Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
10


__ADS_3

Perjalanan diatas kapal selama kurang lebih lima jam yang ditempuh dengan menggunakan kapal laut sangat melelahkan bagi Nadia, namun Ia sangat menikmatinya, Ia ingin menenangkan hati dan pikirannya.



Matahari tak lagi menampakkan dirinya dan digantikan dengan sinar rembulan yang sangat terang, Nadia melihat lampu mercusuar pertanda bahwa perjalannya akan segera sampai ditempat tujuan, tak lama Kapal telah berlabuh di Dermaga pulau, Nadia berdiri dan berjalan naik ke dermaga itu,baginya ini adalah pengalam kedua ke tempat ini, karena sebelumnya Nadia pernah kesini saat masih kelas Tiga Sekolah Dasar. Nadia berlari mendekati rumah yang pas di ujung Dermaga karena itu adalah rumah Paman iman..


“Assalamualaiku, “…ucap Nadia mengetuk pintu rumah pamannya, sementara sang paman masih dikapal..


“walaikumsalam”..terdengar jawaban perempuan dibalik pintu


“Kak Amy…”Nadia memeluk kakak sepupunya..sementara Amy agak heran dengan kening yang berkerut.


“Kak, ini Nadia, Masa kakak lupa Nadia”..Nadia cemberut daan melepaaskan pelukannya


“Nadia, …oalah, kamu udah besar sekarang, makin cantik lagi, ayo masuk”..ajak Amy, dan merangkul sepupunya masuk kedalam rumah.


“ma..mama,…cepatan kesini, tahu nggak siapa yang dating?..”panggil Amy..melirik Nadia dan tersenyum.


“iya, siapa Nak?...tanya mama. Mamanya Amy bingung karena tidak mengenali tamunya,


“mama nggak tahu, ini Nadia ma, anak Paman …“. Belum selesai perkataan Amy, mamanya sudah memeluk ponakannya,


“Nadia, kamu sama siapa nak?...kamu sekarang sudah tumbuh jadi gadis cantik yah?”..memegang pipi Nadia

__ADS_1


“sama paman Iman tante, pkoknya ceritanya panjang tante, nanti Nadia ceritakan”..


“yah udah Amy, antar adikmu ke kamar, setelah itu kalian turun yah, kita tunggu papa dan makan malam bersama” suruh mama Amy


“ayo Nad, “ajak Amy


“ayo, tan, nadia keatas dulu yah”..pamit nadia


“iya sayang”


Nadia menuju lantai dua rumah Amy. Ia mengantar Nadia masuk ke dalam kamarnya, sesampainya dikamar Nadia meletakkan tas dan kopernya, membukanya dan mengambil baju gantinya, pamit ke Amy untuk ke kamar mandi bersih\-bersih.


Paman Iman dan keluarga memang dikenal orang yang cukup kaya di pulaunya, beliau memiliki karamba atau tempat membudidayakan ikan atau lobster yang cukup luas. Dan tak heran jika Amy dan adik-adiknya dapat bersekolah dikota, bukan karena tidak ada sekolah di pulau ini namun mereka lebih memilih sekolah di kota dengan fasilitasnya yang lengkap dan lebih maju.


“oh yah, sini nak, kalian duduk disini” suruh papa Iman sambil menepuk tempat duduk disampingnya


“iya pa, “jawab Amy dan Nadia bersamaan


Mereka duduk disamping papa Iman dan mama Ratih mereka melanjutkan perbincangan mereka..


“jadi kamu udah lulus SMP Nad,?’’..tanya Amy


‘iya”

__ADS_1


“rencana mau lanjut kan?”


“hmm…”


“Kok Hmm..sih, atau jangan-jangan kamu mau nikah lagi!...” Amy sambil terbahak


“Nggaklah,…pacar aja belum punya, kan aku masih kecil”


“ Umur kamu aja yang kecil, tapi body kamu yah, kayak udah lulus SMA”…hahah..


“masa sih, kak!’’…


“iya, untung muka kamu nggak bermutu, alias bermuka tua..”tertawa kembali…


Mereka yang mendengar ocehan Amy ikut tertawa.


Dika yang duduk di tepi pantai menikmati angin malam, memendam rindu pada pujaan hatinya yang hampir satu bulan tidak dilihatnya, ingin sekali melihat wajah itu, wajah yang membuat hatinya tenang, membuatnya bersemangat dan membuatnya dapat merasakan cinta pertama..


Jangan lupa yah, dukungannya


Like


Koment

__ADS_1


__ADS_2