata alami yang melindungi penggunanya dari apa pun bahaya yang akan datang. Untuk lebih rincil lagi, lihat sendiri penggunaanya yang sangat luar biasa sekali} Semua orang yang melihat itu jadi terdiam termasuk Ayah dan Ibu Zein.
“Rei, kamu bercanda kan?” Tanya Ayahnya yang sama sekali tidak percaya pada apa yang di tunjukkan oleh Rei.
“Paman, aku mau tidak percaya sama sekali. Tapi bukannya barang itu di pesan sebanyak 1000 oleh Zein waktu itu dan meminta kita membantu memasangn di seluruh rumah namun tidak mau membantunya dengan hal itu.” Rei mengingatkan lagi. “Kalau tidak salah, paman juga menanyakan Zein kemana bola itu, terus dia jawab kalau sudah mengganti lampu, kulka,s dan lainnya yang terbuat dari elektronik.” Rei mengingatkan lagi. “Bibi, apa saat bibi memasak selama ini ada masalah atau tidak?” Tanya Rei pada Ibu hanya mendengarkan dari tadi.
Ibu Zein jadi terpancing denga pertanyaan Rei. “Tidak ada masalah apa pun, bahkan selama 1 taun ini tidak ada masalah yang muncul di rumah.” Jawab Ibu Zein dengan mengingat dengan jelas sekali. Ayah dan Ibu Zein saling lihat dan masih sangat tidak percaya sama sekali dengan hal itu.
“Aku tidak percaya sama sekali dengan yang kamu kata Rei. Ini sudah berlebihan kalau mau ikut membohongi kami berdua.” Timbal Ayah Zein dengan sangat tidak percaya sama sekali yang di tunjukkan oleh Zein.
Rei jadi terdiam saat melihat betapa keras kepalanya kedua OrangTua Zein yang sama sekali tidak mau percaya sama anaknya yang jenius. “Paman, Bibi, kalian sangat keras kepala sekali. Bagaiamana bisa Zein tahan dengan OrangTua seperti kalian ini?” Tanya Rei yang terus terang sekali pada mereka berdua di depan umum. Saat mendengar itu, Ayah dan Ibu Zein malah menatap tajam pada Rei. “Maaf, maaf, Paman Bibi. Itu sungguhan, bukan bohongan. Lihat teman-temannya yang lain. Mereka semua percaya dengan yang ku katakan.” Rei mnegaskan dengan serius. Semua teman-teman Zein setuju mengangguk dengan pendapat Rei.
__ADS_1