
Paman Dika melihat Keponakannya dan Nadia sedang berpelukan, Ia sangat takut mengingat keluarga Nadia adalah salah satu keluarga yang cukup disegani di desanya sedangkan menurutnya tidak ada yang bisa diandalkan dari keponakannya, jangankan bekerja sekolah saja Ia tidak tamat
" Ya Tuhan, apa yang kau lakukan Dika, apa yang akan terjadi jika ayah Nadia tahu hubungan kalian, paman khawatir" Bathinnya.
Paman Nadia meninggalkan mereka berdua dengan kekhawatirannya..
Sementara Dika masih belum mau melepaskan Nadia
" Dika, cukup ini udah lewat lima menit, lepaskan aku" ucap Nadia
"Maaf Nadia, tolong beri aku kesempatan Nad, aku akan berusaha dan membuktikan bahwa aku pantas kamu cintai, kita akan hidup bahagia bersama kelak, aku janji Nad, aku akan membahagiakanmu" ucap Dika dengan bersungguh-sungguh seraya melepaskan pelukannya dan menatap wajah pukaan hatinya.
"Aku ingin kamu membuktikan ucapanmu Dika" Ia pun, pamit pulang karena takut nanti ada yang melihat mereka berdua.
Nadia sampai dirumahnya, dalam perjalanan pulang kerumah ia hanya termenung membayangkan pertemuannya dengan Dika, Ia sangat bahagia naun Ia juga sangat takut. Tiba-tiba lamunannya dibuyarkan oleh suara adik-adiknya..
"kak Nadia, kakak darimana "Nindi
Nadia hanya tersenyum, tak menjawabnya Ia memeluk adik-adiknya, mengampiri ayah ibunya lalu mencium punggung tangannya..
"Bagaimna kabar ibu, ayah?.."tanyanya
__ADS_1
"Alhamdulilah kami baik sayang, kamu" jawab ibu lalu mengusap kepala Nadia
"Alhamdulillah Nadia juga sehat bu, "
"Oh yah, pasti kamu belum mandi kan, kamu mandi dulu, ini sebentar lagi magrib kamu sholat dan siap-siap kita makan malam bersama" suruh ibu
"Iya bu, tapi sebelumnya Nadia punya oleh-oleh untuk ibu dan adik-adik".
Adik-adik Nadia berlari menghampirinya kakaknya
"Nah, ini untuk Agil, ini Alif dan ini untuk Nindi" Nadia memberikan baju yang ia beli dipasar untuk ketiga adiknya
"Sayang, kenapa.kamu repot-repot nak, lebih baik kamu tabung untuk kamu sekolah nanti" ucap Ibu
" Bu, ayah, maaf Nadia nggak mau menganggur, uang yang diberikan paman Iman masih ada kok, itu lebih dari cukup untuk Nadia pakai mendaftar dan beli perlengkapan sekolah lainnya, bisa kan bu?...Nadia bisa numpang di rumah kerabat ayah yang dekat sekolah bu, yang penting Nadia sekolah" Nadia menatap ibunya dengan bersungguh-sungguh.
Ibunya dapat melihat kesungguhan putrinya, dan menatap ke arah suaminya, meminta persetuan, ayahnya Nadia hanya mengangguk tanda setuju..
"Iya Nak, boleh, tapi kamu harus bersungguh-sungguh yah!..ingat kamu sekolah karena keinginanmu, bukan karena kekayaan, jadi bersungguh-sungguhlah"
"Ayah akan mengantarkanmu ke rumah ponakanku yang dekat sekolahmu" ucap ayah Nadia
__ADS_1
"Makasih ayah, ibu" Nadia sangat bahagia
"Oh yah, nak ada surat yang dibawa guru kamu kerumah tadi pagi," ibu berdiri mengambil surat itu dilemari lalu memberikannya ke putrinya..
"Ini apaan yah bu?.."mengambil surat itu lalu membukanya, senyumnya mengembang saat membaca surat tersebut. " Alhamdulilah bu, Nadia lulus dengan nilai yang memuaskan dan dapat beasiswa" ucapnya
"Alhamdulillah nak, kamu harus sekolah dengan bersungguh-sungguh, jangan kecewakan kami yah nak, keluarga kita bukan keluarga yang kaya, raihlah cita-citamu" , ucap ibu memberikan motivasi kepada anaknya, sesungguhnya ibu Nadia sangat bangga kepada putrinya
-
-
-
-
Jangan lupa yah dukungannya🙏🙏
Like
Koment
__ADS_1