
Nadia telah sampai dirumah dan bergegas ke kamarnya membuka lemarinya dan mengambil pakaian tidurnya lalu masuk ke toilet untuk membasuh muka dan menggosok giginya, setalah ritual bersih\-bersih selesai Nadia membaringkan dirinya ditempat tidurnya namun, sulit memejamkan matanya, bayangan wajah Dika terus terngiang dikepalanya..
"Ah...kenapa kamu menggangguku" gumam Nadia
beberapa saat kemudian diapun tertidur.
pagi yang sangat cerah, "Nad, bangun nak, udah subuh, sholat dulu!.." ucap ibu
"iya bu" dengan suara serak khas bangun tidur, Nadiapun bangun lalu mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, setelah selesai Nadia membantu ibunya di dapur.
" Bu mau kerumah tante lagi?..."tanya Nadia
"Iya nak, kamu pulang kesana lagi yah,!"..jawab ibu, "oh iya bu", Ucap Nadia
Tak lama pekerjaan didapurpun beres, Nadia mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi setelah mandi dan memakai seragam sekolahnya Nadia sarapan bersama ketiga adiknya, tidak ada percakapan di meja makan sampai mereka selesai makan, yah mereka terbiasa tinggal berlima dengan ibu, karena ayah Nadia seorang nelayan yang sekali berangkat bisa sampai satu, dua bahkan terkadang tiga bulan sekali baru pulang, Ayah Nadia hanya singgah di pulau-pulau untuk membeli perlengkapan dan mengisi bahan bakar dan berlayar lagi..
__ADS_1
"Bu Nadia berangkat yah" ucap Nadia
"Oh iya nak, belajar yang rajin yah...?.." kata ibu,
"iya bu"
Nadia berangkat dengan berjalan kaki, dan dari kejauhan melihat Mika di depan rumahnya sedang menunggu seseorang, Nadiapun berlari -lari kecil dan menyapa sahabatnya itu,
"Hai beb, nungguin siapa hayo?.." goda Nadia pada sahabatnya..
"Yah nungguin kamu lha, masa ia aku nunggu Pak Eko!.."..jawab Mika
"Kirain lagi nunggu Alul, cie-cie" ucap Nadia, "Ah apaan sih?...Mika ngambek digoda oleh sahabatnya, " yah udah ayuk", ajak Nadia
baru beberapa langkah mereka berjalan merekapun bertemu dengan Rini dan Fira karena memang mereka tetanggaan dan mereka berempat searah. sambil berjalan menuju sekolah mereka bercanda dan tak terasa mereka telah sampai disekolah, mereka masuk keruangannya dam siap menerima pelajaran, setelah jam pelajaran berakhir Alul menghampiri Nadia,
" boleh kita bicara Nad?." ucap Alul teman kelas Nadia, tampangnya lumayan
"boleh, disini atau dimana?.." Jawab Nadia menggoda kecentilan, "Kalau mau bicara, bicara saja pake ajakin lagi"...ucapnya lagi, mereka yang mendengar ikut tertawa...
__ADS_1
"Aku serius Nadin" ucap Alul lagi,
Nadin sengaja acuh tak acuh pada Alul karena tahu sahabatnya Mika naksir sama Alul, Nadin tidak mau hubungan persahabatan mereka dari kecil hancur gara-gara hal sepele, Nadiapun meninggalkan Alul ke kantin..
"yuk ke kantin, lapar!.." ucap Nadia kepada ketiga sahabatnya, merekapun bergegas ke kantin,
"beb, aku ke toilet dulu yah!..kalian duluan aja, jangan lupa pesanin aku makanan biasa" kata Nadia,
"ok din, jangan lama yah!.." ucap Fira
" Ok sipp" jawab Nadin
sepanjang perjalanan ke kantin Mika tampak murung karena laki-laki yang disukainya ternyata menyukai sahabatnya, sementara Nadia yang izin ke teman-temannya ke toilet dihampiri oleh Alul..
"Din, Please!..aku suka sama kamu?." .ucap Alul
"Maaf lul, tapi aku tidak mau masa depanku hancur karena pacaran, kita ini masih muda, harusnya belajar, jangan pacaran" kata Nadia
Nadia sengaja menolak secara halus karena Nadia tidak mau menykiti sahabatnya, dan iya Nadia juga tidak menyukai Alul pemilik mata yang sayu, dan memiliki alis yang tebal..
__ADS_1