
Keesokan harinya Nadia kesekolah Favoritnya untuk mengambil formulir, Ia di antar oleh suami kak Nadin karena kebetulan kakak iparnya mengajar disana, namun sebelum berangkat kesekolah itu kak Jami singgah terlebih dahulu kerumahnya untuk mengambil berkas yang akan dibawanya, Fira dan Mika telah mengambil formulir terlebih dahulu bersama ayah mereka.
Nadia sangat bahagia Ia akan sekolah disekolah yang sama dengan kedua sahabatnya namun, Nadia belum memberitahu kepada sahabatnya. Nadia yang yang mengembangkan senyumannya tiba\-tiba dihampiri oleh kakaknya.
“Pakai ini” kak Nadin memberikan pakaian kepada adiknya
“Apa ini kak?...Tanyanya dengan mengerutkan keningnya
“Buka saja, dan pakailah”
Nadia yang membuka plastik tersebut heran,!!
“Pakaiah itu, siapa tahu dengan kamu memakai hijab kamu akan berubah” ucap kak Nadin
“Tapi aku malu kak, apa kata teman-temanku nanti, jika aku memakai hijab”
“Memakai hijab itu baik dek, banyak manfaatnya” Kak Nadin meyakinkan.
“Tapi kak, Nadia belum siap”
“sudahlah, siap tidak siap kamu harus pakai itu,
jangan permalukan kakak di sekolah itu yah,!!..kata Kak jami.
Sikap kak Jami memang agak keras terhadap adik iparnya, Ia tidak pernah menganggap Nadia dan adik\-adiknya adik ipar namun, ia menganggap mereka seperti saudara kandung.
“Ayo, cepat pakai itu kita akan berangkat” suruh Kak Jami
Nadia berdiri masuk ke kamar kakaknya dan memakai hijab itu,ia berputar-putar di depan cermin
“apa ini cocok untukku yah, !...bathinnya
__ADS_1
Kak Nadin masuk kedalam kamarnya dan melihat adiknya,
“masya Allah dek, kamu cantik sekali”..memuji adiknya
“ aku nggak percaya diri kak, aku lepas aja yah!”
'‘nggak dek, kamu cantik kok” ucap kak Nadin meyakinkan, "ayo kita keluar" ajaknya
___Nadia dan kak Jami pergi menggunakan sepeda motor. Kak jami adalah seorang ASN di Kecamatan namun, Ia juga jadi guru silat disekolah itu.
-----------------Nadia smpai ke sekolah itu, ia mengedarkan pandangannya tak satupun calon siswa baru Ia kenali, Ia melangkahkan kakinya menuju kantor ia mengikuti langkah kaki kakak iparnya ia mengambil No. Antian, Ia lihat No tersebut 077, Ia tersenyum karena melihat angka kesukaannya.
“Mudah-mudahan ini No. keberuntunganku” bathinya.
Tak lama No. antiannya dipanggil, Ia berdiri lalu menghampiri loker, menyerahkan berkasnya lalu mengambil formulir, setelah urusannya selesai Ia keluar untuk menuggu kakak Iparnya di parkiran, sebenarnya Nadia sangat malu hari ini dengan penampilan barunya Ia tidak terbiasa. Tak lama kak Jami muncul dan menghampirinya.
“Sudah selesai” Tanya kak jami
“ayo, kita pulang”ajaknya
Mereka kembali pulang kerumah kak Nadin
“Assalamualaikum” ucap Nadia
“walaikumsalam udah selesai?...”, Kak Nadin
“Alhamdulillah, sudah kak”
“Ayo masuk, kita makan siang, kakak udah masak” ajak Kak Nadin
“hmm…bau masakanya sangat harum kak”
“Iya, kakak sengaja bikin masakan favorite kamu”
__ADS_1
Kak Nadin sangat tahu keesukaan adiknya ia sangat menyukai kangkung tumis, tempe goreng dan sambal terasi. Nadia makan dengan lahapnya, kakaknya hanya tersenyum melihat adiknya.
“kamu tidur siang dulu aja yah, nanti sore baru kak Jami antar kamu pulang” Ucap Kak Nadin
“iya kak, Oh yak kak, Wira kemana kok, dari pagi aku nda liat” tanyanya
Wira adalah anak Kak Nadin dan Kak jami, Wira beusia tiga tahun, sangat lucu dan agak nakal.
“biasa dek, Ounty nya tadi pagi jemput dia” jawab Kak Nadin
“Ohh…sayang yah, padahal aku ingin bermain sama dia”
“Palingan sore, baru dia pulang, atau kalau mau tungguin, kamu bermalam aja?...gimana!”
“aduh nggak kak, lain kali aja yah kak, soalnya aku nggak bilangin ibu, entar kwatir lagi” jawab Nadia
“Ya iya sih, dek”ucap Kak Nadin
Setelah makan siang, Nadia membersihkan alat makan mereka lalu menambil air wudhu dan melaksanakan sholat Dzuhur setelah semuanya selesai Nadia ke kamar tamu kakaknya untuk beristirahat, Ia membaringkan tubuhnya yang lelah namun, Ia bangun kembali meraih tasnya dan membuka map yang berisi formulir dan membaca semua persyaratan masuk sekolah favoritenya, Ia melihat jadwalnya lalu membacanya tesnya minggu depan Ia akan di tes masuk sekolah tersebut,namun Ia tak begitu khawatir lulus atau nggak karena nilainya lumayan bagus dan Ia masuk kedalam tiga besar nilai tertinggi saat pelulusan, saat membaca formulir tersebut ia tiba\-tiba sangat ngantuk dan tertidur.
-
-
-
-
Jangan lupa yah dukungannya🙏🙏
Like
Koment
__ADS_1