Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
16


__ADS_3

Brukkkk..... Nadia ambruk


“Nadia…” Teriak Fira dan Mika bersamaan


Mereka sangat khawatir dan ketakutan dengan sahabatnya itu, mereka berusaha menyanggah tubuh sahabatnya.


“Nad, kamu kenapa?...ayo buruan bangun?..”


Mika menepuk pipi sahabatnya, namun Nadia tak merespon, anggota Palang Merah Remaja yang siaga pada hari itu langsung berlari mengahampiri mereka megangkat Nadia ke Tandu lalu membawanya keruangan UKS. Fira dan Mika mengikuti Nadia ke ruangan itu namun, dicegah oleh salah satu senior wanita yang mereeka lagi-lagi nggak tahu namanya.


“Kalian tidak usah ikut dia, Dia sudah ditangani diruangan UKS” Ucapnya


“Tapi kak, kami harus memastikan, Dia sahabat kami” Ucap Fira sementara Mika menuduk.


“Nggak ada tapi-tapian, ikut saya” ajak senior itu.


“Iya kak, “ menjawab dengan pasrah. Mereka berduapun mengikuti seniornya


Sementara Nadia yang berada di ruang UKS masih belum sadarkan diri. Kak Radit datang melihat kondisi juniornya itu.


“Dia nggak kenapa-kenapa kan?..”tanyanya pada Petugas PMR yang menangani Nadia


“Nggak kok, Dia hanya kelelahan saja, kayaknya dia belum sarapan”..Jawabnya


“Oh, gitu” Kak Radit hanya mengaggukkan kepalanya, perasaannya legah lalu pergi dari ruangan itu, Ia menuju kantin sekolah membeli dua bungkus roti dan memesan secangkir teh panas pada ibu kantin, tak lama menunggu pesanannya sudah siap Ia lalu membawanya kembali keruang UKS. saat sampai diruang UKS Ia berusaha menyembunyikan senyumannya karena mendapati Nadia sudah sadar dan duduk di tempat tidur.


“Kalian boleh keluar” suruhnya kepada petugas PMR


“iya kak” jawabnya serantak


Nadia juga hendak berdiri ingin mengambil sepatunya namun, dicegah oleh seniornya itu.


'‘Tunggu, makanlah ini” suruhnya

__ADS_1


“Maaf kak, tapi aku tidak lapar, aku hanya ingin keluar” tolaknya secara halus, Ia tidak mau memanfaatkan seniornya. Namun betapa malunya Nadia saat itu karena perrutnya tidak dapat diajak kompromi saat itu


“kruuuukkkk…kruukkkk, cacing diperutnya demo minta makan”


Nadia hanya memegang perutnya lalu menunduk, pipinya merona Ia hanya menunduk tak mampu menatap seniornya itu.


“Ya ampun, kenapa sih, kamu pake acara bunyi segala, memalukan”…Bathin Nadia


“Jadi beneran nih nggak lapar?..Tanya Radit menggoda


Nadia hanya melihat seniornya itu lalu memaksakan senyumnya.


“Ayo duduk kembali, kamu makan dulu sebelum lanjut” menarik tangan Nadia dan mengajaknya duduk ditempat tidur.


“Nih, makan” memberikan Roti


“Makasih kak, “


“Berapa hari kamu nggak makan” Tanya Radit


“Uhuk..uhuk..”Nadia tersedak, mendengar pertanyaan seniornya itu.


“Nih, minum dulu” Nadia mengambil teh yang diberikan seniornya dan meminumnya tapi..


“aduh..kak, kenapa nggak bilang kalau ini masih panas?”..Tanya Nadia dengan kesalnya,Ia merasa dikerjain oleh seniornya itu.


“Hahah….ih, kamu nggak Tanya” Radit tertawa renyah melihat wajah kesal juniornya.


Nadia yang tidak sadar mencubit lengan seniornya karena merasa dikerjain.


“Aduh, sakit, jadi kamu sudah berani cubit senior nih?...kira-kira hukuman apa yang akan teman-temanku berikan jika kamu ketahuan cubit aku.” Menatap Nadia dan seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.


“Maaf kak, aku nggak sengaja” tampannya memelas.

__ADS_1


“Aku tidak akan beritahukan teman-temanku tapi ada syaratnya!...”ucapnya


“Apa itu kak, berusaha ingin tahu


“kamu harus menemaniku sarapan setiap pagi, giman?.."


“Tapi kak, aku malu di kantin kan banyak orang” Tolaknya.


“idihh,…siapa yang ajakin kamu ke kantin, PD juga kamu yah!...ejeknya.


Nadia tak menjawab dan hanya memandang wajah seniornya itu dengan tampang tidak suka.


“awas aja yah, setelah Ospek ini selesai jangan harap aku mau patuh sama kamu” bathinnya


“Kamu sumpahin aku?...Tanya radit


“Siapa yang sumpahin kamu” melihat ke sembarang arah dan berusaha menggalihkan pandangannya.


“Kringgggggggg……..”..bel berbunyi, pertanda pulang sekolah semua siswa baru menuju lapangan tak terkecuali Nadia, Ia juga bergegas menuju lapangan untuk melaksanakan apel pulang, Radit tidak mengizinkannya namun Nadia menolak Ia tidak mau menggunakan kesempatan dalam kesempitan.


-


-


-


-


Jangan lupa yah dukungannya🙏🙏🙏


Like


Koment

__ADS_1


__ADS_2