Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
19


__ADS_3

Jika ini akhir dari hidupku


Ingatlah aku dalam kenanganmu


Tetap jalani harimu meski tanpaku


Aku tetap mencintaimu walau tak bisa bersamamu


Ingatan Nadia saat itu hanya tertuju pada Dika, lelaki yang sangat Ia cintai, kemudian sekilas melihat bayangan ibu dan ayahnya, Ia ingin memanggilnya namun kedua orangtuanya meninggalkannya, Nadia menangis, kakinya telah sampai kedasar air, yang tidak Ia tidak tahu berapa kedalaman air tersebut, Ia hanya muncul dipermukaan sesekali melambaikan tangannya namun tak ada yang menolongnya karena lokasi Mika dan Fira yang agak jauh dari tempat Nadia tenggelam, Radit hanya melihat Nadia tenggelam, Ia mengira Nadia hanya pura-pura, karena Nadia tinggal dipesisir pantai. Nadia pingsan, tubuhnya mengambang saat itu pula, seseorang telah melihat Nadia dan melompat ke dalam air, Ia menyeret tubuh Nadia ke tepi sungai, para siswa berkerumun hendak memberikan pertologan ke Nadia, tapi laki-laki yang menyelamatkan Nadia menolak ia tidak membiarlan seorangpun yang mendekatinya.


Fira dan Mika menangis melihat sahabatnya terbujur tak berdaya, mereka ketakutan, dan saling berpelukan.


"Fira, apa yg akan kita katakan pada ibunya Nadia, jika Ia samoai kenapa-napa ?..kata Mika, menangis histeris


"Aku juga nggak tahu ,Mika"


"Nadia ayo bangun, kita pulang kedesa sama-sama, kata kamu kita harus sukses bersama" ucap Fira sambil menangis.


Radit mendekati tubuh Nadia yang sedang terbaring tak berdaya. namun, Miko menyuruhnya menjauh, Miko sangat emosi kepada Radit, lelaki yang menyebabkan Nadia seperti ini.

__ADS_1


"Kalian berdua bisa diam tidak?..."kata Miko. Miko adalah lelaki yang menyelamatkan Nadia, dan sedang berusaha menyadarkan gadis itu, Ia menekan dada Nadia berkali-kali dengan kedua telapak kanannya dan berusaha menunjuk ke arah Fira untuk membantunya memberikan nafas buatan kepada sahabatnya, Fira pun mengangguk dan melakukannya. Mereka hampir menyerah karena Nadia tidak sadar juga. Miko berdiri dan menunjuk ke wajah Radit.


"Ini semua gara-gara kamu" ucap Miko


"Maafkan aku, maaf, aku kira dia pintar berenang, bagaimana jika kita membawanya kerumah sakit?..". Radit yang merasa bersalah


Fira dan Mika semakin menangis menjadi jadi, beberapa menit kemudian Nadia batuk dan memuntahkan air yang Ia telan, Ia perlahan membuka matanya, Fira dan Mika sangat bahagia dan langsung memeluk sahabatnya,


"Mika, Fira, aku ingin pulang kerumah" ucap Nadia


" Iya, kamu membuatku takut saja" ucap Fira


"Nad, maafkan aku, aku kira..."belum selesai Radit bicara namun disanggah oleh Nadia


"Stopp kak..aku tidak mau mendengar, aku lelah." Nadia sangat marah kepada Radit, Ia tak mau mendengarkan penjelasan apapun drinya.


Saat Nadia hendak berdiri, Mika membisikan sesuatu ketelinganya, dan Nadia hanya mengangguk pelan tanda Ia sudah mengerti


"Kak Miko, makasih udah mau selamatin aku" ucap Nadia

__ADS_1


"Kamu harus belajar berenang, agar kau nggak tenggelam lagi" jawabnya lalu berdiri.


Sejak saat Nadia menyanyi sewaktu ospek, Miko langsung jatuh hati kepada Nadia, Ia selalu memerhatikan juniornya itu, Miko adalah seorang laki-laki pendiam namun sangat gagah, Ia tak banyak bicara namun, Ia dikenal sebagai siswa yang sangat pintar disekolahnya, sikapnya yang dingin membuat dirinya tak memiliki banyak teman tapi karena kepintarannya Ia terpilih sebagai ketua Osis.


-


-


-


-


-


-


Jangan lupa yah dukungannya🙏🙏🙏


Like

__ADS_1


Koment


__ADS_2