
Pihak dari restoran akhirnya datang mengambil sayuran, mereka datang dengan dua mobil box. Sebelum diangkut, mereka mengecek kualitas sayur. Dan yah, cuma ada respon kaget dan takjub. Kualitas sayuran-sayurannya sangat tinggi, ukurannya jauh lebih besar, rasanya jauh lebih enak, meskipun dimakan mentah.
"Sayur macam apa ini? Ini terlalu luar biasa!" mereka makan lahap tomat yang diberikan Zian.
"Bagaimana cara Anda menanam sayur ini?" tanya pegawai itu yang mulutnya penuh dengan tomat.
"Saya ada cara sendiri. Tapi, kapan kalian akan membawa sayuran ini ke restoran?" ucap Zian tersenyum. Para pekerja restoran itu terlalu lama hanya untuk sekedar mencicipi, telah banyak sayuran yang dilahap.
"Ehhhh? Maaf, kami terbawa suasana." Mereka cepat membereskan makan-makannya. Jelas sungguh malu karena ditegur Zian.
Mereka akhirnya pergi setelah mengucapkan terima kasih pada Zian. Si mantan tentara itu cuma geleng-geleng. "Huh, semoga mereka tidak memakan sayurannya sendiri.
Zian pun kembali masuk ke dalam rumah, duduk santai sebentar di ruang tamu.
"Huh, bisnisku bertambah lagi. Ini luar biasa."
Ia tidak ingin bersantai terus, setelah dirasa cukup memikirkan bisnisnya. Zian kembali bekerja, ia masuk kembali ke dalam lukisan.
Zian kepikiran untuk semakin memperluas lahannya. Permintaan akan sayurnya pasti akan bertambah seiring waktu, malah bisa membeludak setelah orang-orang tahu dengan sayuran milik Zian. Ia tidak ingin kewalahan saat itu terjadi, jadi ia perlu mempersiapkannya sedini mungkin.
Zian mengambil bibit sayuran yang telah dibeli sebelumnya. Ia secara bertahap memperluas lahan untuk sayuran. Dimensi di dalam lukisan bertambah melebar saat Zian berjalan ke pinggiran. Itu benar-benar memiliki luas yang tidak batas, menurut Zian.
"Berkebun ini kadang bisa disebut olahraga. Huh, sangat menguras fisik karena aku sendiri yang mengerjakannya sendiri," ucap Zian setelah bekerja beberapa jam, peluh keringat banjir di pelipisnya. Ia menuju ke kolam untuk minum air.
"Woah, ini sangat menyegarkan!" Selain diminum, ia juga menyiramkan air kolam ke kepalanya. Sensasinya sungguh di luar nalar, letih pergi jauh-jauh.
"Semua hal yang ada di dalam sini sangat luar biasa." Zian melirik ke arah bunga dengan kelopak tiga warna tumbuh. Sayang sekali, bunga itu baru menumbuhkan satu kelopak berwarna kuning.
"Hmm, aku sepertinya ingin melakukan eksperimen?!" Zian keluar sebentar dari dimensi lukisan untuk mengambil sesuatu. Yah, ia cuma mengambil sebuah botol kecil.
Zian ingin menggali lebih dalam semua khasiat dan komponen di dalam sini. Ia memasukan air kolam ke dalam botol tersebut.
__ADS_1
"Ayo kita lihat, apa yang akan terjadi jika aku melarutkan kelopak bunga ke air kolam. Bagaimana efek yang dihasilkan?" Zian tersenyum, ia tidak sabar mengetahui hasil dari eksperimennya.
Pria itu kemudian memetik kelopak bunganya terus melarutkannya ke dalam botol. Ia mengocoknya sedikit sampai kelopak bunganya larut. Meski larut, air kolamnya tidak berubah warna.
"Waktunya percobaan?!"
Zian kemudian berjalan ke arah ladang barunya. Ia berencana menyiramnya dengan air kolam yang telah tercampur kelopak bunga.
