
Ana kapan Dateng ya, tadi Lo udah bilang kan mau ketemu disini juga?"
"Udah, paling bentar lagi"
Kurang lebih Lima belas menit kami menunggu akhirnya Ana datang, tapi nampak ada yang berbeda dari diri Ana Sekarang.
"Hai semua, udah lama nunggu ya?"
"Enggak juga" kataku
"Eh, kayaknya ada yang beda deh dari diri Lo Na" kata Nisa heboh
"Haha, iya gue gendutan ya sekarang?"
"Gue gak bilang" kataku singkat menjawab
"Ih elo gitu amat, emang iya si" kata Nisa
"Gue kesini sekalian mau ngasih tau sesuatu juga si sama kalian"
"Apaan Na" Nisa mulai penasaran
"Gue hamil guys"
Aku dan Nisa saling bertatapan dengan mulut terbuka karena kaget, setelah tersadar aku langsung mengucapkan selamat kepada sahabatku ini.
" Selamat Na, gak nyangka sih gue temen main udah mau punya anak aja"
"Iya, cepet banget gila, Lo udah siap jadi orang tua emang?" Nisa bertanya
"Bismillah guys, doa'in ya"
"Gak nyangka banget Nis gue, masalah kayak ginian dia paling gercep, besar nyali juga Lo Na"
"Iya si, bakalan lebih susah dong kalo di ajak kumpul" kata Nisa
"Namanya juga kehidupan Nis, pasti berubah lah" kataku sambil menampol si Nisa
"Hehehe, iya juga mau gak mau harus rela, tuh kan gue malah mau balik lagi ke jaman ngampus"
Setelah itu kami berbicara banyak, apapun kami bicarakan, masih tak menyangka juga Ana akan menjadi orang tua dalam waktu dekat ini.
Ketika aka memesan makanan Nisa agak memaksa Ana untuk memilih banyak menu, katanya biar kandungan Ana baik-baik aja, Huh,,Nisa memang heboh orangnya, tapi dibalik itu semua dia adalah orang yang sangat perhatian.
Ana kapan Dateng ya, tadi Lo udah bilang kan mau ketemu disini juga?"
"Udah, paling bentar lagi"
__ADS_1
Kurang lebih Lima belas menit kami menunggu akhirnya Ana datang, tapi nampak ada yang berbeda dari diri Ana Sekarang.
"Hai semua, udah lama nunggu ya?"
"Enggak juga" kataku
"Eh, kayaknya ada yang beda deh dari diri Lo Na" kata Nisa heboh
"Haha, iya gue gendutan ya sekarang?"
"Gue gak bilang" kataku singkat menjawab
"Ih elo gitu amat, emang iya si" kata Nisa
"Gue kesini sekalian mau ngasih tau sesuatu juga si sama kalian"
"Apaan Na" Nisa mulai penasaran
"Gue hamil guys"
Aku dan Nisa saling bertatapan dengan mulut terbuka karena kaget, setelah tersadar aku langsung mengucapkan selamat kepada sahabatku ini.
" Selamat Na, gak nyangka sih gue temen main udah mau punya anak aja"
"Iya, cepet banget gila, Lo udah siap jadi orang tua emang?" Nisa bertanya
"Bismillah guys, doa'in ya"
"Gak nyangka banget Nis gue, masalah kayak ginian dia paling gercep, besar nyali juga Lo Na"
"Iya si, bakalan lebih susah dong kalo di ajak kumpul" kata Nisa
"Namanya juga kehidupan Nis, pasti berubah lah" kataku sambil menampol si Nisa
"Hehehe, iya juga mau gak mau harus rela, tuh kan gue malah mau balik lagi ke jaman ngampus"
Setelah itu kami berbicara banyak, apapun kami bicarakan, masih tak menyangka juga Ana akan menjadi orang tua dalam waktu dekat ini.
Ketika aka memesan makanan Nisa agak memaksa Ana untuk memilih banyak menu, katanya biar kandungan Ana baik-baik aja, Huh,,Nisa memang heboh orangnya, tapi dibalik itu semua dia adalah orang yang sangat perhatian. Ana dijalan aku meminta Nisa untuk berhenti di jalanan depan sebelum masuk komplek rumahku, tadi siang Mama menyuruhku untuk membeli mie ayam favorit keluarga kami.
"Nis gue mau beli mie ayam dulu, mama tadi pesen soalnya, Lo mau juga gak?"
"Gak ah kenyang, buat Tante aja udah"
"Yaudah oke"
Setelah selesai membeli mie ayam aku kembali masuk ke mobil, setelah Nisa melajukan kembali setirnya dia kembali berbicara.
__ADS_1
"Sha gue nginep ya malam ini dirimu Lo, jam segini jam-jam macet tau, males gue, boleh ya"
"Boleh-boleh aja, lagian gue juga masih sendiri kan, besok juga masih libur"
"Masih sendiri ya, beberapa hari lagi ada suami nih" sambil cekikikan
"Yaudah si, ya kan" ucapanku tergantung
"Ah dasar tuh kan kok gue jadi kayak gini Nis, eh kenapa si kok, eh ini gue kenapa si?"
"Ciee, itu namanya salah tingkah Shanum, fiks Lo udah jatuh cinta sama dia hahaha"
Berhentilah mobil Nisa di depan rumahku, terlihat bibi dari dalam akan membukakan gerbang, sudah lama temanku tidak ada yang menginap dirumah, Nisa juga terakhir menginap mungkin ketika kita kuliah semester lima-an.
Saat memasuki rumah Mama langsung menyapa Nisa, disitu aku langsung bilang kalo Nisa akan menginap, Mama tentu mengijinkan, kamipun langsung menaiki tangga menuju kamar.
"Sha kayaknya ini terakhir kali gue nginep dirumah Lo, terus tidur sama Lo deh"
"Emangnya kenapa?"
"Kan Lo udah punya suami Caca"
"Ya kan suami gue suka pergi-pergi juga"
"Cie udah diakuin tuh suaminya, lagian punya suami yang jarang pulang si"
"Udah deh dari tadi cie, cie, Mulu, lagian bukan gue yang milih juga"
"Eh iya lupa, terima apa adanya dong ya"
"Ini juga Nis"
"Bagus deh Sha kalo gitu"
Setelah sedikit berbincang kami bergantian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan, malam ini aku jadi banyak berbicara karena Nisa tidak ada hentinya mengajaku berbicara tentang ini dan itu.
Tiba-tiba hp kami berdua mendapat notifikasi, ternyata pesan dari grup, terlihat Reza mengirimkan pesan "guys tau kan bulan lalu gue keterima di perusahaan gede itu, gue kemaren baru gajian nih, besok kumpul yuk gue tlaktir!" Begitu isi pesan dari Reza.
"Sha udah baca pesan dari si Reza, sombong banget dia mau tlaktir segala"
"Ah elu Nis, temen mau berbuat baik juga"
"Hehe iya si lumayan, besok gue gak usah ngeluarin duit buat makan"
"Nah gitu, temen punya kerjaan bagus terus di masih inget sama kita juga masih untung"
"Hehehe, iya si sha, yaudah gue bales kalo gue sama Lo siap ya"
__ADS_1
"Yaudah elo aja yang bales"
"Oke deh"