
"Silahkan bicara sesukamu, tapi kau harus tau satu hal! Aku sangat bahagia bersama putra, dia yang paling berharga dalam hidupku, yang tidak akan ku tukar dengan apapun. Silahkan kecewa dan iri melihat kami sebagai pasangan yang berbahagia. Tidak seperti kau yang berjalan sendirian. Kami selalu melakukan hal-hal menyenangkan bersama." Mawar menjawab sambil memeluk lengan Putra.
"Ayo kita pulang sayang," ucap Mawar lagi
Putra tercengang mendengar ucapan mawar. Dia tidak menduga Mawar akan begitu membelanya dan tidak menggangap diri nya hina atas kemiskinannya.
"Benarkah mawar bahagia bersamanya? Benarkah dia berharga? Atau itu semua hanya sebuah ucapan biasa, mawar melakukan itu semua hanya karena tidak tega susan menghina dirinya." batin putra.
°°°
Mereka berjalan keluar mall dengan langkah cepat meninggalkan susan yang ternganga sampai tidak mampu berkata apapun lagi.
Putra masih sibuk memikirkan kata-kata mawar, sampe dia tidak sadar dengan wajah mawar yang cemberut ketika didalam mobil.
Tiba-tiba putra merasa tidak enak pada mawar karena sudah menyimpan rahasia kehidupan pribadinya di masa lalu.
"Maafkan aku, aku tidak pernah menceritakan prihal susan padamu. Kau marah?" tanya putra sambil mengemudi.
"Aku memang marah, tapi bukan karena kau merahasiakan susan dariku," ucap mawar.
Kening putra berkerut tidak mengerti. Memang wanita sulit dimengerti.
"Lalu karna apa?"
"Karena kau diem saja dihina begitu, kau membiarkan wanita itu berbohong tentang dirimu." jawab mawar kesal.
"Mungkin susan benar, aku memang tidak cukup pantas jadi suami, karena itulah dia meninggalkanku dulu." gumam putra dengan waswas.
"Berhentilah berfikir seperti itu, dia meninggalkan mu bukan karena kau tidak pantas jadi suami, tapi karena dia buta dan tidak tau terimakasih pada setiap kebaikan yang dia terima." suara mawar berubah lembut sambil mengusap bahu putra.
"Kau hal terbaik yang pernah kudapatkan, kau mengubah hidupku yang mengerikan menjadi kebahagiaan. Kau berarti untukku putra." ucap mawar lagi.
__ADS_1
Jika tidak sedang mengemudi ingin sekali Putra memeluk gadis ini. Setelah mendengar ucapan gadis itu, putra merasa sumbatan paru-parunya mengecil. Mawar adalah udara segar yang dia hirup dalam-dalam. Untuk pertama kalinya dia mendengar pengakuan membahagiakan dari istri kecilnya. Putra rela apapun yang mawar minta akan dia lakukan asal mawar tetap menjadi istrinya.
Putra terharu, kepedulian mawar terhadap perasaannya membuatnya ringan untuk bercerita.
"Aku menikah dengan susan saat aku menempuh semester akhir. Sebenarnya aku ingin menyelesaikan kuliahku dan mapan baru menikah, tapi dia memaksa dan aku masih terlalu muda untuk memahami godaan maut wanita."
Putra menarik nafas dalam-dalam
"Seperti kebanyakan pasangan yang lain, diawal kami sangat bahagia, hingga kami kesulitan keuangan, padahal dia juga bekerja, susan selalu mengeluh aku tidak bisa memberikannya barang-barang bagus. Dia selalu berkata aku tidak layak menjadi suami." tutur putra.
"Tidak masuk akal," potong mawar kesal.
