
Kejadian pagi itu masih sangat aneh bagiku, sebelum mas Bram bangun aku langsung buru-buru turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi, aku mandi memang tidak membutuhkan waktu yang lama karena aku tidak suka membuang-nuang waktu.
Ketika aku keluar dari kamar mandi aku menoleh ke arah jendela karena mas Bram sedang berdiri disana, wajahnya terlihat tersorot oleh mentari pagi, dalam hati aku bergumam "makin ganteng aja dia pagi ini"
"Sha, udah mandinya"
Aku agak terkejut dan salah tingkah
"Udah, buruan gih kamu mandi abis itu kita turun buat sarapan"
"Eh tapi pakaian ganti aku udah Dateng belum ya?"
"Sambil kamu mandi aku cek deh ke bawah, kalo udah ada nanti aku bawain ke sini"
"Yauda, makasi sha"
Setelah aku merapikan rambutku akupun langsung turun ke bawah, benar saja pakaian ganti untuk mas Bram sudah datang, tidak banyak hanya beberapa saja, aku langsung naik lagi ke kamar, sesampainya dikamar aku mengetuk pintu kamar mandi.
"Mas, mas Bram"
"Iya sha" katanya berteriak
"Baju kamu udah Dateng aku simpan di atas kasur ya, aku ke bawah duluan mau bantuin mama nyiapin sarapan"
"Oke sha"
Sebelum aku turun ke bawah aku lupa kali aku belum merapikan tempat tidurku, akupun merapikan kamar terlebih dahulu sebentar, lalu turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.
Mama dan papa terlihat sangat ceria pagi ini entah apa alasannya, ditengah-tengah sarapan mama bertanya kepada aku
"Sha, rencananya hari ini mau ngapain atau mau kemana gitu?"
"Rencananya si mau beres-beresbarang aku yang mau di bawa ke rumah baru nanti ma, selesai aku pilih pakaian dan barang yang mau aku bawa rencananya aku mau langsung bawa ke rumah barunya"
"Iya ma, itung-itung nyicil biar nanti beresinnya gak capek-capek banget" sambung mas Bram
"Mau papa sama Mama bantuin sha?"
"Enggak usah ma lagian cuma sebagian dulu aja yang dibawa, kan selama mas Bram tugas aku masih disini"
"Oh yaudah"
Papa "terus barang-barang Bram gimana"
"Lusa kita beres-beres sebagian barang mas Bram juga, sekalian packing buat berangkat nanti"
"Oh iya tiga hari lagi kamu berangkat ya bram"?"
"Iya pa, doain lancar ya"
"Amiin, amiin, selalu kabarin kita semua ya disini"
"Iya pa, pasti"
Selesai sarapan aku langsung membantu mama membereskan piring, kebetulan pembantu kami tiga Minggu yang lalu izin pergi pulang karena suaminya sakit di kampung.
__ADS_1
Mas Bram membantu membereskan barang-barang yang akan kubawa, setelah selesai dengan sebagian barang-barang ku itu aku dan mas Bram langsung membawanya ke bawah dan memasukannya ke mobil, barang-barang seperti lemari tidak kubawa, karena mas Bram bilang sudah tersedia di sana.
"Sha aku dari kemarin mau bilang kalo kamar kamu unik banget kayak yang punya" sambil tersenyum sedikit
"Maksudnya unik kayak yang punya apaan tuh, senyumnya licik banget juga"
"Tapi emang unik sha, gak kayak kamar-kamar perempuan kebanyakan"
"Emang kamu pernah masuk ke kamar perempuan ya kok tau kamar perempuan itu kayak gimana"
"Ya enggak juga liat di tv doang kok, biasanya kamar cewek kan banyak banget barang-barang kayak aksesorisnya segala macem, lah ini penuh sama Jersey bola, bola basket, volley, sampe bola tenis aja ada disini, bendera-bendera kecil, globe kecil ini juga keren sha"
"Aku suka jadi aku simpan, boleh ya aku bawa barang-barang koleksiku ini?"
