
Seperti yang telah direncanakan, pernikahan sandiwara ini beberapa hari lagi akan dilangsungkan. Putra masih sedikit ragu, dulu dia perna berjanji dihadapan kakek nya untuk tidak menikah lagi. Putra jijik dengan yang nama nya pembohong. Putra punya kisah sendiri, kisah masa lalu yang menyedihkan, yang tidak ingin dia bagi kesiapapun.
Masa lalunya tidak hanya menggores kan luka, namun menguras semua harga dirinya juga. Kejadian demi kejadian membuat nya pergi meninggalkan kota dan tinggal di perkebunan.
Putra masih sangat ingat wanita berparas cantik itu, wanita yang selalu menghina keadaan nya. Setiap hari selalu mengejek kemiskinan nya, Tidak perduli sekeras apa Putra berusaha membuat wanita itu bahagia.
Setiap hari Putra selalu menelan kalimat-kalimat bernada merendahkan, ironis nya yang melakukan itu adalah mantan istrinya terdahulu. Kini Putra jera dengan yang namanya wanita. Menurut nya semakin cantik wanita itu mungkin pula semakin busuh hatinya.
"Tapi bagaimana dengan Mawar?" batinnya.
Mawar adalah gadis yang sangat cantik, berkulit putih bersih. Selama ini kehidupan nya telah damai dan sekarang dia mempertaruhkan hidupnya lagi dengan masuk kedalam hubungan yang tidak pernah dia inginkan lagi.
Tapi ada yang masih putra pikiran, kenapa Mawar terlihat begitu murung. Bahkan hartanya tak dapat membuat nya bahagia, matanya seakan menyiratkan sebuah luka dalam. Hidup Mawar begitu misteri, tapi Putra berjanji tidak akan terlibat jauh.
°°°°
Mawar melangkah sambil tersenyum, masalah nya satu persatu telah selesai. Dia bersyukur Putra mau membantunya. Jadi mawar pikir tidak akan lagi diributkan prihal jodoh lagi. Soal Roy pun dia tidak akan takut lg, karna Putra berjanji akan selalu melindungi nya.
Mawar tidak tau masa depan yang akan menantinya, tapi jika memiliki teman seperti putra, pikir nya segala nya akan terasa ringan. Ya, Mawar berfikir Putra adalah teman nya. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketidak percayaan terhadap orang lain, tapi kini Mawar mulai mempercayai orang.
Ini adalah hal yang sangat luar biasa, mengingat seorang Mawar alergi terhadap pria. Kejadian buruk dimasa lalunya membuat dia kehilangan rasa percaya terhadap seorang pria.
Kenangan buruk tidaklah mudah dilupakan, walau coba dihapus dengan berbagai macam terapi terbaik sekali pun. Pengalaman traumatis yang tertinggal seperti moster yang menghantui jiwa.
Itulah yang dialami Putra dan Mawar.
°°°°
Di perkebunan
Krek......
Bunyi pintu menyandarkan mawar dari lamunan nya. Seketika mata Mawar terbelalak melihat sosok yang memasuki ruangan tersebut.
"Apa yang kau lakukan di sini?" sergah Mawar dengan tatapan tajamnya.
"Aku ke rumah mu, tapi kata pelayan kau ada di sini, dan ku dengar kau akan menikah? tidak sopan kalau aku tidak mengucapkan selamat kepadamu." Roy berjalan mendekati Mawar.
"Aku harus pergi,"jawab Mawar sambil berdiri dari duduknya.
Roy dengan segera menahan dan menarik tangan Mawar.
__ADS_1
"Tunggu dulu, aku belum mengucapkan selamat atas pernikahan kepada mu yang akan MUNGKIN belum tentu terjadi."
Dengan tubuh kecil nya Mawar mengangkat kepala nya, untuk melihat Roy yang tinggi itu.
"Apa maksud mu?" tanya Mawar dengan tubuh sedikit bergetar.
"Hahahahaahaa, belum tentu pekerjamu itu masih bersedia menikah dengan wanita bekas pria lain. Tapi itu mungkin saja mengingat dia miskin dan kau kaya."
Seketika Mawar pucat pasi,
Apakah Roy bermaksud ingin memperkosaku?
Apa yang harus dilakukan nya, semua pekerja jauh di tengah perkebunan. Mawar menyesal tidak menceritakan kelakuan Roy terhadap nya.
Dengan kasar Roy mendorong Mawar dan mengurung Mawar dibawag nya. Mawar merasa sesak nafas.
"Lepaskan aku Roy, kau akan menyesal telah bersikap kurang ajar kepadaku."
"Benarkah?" suara Roy terdengar mengejek.
"Nikmati sajalah apa yang akan aku lakukan." desis Roy sambil berusaha mencium bibir Mawar.
Mawar meronta-ronta dan menggeleng kan kepala nya agar usaha Roy gagal. Saat tangan roy hendak meraba dada nya Mawar mulai menangis putus asa.
