Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
1


__ADS_3

 


Nadia gadis pintar, ceria, cantik yang berusia 14 tahun dan duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama adalah anak ke 4 dari 7 bersaudara mereka hidup sederhana ayahnya seorang nelayan dan ibunya seorang ibu rumah tangga biasa namun dibalik keserhanaannya Nadia sangat bahagia karna keluarganya hidup rukun. Nadia memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Nadin telah menikah dan pindah ke desa sebelah dan kakak laki-aki yakni Alan yang menimba ilmu di Pondok Pesantren dan Abid yang merantau dan telah menikah di kota Kalimantan


"Nak, sarapan dulu yah!.." ucap ibu,


"Iya bu, "jawab Nadia


Nadiapun duduk di meja makan bersama ketiga adiknya Alif,Agil dan Nindi, Nindi yang berusia 8 tahun yang duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar, Alif dan Agil seperti anak kembar dan masih TK karena memang mereka bertiga jarak kelahirannya hanya 1 tahun. "Nak besok tantemu ada acara dirumahnya jadi ibu akan kerumahnya bantu-bantu, pulang sekolah kamu juga nyusul kesana yah?...'' kata Ibu Nadia,


"oh iya bu" jawab Nadia, Nadiapun pamit kepada ibunya dan mencium tangannya,


''Assalamualaikum bu Nadia pergi dulu yah", kata Nadia,


''Walaikumsalam nak,.." jawab ibu.

__ADS_1


Sesampainya di sekolah Nadia disambut oleh ketiga sahabatnya yaitu Fira, Mika dan Rina karena tanpa Nadia hidup mereka akan hampa, kata sahabat-sahabatnya, Nadia memang dikenal sangat humoris, suka mengerjai seniornya apalagi juniornya, disekolahnya tidak ada yang tidak mengenal mereka berempat apalagi sosok Nadia karena sering terlambat, dan siswa yang sering kena hukuman guru BK, namun dibalik sikapnya Nadia adalah sosok gadis yang cerdas dan membuat para guru dilema karena setiap ada tugas pasti Nadia bisa mengerjakan tugas tersebut. tak terasa jam pulang sekolah pun tiba. " Nad, mau nggak kita main dulu ke rumahku?" kata Mika, " nggak ah aku lagi disuruh ibu kerumah tanteku katanya ada acara mau bantu-bantu dulu, kan anak baik" . mereka berempat pun tertawa, " oh ya udah lain kali aja" kata Mika, mereka berempat pun pulang sekolah dengan berjalan kaki karena memang jarak sekolah kerumah mereka hanya sekitar 200 meter..


         Sesampainya di rumah,Nadia  mengganti pakaian dan bergegas pergi ke rumahnya tante Anti tante Nadia, jarak rumah Nadia dan tente Anti hanya beberapa meter saja, sesampainya di rumah tente Anti,


" Nadia udah pulang sekolah?.. makan dlu nak" kata ibu, karna memang jam makan siang telah tiba,


"iya bu" kata Nadia .


"oh yah Nad, sehabis makan bikin kopi yah untuk tamu yang didepan" suruh tante Anti, "iya tante" ucap Nadia.


"hmmmm".... Sani sepupu Nadia berdehem,


"iya kenapa ada yang salah?."..Nadia memerhatikan dirinya dan mengusap wajahnya takut ada sisa makanan di wajahnya, melihat sikap Nadia, Dika Jadi senyum-senyum sendiri,Ia benar-benar telah jatuh hati kepada Nadia gadis cantik, pandai bergaul, pintar, humoris rasanya Ia ingin memiliki Nadia, Nadiapun kembali kedapur membantu ibu dan tantenya. jam telah menunjukkan pukul 20.00 wita, "Nad, kamu nda takut kan nak,pulang kerumah sendirian?" ..kata ibu kepada Nadia," tidak kok bu" jawab Nadia " kenapa bu, mau pulang duluan?. Tapi kasian tante Anti kerjaan juga masih banyak, " kata Nadia, "tapi iya nak kasian adik-adikmu mereka ingin tidur jadi ibu ingin pulang duluan, kalau kamu takut pulang kamu disini saja menginap dirumahnya tantemu atau kalau ingin pulang minta sani mengantarmua, "kata ibu Nadia, "oh iya bu" jawab Nadia.


      Beberapa jam kemudian pekerjaan Nadia dan tante Anti Di Dapurpun selesai,

__ADS_1


"oh ya tan, ini kan udah beres Nadia pulang yah?" ucap Nadia,


"kamu nda nginap disini", kata tante Anti, "kayaknya nggak dech tan, soalnya besok Nadia harus bangun pagi ada PR dari sekolah belum Nadia kerjakan tante" kata Nadia,   "Oh yah udah kamu nggak takut kan pulang sendiri?..atau ajak Sani aja " Kata tante Anti, "iya Sipp tante" jawab Nadia. Nadiapun bergegas pulang kerumahnya tanpa Nadia sadari Dika mengikutinya dari belakang, saat dijalan yang agak sunyi Dika memberanikan diri memanggil Nadia,


"Nadia, "panggil Dika,


Nadia menoleh kebelakang karena mendengar namanya dipanggil seseorang,


" iya ada apa" jawab Nadia,


" boleh tidak aku antar kamu ? " tanya Dika ,


" Ah nggak usah udah dekat kok", tolak Nadia dan melanjutkan langkah kakinya, Dika menarik tangan Nadia, " tunggu", Nadia melihat tangannya dipegang Dika dan berkata "lepas kalau tidak saya teriak",  Dika langsung melepaskannya,  "maaf Nad, aku nda bermaksud tapi bolehkah kita berteman??" tanya Dika,


Nadia hanya diam tak menjawab dan berlalu pergi, dalam perjalanan Nadia hanya senyum-senyum sendiri membayangkan sosok Dika.

__ADS_1


__ADS_2