Tak Seindah Mimpi

Tak Seindah Mimpi
8


__ADS_3

Aku memujamu dalam diamku


Memimpikanmu dalam tidurku


Bersamamu di alam fantasiku


Ingin menemanimu dalam nyata


Berdua selalu bersama


Bukan fatamorgana semata



Dika menatap langit malam yang sangat indah, dengan cahaya bulan yang terang yang dikelilingi oleh bintang\-bintang, Ia mengumpamakan Bulan itu adalah Nadia dan salah satu dari bintang itu adalah dirinya, mungkinkah ia dapat memiliki bulan yang indah iru??....Sementara di tempat yang berbeda Nadia entah kenapa Ia merasa bersalah dengan Dika, padahal dirinya tidak punya hubungan apa\-apa dengan pria berbibir tipis itu..



Keesokan paginya, Ibu Nadia menetuk pintu kamar anaknya“ Nadia, bangun nak, kamu nggak kesekolah hari ini?...”


“Nggak bu, “ jawabnya


“kenapa nak, kamu sakit?..”


“aku kurang enak badan bu”


“oh iya, kamu sarapan dulu yah!..” ucap ibu lagi


“iya bu”

__ADS_1


Ibu Nadia kerumah Mika, karena jarak rumah mereka tidak jauh, Ia ingin memberitahukan bahwa Nadia sahabatnya tidak masuk sekolah karena kurang enak badan.


Nadia bangun dari tempat tidurnya, bergegas Ke kamar mandi membersihkan badannya, setelah acara bersih-bersihnya selesai ia memakai bajunya dan keluar kamar menuju meja makan.


Iya, Nadia memang punya kebiasaan mandi pagi meski dirinya kurang enak badan, ia akan tetap mandi, karena jika Ia mandi siang terkadang Ia akan kena Flu dan takut penyakit asma yang diderita dari kecil kambuh, Ia sangat bersyukur karena terakhir kali penyakit asmanya kambuh waktu Nadia masih duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar.


“Bu, ibu dari mana?..


“dari rumah Mika nak, beri tahu dia kamu nggak sekolah hari ini”


“adik-adik sudah berangkat kesekolah?..”


“iya nak, “


“ayah bu”


Jarak rumah Nadia dengan pantai sangat dekat sekitar seratus meter.


“makan dulu, supaya cepat sembuh” suruh ibu


“iya bu”


Sebenarnya, Nadia malas sekolah hari ini, Ia malas ketemu teman-temannya apalagi Ana yang membuat emosinya tersulut kemarin.


Disekolah, Alul menghampiri ketiga sahabat Nadia


“Mika, Nadia mana ?...”Tanyanya


“Nggak masuk, kata mamanya kurang enak badan” jawabnya,

__ADS_1


“kamu begitu perhatian kepada Nadia” bathinnya


“oh iya, makasih infonya”..Alul pergi dari hadapan ketiganya


Mika Nampak melamun tak manjawab , hingga Rina membuyarkan lamunannya


“oi…sadar”


setengah berteriak ditelinga sahabatnya, sambil mencubit lengannya.


“aduh..sakit tahu, telingaku masih bagus” meringis kesakitan dan mengelus lengannya.


“kamu sih, pake acara menghayal lagi, emang sih dia tampani” ucap Fira


Sebenarnya Alul sangat ingin membesuk Nadia namun ketakutannya sangat besar kepada ayah Nadia, yah.. bagi teman\-teman Nadia berkunjung kerumah Nadia bak masuk ke Kandang macan, karena ayahnya dikenal sangat tegas, ayah Nadia punya cara sendiri dalam mendidik anak\-anaknya mengingat Ia tidak selalu bia memantau anak\-anaknya, Ia sama sekali tidak pernah menggunakan kekerasan tapi anak\-anaknya sangat takut dan patuh kepadanya..



Ditempat lain, Dika sungguh sangat ingin bertemu dengan Nadia, wanita pujaan hatinya Ia tak sengaja berpapasan dijalan dengan ketiga sahabat Nadia saat pulang sekolah dan mendengarkan pembicaraan mereka, tentang Nadia yang tak masuk sekolah hari ini karena sakit


"Bagimana caraku agar aku bisa bertemu denganmu Nadia, aku akan membuktikan bahwa aku pantas untukmu kelak?..''.gumamnya


Ayo yang penasaran mohon dukungannya yah🙏🙏


jangan lupa tinggalkan


Koment


Like

__ADS_1


__ADS_2