Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
17


__ADS_3

Sesampainya dirumah tempatnya menumpang, Nadia mencari makanan namun, tak ada yang bisa di makan Ia kemudian mencari sepupunya tapi sepupunya tak ada dirumah, Ia kembali ke dapur mencari bahan makanan barangkali ada yang bisa Ia masak, Ia pandai dalam hal masak memasak karena sering membantu ibunya dirumah. Sepupu Nadia dan suaminya adalah seorang ASN, Ia memiliki tiga orang anak yang seumur dengannya, dua perempuan dan satu laki-laki yang masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar. Karena tak menemukan bahan makanan Ia kemudian memutuskan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu karena waktu sholat dzhur juga hampir habis, selesai sholat Ia berdoa sambil menangis, betapa Ia sangat merindukan keluarganya di desa, tapi ini adalah keputusannya untuk sekolah dan terpaksa menumpang karena jarak sekolah dari rumah yang cukup jauh sementara Ia tidak punya kendaraan.


Saat mengakhiri doanya Ia lalu mendengar seseorang memberi salam.


“Assalamualaikum”….


“Walaikumsalam”..


menyeka airmatanya lalu membuka mukenahnya dan berjalan ke ruang tamu melihat siapa yang datang. Saat melhat tamunya senyumnya mengembang.


“Mika”….setengah berteriak


“Iya”


“Ayo masuk Mik, kamu sama siapa?..” Tanya Nadia


“oh, aku diantarin sama papaku, itu dia” menunjuk kearah papanya.


“Om, yuk masuk”..mencium punggung tangan papa Mika dan mengaknya masuk kerumah.


Setelah mereka bertiga duduk diruang tamu, Mika menjelaskan kenapa Ia sampai pulang kerumah yang Nadia tempati.


“ Begini Nad, kan masa Ospek tinggal beberapa hari lagi, aku malas berangkat subuh,, jadi sekalian aja aku mau nginap disini, kata papaku boleh, gimana?...boleh ya Nad, please!...”


Sebenarnya Nadia ingin menolak Ia malu jika Ia ketahuan sampai ke telinga mamanya bahwa makannya nggak teratur.


“Hmmm…gimana yah Mik, ada baiknya yah, aku Tanya kakak sepupuku dulu?...” berusaha mencari alasan.


“ sebenarnya om kenal sama yang punya rumah ini, beliau teman om dulu dikantor tapi sudah pindah ke kota, om masih simpan nomor Handponenya , nanti om yang kasi tahu kalau anak om disini mau nginap” kata papa Nadia.


“Oh gitu yah, om. Ya Alhamdulillah aku senang, aku ada teman sekarang” Ucap Nadia


“Yah, udah, kalian disini jangan macam-macam yah, belajar dengan giat, Oh yah nad, kamu ajarin Mika yah, supaya dia juga bisa juara kelas kayak kamu” suru papa Mika sambil tersenyum.


“Iya om,”


“om Pamit yah, ini ada uang jajan kalian, Mika uang ini kalian pakai beli cemilan yah Nak, papa mau pulang “ papa Mika menaruh uang dua ratus ribu rupiah di meja dan pamit pulang.


Nadia dan Mika menyalami papa Mika.


“Asyik, ada tambahan uang jajan lagi, padahal mamaku juga kasi tadi, oh yah mamaku pesan uang jajanku dibagi sama kamu” Ucap Mika dan memberikan uang lima puluh ribu rupiah dari mama Mika dan uang yang ditaruh diatas meja oleh papa Mika juga mereka bagi dengan rata.


Orangtua Mika memang sangat baik pada Nadia kerena Nadia selalu membantu Mika belajar dan mereka juga berteman sejak mereka masih bayi.

__ADS_1


“Yuk Mik, kita masuk kamar” ajak Nadia


‘Yuk”


“Mik, aku lapar tapi nggak ada makanan dsini, “ sambil berbisik ke telinga sahabatnya, takut ada yang dengar.


“ sebenarnya sih, tadi sama papa aku udah makan di warung, tapi aku nggak lupa tadi beliin kamu nasi goreng, kan aku tahu kamu suka sekali sama nasi goring, itu di kantong tasku” menunjuk tasnya kerena Ia sedang berbaring di atas ranjang.


“beneran, !....aduh makasih yah ayang beb, sahabat aku yang paling baik”..memuji sahabatnya dan mengambil nasi goreng lalu membukanya.


“duh, harumnya…kayaknya enak nih, sekali lagi makasih yah Mik,..’’


