Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
9


__ADS_3

Dika menjalani hari\-harinya menjadi lebih bersemangat, Ia ingin membuktikan bahwa Ia pantas bersanding dengan Nadia kelak, hampir semua pekerjaan Ia lakukan yang penting halal mulai jadi kuli bangunan, sampai melaut ia lakukan dan itu membuat Ia jarang dirumah dan jarang pula bertemu dengan Nadia, mereka sama\-sama memendam perasaan cinta yang amat besar satu sama lain.



Tak terasa waktu cepat berlalu hingga Nadia telah selesai Ujian Nasional, Ia sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke SMA favoritnya namun jaraknya yang lumayan jauh sekitar dua puluh kilo meter dari rumahnya butuh waktu kurang lebih empat puluh menit untuk sampai disekolah itu, sedangkan Nadia tidak punya kendaraan pribadi, Angkutan Umum juga tidak ada, karena tempat tinggal Nadia adalah sebuah desa kecil yang memang bukan jalan poros, sekitar tujuh kilo meter jarak dari desa ke jalan poros,sementara Mika dan Fira sudah pasti akan lanjut disekolah tersebut, mereka berdua memang dilahirkan dikeluarga yang berkecukupan, Ayah Fira adalah seorang ASN yang menjabat sebagai kepala Sekolah Dasar, dan ayah Mika juga ASN yang bekerja di Kecamatan.


Namun, Lain halnya dengan Rina, Ia rencana akan lanjut di SMK yang ada didesanya, satu-satunya SMA sederajat yang ada di tempatnya karena keterbatasan saudara-saudaranya sehingga Rina harus lanjut di sekolah itu, tidak ada pilihan lain bagi Rina karena kedua orang tuanya telah lama meninggal.


Orang tua Nadia bukannya tidak memiliki uang untuk menyekolahkan anaknya namun, mereka sedang menyelesaikan pembangunan rumah baru mereka, karena rumah yang mereka tempati sudah tidak layak huni, dan setiap kali hujan akan jadi langganan banjir.


‘bu, ayah boleh yah, Nadia lanjutin sekolah disekolah itu?...izin Nadia ke orang tuanya


“hmm…boleh sih, tapi kami belum mampu membelikanmu kendaraan, bagaimana kalau kamu menganggur dulu, tahun depan baru kamu lanjut?...” jawab ayah


Nadia hanya menunduk tak menjawab dengan mata yang berkaca-kaca, Ia sebenarnya tidak mau menganggur namun Ia juga kasian pada orang tuanya apalagi adik-adiknya yang setiap kali musim hujan rumahnya jadi langganan banjir.


Nadia memberanikan diri bersuara “ibu, ayah,boleh tidak Nadia pergi berlibur dirumahnya saudara ayah yang di Pulau A”??..tanyanya

__ADS_1


“kan Nadia sudah tidak sekolah?”..


“boleh, tapi kamu sama siapa kesana?’..jawab ayah Nadia


“Nanti Nadia ke kota yah, kan dikota banyak nelayan dari pulau A?..”


‘kapan kamu mau kesana, biar ayah yang antar kamu ke kota”


“bagaimana kalau besok saja yah”..usulnya


“oh iya”



Keesokan harinya, Nadia diantar ayahnya ke kota dengan menaaiki mobil sewaan, jarak rumah mereka ke kota cukup jauh sekitar empat puluh kilo meter dan butuh waktu satu jam lebih untuk sampai di Pelabuhan. Sesampainya di pelabuhan ayah Nadia mengedarkan pandangannya dan tersenyum ketika melihat laki\-laki yang berumur sekita empat puluh tahunan sedang berdiri di atas kapalnya, Nadia pun juga mengenali wajah itu karena mereka pernah bertemu ..


“yah, itu kan Om Iman” ucap Nadia sambil menunjuk kearah kapal

__ADS_1


“iya, tidak disangka, Om kamu disini” berjalan mendekati kapal tersebut


“Iman…Iman”…ayah melambaikan tangannya,berteriak memanggil adik sepupunya


“kakak…”jawab Om Iman dan bergegas berjalan hendak turun dari kapalnya


Mereka berpelukan, melepas rindu seakaan sudah puluhan tahun tak bertemu


“ada apa kamu kesini kak” Tanya Om Iman


“ponakanmu ini katanya mau berlibur di tempatmu, kamu kapan balik?’..


“siang ini, setelah bongkar muatan” tersenyum dan berkata “dengan senang hati tuan putri..


“jaga baik-baik ponakan kamu yah man,”..ucap ayah


“pasti kak”

__ADS_1


Tak lama mobil yang di tumpangi ayah datang, hendak menjemputnya kembali untuk pulang…


Mohon dukungannya yah gays🙏🙏


__ADS_2