"Gimana hasilnya, ya?" Zian sedikit demi sedikit menteskan airnya, tapi tidak sampai dihabiskan.
"Oke, kita lihat hasilnya nanti." Zian setelah itu keluar dari dimensi lukisan. Ia berjalan ke dapur untuk sarapan. Selain itu, ia merendam salah satu biji sayuran ke dalam botol, terus ditinggal makan.
15 menit kemudian, Zian pergi ke halaman belakang. Ia membabat sedikit bagian rumput. Rencananya ia ingin menanam biji yang telah direndamnya tadi.
"Jika dugaan ini benar? Aku tidak perlu berkebun di dalam dimensi lukisan, aku tidak perlu bekerja sendiri."
Ia menimbun bibit itu dengan hati-hati, terus menyiramnya dengan air kolam. Setelah itu Zian meninggalkannya, ia masuk ke dalam rumah untuk bersantai sebentar. Ia mengeluarkan laptop dan memantau toko online-nya.
"Kapan re stock, min? Teman-temanku pada iri. Mereka juga ingin membelinya."
"Bunga itu luar biasa. Sungguh keajaiban bisa tumbuh subur."
"Mimin memiliki tangan ajaib. Bisa menumbuhkan bunga yang mustahil tumbuh."
Zian tersenyum membaca ulasan-ulasan itu, semua customer-nya sangat puas.
"Ahaha, laris manis. Saatnya melakukan persediaan ulang." Zian kembali lagi ke dalam ke dalam dimensi lukisan untuk mengecek anggrek-anggreknya yang siap dijual.
Lalu, tiba-tiba sebuah pemikiran muncul. Zian merogoh botol kecil yang berada di sakunya, beruntung tidak serta merta menghabiskannya.
"Bagaimana kalau aku menyiram anggrek-anggrek ini dengan air kolam yang telah terlarut oleh kelopak bunga?" ucapnya, ia menyiram anggrek-anggrek itu dengan air yang tertampung di dalam botol.
__ADS_1
Zian yakin bahwa air itu memiliki efek untuk terhadap pertumbuhan anggreknya yang semakin bagus.
"Huh, sudah. Saatnya tidur sebentar dan lihat hasilnya nanti!" Zian keluar dan langsung menuju kamarnya.
Beberapa jam berlalu.
Zian telah bangun dari tidur siang. Ia bergegas masuk ke dalam dimensi lukisan untuk mengecek hasil eksperimen. ia takjub melihat hasilnya, para tanaman sukulen tumbuh dengan baik dan besar, sudah bisa langsung stek.
Zian selanjutnya mengecek biji-biji sayur yang ia tanam pagi tadi. Semuanya sudah bertunas, apalagi sayuran yang diberi siraman dari air kolam. Sawi putih yang mendapat perlakuan istimewa pun tumbuh lebih cepat dari sayuran lain.
Zian sangat senang, tapi ia tidak terlalu mengerti tentang efeknya selain pertumbuhan. Yah, mungkin bisa dicari tahu nanti. Si mantan tentara menunjukkan kegembiraannya dengan bersenandung.
Pria itu kemudian memanen sayuran yang telah siap panen dan menanaminya lagi. Hari yang melelahkan, ia melakukannya sampai sore.
.
.
.
.
Keesokan hari, manajer restoran
datang sendiri ke rumah Zian. Ia memberitahu kalau kemarin pihak restoran mengadakan acara cicip menu baru. Ada banyak sekali pengunjung yang datang, terlebih para kalangan atas.
"Wow, benarkah? Senang mendengarnya!" ucap Zian yang turut senang dengan berita yang disampaikan.
"Tamu-tamu kami sangat menyukainya. Produk sayuranmu sudah berhasil mencuri perhatian para kalangan atas. Mereka tertarik juga untuk bekerja sama."
Zian tidak ada henti-hentinya tersenyum. Rencananya sangat berjalan lancar.
__ADS_1