“mau dicium aja, atau dimakan?....” ledek Mika


Nadia langsung memakannya tak menggubris lagi perkataan sahabatnya.


“Oh yah, Nad, rumah seluas ini, penghuninya kemana aja?..kok kamu sendirian” Tanya Mika kepo.


“Oh..sepupuku biasanya pulang malam, terkadang bermalam di kota karena mereka juga punya rumah dikota”


“anak-anaknya kemana Nad?..”


“Yah, mereka hanya tidur disini tapi siangnya mereka semua dirumah neneknya, mereka hanya datang berganti pakaian”


“Nggak, itu di depan, cuman aku malu kesana, jadi aku terbiasa sendiri disini semenjak aku tinggal disini, mereka juga nggak pernah ajak aku,”


“aduh kasihan banget kamu yah’..ledek Mika


“Tapi jangan pernah kamu beri tahu ibu aku yah Mik, aku percaya kamu” tatap Nadia pada sahabatnya.


Tepat pukul 10.00 malam sepupu mIka dan juga suaminya datang bersama dengan anak\-anaknya, mereka sudah tahu bahwa ada tamu dirumah mereka karena papa Mika telah menelfonnya, namun saat mereka sampai kerumah Nadia dan Mika telah tertidur.


Keesokan harinya Nadia bangun untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, Ia lalu membangunkan sahabatnya namun, ia tak mau bangun setelah Nadia selesai sholat ia dipanggil oleh sepupunya menyuruhnya ke dapur untuk membuat sarapan pagi, hampir satu jam Nadia bergelut didapur pekerjaannya beres tinggal ia mandi dan siap\-siap pergi kesekolah, namun sepupunya kembali menyuruhnya mencucikan pakaian anaknya yang ada di keranjang kotor.


“ya Ampun, pasti aku terlambat lagi” bathinnya,


Namun tetap mengerjakannya karena ia malu


Nadia buru-buru mencucinya dan mandi, ia kemudian membangunkan Mika dan memakai seragamnya, setelah keduanya sarapan alakaarnya, mereka berlari menuju sekolah, mIka tak henti-hentinya menyalahkan Nadia kenapa Ia tak dibanguni , Mika tak tahu bahwa pekerjaan Nadia sangat banyak pagi ini.


sesampinya mereka di depan gerbang sekolah, Lagi-lagi mereka terlambat, senior sangat hafal dengan wajah keduanya apalagi Nadia yang memang hampir setiap harinya terlambat. Keduanya dibawa ke Aula, Nadia sangat legah karena tidak disuruh jalan jongkok lagi, Namun betapa malunya Nadia dan MIka karena disuruh menyanyi di hadapan semua siswa baru dan senior yang ada diruangan itu. Mau tidak mau Nadia dan Mika akirnya bernyanyi setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk menyanyikan lagu T2 Lelaki cadangan, lagunya seperti berikut:


Kutuliskan sebuah cerita cinta segitiga

__ADS_1


Dimana akulah yang jadi peran utama


Aku tak dapat membohongi segala rasa


Aku mencintai dia dan dirinya


Nanti pukul satu dia menemui aku


Maka jangan kamu pasang wajah yang cemburu


Nanti bila dia datang menemui aku


Maka cepat-cepat kamu ngumpet dulu


Dan aku sudah pernah bilang


Pacarku bukan cuman kamu saja


Ku mempunyai dua hati


Yang tak bisa untuk kutinggali


Kan aku sudah pernah bilang


Janganlah kamu terlalu sayang


Dan bila nanti kau menghilang


Ku masih punya lelaki cadangan


Sebenarnya Nadia sangat suka lagu dangdut namun, ia malu bernyanyi dangdut dihadapan para siswa dan seniornya. Siswa yang mendengar suara mereka sangat terhibur , karena suara mereka sangat bagus apalagi suara Nadia.


_-------Ditempat lain, Dika menemui temannya Asri Ia mengajak Asri nanti malam untuk menemui Nadia karena Ia sangat rindu pada pujaan hatinya, Ia tidak bisa berkomunikasi dengan Nadia karena Nadia tidak punya ponsel, ayah dan ibu Nadia sengaja tidak membelikan Nadia ponsel karena takut anaknya pacaran dan telfon-telfonan. Ayah Ibu Nadia sangat takut dengan hal itu.


-


-


-


Jangan lupa yah dukungannya🙏🙏🙏


Like

__ADS_1


Koment


__ADS_2