Takut Kawin

Takut Kawin
Bagian 12 (seminggu menuju pernikahan)


__ADS_3

setelah hari pernikahan ana aku dan mas Bram hanya sempat bertemu satu kali itupun mas Bram yang datang kerumah, tapi sesekali dia menelpon atau hanya sekedar mengechatt, tapi aku tidak pernah melakukan hal itu kepada mas Bram, hari ini adalah hari dimana seminggu lagi pernikahan ku akan di gelar.


sebenarnya papa mama dan orangtua mas Bram beberapa hari yang lalu sudah bicara mengenai masalah pernikahan kami, tidak tau juga mereka bicara dimana, semua urusan pernikahan mama yang mengurus termasuk baju yang akan kupakai nanti, aku hanya dikasih pilihan sama mama, aku tinggal memilih gambar yang aku suka saja.


Sepertinya ini pertama kalinya dalam hidup aku benar-benar sepasrah ini, bagaimana lagi, aku bisa apa, tapi setidaknya aku masih punya teman-teman yang selalu menguatkan dan memberi petuah-petuah kepada sahabatnya ini, aku juga masih punya sepupu yang sangat setia menemani dalam kondisi apapun, siapa lagi kalau bukan Riri.


dan hari ini rencananya aku dan mas Bram akan melihat dan mencoba baju yang akan kupakai nanti, kebetulan hari ini aku libur kerja jadi aku sedang dan mama sedang mempersiapkan makan siang, hubungan ku dan mama papa sudah semakin mencair setelah obrolan di perjalanan bersama mas Bram itu, aku sudah mulai bisa becanda lagi sama papa.


Sebenarnya aku juga tidak bisa lama-lama marahan sama papa, rasanya gak nyaman banget, aku juga tidak mau jadi anak yang gak nyakitin perasaan orang tua, jadi sebisa mungkin aku coba nerima.


ketika makanan sudah siap suara bel berbunyi, ternyata biru mas Bram, tanpa sepengetahuan ku mama sengaja mengundang mas Bram makan siang, padahal kami janjian sekitar pukul dua siang.


Terserahlah mereka mau ngerencanain apa juga, aku tidak terlalu peduli" kataku dalam hati


"selamat siang Tante" terdengar suara mas Bram dari luar


"selamat siang Bram, silakan masuk makanannya udah siap Shanum juga ikut masak loh"


"beneran Tan, aku pikir dia gak bisa masak" sambil tertawa


mas Bram pun menyalami papa sambil menanyakan kabarnya


aku "mama undang mas Bram makan siang kok gak bilang-bilang?"


"yaudah si sha, makan ngundang makan siang doang ini kenapa si"


"gak papa si"


papa "yaudah Bram ayo silakan duduk"


"iya om"


mama "mama panggil Razade dulu, dia suka lupa sama segala hal kalo udah main game"


Mama pun naik ke lantai atas untuk memanggil Razade dikamar, dia anaknya memeang jarang sekali keluar dari kamar, sekalinya keluar cuma makan dan mau pergi keluar aja, anak jaman sekarang emang kebanyakan kayak gitu, sekalinya udah main game jadi lupa segala hal, hal itu juga yang bikin Mama selalu ngomel sama dia.


setelah Razade turun akhirnya kami pun hening seketika ketika menyantap makanan siang, mas Bram terlihat sangat menikmati masakan yang kami sajikan, tak berapa lama makan siang pun selesai.


mama "gimana Bram masakannya, enak?"


"pasti dong Tante, aku pikir Shanum gak bisa masak" sambil cengengesan


aku "ngeremehin ya kamu"


"becanda sha"


Ketika acara makan siang sudah selesai seperti biasa, aku harus membantu mama membereskan lalu mencuci piring-piring yang kotor.


akupun langsung membereskan meja makan dan membawa piring kotor kedapur, lalu mencuci piring, sementara itu papa dan mas Bram sedang santai mengobrol di ruang tamu.


