
Rasa penasaranku semakin bertambah, aku terus menghujani Raffi dengan pertanyaan.
"Dia udah tau aku cukup lama dek?"
"Sekitar empat bulan lalu si aku liatin tulisan kakak ke dia, terus dia nanya kakak ini siapa, langsung dia kepoin deh tuh sosmed kakak, jadi si Mas Bram itu judulnya sekarang penggemar yang menikahi idolanya hahahaha "
"Awas ya kalo bohong, tapi dia gak pernah cerita, dia juga biasa-biasa aja tuh kalo lagi sama-sama"
"Yaudah cek aja sendiri, Mungkin dia mau ngebuktiin dulu apakah perspektif mas Bram tentang kakak sama dengan aselinya atau gimana"
"Informasi dari kamu penting juga dek, nanti kakak tlaktir makan deh"
"Eh satu lagi, dia dulu suka gonta-ganti pacar gak? Apa ceweknya banyak?"
"Ih penasaran ya, enggak kok biasa aja Cemen dia mah, apalagi sejak jadi TNI gak pernah denger dia punya pacar tuh, mangkanya pas mau dijodohin sama kakak mau-mau aja, takut gak laku dia" perkataan Raffi sambil dengan tertawa yang keras.
"Sampe sekarang kakak masih mikir kok mau-maunya si dia dijodohin? Padahal dia kan gak tau aku ini siapa, tapi ternyata dia udah agak lama tau ya sama kakak"
"Jodoh kak, inget"
__ADS_1
"Ya tapi masa ia tadi kamu bilang dia mau dijodohin karena takut gak laku, orang siapa yang gak mau sama dia"
"Berarti kakak dulu juga mau dong? Becanda kak tadimah, tanya aja deh sendiri kenapa dia mau"
"Udah pernah, cuma dia jawabannya juga gak tau sha aku ngerasa yakin aja sama kamu, masa nikah cuma ngandelin feeling kata kakak, tapi ternyata ada alasan lain juga uang tadi kamu ceritain"
"Jodoh kak"
"Iya gak usah diingetin Mulu"
"Udah sekarang jalanin aja kak, gak usah banyak bertanya ini itu"
"Ya tapi kan gue gak mau salah pilih ffi"
"Iya amiin, btw Thankyou informasi pentingnya, kakak tlaktir deh sebagai ucapan terimakasih"
"Sip, Thankyou kakak ipar"
Setelah kurang lebih dua jam setengah kami mengendara sampailah kami di Bandara, mungkin sekitar setengah jam lagi mas Bram tiba, karena sepertinya Raffi lelah setelah mengemudi akupun menyarankan dia untuk pergi makan saja di lestoran sekitar Bandara, sekalian menepati janji juga. Akupun memberinya beberapa lembar uang.
__ADS_1
"De sana gih makan dulu, ini uangnya, janji kakak yang tadi"
"Wah aku kira cuma becanda, kok kakak cuma nyuruh aku emangnya kakak gak makan juga?"
"Males ah, tolong beliin jus jambu merah aja nanti"
"Okedeh, aku makan dulu kak"
"Iya, jusnya dua ffi!"
Setelah Raffi pergi aku hanya mengotak ngatik layar handphone, sambil gugup gak karuan, ketika aku mematikan layar handphone tiba-tiba ada yang memanggilku dari belakang.
"Sha"
Deg, jantung ku terasa berhenti sejenak, suara itu, apakah benar-benar dia, akupun memutar badanku perlahan, mataku terhenti untuk memandang orang yang ada didepanku, bayanganku ada di mata orang tersebut begitupun sebaliknya. Setelah tersadar sepenuhnya, tanpa pikir panjang akupun langsung memeluknya.
"Mas Bram"
Lama sekali aku memeluknya, rangkulan hangat dari dia sangat terasa menenangkan, tak terasa mataku tiba-tiba panas dan berkaca, ternyata begini rasanya melepaskan rasa rindu, ada rasa lega dan kebahagiaan yang datang.
__ADS_1
yang aku tau melepaskan rasa rinduku kepada mas Bram saat ini dengan cara memeluknya adalah sebuah kenyamanan, kali ini aku benar-benar memeluknya karena keinginan sendiri, bukan karena tak sengaja karena takut suara petir lagi.
Saat ini aku hanya ingin berterimakasih kepada Tuhan, karena telah memberikan rasa yang indah di hati ini.