Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
12


__ADS_3

Nadia yang diatas kapal terus tersenyum, Ia telah membayangkan tidak lama lagi Ia akan menemui orang\-orang tersayangnya, dan juga Ia bertekad akan tetap melanjutkan pendidikannya apapun rintangan itu, Ia akan hadapi Ia tidak mau menganggur seperti kata Ayah.


--------Kapal yang ditumpangi Nadia merapat ke daratan pertanda bahwa Ia telah sampai ke Kota, Nadia menarik nafas lega


“Akhirnya aku sampai” gumamnya


Setelah kapal berlabuh ke dermaga pelabuhan kota Nadia pamit kepada Om Hendar, anak buah Pamannya, om Hendar menawarkan untuk mengantar Nadia ke Terminal yang tak jauh dari pelabuhan namun, Nadia menolak, Ia ingin mandiri dan tak mau lagi merepotkan om Hendar.


“Makasih yah Om” ucap Nadia


“Bener nih, kamu tahu jalan ke terminal?..”


“Iya kok Om, sekali lagi terima kasih yah..” Mengulurkan tangannya dan mencium tangan Om Hendar, Om Hendar tersenyum lalu mengangguk.


Nadia memanggil Ojek yang ada di pelabuhan untuk mengantarkannya ke Terminal, Ia juga sekalian ingin singgah di pasar untuk membelikan oleh\-oleh untuk adik\-adiknya. Setelah sampai di pasar dan telah membeli barang yang diincarnya, Nadia tidak sengaja bertemu dengan tukang ojek yang berasal dari desanya..


“Nadia, kamu sama siapa?’..sapa kak Islan


“Kak Islan, aku sendiri kak”

__ADS_1


“kebetulan aku mau sudah mau pulang, gimana kalau kita bareng?..”ajaknya


“iya, boleh kak”


Nadia akhirnya tidak jadi ke Terminal, Ia mengambil helm yang diberikan kak Islan dan memakainya. Perjalanan dari kota ke desanya memakan waktu hampir lebih satu jam, tidak ada perbincangan antara Nadia dan kak Isman karena memang mereka tidak terlalu akrab, lagipula kak Islan juga sudah mempunyai isteri dan tiga orang anak.


---------Sepeda motor yang ditumpangi Nadia telah berhenti di depan rumahnya, Ia turun lalu memberikan uang lima puluh ribu rupiah kepada kak Isman, kak Isman menolak karenaa kebanyakan namun, Nadia tetap kekeh memberikannya mengatakan bahwa tidak baik menolak rezeki.


“Assalamualaikum”..ucap Nadia mengetuk pintu rumahnya namun, sepertinya tak ada orang, Nadia hapal dimana kunci rumahnya disimpan, Ia masuk kedalam rumahnya, meletakkan barang-barangnya di kamar lalu keluar rumah kembali hendak mencari Ayah, Ibu dan ketiga adiknya.


“Aku cari dipantai aja dech”..idenya


Sesampainya di Pantai bukannya menemukan Orangtua dan adik-adiknya, malah yang Ia dapatkan disana adalah Dika yang menikmati indahnya pantai di sore hari..


“Maaf, aku mau cari Ibu”..jawabnya sambil menundukkan kepalanya, hendak pergi namun tangannya dipegang oleh Dika.


“Nadia, tolong tatap mataku, dan katakana aku tidak mencintaimu”..paksa Dika


Bibir Nadia seakan susah untuk mengatakan kalimat itu, melihat sikap Nadia, Dika tersenyum puas merasa menang karena perasaannya telah dibalas oleh perempuan yang sangat Ia cintai. Dika memeluk Nadia melepaskan segala rasa yang ia pendam..

__ADS_1


“Maaf Dika, lepas aku tidak mencintaimu”..Ucap Nadia berusaha melepaskan pelukan dika


Namun semakin Ia berusaha melepaskan pelukan Dika, semakin erat pula Dika memeluknya


“Biarkan seperti ini Nadia, aku sangat merindukanmu, please beri aku waktu lima menit untuk memelukmu’..Pintanya


Nadia hanya pasrah, sesungguhnya ia juga sangat bahagia namun ia juga sangat takut kepada ayah, Ibu dan keluarganya karena Ia tahu tak ada seorangpun yang merestui jika mereka berpacaran. “Ya Tuhan…”bathinnya


Mereka tidak menyadari bahwa ada yang menyaksikan kebersamaan mereka…


-


-


-


-


Jangan lupa yah dukungannya🙏🙏

__ADS_1


Like


Koment


__ADS_2