Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
24


__ADS_3

Dika benar-benar frustasi hingga menjadikannya seorang yang playboy, Namun, dibalik sikapnya yang playboy Ia selalu menempatkan sosok Nadia di hatinya yang terdalam Ia benar-benar mencintai Nadia dengan tulus tapi mereka salah paham dan tidak pernah bertemu lagi semenjak Nadia pulang kampung, rumah mereka jaraknya hanya sekitar dua puluh langkah saja namun, Nadia tidak ingin menemui Dika karena Ia tidak mau ada yang mengetahui hubungan antara mereka, Ia ingin Dika berusaha terlebih dahulu. Karena sikap Nadia, Dika menjadi sangat yakin bahwa lelaki yang tempo hari dilihatnya adalah kekasihnya di sekolah.


“Akhhh……apa salahku Nadia, aku sangat mencintaimu” Ucap Dika, melemparkan gelasnya ke tembok hingga pecah, ia benar-benar frustasi hingga minum minuman keras.


Sementara Rian setiap malam minggu pasti berkunjung kerumah Nadia bersama dengan Zico dan Mika, Ia tak lupa membawakan buah tangan untuk adik-adik Nadia, Ia benar-benar baik selama pendekatan dengan Nadia. Mika dan Zico telah resmi berpacaran namun, Ia dan Rian masih status sebagai teman, Ia tak mau menerima Rian karena Ia sangat mencintai Dika, namun tak bisa dipungkiri bahwa Rian sangat mengaharapkan balasan dari Nadia.


Dua minggu telah berlalu, kini Nadia kembali bersekolah, Ia tidak tinggal dirumah Indah kakak sepupunya, kemarin, Ia telah berkunjung kerumah sepupunya untuk mengambil semua barang-barangnya dan pamit kepada kakak sepupunya, Ia beralasan bahwa Ia pindah kerumah kakaknya karena kakaknya sedang hamil, Indah dapat memakluminnya.


Kini Nadia bisa lebih fokus kepelajarannya karena kak Nadin dan kak Jami sangat mendukungnya, dan selalu menemaninya belajar, hanya saja Ia belum dapat lampu hijau untuk berpacaran, Rian yang terkadang ingin bertamu kerumah kakak Nadia, namun, niatnya harus diurungkan karena ia tidak bisa masuk kerumah kakak Nadia, lampu rumah kakak Nadia selalu dipadamkan kalau malam oleh suaminya, alhasil Nadia terkadang belajar dengan menggunakan lilin, ia sengaja mematikan lampunya agar teman-teman Nadia mengira bahwa mereka tidak sedang dirumah, terkadang Nadia tertawa sendiri melihat Rian dari balik jendela kamarnya, yang hanya mondar-mandir di depan rumah, bahkan Nadia juga pernah melihat Dika datang kerumah kakaknya namun, ia pulang dan tidak jadi masuk.


Enam bulan kemudian, Nadia telah menyelesaikan ujian untuk semester genap, kak nadin dan Kak Jami sangat puas karena nilai Nadia disekolah sangat memuaskan Ia masuk dalam peringkat ketiga diruangannya, saat naik ke kelas sebelas Nadia memilih jurusan IPS karena Ia sangat menyukai hafalan, dan tidak menyukai pelajaran Kimia.


Kini usia Nadia telah genap 17 tahun, namun, keluarganya masih belum mengizinkannya untuk pacaran. Hubungannya dengan Dika dan Rian tidak ada kemajuan, statusnya dengan Dika digantung dan tak ada kepastian, sedangkan Rian ternyata mempunyai kekasih yang satu sekolah dengannya.


Flashback On


1 bulan yang lalu, Rian telah mengantar Nadia pulang kerumah kakaknya menggunakan sepeda motor kesayangannya , sebelum mengantarnya Ia mengantar Lira pulang yang ternyata Ia pacari lebih dari setahun yang lalu, mereka satu sekolah, setelah mengantar Lira Ia mengantar Dina yang telah Ia pacari tiga bulan yang lalu, Nadia sangat kesal karena lama menunggu depan sekolahnya untung ada Ira yang menemaninya yang kebetulan adalah tetangga Rian, saat Rian tiba, Ira menarik tangan Nadia untuk bercerita sebentar, Ira memberitahukan bahwa Rian adalah seorang Playboy, ia selalu melihat Rian mengajak perempuan kerumahnya bergonta ganti, Nadia merasakan sakit di pangkal tenggorokannya Ia kira Rian adalah laki-laki yang baik, tak lama Rian menghampiri mereka dan mengantarkan Nadia pulang. Dalam perjalanan Nadia hanya diam, namun Ia tak berhak marah karena Ia bukan pacar Rian mereka hanya dekat, meski Rian beberapa kali mengatakan sayang dan cinta padanya. Setelah mengantar Nadia, Rian tak berani masuk kerumah Nadia seperti biasa Ia langsung pulang, dalam perjalanan pulang Ia kepikiran dengan Dina kekasihnya, Ia pun berniat kembali kerumah Dina, namun, saat melewati jembatan Ia tak dapat menghindari kecelakaan yang membuatnya koma selama dua minggu, Rian menabrak pembatas jembatan dan jatuh ke sungai, Ia mengalami patah tulang hingga operasi dua kali, setelah sadar dari tidur panjangnya Ia benar-benar merasa bersalah ke semua pacar-pacarnya termasuk Nadia yang ia bohongi, Ia pun menyuruh Zico agar menyuruh Nadia datang membesuknya, namun, karena Nadia malu dan bukan apa-apa hingga Ia tak mau membesuk Rian, sebenarnya dalam hati kecilnya Ia ingin membesuk Rian namun, ia malu datang kerumah Rian yang tergolong keluarga kaya.


