
“Apa benar yah mereka berpacaran” bathin Sani,
sebenarnya Sani bertemaan dengan Dika namun Sani tdak menyetujui jika mereka berpacaran karena Sani sangat kenal dengan Dika bagaimaana Dika terkadang mempermainkan hati wanita yang menyukainya. Sani kembali kerumhnya dn menceritakan apa yang dilihatnya kepada ibunya.
“apa??...”kata ibu Sani atau tante Anti
“iya bu, tapi jangan bilang ke siapa-siapa dulu yah!.., takutnya Sani salah paham “ ucap Sani
“iya nak, tapi ada baiknya kalau kita cegah memang di awal daripada nanti terlanjur” jawab ibu Sani
“Ya iya sih bu” jawab Sani
Esok harinya, Tante Anti atau mamanya Sani berkunjung kerumahnya Nadia, ia ingin memberitahukan kepada kakaknya aapa yang ddilihat Sani tadi malam..
“Assalamualaikum kak” ucap tante Anti
“Walaikumsalam, eh sini, “ ibunya Nadia mengajak saudarinya masuk
“sibuk tidak kak?”…Tanya Tante Anti
__ADS_1
“yah seperti yang kamu lihat dek, “ mengangkat adoan ditangannya. Yah mama Nadia sedang membuat kue untuk anak-anaknnya karena ketiga adik Nadia yang masih kecil sangat menyukai kue brownies buatan ibunya, mama Nadia juga sering membuatkan mereka kue beraega ragam, fikirnya daripada jajan diluar rumah..
“begini kak, ada hal yang ingin aku sampaikan, tapi janji yah, jangan kasi tahu ayah Nadia kalau pulang!..” ucap tane anti
“apa?...kayaknya serius ini?’…melihat saudaranya sambil tersenyum
“semalam waktu Nadia pulang kata Sani diantar sama Dika, Sani lihat Dika menyukai Nadia, kakak tahu kan Dika latar belakangnya bagaimana, jangan sampai Nadia terlanjur, kan kasian” ucap Tante Anti
“iya sih, Nadia juga ,masih kecil.aku akan pantau Nadia” jawab Mama Nadia
“tapi jangan bilang ke Nadia dulu yah!..” kata tante anti lagi
“iya, makasih yah, “ jawab tante mama nadia
“Assalamualaikum kak” ucap Nadia
“Walaikumsalam, eh udh pulang,mau makan dulu atau sholat dulu “ tanya ibunya Nadia
“makan dulu bu, lapar” ucap Nadia
__ADS_1
Memukul tangan anaknya yang hendak meraih gorengan, saking laparnya
“upss…kamu cuci tangan dulu, baru makan” ucap ibu Nadia
“lupa bu, soalnya Nadia kalap lihat makanan”..Nadia hanya cengir memperlihatkan gigi putihnya yang berjejar rapi, Nadia mencuci tangannya dan melahap makananannya.
“Alhamdulillah”..kata Nadia saat selesai makan, lalau menaruh piring kotornya di wastafel dan masuk ke kamarnya, berganti pakaian dan melaksanakan kewajibannya, ibunya Nadia masuk dan duduk di ujung ranjang anak kesayangannya, meski Nadia memiliki adik namun ibunya tetap memerhatikan Nadia dan menyayangi mereka dengan porsinya masing-masing.
“Nad, ibu mau bicara” ucap ibu Nadia
“iya bu, serius sekali” jawab Nadia, dan duduk disamping ibunya
“Nak, kamu sekolah yang benar, kasian ayahmu yang jarang pulang demi kita”..ucap ibu Nadia dengan lemah lembut. Nadia hanya menatap ibunya menunduk sejenak lalu memeluk ibunya
“Iya bu, Nadia tidak akan kecewain kalian, Nadia akan meraih cita-cita Nadia”..jawab Nadia, Ia sangat ingin menjadi seorang bidan di desanya, saat lagi mellow-melownya ketiga adik Nadia masuk
“ibu”..ucap ketiganya Nindi, Alif dan Agil, mereka rebutan untuk mendapat pelukan ibunya..
Mohon dukungannya yah gays🙏🙏🙏
__ADS_1
like
komen