
Bagain 22 (kabar dari Mas Bram)
Setelah aku pulang dari rumah mama mertuaku aku langsung saja naik ke kamar, di bawah Mama tadi sempat bertanya mengenai bagaimana keadaanku, sepertinya Mama Maya memberitahu Mama dengan apa yang hari ini sudah terjadi, mungkin karena itulah Mama tidak banyak bertanya tentang mas Bram kepadaku.
Mungkin Mama juga melihat dari wajahku terlihat sangat lelah sekali, ya aku memang sangat lelah dengan drama hari ini, beruntung aku punya mama yang pengertian, tapi aku pikir aku harus menghindari makan malam karena takut nanti ditanya-tanya soal ini.
Aku langsung memutuskan untuk mandi dengan air hangat, air hangat yang jatuh dari shower rasanya lumayan mengurangi kepenatan pikiranku hari ini, suara gemercik air juga terdengar sangat damai di telingaku.
Setelah selesai mandi aku sempat melihat handphone sejenak, tapi sayang belum ada satupun notifikasi panggilan dari Mas Bram, aku hanya menghela nafas lalu meneruskan untuk memilih pakaian yang akan kukenakan.
Aku memakai baju tidur berwarna hitam dengan celana panjang dan kemejanya yang berlengan pendek, setelah memakai lotion, dan krim di wajahku aku langsung membaringkan tubuhku di atas kasur, perlahan aku mengatur napasku.
Bagaimana keadaan kamu saat ini?
Bisa-bisanya kamu buat aku khawatir dan sudah seperti kehilangan akal?
Brengsek kamu, bahkan sampai saat ini masih belum ngabarin aku.
Hari ini emosiku benar-benar terkuras tau.
Ah kenapa sih gue harus punya suami yang pekerjaannya bikin gue jantungan.
Akupun membantingkan handphone ke pinggir bantal tempatku tidur, dan beberapa menit kemudian handphone berbunyi, ketika aku lihat siapa yang memanggil ternyata itu adalah orang yang aku tunggu-tunggu sejak tadi, aku langsung bangun dan duduk di atas tempat tidur.
"Hallo"
__ADS_1
"Hallo sha"
"Mas Bram, mas Bram kan?"
Excited bercampur khawatir rasanya.
"Iya sha, gimana kabar kamu? Baik-baik aja kan?"
"Harusnya aku yang nanya kabar kamu sekarang, dari tadi aku telpon gak bisa, kamu tu tadi udah bikin aku kaget gak ketulungan ya, emangnya gak bisa apa dari tadi nelpon?"
"Tenang dulu dong sha, satu-satu dulu pertanyaannya, maaf ya aku baru ngabarin"
"Enak aja segampang itu minta maaf"
"Yaudah buruan"
"Jadi tadi aku cuma kecelakaan biasa aja sha, aku kena tembak ditangan, ya setelah itu aku langsung ditangani, dan sekarang aku udah baik-baik aja kok"
"Kecelakaan biasa kata kamu? Hebat ya, yang kecelakaan biasa aja, lah ini orang yang dikabari stressnya minta ampun"
"Ciee yang khawatir banget sama suaminya"
Pipiku tiba-tiba memerah dan terasa panas
"Ya siapapun yang denger kabar kayak gitu pasti khawatir lah"
__ADS_1
"Masih ngelak ya ternyata kamu ini"
"Jangan mulai deh mas"
"Yaudah oke, makasi ya"
"Makasi buat apa?"
"Buat apa aja, aku titip mama papa ya sha! Selalu kasi kabar ke aku! Mama papa kamu juga jangan sampe di jutekin oke"
"Eh kamu, seakan-akan aku ini orang yang jahat sama orang tua aja"
"Yaudah, kamu tadikan belum jawab gimana kabar kamu sekarang?"
"Aku baik, harusnya kamu yang harus ngabarin aku terus, bukannya selama ini kamu ya yang susah kalo mau berhubungan"
"Kalo kangen bilang aja ya sha" sambil cekikikan
"Kamu ini"
Tuuut, tuut, suara panggilan diakhiri.
"Bener-bener ya kamu" aku ngomel sendiri
Akupun sekarang bisa tertidur dengan sangat tenang karena sudah mendapati kabar baik, bahkan sudah mendengar suaranya langsung.
__ADS_1