Flashback Off


Nadia menikmati libur panjangnya dirumahnya di desa, seperti biasa mereka hanya tinggal berlima dengan Ibu dan adik-adiknya. malam pertama dirumahnya, adiknya, Nindi sakit dan ia tak mau makan apapun dari pagi, Ia meminta ibunya agar memasakkannya mie instan , Ia sangat ingin makan mie instan, karena tak ada persedian dirumah, ibu Nadia menyuruh Nadia ke warung membeli mie instan, diluar sangat gelap karena hujan dan sangat deras, Nadia mengambil jaket dan payung, Nadia adalah sosok yang pemberani Ia tak takut keluar malam sendirian, karena sejak kecil Ia diajari ilmu beladiri oleh kakaknya untuk jaga-jaga. Nadia telah sampai diwarung dan membeli beberapa bungkus mie instan, saat perjalanan pulang kerumah ia bertemu dengan Dika yang basah kuyup.


“Dika” Ucapnya an menghentikan langkahnya.


“kamu masih mengingatku” jawab Dika.


Ucapan yang keluar dari mulut Dika sangat menyakitkan bagi Nadia, sesungguhnya Nadia sangat mencintai Dika tapi, terlalu banyak rintangan yang mereka hadapi. Nadia melewati Dika tanpa melihatnya lagi namun,, Ia merasakan tangannya digenggam oleh Dika.


“benarkah kamu tidak pernah mencintaiku” tanyanya


Nadia hanya terdiam, Ia tak mau menjawab pertanyaan Dika. Membuat Dika memeluknya dari belakang, menyimpan kepalanya di pundak kekasihnya, Nadia kaget karena baru pertama kalinya Ia dipeluk oleh laki-laki, Ia menjatuhkan payung yang dipegangnya.


“Nad, kamu percaya kan padaku?..., lihat aku Nadia, aku sangat mencintaimu,” Ucap Dika. Saat Nadia berbalik, Dika menciumi seluruh wajah Nadia dan berakhir di bibirnya, Ia **********, tapi karena Nadia takut Ia mengakhirinya, ini pengalaman pertama bagi dirinya, ia tertunduk malu lalu mengambil payungnya yang terjatuh lalu, memeluk kekasihnya saat hendak pergi meninggalkannya.


Jantungnya berdetak tidak karuan Ia sangat gugup sekaligus sangat bahagia begitupun dengan Dika. Tak lama Ia sampai kerumahnya.


“kenapa kamu basah kuyup?’’’ Tanya Ibu Nadia karena Ia menunggu anaknya di teras rumah.


“emmm….payung Nadia tadi sempat jatuh


bu.”jawabnya dengan terbata.


“Kok bisa nak”..


“karena ditiup angin bu” ucapnya meyakinkan ibunya


Ibunya tak berkomentar lagi, ia mengambil handuk lalu memberiknnya ke Nadia.


“kamu basuh wajahmu, nanti kamu sakit” suruh ibu Nadia.


“iya bu. “


sesungguhnya Ia merasa bersalah karena telah membohongi ibunya, namun, Ia juga sangat bahagia malam ini bertemu dengan lelaki yang sangat Ia cintai, Ia tidak dapat menolak perasaannya.


Nadia dan Dika pacaran secara sembunyi-sembunyi, terkadang mereka tidak bisa bertemu dalam jangka waktu yang cukup lama membuat hubungan mereka terkadang hambar dan diisi dengan orang lain sebagai teman dekat, hanya sebagai pengisi waktu.tapi, mereka sangat jarang bertengkar, hampir tidak pernah bertengkar selama menjalin hubungan.


