
“Kringg…..”…bel telah berbunyi, menandakan mereka telah selesai pelajaran hari ini, para siswa tak terkecuali Nadia bersorak karena ingin cepat-cepat pulang kerumah,mereka berempat pulang kerumah masing-masing,Nadia yang memiliki rumah yang paling jauh dari ketiga sahabatnya, saat sampai dirumah Nadia mengganti pakaiannya dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim selanjutnya bergegas kerumah tante Anti, saat menuju rumah tante Anti, Nadia melewati rumah Dika,entah kenapa jantungnya berpacu lebih kencang membayangkan sosol laki-laki berhidung mancung, berbibir tipis, berkulit sawomatang dan memiiki rambut lurus..
“ hmm….Nadia, kerumah tante Anti juga?....” entah darimana sosok yang difikirkannya ini muncul karena Nadia tidak memerhatikannya.,,.
“iy iya…”” Nadia menjawab pertanyaan Dika dengan terbata, seolah Nadia tertangkap basah sedang melakukan hal yang buruk.
“oh iya kebetulan, aku juga mau kesana” kata Dika lagi
Mereka berduapun berjalan bersama namun tidak ada lagi percakapan diantara mereka, jujur Nadia sangat bahagia namun disisi lain Nadia takut dimarahi Ibu apalagi Ayah yang belum marah saja Nadia sudah takut.
Nadia hanya masuk sendirian kedalam rumah, karena Dika berhenti d Gazebo di depan rumah tante Anti , karena jujur Dika juga takut, Dika takut Nadia kena marah karenanya, Dika merasa tidak percaya diri jika ingin dekat dengan Nadia, kerena perpisahan orangtuanya membuat Dika frustasi hingga tidak lagi melanjutkan pendidikannya, Ia putus sekolah tepat setelah ia duduk di bangku kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“assalaamualaikum” ucap Nadia
“waalaikumsalam” jawab ibu dan tante Anti serentak
__ADS_1
“ makan dulu nak, habis itu kamu bantu ibu yah!..”suruh ibu Nadia
“bentar bu, Nadia masih kenyang tadi makan dikantin sekolah” jawab Nadia
“oh…”
Nadiapun ikut membantu ante anti di dapur seperti kemarin ibu pulang duluan kerumah karena ketiga adik Nadia sudah ingin pulang, yah berarti Nadia harus pulang sendiri lagi, setelah semuanya beres dan acara aqiqah adik sani telah selesai Nadia pamit ke tante Anti.
“tante Nadia pulang yah, ini juga udah malam?..” kata Nadia
Nadia pulang kerumahnya , dan ternyata di depan rumah tante Anti, Dika sudah mondar mandir menunggu Nadia, “udah mau pulang?’:..tanya Dika
“iya.” Jawab Nadia
“aku antar kamu yah, kita kan kebetulan searah!...” ucap Dika
__ADS_1
“kalau memang kamu mau pulang juga yah boleh, tapi kalau kamu cuman mau antar aku pulang mending nggak usah” jawab Nadia
Dika hanya tersenyum penuh arti, dalam perjalanan Dika memberanikan diri bicara tentang perasaannya ke Nadia.
“Nadia, aku tahu aku tidak pantas untuk mencintai kamu, karena aku yag tidak berpendidikan dan mempunyai keluarga yang berantakan, tapi beri aku kesempatan Nadia aku akan membuktikan bahwa kelak aku akan pantas untukmu”..ucap Dika dengan mata yang berkaca-kaca
Nadia tidak sanggup melihat mata Dika karena jujur Nadia juga punya perasaan dengan Dika namun Nadia takut pada Ayah dan Ibunya..
"Please Nad, beri aku kesempatan" ucap Dika lagi
Nadia bisa melihat keseriusan Dika saat itu tapi ketakutan akan ayahnya marah dan ibunya kecewa lebih besar dari perasaannya ke Dika saat itu, Nadia hanya diam tak menjawab dan cukup lama terdiam hingga mereka sampai di depan rumah Nadia,
"Maaf dik, aku harus masuk"..ucap Nadia, Dika hanya diam beberapa saat perasaannya campur aduk, namun nerusaha menyembunyikannya, " Iya Nad, masuklah" suruhnya.
mereka tak menyadari bahwa ada yang melihat mereka berdua bersama..
__ADS_1