Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
11


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Nadia liburan dirumah paman Iman, Dika menganggap bahwa Nadia tidak pernah menyukainya, cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, Ia saat ini bak Pungguk yang merindukan Bulan. Dan Kesempatan inipun digunakan oleh Ana untuk mendekati Dika, setiap sore Ana sengaja jalan\-jalan ke kampung Dika, karena Ana tinggal di Desa sebelah, Ia selalu berusaha menarik perhatian Dika, paras Ana memang sangat cantik, Ia juga kembang di Desanya.



Ana yang kebetulan lewat di depan rumah Dika menghampiri Dika yang sedang duduk menikmati pemandangan sore yang sangat indah.


“hmm…boleh nggak aku duduk disini?’,,Tanya Ana


“boleh..”tanpa melihat wajah Ana


“Makasih,,..oh ya Dik, kenapa sih, kamu nggap pernah kasi aku kesempatan?...Please aku akan berusaha yang terbaik buat kamu”…ucap Ana meyakinkan Dika


“Tapi…”belum selesai Dika berbicara Ana sudah berbicara.


“Dik, percaya sama aku..” dengan tatapan yang memohon


“Baiklah, aku akan berikan kamu kesempatan” jawab Dika.


Mendengar itu Ana sangat bahagia, hingga hampir memeluk Dika namun dia urungkan niatnya. “sabar Ana, minimal dia sudah terima kamu” bathin Ana


"Yah, udah aku pulang yah”..pamit Ana


Dika hanya menganggukkan kepalanya


“apakah yang aaku lakukan ini adalah benar, Ya Tuhan..” Dika mengusap wajahnya


_____Di Balkon rumah Paman Iman, Nadia memandangi hamparan pasir putih yang sangat indah , jantungnya tiba-tiba merasakan sesak , Ia tak tahu harus berbuat apa, Ia begitu merindukan laki-laki yang tak lain adalah tetangganya sendiri, hingga butiran kristal putih bening lolos dari pelupuk matanya.


“Aku kenapa?’’’ tanyanya pada diri sendiri


Amy yang melihat adik sepupunya menangis , menghampirinya

__ADS_1


“kamu kenapa Nad?’”..


“Nggak kok, “menyeka air matanya “aku kayaknya kelilipan


“masa sih, !..”


“hmmm…”


berusaha memalingkan pandangannya.


“kamu nggak betah disini?...padahal aku sangat bahagia lho Nad, ada yang meenemaniku, semnjak adik-adikku sekolah di kota, aku merasa sangat kesepian” curhat Any


“aku suka kok disini, cuman aku lagi kangen aja sama mama dan adik-adik karena ini pertama kalinya aku pergi agak lama”


“jadi, Kamu mau pulang”..tanya Amy


“tapi kan belum ada kapal yang mau berangkat”


“Benarkah”…dengaan wajah sangat bahagia


“iya, ayo kita masuk, diluar dingin”


“ayo..”


Nadia sangat bahagia, Ia ingin segera bertemu dengan Ayah, Ibu, adik\-adiknya, dan terlebih Dika, Ia sangat ingin melihat wajah yang sangat Ia rindukan selama ini.



Keesokan harinya Amy baru menceritakan niat Nadia ke orang tuanya yang ingin kembali ke kampung halamannya, tante Ratih dan papa Iman masih ingin menahan keponakannya itu, tapi ia juga kasihan.


“Nad, kenapa buru mau pulang, kamu nggak nyaman disini?’’….tanya Tante Ratih saat mereka sudah di meja makan menikmati sarapan mereka..

__ADS_1


“Nggak kok tante, cuman Nadia juga mau daftar sekolah, takutnya lambat” nadia berdalih agar mereka memberinya izin pulang pagi ini..


“yah, kalau masalah pendidikan, harus di nomor satukan itu Nak, “ Ucap Papa Iman


“Tapi kalau kamu libur, kesini lagi yah?’’…ucap Tante Ratih


“Iya tante”..


Amy sibuk mempersiapkan bekal agar Nadia tidak kelaparan selama dalam perjalanan, setelah selesai menaruhnya diatas meja makan.


“Makasih yah kak” ucap Nadia


“iya sama-sama, kamu jangan bosan berkunjung kesini, yah!”,,,


“iya kak, pasti”..tersenyum sambil mengangkat jempolnya.


Setelah selesai sarapan keluarga Om Iman mengantarkan Nadia ke Dermaga


“Nadia, ini ambillah”..Om Iman memberikan Amplop putih kepada Nadia


“ini apa Paman, Nggak usah repot-repot?”..tolak secara halus


“Ambillah, pakailah untuk keperluan sekolahmu”


“Makasih paman”..Nadia memeluk keluarga Om Iman satu persatu..


Jangan lupa Dukungannya yah🙏🙏


Like


Koment

__ADS_1


__ADS_2