Nadia, Mika dan Fira berkunjung kerumah Rina sahabatnya, mereke ingin berbagi cerita dengan sahabatnya, karena tidak satu sekolah dengan Rina membuat Rina jarang berkumpul lagi dengan sahabatnya itu. Mereka bertiga ingin memberikan kejutan kepada sahabatnya Rina yang tanpa memberitahukan bahwa mereka akan mengunjunginya.


“Assalamualikum” Ucap Nadia, Fira dan Mika serempak.


“Assalamualikum” ucap Mika lagi.


“kayaknya nggak ada orang deh, “ Ucap Fira, menatap kedua sahabatnya.


“yah, pdahal kita akan kasi kejutan” jawab Nadia dengan cemberut.


“barangkali Riina nggak dengar” Ucap Mika berharap Rina membukakan pintu.


Beberapa kali mereka memberikan salam namun, tak ada yang menjawab salam mereka. Seorang tetangga yang lewat depan rumah Rina menyapa mereka bertiiga.


“maaf dek, sepertinya mereke tidak ada di dalam rumah, kalau nggak salah Rina dan kakaknya di desa sebelah, tapi saya jarang melihat Rina akhir—akhir ini” Ucap ibu-ibu yang umurnya sekitar 50 tahunan.

__ADS_1


“oh iya bu, makasih yaah” jawab Nadia.


Tak lama ibu-ibu itu pergi.


“Gimana nih, padahal aku ingin bertemu Rina” Ucap Fira.


“bukan kamu saja, kita juga” jawab Mika.


“apa yang terjadi dengan Rina yah, padahal ini kan waktu libur semester seherusnya Ia juga pulan kerumahnya” ucap Nadia.


“eh gimana kalau aku ambil motor, kamu juga fira pinjam motornya bapakmu, kita ke rumah kakak Rina di desa seberang” Usul mika.


“Ok “ jawab Fira.


Tak lama, mereka sampai di rumah kakak Rina, mereka tersenyum sumringah karena kakak Nadia ada didepan rumahnya dan menyuruh mereka masuk ke kamar adiknya.


“surprise” Ucap Nadia, Fira dan mIka memberikan kejutan ke Rina sahabatnya, namun, orang yang diberikan kejutan hanya teersenyum dipaksakan, dan sangat jelas di wajah Rina bahwa Ia banyak pikiran akhir-akhir ini.


“Kamu tidak senang yah, kami datang kesini?’’ Ucap Fira, yang diangguki dua sahabatnya.


“Nggak kok, “ jawab Rina pendek, lalu menundukkan kepalanya.


“Kamu kenapa Rin, cerita ke kami” Ucap Nadia, tapi hanya dibalas dengan tangisan, membuat mereka bertiga saling memandang tak tahu penyebabnya. Rina menangis sesegukan tak mampu menyembunyikan kesedihannya.


“Rin, kamu kenapa?...kita akan bantu kamu kalau kita bisa” Ucap Nadia lagi berusaha meyakinkan sahabatnya


Rina memeluk Nadia, Fira dan Mika bingung dengan sikap Rina tidak seperti biasanya.


“Kalau kamu nggak mau cerita, juga nggak apa-apa kok” mengelus pundak sahabatnya.


“Kalian janji yah, jangan seperti aku?...” jawabnya dan menangis kembali.


“Kami tidak mengerti Rin, kamu wanita yang kuat, baik, itu yang selama ini kita lihat dari kamu” Ucap Nadia .


“Aku tidak bisa membanggakan kedua orangtuaku di surga, aku juga kecewain kakak-kakakku”..


“Kami tidak mengerti ucapan kamu Rina” Jawab Mika mulai emosi dengan sikap sahabatnya.


“Kenapa tidak Rin, bukankah kita mau mewujudkan cita-cita kita” jawab Nadia.


“kalian janji yah,kalian akan raih cita-cita kalian, tidak seperti aku” .


Mereka bertiga hanya saling memandang, tidak mengerti masalah sahabatnya.


“Aku akan menikah” Ucapnya pelan, namun masih dapat didengar oleh ketiga sahabatnya.


“Apaaa..?...jawab Nadia, Fira dan Mika serentak, mereka bertiga dibuat terkejut dengan ucapan sahabatnya.


“Iya aku akan menikah” ucapnya sekali lagi.


“Menikah sama siapa?..kok bisa?...apa kamu dijohkan?.....” pertanyaan Mika sangat banyak, hingga membuat Fira dan Nadia geleng-geleng kepala.


“ Aku akan menikah dengan laki-laki yang aku cintai” jawab Rina.


“ kamu kok nggak pernah cerita ke kita selama ini kalau kamu punya pacar” ucap Nadia.