"ma selesai cuci piring aku langsung ke atas ya, mau siap-siap biar gak kesorean juga"


"yauda sha biar mama aja yang selesaikan pekerjaan"


"gak usa ma biar aku selesein aja,tanggung"


selesai mencuci piring akupun langsung naik ke kamar dan mengganti pakaian, aku hanya mengenakan kaos rolling stone favorit ku mengenakan celana jeans panjang dan sepatu putih dan rambut yang asal kuikat.


aku langsung turun dan menemui papa dan mas Bram yang sudah ada di ruang tamu


"yaudah mas Bram buruan kita pergi"


papa "buru-buru amat sha, pengen cepet-cepet pergi nih ceritanya"


"iya.pengen cepet pergi abisnya aku kesel liat papa so akrab gitu sama mas Bram"


Bram "sha gak boleh gitu, aku seneng kok ngobrol sama om"


pap "tuh denger sha!"


"terserah lah, kita pergi sekarang aja deh takut nanti pulangnya kesorean"


Bram "yaudah sha, om aku pamit ya"


papa "iya hati-hati Bram, sha kamu juga hati-hati ya, hati-hati jatuh cinta sama Bram" (ketawa cengengesan)


"papa ih, aku pergi dulu lah, ngeselin emang"


Ketika aku membuka pintu tiba-tiba mama memanggil


"Sha"


"Iya ma"


"Mama janjinya mau bayar nanti malem sha, tapi langsung kamu bawa aja bajunya, yang punya butik temen Mama, dia juga udah bilang gak papa"


"Kenapa bayarnya nanti malem? Gak bisa sekarang?"

__ADS_1


"Yaudah si gak papa ini, nanti malem juga"


"Yauda terserah"


kami pun pergi ke butik tempat baju kami dibuat, sesampainya disana aku langsung di tunjukan ke tempat dimana baju kami berdua berada,


pegawai "ini baju yang sudah mama anda pesan mbak, silakan dicoba dulu, ruang gantinya di depan sana"


aku "yauda makasi mbak aku coba dulu bajunya, mudah-mudahan pas ya, biar gak usah ribet lagi"


Bram "emang kami itu oranno gak mau ribet ya"


"emang kamu mau punya cewek yang ribet?"


"udah ah, langsung cobain aja"


"ini juga mau cobain, salah kamu ngajak ngobrol aku"


sementara pegawai butik hanya tersenyum melihat kelakuan kami di belakang.


Hari ini aku memang masih agak jutek, tapi sedikit aku sudah bisa menerima candaan-candaannya mas Bram, ketika aku mencoba pakaian untuk pernikahan kami ini, aku menatap bayanganku yang berada di kaca agak lama, aku benar-benar masih tidak menyangka waktu pernikahan sangatlah dekat.


*Astaga, apa yang kupakai saat ini?


Seumur hidup apakah aku pernah membayangkan mengenakan baju pernikahan seperti ini?


Secepat ini?


Apa aku sudah siap dengan semua ini???


Aaaaaaaa aku bingung


Aku terus membombardir diriku dengan pertanyaan*.


setelah beberapa menit akhirnya akupun keluar, mas bram sudah keluar terlebih dahulu ternyata.


pegawai "gimana mbak udah pas bajunya?"


"udah mbak, gak usah di rubah-rubah lagi kayaknya, baju kami gimana mas?


"udah pas, udah ganteng kan mbak?" mas Bram bertanya kepada mbak pegawai


"iya mas" sambil tersenyum


"ih apaan si mas bram genit, mbaknya pake diladenin lagi dianya"


"ih kamu ini masih sempat-sempatnya cengengesan"


"jangan serius banget dong sha biar gak tegang, emang kamu gak ngerasain tegang atau gimana gitu sha?"


akupun terdiam sekejap


"sorry mas aku berlebihan ya? mungkin ini akibat aku terlalu tegang jadi larinya aku sewot Mulu sorry ya"


"iya sha, kalo kamu gak jutek baru aku aneh"


"hehe, yaudah kita langsung pulang aja ya"


"iyaaa sha"


"mbak bajunya udah langsung boleh kita bawa nih?"


