
Lama mereka saling terpaku, hingga wanita itu memecah keheningan.
"Sudah punya uang banyak ternyata," ucap wanita itu melihat putra membawa beberapa tas belanjaan.
"Kau mengenalnya?" tanya mawar tidak suka. Bukan karena dia cemburu, tapi karena gaya bicara yang tajam dan terkesan merendahkan.
Mawar memang tidak perna bertemu dengan jenis wanita yang seperti ini, sungguh jenis wanita yang buruk.
"Wanita itu terlihat cantik dan modis, siapa dia? Kenapa putra mengenalnya? Apa teman semasa kuliahnya?" berbagai macam pertanyaan yang ada dikepala mawar.
"Tapi putra tidak perna bercerita tentang seorang wanita" batin nya lagi.
Mawar ingin bertanya lagi, tapi melihat wajah putra, dia pun mengurungkan niatnya. Bukan kah setiap orang berhak memiliki masa lalunya sendiri. Setidaknya itu yang mawar pikirkan.
"Maafkan aku putra, kau tidak perlu menjawabnya jika kau tidak ingin." putus mawar.
"Ck ck ck... Apakah putra sepenting itu untukmu, sampe kamu memikirkan apa yang dia tidak suka?" tanya wanita itu dengan nada mengejek.
"Iya aku sangat perduli, aku menghormati keinginannya, itu penting bagiku. Ada yang salah?" jawab mawar mulai tidak suka.
Wanita itu memandang putra sinis.
Akhirnya putra mengenalkan wanita itu. Sekian lama diam.
"Susan, perkenalkan ini istriku mawar." kemudian putra menatap mawar sambil menarik nafas panjang.
"Dan ini susan, mantan istriku." ucapnya
Mawar terpaku, dia tidak mengetahui bahwa putra pernah menikah. Putra tidak pernah cerita, ah ya aku pun tidak pernah bertanya. Dan ya dia mengingat kenapa dia menikahi putra.
Tiba-tiba mawar merasa terpukul, bukan karena putra tidak bercerita, tapi karena meresa rendah. Mantan istri putra begitu cantik dan anggun, begitu sosok yang sempurna, pikir mawar.
Susan memakai pakaian ketat, yang menampakkan lekuk tubuhnya yang indah, jangan lupakan sepatu tinggi yang semakin membuat nya terlihat mempesona.
Mawar tidak pernah memakai pakaian seperti itu dan lagi dia tidak pandai berdandan. Kesalon saja hanya untuk memotong rambut, sungguh mawar merasa jelek dihadapan wanita itu. Dengan perasaan malu dan minder mawar hanya mampu menunduk.
Susan juga tidak kalah terkejutnya, dia sama sekali tidak menduga putra sudah menikah lagi. Terlebih dia melihat putra menikahi wanita dari keluarga kaya. Perasaan iri dan marah mulai menguasai hatinya. Di saat kondisi keuangan suaminya mulai krisis, putra malah hidup layak. Padahal dia selalu menghina kemiskinan putra, selama mereka tinggal bersama.
"Aku tidak tau dengan cara apa putra memperdayaimu sehingga kamu mau menikah dengannya. Yang harus kamu tau mawar, bahwa putra tidak layak disebut suami, bukan hanya miskin, tapi dia juga tidak memiliki apa-apa. Kau melakukan kesalahan besar mawar, dia tidak akan pernah bisa membahagiakan dirimu." Maki susan, dia berbicara seolah olah dia dari kalangan atas.
Wajah Putra pucat setelah mendengar kalimat tajam susan, dia hanya mampu menunduk. Kepercayaan dirinya yang sudah mulai bangkit oleh keberadaan mawar, kini mendadak lenyap.
__ADS_1
Memang tidak semua ucapan susan benar, tapi dia takut mawar terpengaruh. Putra tidak memiliki keberanian memandang wajah mawar.
Tapi tidak dengan mawar, dia benar-benar meradang mendengar ucapan susan. Terlebih lagi setelah melihat wajah putra. Pria itu terlihat hancur tanpa sempat membela dirinya.
"Perempuan sialan! Maki mawar dalam hati.
"Silahkan bicara sesukamu, tapi kau harus tau satu hal! Aku sangat bahagia bersama putra, dia yang paling berharga dalam hidupku, yang tidak akan ku tukar dengan apapun. Silahkan kecewa dan iri melihat kami sebagai pasangan yang berbahagia. Tidak seperti kau yang berjalan sendirian. Kami selalu melakukan hal-hal menyenangkan bersama." mawar menjawab sambil memeluk lengan putra.
"Ayo kita pulang sayang," ucap mawar lagi.
Putra tercengang mendengar ucapan mawar. Dia tidak menduga mawar akan begitu membelanya dan tidak menggangap diri nya hina atas kemiskinannya.
"Benarkah mawar bahagia bersamanya? Benarkah dia berharga? Atau itu semua hanya sebuah ucapan biasa, mawar melakukan itu semua hanya karena tidak tega susan menghina dirinya." batin putra.
Mereka berjalan keluar mall dengan langkah cepat meninggalkan susan yang ternganga sampai tidak mampu berkata apapun lagi.
