Tak Sekelam Mawar Hitam

Tak Sekelam Mawar Hitam
Mawar 40


__ADS_3

Robekan? Ya Tuhan.. Kumohon berikan saja rasa sakit itu kepadaku. Aku tidak tega melihat tubuh istriku yang kecil itu merasakan sakit.


Mawar kembali mengejan, giginya gemeletak sebelum menjerit dengan keras. Putra hanya mampu memeluk Mawar, dia merasa putus asa karena tidak bisa melakukan apa pun untuk meringankan derita istrinya. Tidak begitu lama dokter berhasil mengangkat bayi mungil yang langsung menangis nyaring. Bayi itu langsung diambil alih oleh perawat untuk di bersihkan, Mawar menarik nafas sebentar dan Putra melonggarkan pelukannya.


Syukurlah semuanya sudah selesai.


Tapi tidak lama kemudian Mawar menjerit lagi dan mulai mengejan kembali.


"Oke satu lagi dan kita semua bisa tenang." ujar sang dokter sambil tersenyum melirik Putra.


"Tunggu dulu, apa maksudnya dengan satu lagi?" tanya Putra cemas. Dia pikir sudah bisa bernafas lega setelah kelahiran anaknya.


"Bukankah anak bapak kembar? Bapak lupa atau bagaimana?" perawat mengira kepanikan telah membuat Putra lupa bahwa istrinya mengandung anak kembar.


"Tapi aku tidak tahu anakku kembar, tidak ada yang memberi tahukan aku!" pekik Putra panik. Pasti Mawar telah menyembunyikan semua ini, dan akhirnya dia harus melihat adegan berdarah itu sekali lagi.


Huh, baiklah. Sekarang saatnya aku akan pingsan saat ini juga!


Tapi semua orang di sana tidak ada yang memperdulikan kepanikan Putra. Dokter dan perawat semua bersiap untuk menyambut kelahiran bayi kedua. Putra merasa semua tenaganya terkuras habis menyaksikan proses kelahiran anaknya. Dalam hati Putra bersumpah tidak akan membuat Mawar melalui saat-saat seperti ini lagi. TIDAK AKAN PERNAH!


°°°°


Putra membantu para perawat memindahkan tubuh Mawar ke ranjang dan ikut mendorongnya ke kamar perawatan yang sudah di siapkan. Rupanya Yuyun sudah mengurus semuanya selama Mawar dalam proses persalinan. Putra sangat bersyukur dengan kehadiran Yuyun di tengah-tengah mereka. Mawar mendapatkan kamar yang cukup luas dengan jendela yang menghadap taman yang asri.


"Selamat ya Bu Pak. Bayinya laki-laki semua." jelas perawat sambil menyerahkan kedua bayi yang sudah bersih dan sudah di bedong.


Tidak lama kedua bayi kembar mereka diletakkan berjejer di boks samping ranjang Mawar. Keduanya tertidur pulas tanpa terganggu sedikit pun oleh keberadaan Yuyun yang membelai-belai mereka secara bergantian.


"Kalian merahasiakannya dariku?" sungut Putra sambil duduk di sisi ranjang Mawar.


Yuyun menoleh sekilas dan tersenyum.


"Itu permintaan Mawar." jelasnya sambil kembali memandangi kedua bayi itu dengan kekaguman yang tidak bisa disembunyikan.


Tampan! Bahagiakan lah Ibu mu nak. Dia sudah banyak melewati masa sulit.


"Aku tidak bermaksud membohongimu. Aku hanya tidak mau kau semakin cemas. Kau selalu saja panik selama kehamilanku. Aku takut kau akan pingsan jika tahu aku mengandung dua bayi." Mawar menjelaskan dengan mimik menyesal.


"Lagi pula aku tidak menyangka kau akan ikut masuk Putra." sambung Yuyun.


"Kalian pikir apa yang bisa aku lakukan di luar pintu bersalin? Menunggu sambil memaki setiap orang yang lewat?"

__ADS_1


Mawar tersenyum. Dia bisa mengerti kecemasan Suaminya. Karena itulah dia selalu meminta Putra menunggu di luar setiap kali mereka memeriksa kandungannya. Hanya Yuyun dan dokter yang mengetahuinya. Sejujurnya dia juga cemas menjelang masa persalinan, namun konsultasi yang rutin dengan dokter sedikit mengurangi ketakutannya.


"Aku minta maaf sayang." sesal Mawar.


