Tak Sekelam Mawar Hitam

Tak Sekelam Mawar Hitam
Sembilan belas


__ADS_3

Putra diam tidak mampu berkata-kata, entah dia harus apa untuk membuat gadis didepannya ini mengerti, bahwa dia benar-benar mencintainya.


"Apa aku harus menciumnya?" pikir putra frustasi.


°°°°


Putra mengepalkan tangannya dibawah meja, tidak tahu lagi harus melakukan apa. Mungkin dia harus mencium mawar dan megatakan betapa dia tulus mencintai gadis itu, agar mawar tau yang sesungguhnya. Tapi bukankah itu tindakan ceroboh? Lagi pula kalau putra melakukan itu sekarang dengan suasana hati mawar yang mendung, pasti mawar tidak akan percaya. Mawar akan mengira putra hanya kasian saja.


"Aku lebih mengenalmu, tidak penting apa yang orang katakan, yang kau nikahi hanya aku bukan? Jadi kau hanya perlu mendengarkan pendapat ku tentangmu." ujar putra.


Pelayan datang membawa minuman pesanan mereka dan selembar bon dan langsung dibayar putra.


"Kau selalu menghiburku, tidak terbayang jika harus melalui semua ini tanpamu." jawab mawar sambil tersenyum menatap putra.


"Aku ada di sini untukmu. Kau bisa mengandalkanku dalam keadaan apa pun," kata putra lega setelah melihat senyuman mawar.


Putra menghirup kopinya, aromanya sungguh membuatnya lebih rilex. Sambil meminum kopinya putra berfikir harus melakukan sesuatu untuk membuat mawar kembali lebih ceria lg. Terlintas ide di kepalanya.


"Tunggu sebentar di sini, aku akan segera kembali." ujarnya sambil berlari meninggalkan mawar yang terkejut.


"Mau kemana dia? Dia tidak berfikir untuk meninggalkanku di sini kan?" batin mawar cemas.


Putra berlari ke toko boneka dekat cafe.


"Aku mau boneka beruang coklat itu, dan bisa kah kau antarkan pada gadis cantik di cafe sana? Kau tidak akan susah mencarinya, karena dia gadis tercantik di sana." tolong!" tunjuk putra pada boneka beruang ukuran lumayan besar.


"Tidak masalah, pak. Selama ada uang tipnya." jawab pria karyawan toko itu.


Putra mengangguk.


"Boleh pinjamkan aku polpenmu?"


Putra menuliskan beberapa kalimat di kertas dan memberikan pada pria itu, untuk diberikan kepada mawar dan beberapa lembar uang pada pria itu.


"Tolong antarkan pada gadis bergaun merah di sana." ujar putra lagi sambil membayangkan expresi mawar nanti.


"Siap pak!" jawab pria itu cepat dengan setengah berlari menuju cafe tersebut.


Selesai dengan urusan hadiah, putra melangkah kan kakinya menuju toko kue.


Sementara di cafe, mawar mengerutkan kening ketika seorang pria memberikan dia boneka lumayan besar untuknya. Pria itu bahkan tidak mengatakan apa-apa, dia hanya memberi boneka itu dan berlalu pergi.

__ADS_1


Sejenak mawar tersenyum melihat boneka beruang, sungguh mengemaskan menurutnya. Selembar kertas terselip di kalung kecil si boneka. Penasaran, mawar menariknya, lalu membaca nya.


Jangan takut, jangan sedih


Ada aku di sini


Peluk lah aku, kau bebas melakukan apapun terhadapku. Tersenyumlah!


Dari pria tertampan di perkebunan,


Putra


Mawar tidak dapat menahan senyumnya, sungguh ini hal termanis yang pernah dia dapatkan. Dengan sebelah tangan menyembunyikan kue di balik punggungnya, putra melangkah mendekati mawar yang sedang senyum-senyum sendiri dengan memeluk bonekanya.


"Kuharap nona cantik ini menyukai hadiah kecil dari pengemarnya." ujar putra.


Mawar menatap wajah putra, senyuman tidak luntur dari bibirnya.


"Terimakasih putra, aku suka sekali boneka ini, aku tidak pernah punya bahkan satu pun." jawab mawar.


Hatinya lega dan senang mendengar mawar menyukai pemberiannya. Gadis itu sangat pandai menghargai dan berterimakasih untuk hal-hal kecil.


