Takut Kawin

Takut Kawin
Bagian 7 (pembicaraan yang sangat panjang)


__ADS_3


Setelah selesai makan aku meminta izin untuk ke atas karena aku ingin mengganti bajuku, masa iya pergi keluar malam-malam pake kebaya, aku memilih untuk memakai celana jeans yang bawahnya dilipat sampai betis, dan atasannya aku hanya memakai Hoodie.


Aku memang tidak suka berpakaian yang berlebihan, apa lagi malam hari harusnya serba tertutup, karena aku termasuk orang yang gampang masuk angin.


Sesampainya dibawah akupun langsung berpamitan kepada keluarga, sudah lama sekali aku ingin berbicara panjang lebar dengan orang ini, mas Bram membukakan pintu mobilnya.


"Gak usah repot-repot saya bisa sendiri"


"Udah terlanjur" ujar mas Bram sambil tersenyum.


Dan tiba-tiba mas Bram memakai Hoodie juga bahkan warnanya sama persis dengan Hoodie punyaku.


"Ih kok ikut-ikutan pake Hoodie si, warnanya sama lagi"


"Ya masa aku harus pake batik sha, biarin aja biar kayak couple-couple gitu"


"Couple apaan,, alay"


Mas Bram cuma tersenyum setelah mobil melaju kita berdua hanya terdiam tanpa ada satu orangpun yang bersuara, tiba-tiba mas Bram memulai pembicaraan.


"Sha kita mau kemana?"


"Ke mall depan aja, ada yang mau aku omongin dan tanyain banyak banget pokoknya"


"Okeh,, tentang apa sha"


"Gak usah pura-pura gak tau deh"


"Okeh kita terusin nanti aja ngobrolnya" kata mas Bram dengan santainya.


Sesampainya di mall mas Bram kembali bertanya


"Mau bicara dimana sha?"


"Di kedai kopi aja, biar gak jauh"


Kamipun masuk ke kedai kopi terkenal tersebut lalu memesan dua kopi, setelah pesanan kopi kami datang akupun memulai pembicaraan yang aku tunggu sejak lama"


"Oke, aku mulai ngomong aja ya"


"Yaudah silakan"

__ADS_1


"Mas apa sih alasannya kamu mau dijodohkan sama orang yang bahkan kamu gak kenal sama sekali?"


Mas Bram tersenyum sedikit


"Aku juga bingung sha, pas awal aku tau mau dijodohkan aku juga sempet nolak dan kaget, tapi setelah bertemu untuk pertama kalinya di wisuda saat itu aku yakin sama perjodohan ini"


"Hah kok bisa cuma sekali ketemu langsung ngerasa yakin gitu, kok aku butuh waktu yang lama banget ya"


"Mungkin kamu spesial sha"


"Spesial apanya?? Ya udahlah tapi aku sebenarnya belum siap bahkan takut kawin mas"


"Kenapa harus takut, yakin aja"


"Aku takut aku gak bisa menjadi istri yang melayani suaminya dengan baik, aku juga belum siap kalo harus tinggal satu atap sama laki-laki , apalagi laki-laki yang belum aku kenal, pokonya aku belum siap segalanya, tapi aku kemaren Nerima perjodohan ini karena ngeliat kondisi papa, aku takut suatu saat nanti menyesal" panjang lebar aku menjelaskan.


"Tapi aku siap sha, aku juga yakin, aku juga siap buat ngeyakinin kamu, pelan-pelan aja sha gak usah terburu-buru"


"Mas kan ganteng pasti banyak cewek yang suka kok mau aja dijodohin?"


"Karena hatiku berkata kamu adalah orang yg tepat sha"


"Kok bisa se yakin itu si aku heran deh, eh iya aku kok belum tau ya kerjaan mas itu apa?"


"Aku sama seperti ayahku dan ayahmu aku adalah seorang prajurit TNI angkatan darat sha"


"Haha kamu kok ada-ada aja sha pekerjaanku kan mulia"


"Iya deh,,, tapi aku gak mau buru-buru nikah kasih aku buat ngenal kamu lebih jauh oke,, aku gak mau salah pilih"


"Udah terlanjur lamaran Caca"


"Ah tapikan belum sah"


"Yaudah oke, terserah kamu aja, oh iya cewek kayak kamu ini pernah punya pacar gak sih"


"Pernah cuma sekali seumur hidup, itu juga pacarannya cuma 24 jam"


"Haha kenapa bisa kayak gitu?"


"Tau ah males ngebahas"


"Diselingkuhin ya?"

__ADS_1


"Enggak, dia tiba-tiba cium kening aku gitu pas nganterin pulang, terus aku langsung marah2 dan mutusin dia, gitu deh pokoknya, pacaran aja baru ngalmin sehari, eh ini tau-tau udah disuruh nikah"


"Udah minum aja kopinya nanti cepet tua marah2 gitu"


"Biarin, nanti kalo kamu jadi suami aku awas kalo kamu sampe ngekmhianatin aku, kayak selingkuh gitu, aku paling benci cowok berengsek"


"Ehemmm secara tidak langsung kamu sudah mengakui kalo kita akan menikah ya?"


"Ouhhhh itu salah ngomong mas,gak usah ke gr-an" pipiku tiba-tiba memerah karena merasa malu.


"Terserah kamu aja sha hahah"


"Yaudah itu aja yang aku mau omongin tadinya banyak banget tapi sekarang lupa"


"Beneran lupa sha?" Sambil meledek


"Udah la mas, udah malem setengah jam lagi liga Inggris mulai ni aku mau nonton"


"Loh kamu suka bola sha?"


"Iya sejak SMP, semua hal tentang bola pokoknya aku ratunya ya"


"Kalo udah nikah kita bisa nonton bola bareng dong sha"


"Mas brammmm,. cepetan lah pulang"


Aku dan mas Bram pun langsung beranjak pulang.


Di jalan mas Bram memulai pembicaraan


"Kamu itu unik sha"


"Kayak barang antik dong"


"Iya kamu memang spesial"


"Ah udah deh, jangan-jangan sama cewek lain juga kayak gini"


"Eh enggak dong sha"


"Terserah"


"Kamu ini, pokoknya aku pengen suatu saat kita nonton boal bareng ya"

__ADS_1


Aku tidak menjawabnya, aku hanya cemberut saja sambil melirik ke luar jendela.


"Tau ah kenapa juga gue dari jadi salah tingkah" gumamku.


__ADS_2