
Sore harinya, Kak jami mengantarkan Nadia pulang kerumahnya, Nadia hanya terdiam entah keputusan apa yang akan diambil oleh kakak dan kakak iparnya, Ia juga takut membuat ayah dan ibunya kecewa dengan nilainya disekolah yang sangat jelek, dalam perjalanan menuju kerumahnya dan ditengah pikiran kacaunya Ia melihat dari jauh sorang laki-laki yang duduk diatas motor sangat mirip dengan Dika bersama dengan perempuan, Ia benar-benar tidak dapat berpikir jernih, Ia mengingat perkataan Mika sahabatnya yang mengatakan bahwa Dika memiliki seorang pacar dikampung. Nadia menundukkan wajahnya saat melewati laki-laki itu, dan dugaan Nadia benar, lelaki yang Ia lihat adalah Dika. Jantung Nadia bagaikan dihantam benda keras, dadanya sesak melihat kekasihnya bersama dengan wanita lain. Rasanya Ia tidak ingin bertemu dengan Dika lagi.
Motor yang dikendarai Kak Jami dan Nadia telah berhenti tepat di depan rumah Nadia, ketiga adiknya berlari memeluk kakaknya, Ia menutupi rasa sedihnya dengan senyuman di wajahnya.
“Assalamualakum..” Ucap Nadia dan menyalami Ibunya
“Walaikumsalam, oalah anak Ibu, kamu sehat nak?..Tanya Ibu.
“Alhamdulillah bu, bapak mana bu?..’”
“Bapakmu baru berangkat Nak dua hari yang lalu, eh Nak Jami masuk”ajak ibu kepada menantunya.
“Iya bu” jawab jami lalu duduk dikursi kayu ruang tamu.
Nadia pamit masuk kekamarnya bersama ketiga adiknya, sementara diluar menantu dan mertua saling berbincang-bincang, Kak Jami menyampaikan atas apa yang dialami Nadia, Ia dan Nadin berencana memindahkan Nadia tinggal dirumanya saja, usul Kak jami, Ibu yang mendengar usulan anak dan menantunya hanya menyerahkan pada mereka saja, memang jarak rumah kak Jami dari sekolah Nadia masih cukup jauh, tapi Nadia bisa menunggu Bus di halte.
Setelah menceritak semuanya ke mertuanya, Kak Jami pamit pulang kerumahnya. Ibu Nadia masuk ke kamar anaknya dan duduk disampinya, ia mengelus pucuk kepala anaknya, terkadang Nadia manja kepada orangtua dan kakak\-kakaknya, karena selisih usia Nadia dengan Nindi tujuh tahun. Nadia berusaha menutupi apa yang dialaminya dari orang tuanya.
Malamnya, Nadia makan malam dengan ibu dan ketiga adiknya, seseorang sedang bertamu dirumahnya.
“Assalamualaikum”
__ADS_1
“Walaikumsalam” Balas Ibu dan Nadia
“Udah bu, Ibu lanjut makan saja, biar Nadia yang buka pintunya” Ucapnya.
“Yah udah nak.” Jawab Ibu nadia lalu melanjutkan makannya bersama dengan ketiga anaknya.
Nadia berjalan kearah pintu dan membukanya, Ia sangat terkejut saat melihat tiga orang bertamu kerumahnya.
“ada yang bisa saya bantu” Tanya Nadia.
“Ya elah, formal banget sih kamu Nad, kami boleh masuk?..Ucap Mika.
“Masa nggak, kami jauh-jauh datang kesini” Ucap Rian memelas.
“siapa suruh datang jauh-jauh kesini” Tanya Nadia jutek.
Mereka duduk berempat diteras rumah Nadia, disaat yang bersamaan Dika lewat di depan rumahnya, Ia melihat kekasihnya, Mika, Zico dan Rian bagaikan dua pasang kekasih yang sedang bermalam mingguan, ia tidak tidak dapat berkata-kata hanya merasakan sesak di dadanya, sementara Nadia hanya asyik makan roti yang dibawah oleh Rian,kebetulan ia masih lapar.
“Nih cowok, ngapain jauh-jauh kesini?” Gumam Nadia sambil menatap Rian.
“kenapa?..ada yang aneh di wajahku?..mengusap wajahnya.
“Iya, semuanya aneh” Jawab Nadia.
“kamu lucu yah!..” Ucap Rian.
__ADS_1
“Ihh..kalian, serasa dunia milik berdua yah, kami berdua serasa hanya ngontrak” Goda Zico.
“Apaan yang ada kamu yang bucin” Ejek Rian.
Mereka berempat berbincang\-bincang diteras rumah Nadia, karena sifat humoris yang dimiliki Rian membuat Nadia nyaman diajak ngobrol, tak lama Rian, Mika dan Zico pamit pulang. Nadia masuk kedalam kamarnya, membersihkan dirinya, tak lupa menunaikan kewajibannya sebagai muslim dan bersiap\-siap tidur namun, ia tidak dapat tidur karena bayangan DIka bersama dengan perempuan lain terlintas di kepalanya kemudian, Ia teringat kembali dengan Rian yang lucu.
“Akkkkhhhhh……Dika kamu jahat” Btahin Nadia memukul bantalnya.
Sementara di tempat lain, Dika bersama dengan Fahri sahabatnya, Fahri mengajaknya makan namun, Dika menolak Ia benar-benar tidak bersemangat, Ia selalu membayangkan Nadia tertawa bersama dengan lelaki lain.
-
-
-
-
Jangan lupa yah dukungannya🙏🙏🙏
Like
__ADS_1
Koment