
Dalam perjalanan pulang, Radit selalu memerhatikan Nadia namun, Nadia tak mau memperdulikan Radit lagi, ia benar-benar takut dan trauma atas apa Radit lakukan pada dirinya.
Tempat tinggal Nadia memang dekat dengan pantai namun, dirinya tidak pandai berenang karena ayah dan Ibu Nadia tak membiakannya main dipantai mereka berdua trauma atas apa yang menimpa Nadin, kakak Nadia sewaktu kecil , karena kelalaian mereka sehingga Nadin hampir meninggal Ia tenggelam, sejak saat itu, Nadin, Nadia dan Nindi tidak diperbolehkan main air di pantai tapi, berbeda dengan anak lelaki yang kata ayah harus pintar berenang untuk melindungi saudara perempuan mereka kelak.
Beberapa menit kemudian, Bus yang mereka tumpangi telah sampai tepat di depan gerbang sekolah mereka. Semua siswa telah turun dari Bus itu dan mengambil kendaraannya yang telah diparkir di parkiran sekolah untuk pulang kerumah.
“Maaf yah Nad, aku duluan, “Pamit Fira
“Aku juga Nad, itu sepupuku udah jemput” Ucap Mika menunjuk ke arah parkiran.
“oh iya kalian hati-hati yah!...”
Saat Nadia melangkahkan kakinya tiba-tiba ia di cegat oleh Radit.
“Nad, Please aku mau jelaskan semuanya” Dengan tatapan memohon.
“Apa yang hendak kamu jelaskan Radit, aku nyaris meninggal karena kamu, “ menatap Radit dengan sangat marah.
“Tapi aku kira kamu bercanda” Ucapnya.
“Pernahkah aku bercanda sama kamu?’’
__ADS_1
Radit hanya terdiam dan melepaskan Nadia pulang kerumahnya.
Beberapa bulan Nadia tinggal dirumah kakak sepupunya, Ia tidak dapat fokus belajar karena setiap hari, Ia yang melakukan pekerjaan rumah sampai selesai, makanpun tidak teratur karena kesibukan kakak sepupunya hingga tak sempat belanja bahan makanan yang ada di rumahnya. Bahkan Nadia pernah jatuh pingsan gara\-gara kelaparan, sejak meninggalkan rumahnya Nadia tidak pernah pulang kerumahnya, Ia malu melihat perubahan pada bentuk tubuhnya yang sangat kurus, sedangkan Dika sesekali mengunjungi kekasihnya hanya untuk melepas rindu. Setiap Dika mengunjungi Nadia, Ia selalu berbohong tentang keadaannya karena Ia tidak mau jika Dika dan ibunya tahu tentang keadaannya, Ia selalu beralasan bahwa Ia kurus karena fokus belajar.
Karena kesibukan Nadia hingga Ia lupa dengan kekasihnya, Ia tidak perhatian dengan Dika dikarenakan kesibukannya, begitupun sebaliknya, Mika mengatakan bahwa Dika punya kekasih di kampung, Ia selalu curhat ke Nadia, Mika tidak tahu bahwa Nadia dan Dika telah berpacaran, mika hanya mengetahui bahwa mereka teman dekat.
Ujian semester telah berlalu, tinggal menunggu pembagian rapor mereka, hari itu mereka bolos karena tidak ada mata pelajaran lagi yang akan masuk. Fira, Mika dan Nadia beralasan keluar membesuk temannya yang sakit, tapi pak Maman security disekolah mereka curiga dan mengikuti mereka bertiga. Nadia, Fira dan Mika sadar bahwa pak Maman mengikutinya, merekapun berlari dengan kencang dan berpencar karena dikejar oleh pak Maman. Nadia berlari dan masuk kedalam warung dan duduk diantara siswa dari sekolah lain, sementara mika bersembunyi di samping mobil dekat warung, dan Fira tertangkap oleh pak maman dan kembali kesekolah, lalu Pak maman kembali ke warung yang Nadia tempati bersembunyi , saat Pak Maman memasuki warung, Nadia menundukkan kepalanya karena takut Ia ketahuan, Namun, seorang siswa laki\-laki dari sekolah lain memanggil Pak maman, Nadia mengancam laki\-laki tersebut lewat tatapan matanya, membuat lelaki tersebut tersenyum melihat Nadia ketakutan.
“ada apa dek?” Tanya Pak maman, menghampiri meja yang di tempati laki-laki itu dengan Nadia.
“Bapak sedang mencari siswa dari SMA 1, mereka bolos tadi” sambil mencari siswa yang duduk di warung itu”.
“oh..gitu yah pak, “ sambil melirik kearah Nadia
Nadia menatap laki-laki itu dengan tatapan memohonnya.
“Kami dari SMA 2 Pak, kebetulan tadi ada rapat guru-guru jadi kami boleh pulang cepat” Ucap Lelaki itu.
“Oh iya dek, bapak pamit” jawab pak maman karena tidak mengenali Nadia, Pak Maman bingung karena siswa yang ada di Warung tersebut semuanya menggunakan jilbab..
__ADS_1
Nadia bernafas legah dan hendak berdiri dari tempat duduknya, tapi laki-laki yang disampinnya tidak membiarkannya pergi.
“lepaskan tanganku” Perintah Nadia.
“biar aku yang antar kamu pulang, boleh” ucap lelaki itu.
“Nggak, makasih” ucap Nadia ketus
“Pak Security” Teriak lelaki itu
Nadia gelalapan dan menutup mulut lelaki itu dengan tangan kanannya.
-
-
-
-
Jangan lupa yah dukungannya🙏🙏🙏
Like
__ADS_1
Koment