Roy berusaha merobek kardingan yang digunakan Mawar, kini Roy tertawa puas melihat dada Mawar yang masih tertutup bra renda pink. Tepat saat tangat Roy ingin membuka penutup bra itu. Mawar merasakan beban ditubuh terasa ringan. Mawar langsung mundur ke pojok ruangan.
Kejadian sepuluh tahun lalu terulang lagi. Segalanya terasa gelap, sendiri dan ketakutan memenuhi kepalanya. Bayangan darah dan perih ditubuhnya pun tak luput dari ingatan.
Putra datang kembali setelah mengecek perkebunan, terperangah menyaksikan apa yang terjadi diruangan itu. Kali ini Putra tidak hanya mendorong Roy, tapi dia memukul Roy tanpa memberikan kesempatan buat bajingan itu melawan.
Putra tidak ingat apa-apa lagi, dia gelap mata memukul dan menendang Roy membabi buta. Pemandangan yang dia lihat sangat menjijikkan, terlebih Roy melakukan nya terhadap mawar. Wanita baik yang perna putra kenal. Putra baru berhenti ketika melihat Roy terkulai lemas.
Putra tidak tau harus bagaimana, yang dia tau tubuh Mawar harus ditutup. Dia membuka kemaja nya dan menutup tubuh Mawar. Seketika Mawar mundur. Putra semakin binggung.
Dia mengambil ponsel Mawar dan menghubungi polisi, lalu menghubungi Bambang dan menceritakan semua nya.
Tidak lama Bambang datang dengan nafas terengah-engah. Bambang melihat Mawar seperti itupun tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya menelepon Yuyun.
"Aku tidak mengerti, aku menolong nya dan memberikan bajuku. Tapi dia menolak dan ketakutan." ujar Putra.
"Kita harus bicara," sambil menghela nafas Bambang menjawab.
__ADS_1
"Ada bagian masa lalu nya yang membuatnya bereaksi seperti itu. Kejadian tragis itu bahkan aku dan Yuyun pun tidak pernah ungkit lg. Kami berfikir akan membuat Mawar terluka jika kami mengingatkan nya."
Akhirnya Bambang mulai menceritakan kejadian sepuluh tahun lalu, dari mulai kecelakaan orang tua Mawar sampe ke datangan Alan kerumah itu.
Putra termangu mendengar langsung potongan demi potongan kisah yang dia dengar. Tidak terbayangkan oleh Putra bagaimana gadis kecil itu yang baru kehilangan orang tuanya harus mengalami kejadian mengerikan itu.
Alan tidak hanya mencoba memperkosa Mawar tapi juga melakukan kekerasan fisik. Dia merobek pakaian Mawar dan menendang Mawar, kekerasan itu terbukti dari hasil visum dokter yang mengatakan Mawar mengalami beberapa luka dalam.
Tidak ada seorang pun yang tau jelas peristiwa itu, karna saat Mawar ditemukan sudah tidak bisa diajak berkomunikasi. Trauma parah yang membuat Mawar tidak bisa mengenali siapapun.
Setelah menghabiskan waktu beberapa minggu dirumah sakit, nyatanya Mawar harus menjalani pengobatan kejiwaan nya di pusat rehabilitasi kejiwaan sepuluh tahunan.
Cerita Bambang mengalir lambat sambil menyeka air matanya yang mengalir.
"Seharusnya saat itu aku tidak meninggalkan nya sendiri dirumah. Semua ini salahku, bagaimana mungkin aku meninggal kan seorang anak kecil dirumah." Bambang tampak frustasi karena mengingat kembali kisah tragis itu.
Kemudian dia melangkah masuk kedalam, berusaha berada sedekat mungkin dengan Mawar tanpa menimbulkan ketakutan pada Mawar.
Wajah Putra tidak kalah muram, dia telah salah duga. Dia pikir selama ini Mawar hanyalah gadis manja yang memanfaatkan harta orang tuanya. Wajar jika Mawar begitu takut pada seorang pria, termasuk Putra.
Ketika berjalan bersama, Mawar selalu menjaga jarak dan menghindari kontak fisik. Mungkin itu juga yang menyebabkan mawar menolak pertolongan nya tadi.
Dalam hati Putra memaki dirinya sendiri yang tidak mengerti hal ini. Tidak seorang pun pria yang pernah menolong Mawar, wajar jika dia kehilangan kepercayaan.
"Tapi itu dulu Mawar, kini kau tidak lagi sendirian. Jika ada pria yang harus melindungi mu, akulah orangnya. Walaupun pernikahan kita kontrak semata." batin Putra
Putra berjanji selama menjadi suami Mawar nanto dia akan selalu menjaganya.
"Ya tuhan, semoga kita tidak terlambat lagi!" pekik Yuyun sambil mendekati Mawar yang masih duduk dipojok.
"Mawar, ini aku yuyun. Sadarlah!" Yuyun menyentuh Mawar dan memeluk nya.
Saat itu juga tangisan Mawar pun pecah.
----Terimakasih ----
°Jangan lupa
rate
favorit
__ADS_1
like
dan jejak komentar nya