Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
6


__ADS_3

Degg....jantung Dika bagaikan dihantam benda keras,Ia hanya menunduk mendengarkan perkataan ayah Nadia, hal itu merupakan tamparan keras bagi Dika, sementara Nadia hanya terdiam tak mampu berkata\-kata, entah apa yang dipikirkan keduanya, hingga seseorang membuyarkan lamunan mereka..


" Ayo, masuk!.." ucap Asri yang merupakan anak buah ayah Nadia, memegang lengan Dika mengajaknya masuk, namun Dika takut seolah raganya tak mampu untuk bergerak maju.


"Aku kembali lagi aja" jawab Dika, lalu membalikkan badan melangkah pergi. Asri yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala, Nadia yang melihat kepergian Dika merasa sedih ,ia jadi merasa serba salah ke Dika.


"Ayo masuk!.." ajak Nadia ke Asri, mereka berjalan menuju ruang keluarga..


" O nak, Asri, kirain tamu siapa" ucap ibu Nadia, sambil tersenyum kearah tamunya, ia asri adalah ponakan ibu Nadia dan merupakan anak buah ayah Nadia. Asri memperbaiki Televisi mereka, beberapa menit kemudian Asri berhasil memperbaiki Televisi tersebut.


"hebat ya kak Asri" ucap Nadia duduk dan menaruh nampan dimeja berisi kopi susu dan cemilan untuk mereka ..


"Iya dong" jawab Asri dengan narsis


"oh ya kak, Nadia ke kamar yah!..."ucap Nadia

__ADS_1


"Sipp, belajar dengan rajin yah," kata asri


"Iya kak, siap" mengangkat tangannya hormat, lalu tertawa..


Nadia meninggalkan mereka diruang keluarga, Nadia mengingat Kejadian barusan yang dialaminya , Ia memikirkan perasaan Dika, namun dalam hatinya juga bertanya-tanya mengapa Dika tidak masuk,mengapa ia harus pulang, Nadia menjadi ragu tentang perasaan Dika, tak lama kemudian Nadia tertidur sangat lelap..


Di satu sisi Dika memikirkan apa yang dikatakan ayah Nadia ,"kenapa aku mau diajak Asri kerumah Nadia sih, bodoh aku yang terlalu meridukanmu, Dika bingung Ia harus melupakan wanita yang merebut hatinya, atau memperjuangkannya dan membuktikan bahwa dia pantas untuk Nadia" bathin Dika..


Sejak kejadian saat itu mereka tidak pernah ketemu, mereka juga tak saling mengetahui kabar satu sama lain, hingga Nadia menyelesaikan ujian penaikan kelas, Nadia sangat bahagia karena dapat mempertahankan prestasinya disekolah.


Nadia yang duduk di bangku taman sekolah bersama ketiga sahabatnya Mika, Fira dan Rina dihampiri oleh dua gadis dari kelas B, kelas sebelah.


"Eh..kamu jangan berani gombalin Dika yah!..ancam Ana pada Nadia, sambil menunjuk wajah Nadia


"Kamu apa-apaan?.."jawab Nadia, tidak mau terima.

__ADS_1


"Gara-gara kamu Dika jauhin aku" ucapnya lagi


"Maaf tapi aku tidak pernah gombal pacar kamu" jawab Nadia lagi


Ketiga sahabat Nadia hanya melihat adegan tersebut, hingga Ana berani menampar Nadia, tapi Nadia berhasil menghindari tamparan Ana dan balik menamparnya , mereka berdua adu tonjok bak jagoan, teman yang datang bersama Ana yang bernama Nita lari ke ruang guru melaporkan kejadian tersebut, tak lama kemudian Pak Kasman guru BK mereka datang melerai perkelahian tersebut..


"Nadia, lepaskan Ana, kamu mau jadi jagoan?..bukan disini"..kata Pak Kasman setengah berteriak.


Nadia melepaskan Ana, dengan tatapan mematiakannya seolah tak ikhlas..


"Nadia, Ana,ikut saya ke kantor"perintah Pak Kasman, lalu meninggalkan mereka..


Ana menatap Nadia dengan tatapan mengejek, seolah Nadia yang salah dalam kejadian itu, membuat Nadia kesal dan hanya bisa mengepalkan tangannya..


Ayo Mohon Dukungannya Gays🙏🙏, jangan lupa Like and Koment..😊

__ADS_1


.


__ADS_2