"Boleh dong, aku juga suka sama koleksi-koleksi kamu, aku gak sempet ngumplin barang-barang kesukaan aku"
"Iyalah pulangnya aja jarang"
"Enggak gitu juga sha hehehe"
Setelah memasukan barang-barang kamipun langsung pergi menuju tempat tujuan, rumahnya tidak terlalu jauh dari kediaman orangtuaku, mungkin butuh waktu setengah jam untuk sampai
"Ini mas rumahnya?"
"Iya ini, maaf ya aku cuma bisa ngasih rumah yang gak besar buat kamu"
"Justru aku suka sama rumah tema minimalis kayak gini, gak capek-capek amat bersihinnya, suasananya juga lebih hangat"
"Aku seneng kalo kamu suka"
Aku tidak menyangka beberapa bulan kedepan aku akan tinggal bersama laki-laki di sampingku ini.
"Udah dibersihin sha, ini rumah lama papa mamaku sebenarnya, rumah ini udah rutin setiap
Dibersihin sama penjaga rumah ini"
"Yaudah , semakin mempermudah pekerjaan kita kalo gitu"
Aku dan mas Bram pun mulai mengangkat dan menata barang-barangku.
"Huh selesai juga, lusa tinggal barang kamu"
"nanti pas kamu lagi tugas aku mau barang-barang ku yang sebagian lagi, biar pas kamu pulang kita langsung tinggal disini!"
"Yaudah"
"Sha mau langsung pulang apa kita jalan-jalan dulu sebentar?"
Belum sempat aku menjawab dia sudah kembali berbicara
"Jalan-jalan dulu ya, kan aku nanti bakalan lama gak ketemu sama kamu"
"Boleh, tapi jangan lama-lama ya aku mau cepet istirahat "
"Kalo kamu capek besok lagi aja jalannya kalo gitu"
__ADS_1
"Sekarang aja mas sekalian aku mau beli makanan favoritku"
"Yaudah, kita berangkat sekarang"
Ditengah perjalanan aku menyuruh menghentikan mobil yang dikendarai mas Bram.
"Stop mas di depan sana"
Mobil yang kita kendarai berhenti di depan gerobak mie ayam langganan ku dari dulu.
"Ini sha makanan favorit kamu?"
"Ya iya, mie ayam, kamu suka juga?"
"Suka-suka aja kok, yaudah kita turun"
Akupun memesan dua mangkuk mie ayam favoritku itu, selain menikmati makanannya kami juga menikmati angin malam saat itu, suara bising dari kendaraan juga mewarnai malam ini.
"Sering banget sha makan disini?"
"Banget"
"Emang enak si mie ayamnya, pantes aja kamu suka"
"Yaiyalah mas gak mungkin aku suka banget kalo rasanya biasa-biasa aja"
"Iyadeh, terus kalo kamu makan disini suka bareng siapa sha?"
"Sendiri, atau kadang-kadang aku ajak Razade sih"
"Oh iya adek kamu ganteng banget sha, gimana banyak cewek-cewek yang deketin gak sama dia? Udah punya pacar belum sha?"
"Gak tau, masih kecil masa udah pacar-pacar an"
"Ah kamu ini, kalo kakanya si iya seumur hidup cuma pernah pacaran 24 jam aja"
"Mas Bram, aku emang ngaku gak ada pengetahuan sama sekali sama masalah percintaan"
Mas Bram tertawa, dan meneruskan melahap makanannya itu.
"aku tau sha, karena itu aku mau ngenalin kamu sama cinta, aku mau kamu ngerasain gimana rasanya dicintai, aku juga mau kamu punya rasa cinta terhadap orang lain"
"terus caranya gimana?"
"cinta itu gak bisa dipaksa sha" sambil mengacak rambutku.
"pelan-pelan kamu pasti paham kok"
"ah udahlah aku pusing"
mas Bram hanya tertawa lagi melihat wajahku yang cemberut.
"rasa sayang itu rasa cinta juga bukan si?"
"hampir sama mungkin"
__ADS_1
"kok mungkin?"
"nanti ada waktunya kamu ngerti sha"