"Tidak perlu menunggu momen tertentu untuk memberikan sesuatu pada orang terkasih." jawab putra lembut.


"Terkasih? Apa maksudmu? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?"


Putra berlutut dihadapan mawar dan mengenggam sebelah tangan mawar.


"Mawar mau kah kau menjadi pacar sekaligus kekasihku?" tanya putra dengan jantung yang berdebar begitu keras hingga terasa seolah-olah ada yang memukul dadanya.


"Kumohon jangan tolak aku, biarkan aku menunjukkan padamu betapa aku menyayangimu." batin putra.


Mulut mawar nyaris ternganga saat putra selesai berbicara, tidak ada yang lebih mengejutkan dari ini. Mereka memang sudah menikah, tapi sebuah pernikahan bisnis semata. Jika sekarang putra mengajak mereka pacaran dan menjadi lebih dekat secara emosional, apakah itu artinya suatu saat nanti ada kemungkinan mereka menjadi suami istri sesungguhnya?


Mawar sungguh bingung dan tidak tau harus berkata apa. Dia memang mempercayai putra dan mereka juga cukup dekat sekarang, tapi pacaran adalah hal yang berbeda. Apalagi kekasih, pasti melibatkan emosional yang dalam. Mawar tidak mengerti itu. Karena berhubungan dengan seorang pria hal yang tidak pernah mawar lakukan.


Dengan pandangan bingung dan ekspresi tegang mawar berkata


"Aku tidak mengerti kenapa kamu mengatakan itu semua, bukan kah kita sudah menikah?"


"Hubungan kita sangat dekat, kita berteman baik dan memiliki rasa cocok yang sama. Jadi ku pikir tidak ada salahnya kalau kita mencoba. Ayolah mawar, kau tidak bisa begitu saja menolak pria yang sudah bersusah payah membelikan hadiah untukmu." jawab putra dengan wajah memelas dan tatapan mengiba. Tetapi dimata mawar terlihat lucu.

__ADS_1


"Dan... " putra menahan ucapannya sebentar dan mengeluarkan cake coklat kesukaan mawar.


"Cake coklat untuk gadis cantik sedunia, jangan katakan pada orang kalau aku menyogokmu hanya dengan cake ini." bisik putra.


"Kau payah sekali, setidaknya kau berikan aku sogokan yang lebih bernilai." jawab mawar.


Mata mawar berbinar-binar melihat cake coklat yang terlihat lezat. Tanpa membuang waktu mawar segera mengambil sedikit dan memakannya.


"Lezat kan? Bagaimana? Apa aku diterima menjadi kekasihmu? Hmm,"


Mawar terdiam sejenak sebelum menatap putra. Hati mawar memikirkan kenyataan bahwa pria di hadapannya inilah yang menemaninya melewati masa-masa sulit dan mampu melewati kenangan buruknya.


Adilkah jika aku menampik putra hanya karena ketakutanku dan ketidakpercayaan diriku? Bukankah putra menyakinkan aku bahwa aku tidak buruk dan bodoh? Bisakah aku melakukannya?


"Aku tidak tahu putra, menurutmu apa yang harus kulakukan?" tanya mawar


"Menurutku, kau harus mencobanya. Ada banyak hal yang menyenangkan yang bisa kita lakukan kalau kita berpacaran. Kita bisa berkencan di malam minggu, makan KFC, atau sekedar nonton di bioskop. Yaaa seperti yang pernah kau lakukan saat pacaran dulu." jawab putra


"Memang kau tau aku pernah pacaran?"


"Hanya menebak, dulu pacarmu pernah mengajakmu berkencankan? Kita bisa melakukannya lagi." rayu putra.


"Tebakanmu salah, aku tidak pernah pacaran. Aku keburu gila!" jawab mawar sedih.


Yah, sial! Ini akan jadi lebih sulit untukku. Kalau dia menerimaku, aku tetap membutuhkan stok kesabaran yang banyak.


°°°°


----Mohon dukungan nya ----


°Jangan lupa


Rate


Like


dan jejak komentar


Maafkan baru bisa up sekarang temen-temen Lagi banyak kesibukan. oyah jika kalian berkenan memberikan gift nya minimal setangkai mawar pun tak apa hehe


°Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2