Putra masih sibuk memikirkan kata-kata mawar, sampe dia tidak sadar dengan wajah mawar yang cemberut ketika didalam mobil.
Tiba-tiba putra merasa tidak enak pada mawar karena sudah menyimpan rahasia kehidupan pribadinya di masa lalu.
"Maafkan aku, aku tidak pernah menceritakan prihal susan padamu. Kau marah?" tanya putra sambil mengemudi.
"Aku memang marah, tapi bukan karena kau merahasiakan susan dariku," ucap mawar.
"Lalu karna apa?"
"Karena kau diem saja dihina begitu, kau membiarkan wanita itu berbohong tentang dirimu." jawab mawar kesal.
"Mungkin susan benar, aku memang tidak cukup pantas jadi suami, karena itulah dia meninggalkanku dulu." gumam putra dengan waswas.
"Berhentilah berfikir seperti itu, dia meninggalkan mu bukan karena kau tidak pantas jadi suami, tapi karena dia buta dan tidak tau terimakasih pada setiap kebaikan yang dia terima." suara mawar berubah lembut sambil mengusap bahu putra.
"Kau hal terbaik yang pernah kudapatkan, kau mengubah hidupku yang mengerikan menjadi kebahagiaan. Kau berarti untukku putra." ucap mawar lagi.
Jika tidak sedang mengemudi ingin sekali Putra memeluk gadis ini. Setelah mendengar ucapan gadis itu, putra merasa sumbatan paru-parunya mengecil. Mawar adalah udara segar yang dia hirup dalam-dalam. Untuk pertama kalinya dia mendengar pengakuan membahagiakan dari istri kecilnya. Putra rela apapun yang mawar minta akan dia lakukan asal mawar tetap menjadi istrinya.
Putra terharu, kepedulian mawar terhadap perasaannya membuatnya ringan untuk bercerita.
"Aku menikah dengan susan saat aku menempuh semester akhir. Sebenarnya aku ingin menyelesaikan kuliahku dan mapan baru menikah, tapi dia memaksa dan aku masih terlalu muda untuk memahami godaan maut wanita."
Putra menarik nafas dalam-dalam
__ADS_1
"Seperti kebanyakan pasangan yang lain, diawal kami sangat bahagia, hingga kami kesulitan keuangan, padahal dia juga bekerja, susan selalu mengeluh aku tidak bisa memberikannya barang-barang bagus. Dia selalu berkata aku tidak layak menjadi suami." tutur putra.
"Tidak masuk akal," potong mawar kesal.
"Sejak saat itu kami sering bertengkar, sampai Puncaknya ketika susan berkata akan meninggalkan aku demi pria lain, pria yang jauh lebih mapan tentu saja, pria yang mampu membahagiakan dia. Setelah dia meninggalkan rumah kontrakan kami, aku kembali fokus pada kuliahku hingga aku lulus, tidak lama aku bekerja di sebuah perusahaan kecil, 2 tahun kemudian susan mengirim surat pengadilan cerai kami setelah puas tinggal dengan pria lain sebagai istri ku. Di pengadilan pun dia masih saja mengeluarkan kata-kata tajamnya, aku diam saja karena aku sudah malas berurusan dengannya. Sampai kami resmi bercerai. Lalu aku pergi dari kota ke perkebunan tinggal dengan kakekku." lanjut nya dengan mata yang tetap menatap jalanan.
Mawar terdiam mendengar cerita putra yang tidak kalah buruknya dari kisah masa lalunya. Tiba-tiba mawar merasa jijik pada susan, wanita seperti apa yang tinggal dengan pria lain masih dalam status istri. Mawar berharap hanya ada satu jenis wanita seperti itu di dunia ini.
"Kau pasti merasa tertekan bukan?"
"Awalnya memang sulit dan berat menerima tuduhan susan bahwa aku tidak becus menjadi suami, aku sempat terpuruk dan menghabiskan waktuku hanya bekerja. Aku ingin menabung dan bisa menunjukkan keberhasilanku pada susan. Dan di sini lah aku sekarang, dengan istri yang cantik dan baik hati." putra tersenyum sambil melirik mawar yang tersipu malu.
"Aku bersyukur dan tidak menyangka bisa bekerja di perkebunan, selain mendapatkan gaji aku juga mendapatkan istri yang royal suka mentraktir, walaupun suka menempel padaku." goda putra dengan senyum yang semakin melebar.
"Kau mengada-ada, aku tidak menempel padamu, aku hanya memanfaatkanmu." dengan tertawa kecil.
"Aahh... Rasanya aku ingin menciummu sekarang juga sayang. Terimakasih kau ada untukku, walaupun hanya sebagai teman baik untukmu." batin putra.
°°°°°
Bonus Visual
Mawar
Putra
°°°°
Jika visual tokoh mawar dan putra tidak sesuai keinginan kalian, kalian bisa membayangkan sesuai ingin kalian. . 😎
----Mohon dukungan nya ----
°Jangan lupa
Rate
Like
__ADS_1
dan jejak komentar
°Terimakasih