
Nadia bak ikan kering, dijemur dibawah terik matahari yang sangat panas selama tiga jam sambil mengangkat tangannya memberi hormat pada sang merah putih sementara, Ana membersihkan Toilet, banyak siswa siswi melihat Nadia, ada yang iba dan bahkan banyak pula siswa yang memandang mengejeknya, Ia sangat kesal, kenapa Ia emosi hingga terpancing oleh Ana.
Tak lama pandangannya kabur dan seketika menjadi gelap.
brukkk….Nadia terjatuh,
Ia benar\-benar sudah tidak ingat apa\-apa lagi. Ketiga sahabat Nadia yang menunggunya di bawah pohon ketapang berlari menolong sahabatnya dan membawanya ke ruang UKS. Rina melepaskan sepatu sahabatnya itu dan melonggarkan dasinya, Fira mengambil air putih, sementara Mika mengoleskan minyak kayu putih ke dahi sahabatnya.
Tak lama Bu Mira selaku wali kelas mereka masuk ke ruang UKS mengecek kondisi anak didiknya.
“Nadia…Nad,..ayo sadarlah”..kata Bu Mira
Ketiga sahabatnya sangat khawatir dengan keadaan Nadia, sangat jelas terlihat di wajah mereka.
“iya Nad, bangunlah”..ucap Rina, mengelus pipi sahabatnya.
Beberapa menit berlalu, Nadia perlahan membuka matanya.
“Alhamdulillah..kamu udah sadar Nad, “kata Bu Mira.
Sementara Nadia masih berbaring sambil memegangi kepalanya.
“apanya yang sakit Nad, “Tanya Fira
__ADS_1
“hmm…sedikit pusing” jawabnya
“kamu minum dulu yah!” sambil menyodorkan air putih dan membantu sahabatnya untuk minum
“iya makasih yah”ucapnya
“kamu boleh pulang, jika kamu mau!” kata Bu Mira
“Iya bu”
“Nanti Mika yang antar bu, boleh yah!” Usulnya
“oh iya, boleh.”
Tak lama mereka keluar dari ruang UKS, dan berhenti di depan pintu masuk karena bertemu dengan Alul dengan napas yang memburu yang hendak masuk keruangan itu namun berhenti karena yang dicarinya telah di depan matanya, Ia hanya fokus memerhatikan Nadia tanpa memerhatikan yang lainnya termasuk Bu Mira.
“yah seperi yang kamu lihat” Jawabnya acuh
Alul tidak mengetahui bahwa Nadia kena hukuman, karena seharian Ia berada diruang Osis sedang rapat dengan pengurus Osis lainnya, teman Alul yang bernama Adit yang memberitahunya bahwa Nadia dihukum dan pingsan, Ia langsung meninggalkan ruangan Osis untuk melihat kodisi pujaan hatinya.
“aku antar kamu pulang yah, Please jangan menolak”.kata Alul lagi, dengan tatapan memohonnya.
“Nggak usah, dan makasih yah, nanti Mika yang antar aku” jawabnya menolak secara halus,
karena Nadia melihat raut wajah Mika yang seketika berubah karena diperhatikan Alul.
“iya Nadia, sebaiknya kamu diantar Alul saja takutnya terjadi sesuatu” Ucap Bu Mira
__ADS_1
“tapi bu!...belum selesai dijawab, Alul sudah memegangnya
“ayo…”
Alul sangat bahagia bisa mengantar Nadia pulang meski dengan kondisi seperti itu.
Ketiga sahabanya hanya bisa melihat kepergian mereka, Ibu Mira menyuruh mereka masuk ke kelasnya kembali.
“kenapa sih, kamu nggak mengerti aku Nadia, padahal kita berteman dari kita masih kecil, aku suka sama Alul Nad, harusnya kamu mengalah” Bathin Mika
Dalam perjalanan Alul hanya bisa memerhatikan wajah pujaan hatinya di kaca spion motornya, dan membuatnya senyum\-senyum sendiri, hingga Ia tidak menyadari bahwa Ia hampir melewati rumah Nadia, Ia sadar saat Nadia teriak dan menepuk pundaknya..
“Stooooppp” Ucap Nadia
“sorry sorry Nad, aku lupa” ia tertawa terbahak
Nadia turun dari motor Alul.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh Ia melihat Dika yang juga memerhatikannya. Mereka saling memandang satu sama lain, sementara Alul berusaha mengalihkan pandangan Nadia dengan memegang tangannya.
“Apa perlu aku antar kamu masuk” ucap Alul
“Nggak, nggak perlu” menjawab dengan terbata lalu menarik tangannya
Saat Nadia hendak meninggalkan Alul, Alul kembali meraih tangannya dan berkata “kamu istirahat yah, supaya cepat pulih”
“iya makasih”..lalu manarik tangannya kembali karena merasa risih.
__ADS_1
Dika sangat cemburu melihat tangan Nadia dipegang oleh Alul hingga matanya berkaca-kaca “mungkinkah laki-laki itu pacarmu?...aku memang tidak pantas dan tidak ada apa-apanya untukmu Nadia, aku putus sekolah, tidak seperti Dia” bathinnya, lalu mengusap kasar wajahnya..