
Setelah selesai menyanyikan lagu duet mereka, Mika disuruh duduk diantara para siswa baru sedangkan Nadia masih disuruh menyanyi satu lagi. Nadia hanya mengikuti apa yang disuruhkan seniornya karena aturannya dalam masa ospek junior selalu salah dan senior selalu benar, Nadia pun bernyanyi kembali dan yang dinyanyikannya adalah lagu dangdut laagu dari Erie Susan “Bawalah Aku”
Bawalah aku terbang kesana dengan sayapmu
Agar aku dapat meenikmati indahnya mimpi
Jauh sudah aku berkelana lelah hatiku
Tak sanggup lagi aku tempuh jalan cinta yang berduri
Ingin aku melupakan deritaku ini
Ingin lagi kutemukan kedamaian hati
Kedamaian hati
Bawalah aku terbang kesana dengan sayapmu
Agar aku dapat menikmati indahnya mimpi
Hoo..redup sudah pandangan mata ini
Tak sanggup menyaksikaan kenyataan
Suaraku parau untuk berbicara
Tentang kisah cintaku yang kini berakhir dengan kegagalan
Malam…….dengarkanlah ceritaku ini
Para siswa baru yang mendengar suara Nadia menyanyikan lagu dangdut ikut terbawa suasana , setelah Nadia selesai bernyanyi merekapun bersorak, senior yang hadir disana menyuruh mereka untuk tetap diam dan menyuruh Nadia untuk ikut bergabung dengan mereka. Radit yang dari tadi memerhatikan Nadia bernyanyi, hanya tersenyum mendengarkan suara juniornya itu.
Hari ini adalah hari terakhir ospek kalian, besok adalah Bina Akrab antara senior dan junior yang akan diadakan diluar lingkungan sekolah, kita akan beri tahu nanti lokasinya, kata Ketua Osis
Kegiatan Nadia hari ini tidak terlalu melelahkan seperti sebelum-sebelumnya, karena hanya duduk di ruangan mendengarkan meteri dari guru.
Jam pulang sekolah telah tiba, nadia Fira dan Mika berjalan beriringan keluar gerbang sekolah.
“Nad, aku mau pulang kerumahku hari ini” Ucap Mika
“Yah..Mik, aku kira kamu pulang kerumah lagi, “
“ Nggak, tuh aku dijemput soalnya kata mamaku, aku mau diajak ke kota belanja”
“Enak, yah belanja terus” Ucap Fira
“Ya Iyalah,…hhh” tertawa renyah
“oh, gitu, yah udah gengs, aku duluan yah” ucap Fira
“oh iya da..” Mika dan Nadia
“Nad, aku juga itu sepupuku udah menunggu” menunjuk kearah sepupunya.
“iya..hati-hati yah, jangan lupa main-main kerumah lagi”
“iya sip” mengacungkan jempolnya
Nadia pulang kerumah sepupunya dengan berjalan kaki, Ia sangat legah hari ini karena masa Ospek telah berakhir.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Nadia sangat lelah Ia makan siang karena sepupunya nggak ke kantor jadi Ia tinggal makan, selesai makan Ia sholat Dzuhur dan membersihkan rumah, mencuci pakaian hingga hampir magrib, ia pun mandi dan sholat, tak lama setelah selesai sholat Nadia mendengar sepupunya memanggil namanya Ia disuruh keruang tamu karena ada orang yang mencarinya.
“Siapa kak?” Tanya Nadia saat menghampiri Indah sepupunya.
“Bilangnya, sepupu kamu, Ia sangat tampan Nad. Yah, udah aku mau kerumah mertuaku dulu, jemput anak-anak” Ucap Indah.
“Oh, ya udah kak, aku temui dulu” pamit Nadia menuju ruang tamu.
Nadia sangat terkejut ternyata orang yang mengaku sebagai sepupunya adalah Dika, Ia hanya terdiam sesaat , menatap lelaki yang ada dihadapannya.
“ Nadia, “ Ucap Dika
“Kenapa kamu tahu rumah ini?....” Tanya Nadia
“Aku tahu dari Mika Nad”
"Oh..” Nadia hanya menunduk
“Kenapa Nad, kamu nggak suka kalau aku kesini?.."tanya Dika, sesungguhnya Ia merasa bersalah karena tanpa sepengatuan Nadia Ia berani meenemuinya.
“Ngg..Nggak kok DIk, “ jawab Nadia terbata, Ia hanya menatap mata Dika dengan tulus, Ya Tuhan, aku nggak bisa nolak perasaanku padanya. Dika dapat melihat ketulusan Nadia lewat mata indahnya.
“lalu Nad, aku kesini karna aku sangat merindukanmu, Nad, aku nggak bisa melupakanmu, aku sedang berusaha Nadia, supaya pantas kamu sayangi” ucap Dika dengan sungguh-sungguh.
“Iya Dika, aku percya kamu, tapi aku mau kita jangan terang-terangan seperti ini sebelum kamu buktikan, karena ku nggak mau keluargaku tahu hubungan kita” jawab Nadia.
Sesungguhnya Nadia tidak mau mengatakan itu ke Dika, Ia tidak meau melukai perasaannya namun, Ia jjuga tidak mau jika Ia dimarahi oleh keluarganya. Dika hanya menunduk saat Nadia mengatakan hal itu dan berfikir sejenak, lalu tersenyum kearah kekasihnya..
“ Iya makasih Nad, aku akan buktikan, terima kasih atas kesempatan yang kamu berikan ke aku’' ujarnya lalu tersenyum tulus.