"Sejak saat itu kami sering bertengkar, sampai Puncaknya ketika susan berkata akan meninggalkan aku demi pria lain, pria yang jauh lebih mapan tentu saja, pria yang mampu membahagiakan dia. Setelah dia meninggalkan rumah kontrakan kami, aku kembali fokus pada kuliahku hingga aku lulus, tidak lama aku bekerja di sebuah perusahaan kecil, 2 tahun kemudian susan mengirim surat pengadilan cerai kami setelah puas tinggal dengan pria lain sebagai istri ku. Di pengadilan pun dia masih saja mengeluarkan kata-kata tajamnya, aku diam saja karena aku sudah malas berurusan dengannya. Sampai kami resmi bercerai. Lalu aku pergi dari kota ke perkebunan tinggal dengan kakekku." lanjut nya dengan mata yang tetap menatap jalanan.
Mawar terdiam mendengar cerita putra yang tidak kalah buruknya dari kisah masa lalunya. Tiba-tiba mawar merasa jijik pada susan, wanita seperti apa yang tinggal dengan pria lain masih dalam status istri. Mawar berharap hanya ada satu jenis wanita seperti itu di dunia ini.
"Kau pasti merasa tertekan bukan?"
"Awalnya memang sulit dan berat menerima tuduhan susan bahwa aku tidak becus menjadi suami, aku sempat terpuruk dan menghabiskan waktuku hanya bekerja. Aku ingin menabung dan bisa menunjukkan keberhasilanku pada susan. Dan di sini lah aku sekarang, dengan istri yang cantik dan baik hati." putra tersenyum sambil melirik mawar yang tersipu malu.
"Kau mengada-ada, aku tidak menempel padamu, aku hanya memanfaatkanmu." dengan tertawa kecil.
"Aahh... Rasanya aku ingin menciummu sekarang juga sayang. Terimakasih kau ada untukku, walaupun hanya sebagai teman baik untukmu." batin putra.
°°°°
Diam-diam mawar memperhatikan putra yang mengemudikan mobil, pria itu terlihat lebih santai setelah membicarakan masa lalunya, sama seperti dirinya yang terlihat lebih lega setelah saling berbagi.
Mawar jadi teringat kata yuyun ketika baru saja kehilangan orang tuanya, yuyun menghiburnya dengan mengatakan bahwa "jika kita kehilangan sesuatu yang berharga, Tuhan pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik". Mungkinkah sesuatu yang jauh lebih baik itu putra?
Mawar dulu merasa sendirian, sering tidak bisa tidur dan ketakutan terhadap setiap orang asing yang dia jumpai. Tapi sejak hadir nya putra dia diajari banyak hal dan perlahan tapi pasti ketakutan itu mulai bisa dia hadapi. Mimpi buruknya pun sudah tidak sering datang, kalaupun datang dia tidak akan takut lagi, karena dia tau putra pasti akan datang memeluknya. Seorang pria yang selalu bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Nilai mawar.
__ADS_1
Sementara itu putra pun sudah banyak berubah. Dulu, putra selalu menunduk saat bicara dengan mawar tapi sekarang dia sudah mau menatap mata mawar, bahkan sudah bisa terbuka. Lebih menariknya selain lebih percaya diri, Putra juga lebih sering tersenyum bahkan sering menggoda mawar.
Mereka tiba dirumah ketika yuyun sedang menyiapkan makan malam. Putra langsung menuju kamarnya, rasanya tubuhnya butuh air dingin. Awal pernikahan putra selalu membawa baju gantinya, namun makin kesini dia lebih sering memakai boxer saja, Mawar pun juga sudah mulai terbiasa melihat pemandangan indah itu. Apalagi putra memang tidur hanya memakai boxer, sepertinya putra lebih suka bertelanjang dada. Bukan bermaksud pamer, aku rasa pria diluar sana akan iri melihat dada bidang itu. Sungguh maskulin pikir mawar.
Putra berputar-putar dikamar setelah keluar kamar mandi.
"Mencari sesuatu?" tanya mawar
°°°°°
Bonus Visual
Mawar
Putra
°°°°
Jika visual tokoh mawar dan putra tidak sesuai keinginan kalian, kalian bisa membayangkan sesuai ingin kalian. . 😎
----Mohon dukungan nya ----
°Jangan lupa
Rate
Like
__ADS_1
dan jejak komentar
°Terimakasih