"boleh mbak, pembayarannya juga sudah dilunasi sama "


"sama siapa?"


"sama masnya"


"kata mama kan mama yang mau bayarin mas?"


"udah deh sha, gak usah dipermasalahkan"


"ini juga enggak, yauda saya tunggu kalo gitu bajunya"


"iya mbak silakan duduk dulu"


"iya makasi mbak"


kamipun memutuskan untuk langsung pulang


Seperti biasa, ketika kami sedang berdua di dalam mobil Mas Bram lah yang selalu pertama kali memulai pembicaraan.


"sha kamu tadi cocok banget pake baju itu"


"kenapa gak bilang dari tadi, karena ada mbaknya yah?"


"enggak tadi aku cuma lupa aja saking terkesima ngeliat kamu"

__ADS_1


"ganjen"


mas Bram hanya tertawa melihat sikapku itu.


"Mas, kamu yakin sama pernikahan kita ini?"


"Yakin sha, memangnya kenapa?"


"Kok bisa yakin? Kan baru kenal?"


"Iya, tapi hati aku bilang kalo kamu orang yang tepat sha"


"Bisa gitu ya? Kok aku masih tetep takut si?"


"Wajar sha, aku ngerti"


"Terus aku harus gimana?"


"Ya, mungkin kamu harus mulai coba Nerima keadaan"


"Susah tau, gak segampang itu"


"Iya pelan-pelan aja sha"


Keheningan pun seketika terjadi, mas Bram fokus menyetir, sedangkan aku memandang keluar dari kaca sebelah, melihat padatnya kendaraan hari ini yang berlalu lalang, entah akan pergi kemana mereka ini, jalanan terasa sangat bising di telingaku.


"Sha"


"Iya"


"Kita pergi makan atau cuma jalan-jalan dulu ya?"


"Ngapain?"


"Kok ngapain? Gak papa ya sha, biar aku sama kamu bisa lebih Deket aja gitu"


"Yaudah, emang mau ke mana pergi nya?


"Di sekitaran sini aja deh, disini setiap sore suka ada band-band ang suka nyanyiin lagu-lagu keren gitu sha, mau kesana gak?"


"Yauda, boleh"


"Thanks ya sha"


Setibanya di tempat tersebut ternyata disana sudah lumayan banyak berkumpul banyak orang, orang-orang terlihat sangat menikmati musiknya, menurutku musiknya juga memang enak untuk didengar.


Selesai menyaksikan band-band tadi aku dan mas Bram pun kembali masuk ke mobil.


"Gimana sha, suka gak tadi?"


"Suka, enak dengernya"


"Tuh kan apa aku bilang"


"Iyain aja deh"


"Sha kita cari makan dulu yuk"


"Aku kan tadi udah bilang sama mama kalo pulangna gak mau kesorean, nanti mama nyariin aku tau"


."kamu ini, memangnya sekarang udah jaman apaan si, tinggal telpon atau SMS sha, bilang aja pulangnya sore banget mau jalan-jalan sama mas Bram yang ganteng, gitu sha, buruan bilang sama mamanya"


"Ih apaan si kamu, yaudah aku chat mama aja"


"Nah gitu dong, susah amat diajak seneng-seneng"


"Yakin kalo aku seneng?"


Raut wajah mas Bram tiba-tiba berubah


"Kamu gak happy sha jalan-jalan sama aku? Kamu risih ya?, Yaudah kali gitu kita pulang aja sha kalo kamu gak nyaman"


"Idih cowok kok baperan, ayo buruan jalan, aku juga lama gak jalan-jalan sore-sore gini si"


"Ya aku pikir kamu serius sha"


"Udah lah kamu ini, aku malah harus nahan laper karena kamu malah banyak ngobrol dari tadi"


"Iya maaf ya calon istri"


"Mas kamu mah"


"Lha emang kenapa?" Sambil cengengesan


"Buruan jalan"


"Iya sha iya"

__ADS_1


__ADS_2