“kita kan, udah nggak pernah ketemu lagi, kalian janji yah, jangan seperi aku, kalau bisa kalian jangan pacaran dulu, itu lebih baik” Saran Rina.


“yah, padahal aku mau curhat tentang pacarku Zico” Ucap Mika.


“Tapi kan pernikahan kamu bisa ditunda Rin, tinggal setahun lebih” Ucap Nadia.


“Nggak bisa Nad, karena…..”Ucapan Rina terhenti, ia mengusap perutnya.


“Jangan bilang kamu…” Nadia menatap perut Rina.


“Iya, aku hamil”..


“Apa?...Mika dan Fira.


Sementara Nadia menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya, ia benar-benar tak dapat berkata-kata lagi, selama ini Ia kenal Rina adalah perempuan yang baik-baik dan tak pernah pacaran, berbeda dengan Mika dan dirinya.

__ADS_1


“Siapa calon dari anak yang kamu kandung Rin” Tanya Nadia.


“Dia itu senior kita waktu SMP dulu” Jawabnya.


“Tapi dia sudah tahu kan?...dia mau tanggung jawab kan?” Tanya Mika.


“Iya, dia akan tanggung jawab, ia telah berjanji akan secepatnya menemui saudaraku meminta izin untuk menikahiku” jawabnya.


“ yah, aku kira, aku yang akan duluan menikah” Ucap Mika pura-pura kesal.


Mereka bertiga hanya tertawa mendengar ucapan sahabatnya.


“jadi kapan rencana kamu akan menikah” Tanya Fira.


“secepatnya Fir, sebelum perutku tambah besar, kalian nanti datang yah?..”


Cukup lama mereka berbincang-bincang dengan Rina,akhirnya mereka pamit akan pulang kerumah , awalnya mereka bertiga akan memberikan kejutan untuk sahabatnya namun, sahabatnyalah yang telah membuat mereka terkejut bahkan sangat terkejut.


Sesampainya dirumah, Nadia benar-benar merenungkan atas apa yang dialami Rina, Ia bertekad akan meraih cita-citanya, ia tidak ingin mengecewakan kedua orangtua dan saudara-saudaranya.


Dua bulan kemudian pernikahan Rina digelar, mereka hanya hadir tepat di hari H pernikahan sahabatnya karena Nadia, Fira, da Mika sekolah, mereka menemani sahabatnya di hari bahagianya, Rina terlihat sangat cantik dibalut gaun pengantin berwarna putih.


“Kami nggak terlambat kan?...” Ucap Nadia saat masuk ke kamar Rina, diikuti oleh Mika dan Fira.


“Nggak kok, tapi hampir” Jawab Rina.


“Sorry beb, kami harus minta izin disekolah, untungnya dibolehin” Ucap Mika yang diangguki Nadia dan Fira.


“stt,,,,kalian jangan rebut, itu Affan sudah ucapkan ijab Kabul” Ucap Nadia kepada ketiga sahabatnya.


Terdengar teriakan “SAH” dari luar, membuat mereka ikut bersorak dan mengucapkan “Alhamdulillah” mengucap syukur. Tak lama kakak Nadia masuk ke kamar menyuruh Rina untuk segera keluar dari kamar yang diikuti oleh ketiga sahabatnya. Rina duduk bersanding dengan Affan bak raja dan ratu sehari. Nadia, Mika dan Fira sedang asyik makan tiba-tiba terdengar suara laki-laki di Microphohe ingin menyumbangkan sebuah lagu.


‘lagu ini buat seseorang yang ada disini” Ucap Dika menyentuh dadanya.


Separuh nafasku


Kuhembuskan untuk cintaku


Biar rinduku sampai kepada bidadariku hoo…


Kamu sgalanya tak terpisah oleh waktu


Biarkan bumi menolak kutetap cinta kamu


Biar mamamu tak suka papamu juga melarang


Walau dunia menolak ku tak takut tetap kukatakan kucinta dirimu


 


Karena kamu bintang dihatiku


Takkan ada yang lain


Mampu goyahkan rasa cintaku hoooo


Kamu sglanya tak terpisah oleh waktu


Biarkan bumi menolak kutetap cinta kamu


 


Biar mamamu tak suka papamu juga melarang


Walau dunia menolak ku tak takut tetap kukatakan kucinta dirimu


Sudah jangan kau usik lagi


Cinta yang ternaman dihati


Akan kubawa ampai mati hoooo

__ADS_1


Mendengarkan lagu “Judika, papa mama Larang” yang dinyanyikan Dika untuknya, membuat hati Nadia bercampur sedih antara bahagia dan sedih, lagu itu benar-benar mewakili hubungan antara Dika dan dirinya, Ia pun hanya bisa menundukkan kepalanya.


__ADS_2