Putra mencium kening Mawar lalu menangkup wajah Mawar dengan telapak tangannya.


"Aku yang seharusnya minta maaf untuk semua rasa sakit dan perjuanganmu tadi." wajah Putra murung.


Mawar terkejut, bukankah seharusnya seorang pria bahagia saat mendapatkan anak? Tapi pria ini menunjukkan ekspresi berbeda.


"Kau tidak senang dengan kehadiran anak-anakmu?" tanya Mawar sedih.


"Senang? Tidak.. Aku.."


Mawar kaget. "Jadi kau benar tidak senang?"


"Kebiasaan, selalu saja memotong ucapan ku. Aku tidak hanya senang sayang. Tapi aku merasa sangat HEBAT luar biasa! Aku tidak tahu harus bagaimana caranya berterima kasih padamu. Kau telah bertaruh nyawa demi anak anak kita. Kau luar biasa sayang."


Tapi Putra hanya sebentar menunjukkan rasa bahagianya tidak lama wajahnya kembali murung.


Yuyun hanya tersenyum mendengar pembicaraan pasangan orang tua baru itu. Tidak lama dia mendekati Mawar.


"Aku pulang dulu ya untuk mengabari Mas Bambang dan sekaligus mengambil keperluan lainnya. Kau tidak apa-apa ku tinggalkan?"


Yuyun mengangguk lalu segera keluar meninggalkan mereka berdua dengan bayi kembar itu.


Putra terus memandang wajah lelah istrinya.


"Kenapa hmmm." tanya Mawar melihat wajah murung suaminya lagi.


"Maafkan aku sayang." sekali lagi Putra mengatakan itu.


"Astagaa, Putra! Berapa kali kau harus meminta maaf? Aku baik-baik saja sayang."


"Aku tidak tahu sakitnya akan seperti itu. Aku benar-benar merasa lemah dan tidak berguna. Aku tidak bisa menolongmu."


"Tidak apa-apa. Itu sudah kodrat seorang wanita. Itu perjuangan seorang istri untuk menjadikan suaminya seorang Ayah." goda Mawar sambil tersenyum.


Putra tersenyum tipis. Seolah engan untuk bercanda.


"Aku bersumpah tidak akan lagi membuatmu merasakan kesakitan itu lagi. Aku tidak sanggup." Putra mengatakannya dengan sungguh-sungguh sambil meremas tangan Mawar.

__ADS_1


"Kau tidak ingin mempunyai banyak anak? Bukankah kita sama-sama anak tunggal? Kita tau rasanya kesepian dan tidak ada teman berbagi." Mawar tersenyum bijak.


"Anak kita sudah dua dan tadi aku melihatmu seperti itu. Aku rasa cukup."


"Kau tidak ingin anak perempuan?" pancing Mawar lagi.


"Bagiku kamu yang tercantik, cukup kita saja." putus Putra.


Mawar mengerti ketakutan suaminya. Dia berfikir biarlah waktu yang akan menjawabnya.


Mawar membawa Putra kedalam pelukannya. Pria ini selalu mengejutkannya dengan cara dia mencintainya. Cinta yang luar biasa besar dan hangat.


"Aku mencintaimu Putra, cahaya hidupku."


END


°°°°


Assalamualaikum wr wb


Salam sejahtera teman-teman pembaca semua.


Saya pribadi mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia-nya


TERIMA KASIH semua yang sudah Setia membaca coretan kecil ini dari saya sampai di part ini. Terima kasih juga untuk segala dukungannya. Maaf jika banyak typo dan tidak sesuai dengan alur yang kalian inginkan.


Saya juga minta maaf kalo update nya tidak teratur, karena author lebih banyak sibuk di RL,


Banyak yang nanya nama Instagram atau bahkan WA saya. Maaf guys saya tidak bisa memberikan. Itu privasi saya ✌️


Yang mau masuk GC boleh ketuk pintu ya..


Tapi yang acc admin saya. Saya tidak tau menau soal itu semua. Saya jarang on dan lagi saya orangnya tidak suka ribet jadi semua admin yang urus. MARAHI saja adminnya kalau tidak di bukain pintu 😅😂


(Intermezzo dikit)


Kisah Putra dan Mawar sampai di sini ya


Di tunggu kisah selanjutnya.


Sekali lagi Terima kasih atas dukungannya

__ADS_1


wassalammualaikum wr wb


Salam hangat dari Mr.Keyce 😊


__ADS_2