Nadia hanya mengangguk pelan, ia membalas senyuman Dika
“Yah, padahal aku masih mau sama pacarku”
“husst,,kamu jangan keras-keras , kalau kak Indah dengar, mati aku” Nadia replek menutup mulut Dika, dengan kedua tangannya. Dika yang disentuh Nadia hanya menatapnya dengan diam,Nadia berusaha melepaskan tangannya namun Dika mencegahnya, Ia ingin menjahili kekasihnya, posisi mereka berhadapan.
“Lepaskan tanganku” berbicara pelan, karena takut kedengaran.
“Kan kamu yang mulai duluan, aku nggak mau melepaskannya.
Nadia gelalapan,karena posisi mereka sangat dekat membuat Dika dapat mendengarkan detakan jantung Nadia yang sangat kencang, Nadia berusaha memberontak namun, Dika berhasil mengecup keningnya, Nadia mendorong tubuh Dika lalu berdiri dan duduk menjauh dari posisi Dika.
“Kamu marah?..Maaf yah, .” Ucapnya
‘Ya udah kamu pulang aja” suruh Nadia
“maaf yah, “ Ucapnya lagi
“Iya, aku nggak marah, tapi lain kali jangan diulang, aku kan masih SMA”
“Iya aku janji, yah udah aku pulang yah, kamu jangan macam-macam yah sama senior-senior dan teman-temanmu”..ucap Dika
Sepulangnya Dika dari rumahnya Nadia masuk kekamarnya berbaring dan menyentuh dadanya merasakan detak jantungnya.
“akkhhhh….aku kenapa yah, apa aku kena penyakit jantung” gumamnya,
Ia kemudian bagunn kembali dan mempersiapkan hal-hal yang akan di bawanya menuju lokasi Bina Akrab bersama seniornya setelah semuanya selesai Ia kemudian makan malam dan bersiap tidur.
Keesokan harinya Nadia sudah siap dan menuju sekolah, dari jauh Ia dapat melihat sahabatnya Mika dan Fira sedang melambaikan tangannya dan memangilnya, dilihatnya sudah ada Bus yang terparkir depan sekolah, iapun berjalan dengan cepat.
__ADS_1
“cepat Nad ” fira, Mika dan Nadia berjalan menuju Bus dan naik ke Bus itu, dalam perjalanan menuju lokasi, mereka bersorak dan bernyanyi .
Beberapa menit kemudian, rombongan telah sampai di tempat tujuan, lokasinya adalah tempat wisata air terjung, Nadia mngedarkan pandangannya betapa indahnya pemandangan disni.
“bagus yah Nad,” Ucap Fira
“Iya, sungguh indah ciptaan Tuhan yah” jawab Nadia
“Nad, banyak senior yang perhatikan kamu dari tadi” Ujar Mika
“ masa sich, kamu kali, penampilan kamu sangat bagus hari ini” Goda Nadia ke Mika
“ Apaan,…lebih Ok kamulah” mereka tertawa bersama
Senior menyuruh mereka untuk berkumpul, dan menyampaikan kalau mereka akan dibagi perkelompok, yang masing-masing terdiri dari enam orang. Dalam bina akrab ini tidak ada senior dan tidak ada junior, mereka akan mengadakan kuis,kuisnya adalah harus masak memasak, jenis masakan yang akan meraka masak telah ditentukan oleh panitia, siapa yang paling enak masakannya maka, akan mendapatkan hadiah. Nadia satu kelompok dengan Radit, Fira, Lukas, KIra dan Moni. Cuman FIra dan Radit yang Nadia kenal, semntara Mika satu kelompok dengan Bagas, Uki, Nisa, falah dan Rara. Mika hanya manyun, karena tidak terima kelompoknya, tapi tidak bisa dirubah lagi.
Disela-sela mereka memasak, Radit mencoba mendekati Nadia.
“oh yah Nad, rumah kamu di desa itu kan” Tanya Radit
“Iya,”
“Enak dong, kan dekat pantai, bisa berenang tiap hari” Ujarnya lagi
“hm…” Jawab Nadia
Beberapa menit kemudian, masakan mereka telah selesai.
“Nah,ini udah beres, ternyata kamu jago masak yah..
Nad, “ Ucap Dika.
“yak kan cewek kak” jawabnya singkat
Semua kelompok telah menyajikan masakan mereka, dan berdiri di dekat meja masakan mereka panita telah mencicipi masakan semua kelompok, saatnya pengumuman, Fira dan Nadia bergandengan saat menunggu pengumumannya.
Panitia mengumumkan bahwa juara satu lomba masak adalah kelompok Raditia. Fira dan Nadia bersorak senang karena kelompok mereka juara satu, dan kelompok Mika yang dapat juara dua. Mereka sangat senang karena hadiahnya adalah makan dikantin sekolah sepuasnya selama dua minggu, setelah acara lomba selesai, mereka pun bercebur ke air, Nadia hanya melihat Mika dan Fira berenang.
“Menyenangkan sekali yah, bisa berenang” Gumamnya.
Saat tengah asyik melihat sahabatnya, Nadia kaget karena Radit menggendongnya ala Bridal Style dan menuju tepi air terjun yang tidak terlalu deras. tapi sangat dalam, Nadia teriak,
“Kak, aku nggak bisa berenang” ujar Nadia,
Ia sangat takut namun Radit tak menggubrisnya dan tetap menceburkannya.
-
-
-
-
Jangan lupa yah dukungannya🙏🙏🙏
Like
__ADS_1
Koment